Beranda blog Halaman 248

Sambut Silatnas, LPPH Alihkan sebagian KBM Santri ke Lapangan Kerja

[Illustrasi] Santri dan guru SMH bekerja bakti mengangkat batu bata di Masjid Ar-Riyadh Hidayatullah Gunung Tembak, Teritip, Balikpapan (8/10/2023).* [Foto: SKR/Media Silatnas Hidayatullah/MCU]

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Geliat Silaturahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah kian terasa di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Teritip, Balikpapan.

Sebagai tuan rumah acara yang digelar lima tahun sekali itu, jauh-jauh hari memang telah berkemas menyambut tamu dan peserta yang ditaksir hingga dua puluh ribu orang tersebut.

Terbaru, Bidang I Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah (YPPH) Balikpapan atau dikenal dengan sebutan LPPH (Lembaga Pendidikan Pengkaderan Hidayatullah) Gunung Tembak mengeluarkan kebijakan pengalihan sebagian kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Alhamdulillah, para santri dan mahasantri tetap belajar di kelas pagi hari, namun untuk siang dan sore hari kegiatan dialihkan untuk kerja bakti di lapangan menyelesaikan bengkalai pekerjaan dan persiapan Silatnas,” terang Ustadz Irwan Budiana, Divisi Kurikulum dan Litbang LPPH dikutip dari laman Ummulqurahidayatullah, Selasa, 16 Rabi’ul Akhir 1445 (31/10/2023).

Menurut Ustadz Irwan, meski kerja lapangan, tetapi guru-guru dan pengasuh tetap turut mendampingi santri dalam bekerja bakti. Ini dimaksudkan agar kegiatan lapangan tersebut tetap memuat transformasi nilai-nilai sosial dan kultur pesantren kepada para santri.

“Jadi namanya bekerja bakti di lapangan tetapi sesungguhnya ini bagian dari proses pembelajaran juga. Ada transformasi nilai dan kultur, serta wadah untuk semakin mengakrabkan para santri dengan guru-guru,” ucap ustadz yang juga diamanahi di kepanitiaan Silatnas Hidayatullah 2023.

Pantauan Media Silatnas Hidayatullah, beberapa pekerjaan secara fisik memang masih terus digencarkan. Khususnya penyelesaian Masjid Ar-Riyadh sebagai pusat kegiatan Silatnas dan beberapa fasilitas lainnya.

Seperti yang tampak selama beberapa hari lalu, ratusan santri Sekolah Menengah Hidayatullah (SMH) ramai-ramai memindahkan batu bata untuk dipasang di beranda belakang masjid.

Selain itu, sebagian santri yang lain juga tampak membantu pemasangan paving di pekarangan masjid bagian selatan.

Seperti kata pepatah, ringan sama dijinjing berat sama dipikul. Sore itu, para santri terlihat bekerja dengan penuh ceria dan semangat. “Alhamdulillah, senang saja,” ucap Habib, santri asal Balikpapan sambil menggenggam dua batu bata di kedua tangannya.

“Apalagi kalau sudah datang konsumsi atau gorengannya. Wah tambah semangat, Pak,” seru kawannya ramai-ramai sambil tertawa.

Untuk diketahui, selain terlibat dalam kerja bakti massal persiapan Silatnas, momentum yang bertepatan dengan usia setengah abad ini juga akan menampilkan berbagai atraksi dan prestasi para santri.

Dilaporkan, di sela kerja bakti tersebut, santri-santri yang telah terpilih itu juga terus berlatih secara rutin untuk pertunjukan di acara Pembukaan Silatnas Hidayatullah nanti.

“Ini acara kita semua, para dai, guru, dan milik seluruh santri Hidayatullah. Kami tunggu kedatangan semuanya di Gunung Tembak,” undang Ustadz Irwan Budiana, mewakili Panitia Silatnas.* (Abu Jaulah/Media Silatnas Hidayatullah/MCU)

[Khutbah Jum’at] Usir Penjajah Zionis Israel, Bebaskan Masjidil Aqsha

0

اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، وَهُوَ الَّذِيْ أَدَّبَ نَبِيَّهُ مُحَمَّدًا ﷺ فَأَحْسَنَ تَأْدِيْبَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ خَلْقِ اللهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اتَّبَعَ هُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، أما بعد
فيا أيها الحاضرون، أُوْصِيْنِي نَفْسِيْ وَ إِيَّاكُم بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْن. قال الله تعالى في كتابه الكريم، بسم الله الرحمن الرحيم، وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Ma’asyiral Jum’ah Rahimakumullah

Kita bersyukur memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala atas nikmat dan karunia-Nya, nikmat keimanan dan keamanan yang mengantarkan kita dapat menunaikan kewajiban kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam keadaan kondusif kita melakukan aktivitas ibadah, amal shaleh, dan bekerja dengan tenang.

Keadaan berbeda yang dialami oleh saudara-saudara kita di Gaza-Palestina, yang sedang diuji oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan penderitaan yang sangat berat, dijajah, dibantai, diblokade, dan pemukimannya dihancurkan. Sungguh penjajah zionis Israel bertindak biadab dan tidak berkemanusiaan.

