BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Menjelang gelaran Silatnas Hidayatullah 2023 Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak di Balikpapan terus melakukan berbagai persiapan. Menariknya dalam beberapa hal, pekerjaan besar itu menggunakan tenaga manusia dalam wadah kerja bakti.
“Hari ini kita meratakan “bukit” di belakang Kantor WKP dengan semangat membela Palestina. Ternyata dengan izin Allah dalam tempo satu jam kerja bakti ini mencapai target maksimal, rata medan,” ungkap Ustadz Abdul Latif Usman, salah seorang senior Pesantren Hidayatullah Balikpapan, Selasa, 23 Rabi’ul Akhir 1445 (7/11/2023).
Usai kerja bakti para santri dan warga yang bekerja bakti mendapatkan potongan semangka yang segar dan nikmat.
“Masya Allah, free, free, free, Palestine. Mantap ini semangka, teringat kita dengan suadara kita di Palestina,” teriak Ustadz Abdul Rasyid Ridha.
“Buah semangka ini memberikan semangat dan kesegaran bagi kami yang baru saja usai kerja bakti. Kami mendukung Palestina merdeka,” sambung Ketua BEM STIS Hidayatullah, Abror.
Warga dan santri Hidayatullah Balikpapan langsung melakukan aksi kerjabakti selepas wirid pagi di masjid. Di antara mereka masih ada yang menggunakan pakaian sholat seperti baju koko, bahkan sarung. Namun semangat tetap membara dalam kerja bakti.
Semangka belakangan menjadi viral sebagai simbol perlawanan kepada kebrutalan Israel terhadap Palestina belakangan ini.
Dalam sejarah semangat pertama kali hadir menjadi simbol negara Palestina setelah Perang Enam Hari pada 1967 – ketika Israel bertempur dengan negara-negara tetangga, termasuk Mesir, Suriah, dan Yordania.
Kala itu, pemerintah Israel melarang pengibaran bendera Palestina di muka umum dalam perbatasannya untuk menutupi nasionalisme Palestina dan Arab.
Namun, pada akhirnya warga Palestina menggunakan buah semangka yang mereka potong menjadi segitiga. Alasannya jelas, yakni karena menyerupai bendera mereka yang mengandung warna-warna merah, hitam, putih dan hijau. (min/hidayatullah.or.id)
MAGETAN (Hidayatullah.or.id) — Warga dan jamaah Yayasan Baitul Muhtadin Al-Qolam Magetan, Jawa Timur, menggelar aksi solidaritas untuk Palestina pada Sabtu, 20 Rabi’ul Akhir 1445 (4/11/2023).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk dukungan kepada perjuangan rakyat Palestina yang sedang menghadapi kebrutalan Israel.
Acara tersebut diselenggarakan di Aula Yayasan Pondok Pesantren Baitul Muhtadin Hidayatullah Magetan. Tak kurang dari 500 jamaah memadati aula tersebut usai melaksanakan shalat isya’.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pelaksana, Ustadz Ahmad Fatih Al-Karim, menyampaikan terima kasih atas kehadiran jamaah dan donasi yang diberikan. Ia mengatakan bahwa donasi yang terkumpul dari masyarakat mencapai Rp108 juta.
“Luarbiasa, donasi yang dihimpun dari masyarakat ini terkumpul 108 juta, dan ini masih terus berlanjut,” ungkap Ustadz Ahmad Fatih Al-Karim.
Usai penyampaian materi seputar kondisi terkini Palestina, acara ditutup dengan doa dan penyerahan donasi secara simbolis dari panitia kepada Laznas BMH.
Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jatim, Imam Muslim, menyampaikan apresiasi atas kepedulian umat Muslim Magetan terhadap Palestina.
Muslim mengatakan bahwa donasi tersebut akan disalurkan untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat Palestina, seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan.
“Kami mengapresiasi kepedulian umat Muslim Magetan terhadap Palestina. Donasi ini akan disalurkan untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat Palestina,” ujar Muslim.
Dengan adanya aksi solidaritas ini, diharapkan dapat memberikan dukungan moral dan materi kepada perjuangan rakyat Palestina.*/Herim
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Aksi Bela Palestina yang digelar Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Ahad lalu, turut mengundang berbagai organisasi lintas agama.
Para tokoh lintas agama menyampaikan enam tuntutan sebagai bentuk perlawanan terhadap Israel dan dukungan untuk Palestina.