Ma’asyiral Jum’ah Rahimakumullah

Palestina telah diisyaratkan Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dalam sabdanya:

لا يزال أهل الغرب ظاهرين على الحق حتى تقوم الساعة

“Penduduk maghrib (Syam) senantiasa tegak memperjuangkan kebenaran hingga hari kiamat tiba”. (HR. Muslim)

Yang dimaksud adalah penduduk negeri Syam yang saat ini bernama Palestina, di sanalah terdapat Masjidil Aqsa. Kiblat pertama umat Islam sebelum ke Baitullah, tanah suci kedua setelah Makkah dan Madinah, masjid ketiga yang disucikan dan dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, dianjurkan untuk dikunjungi.

لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ: مَسْجِدِي هَذَا، وَمَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى

“Jangan bepergian jauh kecuali ke tiga masjid, yaitu masjidku ini (Masjid Nabawi), Masjid Haram, dan Masjid al-Aqsa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hingga saat ini kaum muslimin belum leluasa berkunjung dan menunaikan shalat di Masjid Aqsa sejak 75 tahun lalu karena sedang dijajah dan dinistakan oleh zionis Israel.

Zionis merupakan gerakan politik yang ingin merampas tanah Palestina untuk kaum Yahudi. Mereka mendirikan negara palsu Israel pada tahun 1948 untuk menjajah Palestina dan menguasai Baitul Maqdis. Saat ini hanya tersisa sedikit wilayah di Tepi Barat dan Gaza, dan mereka pun ingin merampas seluruhnya.

Ma’asyiral Jum’ah Rahimakumullah

Sifat Bani Israil dan kaum Yahudi telah banyak diabadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Al-Quran.

Pertama: Kaum yang besar permusuhannya terhadap orang beriman.

Allah berfirman:

﴿لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ ٱلنَّاسِ عَدَٰوَةً لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱلْيَهُودَ وَٱلَّذِينَ أَشْرَكُوا۟﴾

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS. Al-Maidah : 82)

Kedua: Bani Israil, ummat yang selalu melakukan kerusakan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

﴿وَقَضَيْنَآ إِلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ فِى ٱلْكِتَٰبِ لَتُفْسِدُنَّ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا﴾

“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. (QS. Al Isra: 4)

Ketiga; kaum yang sangat besar kesombongannya

Kesombongan kecil saja sudah tercela, Bani israil menyombangkan diri dengan kesombongan yang besar. Mereka menganggap dirinya paling mulia, menyombongkan diri di hadapan para nabi, dan membangkang perintah Allah. Kini Israel dengan kesombongannya tidak menghiraukan kecaman dunia dan menolak resolusi PBB.

Keempat: kaum yang gemar melakukan pembunuhan.

Sepanjang sejarah mereka selalu melakukan pembunuhan, mulai dari bayi, wanita, hingga para nabi pun mereka bunuh.

﴿ اِنَّ الَّذِيۡنَ يَكۡفُرُوۡنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَيَقۡتُلُوۡنَ النَّبِيّٖنَ بِغَيۡرِ حَقٍّۙ وَّيَقۡتُلُوۡنَ الَّذِيۡنَ يَاۡمُرُوۡنَ بِالۡقِسۡطِ مِنَ النَّاسِۙ فَبَشِّرۡهُمۡ بِعَذَابٍ اَلِيۡمٍ﴾‏

“Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar) dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, sampaikanlah kepada mereka kabar gembira yaitu azab yang pedih. (QS. Ali Imran – 21)

Mereka membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Bahkan mereka pernah merencanakan pembunuhan terhadap nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, namun Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan beliau.

Bukan hanya sampai di situ, mereka juga akan membunuh orang-orang yang memperjuangkan keadilan.

Penjajah Israel selama 4 pekan terakhir ini telah membunuh lebih 7 ribu rakyat Palestina. Menyebabkan jutaan rakyat menderita dan kehilangan tempat tinggal.

Dunia menyaksikan kebiadaban dan genosida (kejahatan kemanusiaan) yang mereka pertontonkan saat ini.

Ma’asyiral Jum’ah Rahimakumullah

Pembelaan dan dukungan kita terhadap perjuangan rakyat Palestina didasarkan atas landasan aqidah, kemanusiaan, dan konstitusi.

Panggilan iman yang mendorong kita untuk berjuang membebaskan Masjid Aqsa. Persaudaran iman yang memanggil kita membela saudara muslim yang sedang berjuang melawan penjajah zionis Israel.

Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam menggambarkan bahwa jika ada di antara orang-orang beriman merasa sakit dan menderita, maka yang lain pun ikut merasakannya.

Ketika penderitaan yang begitu dahsyat dialami oleh saudara-saudara kita di Gaza. Seharusnya kita juga merasakan penderitaan mereka dan terpanggil untuk membantunya.

Hati nurani kemanusiaan juga memanggil kita untuk memberi bantuan dan peduli dengan penderitaan rakyat Palestina. Dan konstitusi Indonesia juga mengharuskan kita menghapuskan penjajahan dan mengusir Israel dari bumi Palestina.

Sebagai muslim, kita juga harus meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan pembebasan Masjid Aqsa sebagai sarana ibadah dan perjuangan. Bukan Masjidil Aqsa yang membutuhkan kita karena cukuplah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang akan melindunginya.

Namun kitalah yang sesungguhnya yang sangat membutuhkan Masjid Aqsa agar menjadi wasilah untuk terlibat mengambil peran dalam perjuangan membebaskannya dari tangan zionis Israel.

Kita yakin bahwa Masjid Aqsa akan dibebaskan dan Palestina akan merdeka. Namun kita harus memastikan bahwa kita tercatat di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala termasuk dalam barisan orang-orang yang membela dan memperjuangkan kemuliaan Islam dan kaum muslimin. Mari kita terlibat dalam kemuliaan ini melalui doa, donasi, diplomasi, dan aksi pembelaan.

Doa yang kita panjatkan adalah kekuatan paling besar untuk mengundang pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Keterbatasan rakyat Palestina dalam segala aspek akan mampu mengalahkan penjajah zionis dengan izin Allah.

Dukungan donasi untuk meringankan beban yang dialami saudara-saudara rakyat Palestina yang dititipkan melalui lembaga kemanusiaan yang amanah dan kredibel.

Selanjutnya dukungan diplomasi dengan mendorong pemerintah agar konsisten membela dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Pemerinta diminta bersikap lebih tegas lagi dengan menyerukan untuk memutuskan hubungan perdagangan dengan perusahaan-perusahaan Israel di Indonesia. Bahkan mengusir semua unsur-unsur Israel dari negeri ini.

Indonesia juga merupakan ummat muslim terbesar di dunia harus menunjukan aksi besar untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa Indonesia sepenuhnya mendukung kemerdekaan Palestina dan melawan penjajahan Israel.

Ma’asyiral Jum’ah Rahimakumullah

Semoga apa yang kita lakukan menjadi amal ibadah dan jihad, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala mencatat kita kita termasuk orang-orang yang berjuang membebaskan masjid Aqsa. Amin

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا
اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد

Do’a Penutup

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَعَلَى خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِمْ وَطَرِيْقَتِهِمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ودَمِّرْ أَعْدَآئَنَا وَأَعْدَآءَ الدِّيْنِ وأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ……. عِبَادَ اللهِ
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُو

Jelang Rakernas 2023, DPP Hidayatullah Gelar Sidang Pleno

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2023, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah melaksanakan Sidang Pleno bersama dengan Dewan Mudzakarah (DM) di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Cipinang Cempedak I/14, Otista, Polonia,Jatinegara, Jakarta, selama 2 hari, Selasa Rabu, 17-18 Rabi’ul Akhir 1445 (1-2/11/2023).

Sidang Pleno adalah agenda tahunan yang diatur oleh PDO Pasal 42 untuk menyusun rancangan Peraturan Organisasi, Rencana Program Kerja Organisasi, dan rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Organisasi.

Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust. Dr. H. Nashirul Haq dalam sambutan menyampaikan harapannya program kerja organisasi bisa melahirkan legacy. Dia menyebutkan, ada 3 macam legacy itu yaitu suprastruktur, struktur, dan infrastruktur.

Dia menjelaskan, suprastruktur terkait jatidiri, kultur, manhaj, dan nilai-nilai dasar organisasi. Sementara struktur terkait dengan sistem, sumber daya insani (SDI), dan peraturan organisasi. Dan, berikutnya, adalah legacy infrastrutur dengan membuat sekolah unggulan, universitas, dan rumah sakit.

Ustadz Fathul Adzim sebagai Ketua Dewan Mudzakarah yang membuka sidang pleno ini menyampaikan apresiasi atas kinerja pengurus DPP Hidayatullah yang lebih cepat menyelesaikan program kerjanya.

Tahun 2024 disebutkan Fathul adalah puncak program DPP Hidayatullah untuk kepengurusan periode ini.

Hasil sidang pleno ini akan disahkan pada Musyawarah Majelis Syura (MMS) yang akan dilaksanakan satu pekan ke depan. Selanjutnya akan disosialisasikan di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) akhir bulan ini di Asrama Haji Balikpapan.

Rakernas kali ini terbilang istimewa karena betepatan dengan momentum rangkaian Silaturrahim Nasional (Silatnas) Hidayatullah pada 23 – 26 November 2023 di Kampus Induk Pesantren Hidayatullah Gunung Gunung Tembak, Balikpapan, Kaltim. (agh/hidayatullah.or.id)

Kejati Jabar Ajak Santri Manarussalam Hidayatullah Cirebon Semangat Belajar

0

CIREBON (Hidayatullah.or.id)– Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat (Jabar) Ade Tajudin Sutiawarman, SH, MH, melakukan silaturahmi dan bakti sosial ke Yayasan Manarussalam Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa, 16 Rabi’ul Akhir 1445 (31/10/2023).

Hadir membersamai Kajati yaitu Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Lydia Sutiawarman, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon Umaryadi, SH, MH, dan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Majalengka Eman Sulaeman, SH, MH berserta jajarannya.

Selain itu, hadir juga Kepala Departemen Pendidikan dan Pesantren DPW Hidayatullah Jabar Ahmad Mistari Ralimudin, S.Pd.I.