Tokoh-tokoh yang mewakili membacakan 6 tuntutan tersebut yaitu Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Sudarnoto Abdul Hakim, Perwakilan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Jimmy Sormin, dan Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Philip Kuntjoro Widjaja. Ada juga mantan Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia Chandra Setiawan dan Akademisi Muhammad Cholil Nafis.
“Mencermati secara saksama tragedi kemanusiaan atas Gaza, Palestina akibat agresi, kekejaman, dan kezaliman zionis Israel yang telah menimbulkan ribuan korban,” kata Sudarnoto di hadapan para peserta aksi, Ahad, 21 Rabi’ul Akhir 1445 (5/11/2023).
Berikut isi enam tuntutan tersebut:
1. Kami menuntut agar perang segera dihentikan dan agar dilakukan penyelidikan internasional atas kejahatan kemanusiaan dan perang yang dilakukan oleh israel untuk diajukan ke Mahkamah Internasional.
2. Demi kemanusiaan, perdamian, dan keadilan, kami menentang keras penjajahan israel atas palestina. dan mengecam keras politik apartheid, genosida, holocaust, serta terorisme yang terus dilakukan Israel, maka kami menyerukan kepada pemerintah negara-negara Islam, negara-negara Arab untuk membatalkan hubungan diplomatik dan atau tidak membuka hubungan diplomatik dengan israel sampai negara palsetina yang berdaulat berdiri tegak. Sebagai bentuk solidaritas bagi palestina, seyogyanya Indonesia sebagai bangsa yang cinta damai dan keadilan memboikot dan tidak membeli produk Israel, produk pakaian, makanan, dan minuman yang menyumbang kepada Israel.
3. Kami mengapresidasi kepada PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) atas keputusan dan resolusinya atas Israel antara lain sebagai pelanggar HAM berat. Namun, PBB perlu melakukan langkah nyata dan tegas dalam menegakkan resolusinya dengan menghilangkan kekuatan veto dari neagra yang menampilkan standar ganda terhadap masalah Palestina.
4. Kami mendukung dengan penghargaan atas sikap tegas dan konsisten Indonesia yang sejak Presiden Bung Karno (Soekarno) hingga sekarang zaman Presiden Joko Widodo yang menolak Israel dan mendukung Palestina merdeka.
5. Mengapresiasi sikap diplomasi tegas yang dilakukan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, baik di forum KTT OKI maupun sidang PBB. Kami mendorong pemerintah Indonesia untuk semakin mendorong kolaborasi negara anggota OKI, ASEAN, bersama-sama negara spt Rusia, Cina, Bolivia yang mengambil sikap atas israel. Menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang membantu bangsa Palsetina melalui demonstrasi, opini, dana, dan doa. Berharap agar itu semua dapat membuka nurani dunia dan menyelematkan kemanusiaan dan akal sehat untuk membantu membuka pintu hati dan kebijakan dunia internasional hadirnya keadilan dan perdamaian di kawasan Timur Tengah hingga seluruh penjuru dunia dengan Palestina merdeka, dan enyahlah penjajah Israel dari bumi.
6. Menyerukan kepada umat berbagai agama memanjatkan doan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk memberikan keuatan lahir dan batin bagi rakyat Palestina dalam menanggung penderitaan dan mewujudkan kemerdekaan bangsa dan negara.
Selain dihadiri oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah diketuai oleh Dr. H. Nashirul Haq, Lc, MA yang pada kesempatan itu membacakan Teks Pembukaan Undang Undang Dasar 1945, Aksi Bela Palestina kemarin juga dihadiri sejumlah pejabat.
Tokoh yang hadir diantaranya Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina Din Syamsudin, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Ketua DPR Puan Maharani, calon presiden 2024 Anies Baswedan, dan pimpinan ormas ormas Islam dan lintas agama tingkat nasional. (ybh/hidayatullah.or.id)
JAMBI (Hidayatullah.or.id) — Syahrul Maulana Ismail kafilah asal Kota Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, berhasil mencatatkan nama sebagai Hafizh Terbaik 2 yang diumumkan saat penutupan Seleksi Tilawatil Qur’an dan Musabaqah Al-Hadits (STQH) ke XXVII Tingkat Nasional Tahun 2023 di Lapangan Abdurrahman Sayuti, Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, Senin, 22 Rabi’ul Akhir 1445 (6/11/2023).