Kedatangan mereka disambut antusias oleh para pengurus pesantren dan para santri. Sekitar 160 santri putra dan putri hadir membersamai para tamu.

Dalam sambutannya, Ade Tajudin Sutiawarman menyampaikan pesan agar para santri semangat dalam belajar.

“Semangat terus dalam belajar, rajin, tekun, dan jangan patah semangat. Sukses itu tidak diraih dengan mudah tapi perlu kerja keras dan kerja cerdas,” ungkap Ade memotivasi para santri.

Ade kemudian melanjutkan, “Jika kalian punya kesempatan maka lanjutkan kuliah. Dan kalian pun boleh ikut seleksi untuk menjadi Jaksa, karena kalianlah generasi penerus kami ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Lydia menyampaikan rasa senangnya bertemu dengan para pengurus dan santri Hidayatullah Kota Cirebon.

“Saya senang bertemu dan bersama para santri di sini,” ungkapnya. “Kalian pasti bisa meraih mimpi dan mewujudkan cita-cita menjadi orang yang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, kalian harus bersyukur dengan cara semangat dalam belajar dan pantang menyerah,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Yayasan Manarussalam Hidayatullah Kota Cirebon Ustadz Qomaruddin, M.Pd menyampaikan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas kedatangan Bapak dan Ibu dari kejaksaan. Ini suatu keberkahan bagi kami semua,” ujar Qomaruddin.

Qomaruddin kemudian memberikan penjelasan keadaan lembaga pendidikan yang diketuainya.

Menurutnya, saat ini Yayasan Manarussalam Pesantren Hidayatullah Kota Cirebon memiliki tiga tempat, yaitu Kampus 1 di Sekarkemuning. Di tempat ini ada sebanyak 140 santri putri jenjang MTs dan MA. Sementara Kampus 2 di Kalikebat diperuntukan untuk santri TKIT Yaa Bunayya dan SD Integral Luqman Al-Hakim yang berjumlah 110 siswa.

“Sedangkan Kampus 3 berlokasi di Argasunya. Ini khusus putra tingkat MTs dan MA, jumlahnya ada 45 siswa,” katanya.

Selain itu, lanjut Qomaruddin. “Ada juga TKII Al-Maslicha dengan jumlah murid sebanyak 30 orang,” ucapnya.

“Alhamdulillah, berkat doa para santri, orangtua, muhsinin, tokoh dan sesepuh masyarakat, dan juga dukungan dari pemerintah, kami tetap eksis dan memberi manfaat untuk masyarakat dan negeri ini,” papar Qomaruddin.

Di akhir kegiatan, Ade Tajudin secara simbolis memberikan hadiah untuk para santri yang diterima oleh Ustadz Qomaruddin. (ddk/hidayatullah.or.id)

Laznas BMH Tuntaskan Pembangunan Fasilitas Masjid untuk Santri Daarul Hijrah

0

KUKAR (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) berhasil menuntaskan pembangunan fasilitas masjid Ummul Quro di area YPPH Tahfidz Daarul Hijrah, Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.

Fasilitas yang dibangun adalah tempat wudhu dan MCK yang lebih layak untuk menambah kenyamanan jamaah dari santri, guru maupun warga.

Pembangunan fasilitas ini sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu dan memasuki tahap akhir. Tim BMH Kaltim berkunjung ke lokasi pembangunan pada Rabu, 18 Oktober 2023.

“Alhamdulillah, pembangunan tempat wudhu dan MCK di masjid ini sudah sampai tahap penyelesaian. Namun untuk tahap akhir dibutuhkan material tambahan,” ungkap Agus Suwandi, Amil BMH Kaltim, dalam keterangannya, Selasa, 16 Rabi’ul Akhir 1445 (30/10/2023).

Kekurangan material berupa keramik lantai 32 kotak, keramik tempat wudhu 13 kotak, cat tembok, serta instalasi pipa dan keran wudhu.

Ustadz Muhammad Ali Syahbana, Ketua Yayasan Daarul Hijrah, menyampaikan syukur dan terima kasih atas berjalannya pembangunan fasilitas masjid dan mendekati tahap akhir.

“Jazakumullah donatur, semoga menjadi bekal dan amal jariyah di sisi Allah untuk kita semua,” sambut Ustadz Ali Syahbana.

Pembangunan fasilitas masjid ini disambut gembira oleh para santri dan warga sekitar. Mereka berharap fasilitas ini dapat meningkatkan kenyamanan beribadah dan kegiatan lainnya di masjid.*/Herim

Terkadang Seekor Anjing pun Bisa Lebih Baik Dibanding Manusia

0

ALLAH TA’ALA telah memuliakan manusia dengan berbagai karunia, seperti ilmu, bahasa, dan juga Al-Qur’an. Dengan karunia-karunia itu, manusia merajai seluruh permukaan bumi bahkan merambah ke ruang angkasa. Di atas kelemahan dan keterbatasan fisiknya, mereka mampu mendesak makhluk-makhluk lain yang jauh lebih perkasa.

Dibanding gajah, beruang, singa, badak, atau ikan paus, sebenarnya manusia sangatlah ringkih. Anehnya, binatang-binatang itu kini justru terancam punah dan kelestariannya pun tergantung pada kemurahan hati manusia. Sungguh menakjubkan!

Hanya saja, adakalanya manusia menjadi makhluk yang sangat hina dan tidak layak dipuji barang sedikit pun. Ketika mereka mengabaikan karunia karunia Allah dan tidak mempergunakannya secara tepat, mereka pun terjerembab ke peringkat terendah, di bawah hewan-hewan yang semula diunggulinya.

Allah berfirman:

“…Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah). Mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah). Mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagaikan binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf: 179).

Oleh karenanya, dalam khazanah klasik Islam kita mendapati sebuah risalah kecil berjudul Tafdhilu al-Kilab ‘ala Katsirin min man Labisa ats-Tsiyab (artinya: lebih baiknya anjing dibanding sebagian besar makhluk yang berpakaian, yakni manusia).

Risalah yang hanya setebal 10 halaman ini disusun oleh Abu Bakr Ibnu Khalaf al-Muhawwiliy, seorang sejarawan dan penerjemah (Arab-Persia), yang wafat tahun 309 H di Baghdad.

Pada permulaan risalahnya beliau menulis, “Engkau menceritakan zaman kita ini, kerusakan kasih sayang diantara orang-orang yang hidup di dalamnya, kemerosotan akhlak mereka, serta tercelanya tabiat mereka. Engkau ceritakan pula bahwa orang yang harus melakukan perjalanan terjauh adalah seseorang yang hendak pergi untuk mencari saudara yang shalih. Orang yang berusaha mencari sahabat yang bisa dihitung kesalahannya dan dapat memotivasi untuk bersaing dalam kebaikan, adalah seperti orang yang masuk ke dalam labirin. Semakin keras ia berusaha, maka tujuannya pun semakin jauh. Begitulah keadaan sebenarnya. Telah diriwayatkan dari Abu Dzarr al-Ghifari, bahwa beliau berkata, “Dulu umat manusia itu ibarat daun saja, tidak ada durinya. Namun sekarang mereka ibarat duri belaka, tidak ada daunnya.”

Ibnu Khalaf kemudian mengutip sejumlah syair, dan melanjutkan, “Ketahuilah, bahwa seekor anjing – bagi orang yang memilikinya – bisa lebih penyayang dibanding seorang ayah kepada anaknya, juga saudara sekandung terhadap saudaranya. Sebab, anjing itu akan menjaga majikannya serta melindungi istri sang majikan baik ketika majikannya itu ada maupun pergi, tidur maupun terjaga. Anjing itu tidak melalaikan tugasnya walaupun ia diperlakukan dengan kasar, dan tidak menelantarkan mereka meskipun ia sendiri diterlantarkan.”

Risalah ini sebenarnya bukan ditulis untuk menyanjung anjing atau menganjurkan orang agar memeliharanya, namun sebagai kritik sosial atas kemerosotan moral yang menjangkiti umat. Karya ini merupakan satire, yakni sindiran terhadap keadaan yang tengah berlangsung.

Ibnu Khalaf sebetulnya sedang menggaris-bawahi sebuah ironi yang sangat menyedihkan. Beliau hendak mengatakan bahwa kesetiaan, amanah, pengorbanan, rasa cinta, komitmen, kesabaran, dan sifat-sifat terpuji lain yang biasa didapati dalam diri seekor hewan najis seperti anjing, ternyata justru telah menguap dari makhluk suci bernama manusia.

Pada kenyataannya, seluruh pepohonan dan margasatwa tidak henti-hentinya bertasbih memuji Allah. Demikian pula bebatuan serta segenap isi langit dan bumi. Sebaliknya, sebagian besar manusia justru teramat sering lalai dan abai.

Allah berfirman:

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada sesuatu pun melainkan ia bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Isra’: 44).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:

“Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya, serta penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang berada di sarangnya, juga ikan-ikan, mereka bershalawat untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.” (Hadits shahih, dari Abu Umamah. Riwayat Tirmidzi).

Menurut al-Munawi dalam Faidhul Qadir, shalawat dari Allah berarti rahmat, dari malaikat berarti permohonan ampunan, dan dari yang lainnya berarti doa. Jadi, semut-semut dan ikan-ikan itu senantiasa berdoa kepada Allah, padahal banyak manusia yang tidak lagi mengingat Tuhan dan membanggakan kekuatannya sendiri.

Alhasil, ketika manusia telah menjadi kafir dan menentang Allah, bermoral bejat, dan tidak bisa dipercaya, maka seekor anjing pun akan lebih baik darinya.

Tatkala mereka enggan menengadahkan tangan dan menundukkan hati kepada Allah, maka nilainya tidak akan lebih mulia dibanding semut dan ikan. Allah menegaskan hal ini dalam surah at-Tiin: 4-6:

“Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.”

Rasulullah pun pernah mengingatkan hal ini dalam sabdanya, “Sungguh kelak pada Hari Kiamat akan datang seseorang yang berbadan gempal dan sangat gemuk, namun di sisi Allah dia tidak setimbang dengan selembar sayap nyamuk.” (Riwayat Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah).

Tubuh yang besar itu tidak berarti barang sedikit pun di hadapan Allah, sebab tidak ada iman di hatinya. Na’udzu billah! Wallahu a’lam.