Syahrul utusan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Mimika adalah peserta pada cabang lomba Golongan Hifzdhil Al-Qur’an dan Tilawah 1 Juz Putra yang merupakan cabang hafalan Al-Qur’an, dirangkai dengan membaca Al-Qur’an dengan tilawah.
Syahrul merupakan siswa kelas IX SMP Integral Hidayatullah Timika. Berbagai prestasi berhasil diraihnya baik pada ajang STQ, MTQ, nasional dan juga provinsi.
Prestasi nasional Syahrul mewakili Provinsi Papua dimulai tahun lalu, melalui ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional pada cabang Hifzhil Al-Qur’an dan tilawah 1 juz putra di Banjarmasin. Pada momen itu ia meraih juara harapan III.
Provinsi Papua mengikuti cabang lomba tilawah dan tahfidz. Untuk tilawah, Papua mengikuti golongan tilawah anak dan tilawah dewasa. Untuk tahfidz mengikuti golongan 1 juz dan tilawah, 5 juz dan tilawah, 10 juz, masing-masing putra dan putri, dan 20 juz putri.
Apresiasi dan Kado untuk Papua
Ketua Umum LPTQ Kabupaten Mimika Dwi Cholifah mengapresiasi capaian yang berhasil diraih oleh Syahrul Maulana Ismail yang juga merupakan murid kelas IX SMP Integral Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Timika.
“Saya secara pribadi dan sebagai ketua umum LPTQ Kabupaten Mimika merasa bangga dan haru,” kata Dwi Cholifah dalam keterangannya diterima Hidayatullah.or.id beberapa saat lalu.
Dwi mengatakan, walaupun dirinya tidak bisa menghadiri secara langsung STQH Nasional yang digelar di Jambi itu, tapi mengaku selalu update berita melalui media dan WA group pengurus LPTQ Mimika.
“Ini capaian yang luar biasa dan untuk pertama kalinya kafilah Papua, khususnya Mimika, dapat posisi juara dua nasional,” kata Dwi Cholifah.
Dwi Cholifah menyampaikan bahwa pencapaian ini sekaligus kado untuk Provinsi Papua umumnya dan untuk Kabupaten Mimika khususnya.
Selain itu, dia menambahkan, raihan juaran ini sekaligus kado untuk persiapan pelaksanaan MTQ ke 30 Tingkat Provinsi se-Tanah Papua yang akan dilaksanakan di Timika pada tahun 2024 mendatang.
Dwi Cholifah juga mengutarakan pihaknya menyampaikan ucapkan terima kasih pada Pemda Kabupaten Mimika dalam hal ini pada Bupati Mimika, Wakil Bupati Mimika, Sekda, dan juga Kementerian Agama Kabupaten Mimika.
Pihaknya juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh jajaran pengurus baik pembina maupun pelatih LPTQ Kabupaten Mimika atas dukungan moril dan materiil serta pembinaannya selama ini.
“Alhamdulillah semoga menjadi berkah bagi Kabupaten Mimika,” kata Dwi Cholifah menandaskan.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Haji dan Bimas Islam Kanwil Kemenag Provinsi Papua H. Musa Narwawan, S. Ag., MM., yang juga merupakan Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Provinsi Papua berharap prestasi yang diraih dapat menjadi motivasi untuk lebih baik ke depan.
“Dengan hasil yang diraih akan menjadi motivasi bagi peserta yang belum mendapatkan kesempatan untuk meraih hasil yang maksimal nanti di ajang MTQ di tahun-tahun yang akan datang,” kata H. Musa Narwawan.
Ia juga berterima kasih kepada ketua kafilah dan seluruh jajaran, para pelatih, Pemerintah Provinsi Papua, dan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Papua, dan semua pihak yang telah turut mendukung atas peran dan sumbangsih masing-masing.
Acara STQH Nasional ke-27 Tahun 2023 ini telah dibuka pada 30 Oktober lalu oleh Wakil Presiden RI K.H Ma’ruf Amin.
Rangkaian kegiatan penutupan dihadiri oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas, Kepala Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi Syaikh Ahmad bin Isa Al Hazimi; Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki; Gubernur Jambi Al Haris; Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin; Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar; serta para tamu undangan. (ybh/hidayatullah.or.id)
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Dr. H. Nashirul Haq, Lc, MA (FOTO: Gagah Rafi Hidayatullah/ Dok. Hidayatullah.or.id)
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Aksi Bela Palestina yang digelar Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Ahad lalu, menegaskan kembali sikap Indonesia anti penjajahan yang tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Hal itu sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi negara Indonesia seperti tercantum dalam Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Naskah Pembukaan UUD 1945 itu dibacakan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Dr. H. Nashirul Haq, Lc, MA di hadapan jutaan massa yang menghadiri aksi damai itu, Ahad, 21 Rabi’ul Akhir 1445 (5/11/2023).