*) Ust. M. Alimin Mukhtar, penulis adalah pengasuh di Ar Rohmah Pondok Pesantren Hidayatullah Malang, Jawa Timur

Mengular 2 Km, Pawai Ponpes Hidayatulllah Makassar Ajak Ummat Peduli Palestina

0

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Peserta pawai Peduli Palestina Ukhuwah Day 2023 Ponpes Al Bayan Hidayatullah Makassar mengular sepanjang 2 km di Jl Tamalanrea Raya BTP, Makassar, Sabtu, 13 Rabi’ul Akhir 1445 (28/10/2023).

Pada pawai tersebut, para santri dan guru Al Bayan Islamic Fullday and Boarding School dan MI Ya Bunayya serta orangtua, pengurus dan jamaah/kader Hidayatullah Makassar mengkampanyekan kepedulian dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina melalui spanduk dan poster.

Peserta dilepas bersama di Lapangan Talla BTP oleh Dewan Pembina Yayasan Al Bayan Ust Ir H Abdul Majid MA, Ketua DPD Hidayatullah Makassar Dr Nasrullah Sappa Lc, Ketua Yayasan Al Bayan Ust Suwito Fatah MM.

Nampak pula hadir politisi muda caleg DPRD Sulsel dari PPP Salman Alfaris Sukardi.

Dalam sambutannya Ust Suwito berharap kegiatan yang akan menjadi agenda rutin setiap tahun ini diharapkan untuk mengeratkan ukhuwah dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama khususnya saat ini kepada rakyat Palestina.

“Juga sebagai sosialisasi pelaksanaan Silaturahmi Nasional Hidayatullah yang akan dilaksanakan akhir November mendatang,” jelasnya.

Sementara Ust Nasrullah menyampaikan spirit pembelaan terhadap Al Aqsa melalui kisah Salahuddin Al Ayubi. “Semoga para santri menjadi generasi masa depan pembela Masjidil Aqsa,” pekiknya.

Finish lawai di Lapangan Ponpes Al Bayan Hidayatullah blok M BTP. Selanjutnya peserta disambut dengan Bazaar berbagai kuliner dan disemarakkan dengan aksi sosial donor darah hingga berbagai lomba untuk siswa siswi TK Al Wildan dan SD Integral Al Bayan. (ybh/hidayatullah.or.id)

750 Santri Hidayatullah Medan Shalat Gaib dan Infaq Patungan untuk Palestina

0

MEDAN (Hidayatullah.or.id) – Ratusan santri putra dan putri Pondok Pesantren Hidayatullah Medan yang berlokasi di Bandar Labuhan Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang mengikuti dengan khidmat kegiatan salat gaib dan doa bersama untuk korban kberutalan zionis Israel di Gaza Palestina, Senin, 15 Rabi’ul Akhir 1445 (30/10/2023).

Shalat gaib dipimpin oleh Ust. Qomaruddin, S.Ag dilakukan di Masjid Al Akbar. Kemudian dilanjutkan dengan pemabacaan shalawat, pemutaran video Palestina dan doa bersama.

Dari 750 santri dan pelajar yang hadir dapat mengumpulkan donasi sebesar Rp. 8.971.500-

Rudi selaku Bendahara Pesantren Hidayatullah Medan memberi tanggapan usai serahterima simbolis donasi.

“Melalui BMH, kami berharap donasi yang berasal dari santri dan pelajar ini memberi manfaat yang berarti untuk saudara-saudara kita di Palestina”, kata Rudi dengan nada suara yang terisak.

Sementara itu, ditempat terpisah, Kepala Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah Pondok Pesantren Hidayatullah Medan, Fathurrahman Zandroto, S.Pd mengatakan, antusiasme siswa-siswi, santri, guru, pegawai dan warga yang terlihat dari semangatnya mereka berinfaq.

“Semoga melalui donasi yang di kumpulkan ini, menjadi menguat keyakinan untuk saudara kita di Palestina mendapatkan keadilan dan kemenangan dari tindakan zionis Israel yang tidak berprikemanusiaan”.

“Kami pun berterimakasih kepada BMH Sumut yang memfasilitasi terlaksananya kegiatan yang sangat baik ini”. Tambahnya.

Ditambahkan oleh Lukman, ketua BMH Sumatera Utara, “Sekecil apapun kontribusi kita kepada rakyat Palestina, mudah-mudahan dapat meringankan duka mereka dan dicatat sebagai amal kebajikan yang layak mendapat pahala jariyah,” katanya usai kegiatan.

BMH akan terus melakukan aksi.semacam ini dengan mengajak kerjasama ke berbagai pihak, agar semakin luas dukungan masyarakat Indonesia kepada warga Palestina, juga sembari proaktif mencari informasi tentang situasi terkini yang terjadi disana. (ybh/hidayatullah.or.id)

Tegaskan Sikap Indonesia Bersama Palestina, Hidayatullah Apresiasi Pidato Menlu di SMU PBB

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ust. Dr. Nashirul Haq Marling, MA, mengapresiasi pidato singkat yang disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi yang mendesak Sidang Majelis Umum (SMU) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) melakukan aksi nyata untuk menghentikan kekerasan dan pembunuhan di Gaza.