Pembukaan UUD 1945 ini merupakan bagian pendahuluan dari UUD 1945 yang berupa teks empat alinea yang mempunyai makna yang berbeda-beda, yaitu, pada Alinea I bermakna bahwa bangsa Indonesia anti penjajahan, karena penjajahan tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Kemudian, bangsa Indonesia juga mengakui bahwa setiap bangsa berhak untuk merdeka. oleh karena itu bangsa Indonesia mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa di dunia.
Alinea II menggambarkan cita-cita luhur bangsa Indonesia yaitu ingin mewujudkan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Alinea III berisi pernyataan kemerdekaan Indonesia, dan juga pengakuan bangsa Indonesia bahwa kemerdekaan yang dicapai adalah berkat rahmat Tuhan dan bukan semata-mata hasil perjuangan bangsa Indonesia sendiri.
Alinea IV memuat tujuan dibentuknya pemerintahan dan negara Republik Indonesia, serta memuat dasar negara Pancasila.
Berikut isi lengkap Pembukaan UUD 1945 dibacakan Dr. H. Nashirul Haq, Lc, MA di hadapan peserta aksi yang juga dihadiri oleh tokoh dan pimpinan ormas Islam dan lintas agama tersebut:
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pembukaan
Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, para tokoh lintas agama juga menyampaikan enam tuntutan sebagai bentuk perlawanan terhadap Israel dan dukungan untuk Palestina.
Tokoh-tokoh yang mewakili membacakan 6 tuntutan tersebut yaitu Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Sudarnoto Abdul Hakim, Perwakilan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Jimmy Sormin, dan Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Philip Kuntjoro Widjaja. Ada juga mantan Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia Chandra Setiawan dan Akademisi Muhammad Cholil Nafis.
Keenam tuntutan tersebut secara ringkas yaitu meminta dihentikannya perang dan adili zionis Israel, menuntut dibatalkannya hubungan diplomatik dengan Israel dan boikot semua produk Israel, menuntut dihapuskannya hak veto yang ada di PBB, meminta konsistensi dukungan pemerintah bela Palestina, dan ucapan terima kasih untuk pendukung Palestina serta mengajak seluruh umat beragama mendoakan Palestina.
Tokoh yang hadir diantaranya Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina Din Syamsudin, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Ketua DPR Puan Maharani, calon presiden 2024 Anies Baswedan, dan pimpinan ormas ormas Islam dan lintas agama tingkat nasional. (ybh/hidayatullah.or.id)
BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Ketua Panitia Silatnas Hidayatullah 2023, Dr. Muhammad Arfan, AU, beserta jajaran berkunjung ke Raider 600/Modang guna bersilaturrahim dan menguatkan persaudaraan dengan berbagai pihak.
Silaturrahim kali ini langsung bertemu dengan Komandan Batalyon Infantri (Danyonif) Raider 600/Modang, Mayor Inf Karuniawan Hanif Arridho di Kota Balikpapan.
“Kunjungan ini dalam rangka meminta bantuan TNI dapat membersamai para santri dalam agenda pengibaran bendera merah putih berukuran 1000 meter persegi, yang akan menjadi semarak gelaran Silatnas Hidayatullah 2023,” terang Arfan, Senin, 22 Rabi’ul Akhir 1445 (6/11/2023).
Mendapat kunjungan dan menyimak maksud kedatangan Panitia Silatnas Hidayatullah 2023, Komanda Hanif, demikian bisa disapa sebagaimana nametagenya mengatakan sangat mendukung agenda tersebut.
“Kami sangat mendukung agenda tersebut. Tetap massifkan koordinasi, apalagi ada schedulle akan datang RI-2 ke Pesantren Hidayatullah Balikpapan. Kita semua bertanggungjawab agar helatan ini berjalan sukses.
Pertemuan berlangsung hangat penuh kekeluargaan. Dan, Komandan Hanif memberikan pesan-pesan penting tentang urgensi Hidayatullah berjalan seiring dengan nafas kebaikan bangsa dan negara.*(Hidcom)
PATI (Hidayatullah.or.id) — Wahyu, seorang satpam di salah satu sekolah di Pati, Jawa Tengah, memiliki semangat yang luar biasa untuk mencari nafkah demi keluarganya. Selain bekerja sebagai satpam, Wahyu juga ingin berwirausaha untuk menambah penghasilan.