Menlu Retno juga mendesak PBB untuk membentuk komisi penyelidikan independen untuk menyelidiki kekerasan mengerikan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina.

Nashirul mengatakan pidato Menlu Retno tersebut semakin menegaskan posisi Indonesia yang berdiri tegak bersama Palestina agar negara itu lepas dari cengkraman penjajahan Israel.

“Kita apresiasi pernyataan tegas dan terang menteri luar negeri kita ibu Retno Marsudi berbicara di depan podium Majelis Umum PBB di New York yang menegaskan posisi Indonesia dalam membela kemerdekaan Palestina,” kata Nashirul ketika mengantar forum Briefing Nasional Pemuda Hidayatullah tentang Baitul Maqdis bertajuk “Framework Sistem Wahyu tentang Baitul Maqdis, Pembebasannya dan Geopolitik Dunia“, Ahad malam, 14 Rabi’ul Akhir 1445 (29/10/2023).

Nashirul juga mengemukakan pentingnya untuk terus membela Palestina melalui jalur diplomasi politik dengan terus mendorong pemerintah untuk melakukan pembelaan terhadap Palestina yang lebih kuat lagi.

Pidato Menlu di Majelis Umum PBB

Seperti diwarta media, Menlu Retno berpidato pada hari pertama sidang darurat Majelis Umum PBB yang membahas agresi Israel ke Gaza pada Kamis (26/10/2023).

Dalam pidatonya, Menlu mengeaskan Indonesia juga mendesak PBB memastikan akses bantuan kemanusiaan dan pelindungan terhadap warga sipil.

Yang paling utama, kata Menlu, Indonesia menolak keras pemindahan paksa warga Palestina dari Jalur Gaza karena dapat mengancam keberlanjutan perundingan damai.

Berikut terjemahan lepas pidato Menlu Indonesia Retno Marsudi di podium Majelis Umum PBB di New York, Kamis (26/10/2023), di depan seluruh perwakilan negara peserta sambil terlihat berusaha keras menahan amarah.

Bismillahirrahmanirrahim…

Tuan Presiden,

Saya berdiri di sini bukan hanya sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia, tetapi juga sebagai seorang perempuan, seorang ibu, dan seorang nenek. Saya mohon, hentikan pembunuhan. Lindungi warga sipil. Izinkan bantuan kemanusiaan masuk.

Gunakan hati Anda. Gunakan hati Anda untuk keadilan dan kemanusiaan.

Tuan Presiden, berkali-kali kita berdiri di depan Majelis ini, untuk meringankan penderitaan saudara-saudara dan saudari-saudari Palestina kita.

Berkali-kali kita meminta Majelis Umum untuk mengadakan sesi darurat mengenai nasib rakyat Palestina. Berkali-kali harapan kita hancur karena kepentingan politik yang sempit.

Seakan dunia terbagi dalam realitas yang berbeda. Seolah-olah ada penolakan untuk melihat bencana di Gaza. Kenyataannya adalah serangan dan pembunuhan terus terjadi.

Namun, di tengah sejumlah besar korban, Dewan Keamanan gagal bertindak, (gagal) menghasilkan tindakan yang tegas.

Dua hari yang lalu, kami mengingatkan Dewan Keamanan akan kewajiban moral mereka untuk menyelamatkan nyawa orang-orang tak bersalah. Kembalikan kemanusiaan ke Dewan Keamanan! dan kemanusiaan harus menjadi yang utama.

Tuan Presiden, kehadiran saya di sini hari ini adalah untuk mempertahankan keadilan dan kemanusiaan. Untuk mempertahankan keadilan dan kemanusiaan.

Indonesia mengutuk sekeras-kerasnya kekerasan Israel terhadap warga Palestina, terhadap rumah sakit, dan tempat-tempat ibadah di Gaza. Pembunuhan sembrono, penculikan, dan hukuman kolektif terhadap warga sipil juga harus dikutuk, karena itu tidak manusiawi, dan melanggar hukum internasional.

Sidang ini harus mencari solusi, di mana Dewan Keamanan gagal melakukannya.

Majelis Umum harus membuktikan bahwa kita, warga Perserikatan Bangsa-Bangsa, percaya pada martabat dan nilai nyawa manusia. Dalam hal ini, ada tiga langkah konkret yang harus kita ambil:

Pertama, hentikan agresi untuk mencegah lebih banyak korban warga sipil.

Majelis Umum harus menuntut gencatan senjata segera, yang bertahan lama, dan sepenuhnya dihormati. Kita harus mampu menghindari terjadinya kekejaman di masa depan.

Majelis Umum harus meminta pertanggungjawaban, termasuk pendirian komisi penyelidikan independen untuk menyelidiki situasi kemanusiaan yang mengerikan ini.

Kedua, pastikan akses kemanusiaan dan perlindungan warga sipil.

Saya mengajak Majelis Umum, bersama-sama dengan lembaga-lembaga PBB yang relevan, untuk meningkatkan upaya dalam memberikan bantuan kemanusiaan di Gaza.

Kita harus terus mendukung upaya Sekretaris Jenderal PBB dan negara-negara kunci untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan dilakukan.

Dengan kerusakan dan penderitaan manusia di Gaza, 10, 20, 100 truk barang kemanusiaan tidaklah cukup. Oleh karena itu, Majelis Umum harus mendesak bantuan kemanusiaan segera, tanpa batasan, dan berkelanjutan.

Untuk bagian kami, kami akan naikkan tiga kali lipat kontribusi sukarela kami kepada UNRWA dan mengajak komunitas internasional untuk mendukung UNRWA. Indonesia berkomitmen untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan.

Ketiga, tolak pemindahan paksa warga sipil di Gaza!

Rekan-rekan, manusia seharusnya tidak dipaksa untuk pindah, yang bertentangan dengan kehendak mereka. Perintah untuk mengungsikan wilayah Gaza Utara hanya menambah kehancuran akibat pengeboman terus-menerus atas rumah-rumah tinggal, pemblokiran pasokan listrik, gas, bahan bakar, air, dan bertahun-tahun hukuman kolektif.

Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan! Majelis Umum harus mendesak agar perintah evakuasi ini dihentikan.

Lindungi warga sipil dan pastikan keselamatan dan kesejahteraan mereka, terutama anak-anak, serta izinkan mereka bergerak dengan aman.

Tuan Presiden,

Poin terakhir saya, tidak akan ada perdamaian sampai kita menyelesaikan akar penyebab konflik.

Tidak akan ada perdamaian sampai kita menyelesaikan akar penyebab konflik!

Pemulihan proses perdamaian untuk mewujudkan solusi dua negara adalah suatu keharusan.

Kita harus menghentikan upaya sistematis kekuatan pendudukan yang mungkin tidak meninggalkan apa-apa untuk dinegosiasikan atau siapa pun yang tersisa untuk berunding.

Kita tidak boleh membiarkan rakyat Palestina tidak punya pilihan lain selain menerima ketidakadilan sepanjang hidup mereka. Ini adalah kewajiban kita untuk menghentikan ketidakadilan, sekarang!

Cukup!

Sebagai kesimpulan, jika Anda peduli terhadap kemanusiaan, gunakan hati Anda untuk memberikan suara setuju terhadap resolusi ini (General Assembly Draft Resolution, 10th Emergency Special Session).

Indonesia bersama rakyat Palestina. Terima kasih banyak, Tuan Presiden.

Sumber: Youtube Resmi Kemlu

Percantik Gedung Madrasah untuk Silatnas, Guru-Santri MI Putra Kerja Lembur

Guru MI RM Putra bekerja bakti di kompleks sekolah mereka jelang Silatnas Hidayatullah 2023.* [Foto: Istimewa/Media Silatnas Hidayatullah/MCU]

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) – Silatnas Hidayatullah 2023 semakin dekat. Semua warga dan santri sibuk mempersiapkan fasilitas terbaik untuk menyambut insya Allah 20.000 tamu yang akan hadir di Kampus Induk Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan.

Kesibukan pada pagi hari untuk mengajar, membuat beberapa unit pendidikan merasa tak cukup waktu untuk bekerja bakti.

Sehingga, waktu malam hari pun dimaksimalkan untuk bekerja fisik.

Rabu malam, 10 Rabi’ul Akhir 1445 (25/10/2023), misalnya, tampak dari kejauhan lampu menyala di jalan masuk kompleks Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raadhiyatan Mardhiyyah Putra.

Ternyata, guru-guru MI putra sedang melakukan pemasangan kanstin di jalanan depan gedung MI. Kompleks madrasah itu memang dipercantik.

“Kita juga kejar-kejaran dengan waktu, jadi saya itu berpikir gimana caranya ini (jalanan depan gedung MI) bisa selesai cepat,” ucap Kepala MI RM Putra, Ustadz Arifuddin Syafar.

Gedung MI tersebut nantinya akan dijadikan salah satu tempat penginapan peserta Silatnas Hidayatulah. Sehingga harus menjadi tempat tinggal yang nyaman dihuni nantinya.

“Kita berupaya cepat selesaikan ini. Jadi saya ambil keputusan ajak guru-guru pasang kanstin malam-malam,” lanjutnya di sela kerja bakti pada hari berikutnya, Jumat sore, 12 Rabi’ul Akhir 1445 (27/10/2023).

“Jadi ini kita upayakan bisa dipakailah ketika silatnas ini dengan enak gitu. Jadi, kan, sekitar tanggal 13 atau 14 (November) nanti santri libur, nah jadi kita upayakan sebelum mereka libur ini, bagian depan sudah selesai. Setelah itu kita lanjut kerja di bagian dalam gedung lagi, pengecetan,” tambahnya menjelaskan.

“Sebenarnya, kita sudah beberapa hari adakan kerja bakti malam guru-guru MI, tapi di dalam ruangan melakukan pengecetan-pengecetan,” pungkasnya.

Bukan cuma guru, santri MI RM Putra juga dilibatkan dalam kegiatan kerja bakti.

“Kerja bakti menyambut silatnas MI RM putra,” ujar Ustadz Salman Alfarisi, salah seorang MI RM Putra, kepada Media Silatnas Hidayatullah, Ahad (29/10/2023).* (Abana/SKR/Media Silatnas Hidayatullah/MCU)