“Saya ingin memanfaatkan waktu luang di sore dan malam hari untuk menambah penghasilan buat keluarga,” ujar Wahyu. “Tercetuslah ide untuk jualan kopi keliling,” lanjutnya.
Wahyu sudah memiliki motor untuk berkeliling, namun ia membutuhkan tambahan modal untuk membeli gerobak dan perlengkapan jualan kopi. Ia tidak berani mengganggu keuangan keluarga yang sudah diatur sedemikian rupa.
“Alhamdulillah, saya dapat solusi dan respon dari BMH untuk memberikan bantuan modal usaha ini,” ungkap Wahyu penuh syukur.
Pada hari Senin, 22 Rabi’ul Akhir 1445 (6/11/2203), BMH Gerai Pati menyerahkan bantuan gerobak kopi kepada Wahyu.
Bantuan ini merupakan hasil dari donasi para muhsinin yang peduli dengan sesama.
“Alhamdulillah, BMH bersyukur dapat mengamanahkan donasi para donatur kepada mas Wahyu yang punya semangat kuat untuk berwirausaha,” ujar Koordinator BMH Gerai Pati, Mohammad Bahri.
Wahyu mengaku sangat terbantu dengan bantuan dari BMH. Ia berharap bantuan ini dapat menjadi awal yang baik untuk usahanya.
“Saya akan berusaha keras untuk mengembangkan usaha ini agar dapat memberikan penghasilan yang lebih baik bagi keluarga,” ujar Wahyu.
Kisah Wahyu ini menjadi inspirasi bagi kita semua. Semangatnya untuk mencari nafkah demi keluarga patut kita contoh. Semoga bantuan dari BMH dapat membantu Wahyu untuk mewujudkan cita-citanya.*/Herim
TARAKAN (Hidayatullah.or.id) — Laznas BMH mendukung gelaran monev (monitoring dan evaluasi) untuk aktivitas 15 dai kelas murabbi se-Kaltara, pada awal pekan ini, 4-5 November 2023 bertempat di Pesantren Hidayatullah Karungan Kota Tarakan.
Hadir sebagai fasilitator, Ustadz Drs. Zainuddin Musaddad, MA, utusan dari Dewan Murobbi Pusat Hidayatullah.
M. Nor Komara selaku Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Kaltara menyebut, kegiatan ini terlaksana mengingat peran dai kelas murabbi sangat dibutuhkan para dai junior dan juga masyarakat dalam pembinaan mental dan spiritual.
“Dai murabbi adalah dai yang bertugas memberikan pencerahan kepada para dai di lapangan, yang langsung berinteraksi dengan masyarakat,” jelasnya.
Lebih jauh, kegiatan ini berharap seorang murabbi mampu menjadi figur yang mengarahkan, membina, membimbing dan menjamin terlaksananya nilai-nilai keislaman dalam berbagai aspek kehidupan.
“Tercerahkannya umat dalam menjalankan ajaran agama Islam adalah target seorang murabbi yang tidak terlepas dari peran sentral dai-dai di lapangan yang dimentori oleh dai murabbi,” ungkap Ustadz Zainuddin.
Laznas BMH berkepentingan dalam hal ini karena para dai adalah mitra dakwah terdepan dalam pembinaan masyarakat, utamanya di titik pelosok, perbatasan, pedalaman dan kepuluan.*/Herim
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Panitia Silaturahmi Nasional Hidayatullah bersama PP Muslimat Hidayatullah melakukan audiensi dan silaturahmi sebagai upaya penjajakan kerja sama dengan Pegadaian Syariah Pusat pada Rabu, 10 Rabi’ul Akhir 1445 (25/10/2023).
Romongan diterima di Kantor Pegadaian Syariah Pusat, Jl. Salemba Raya, Jakarta. Ketua Departemen Ekonomi, Ina Sriwahyuni, mengatakan silaturrahim ini sekaligus dalam rangka menjajaki kerjasama di bidang literasi keuangan syariah untuk wanita.
“Langkah ini dilakukan untuk memberikan edukasi dan literasi keuangan keluarga bagi muslimah,” kata Ina.
Menurutnya, literasi keuangan syariah merupakan hal penting karena menjadi landasan bagi seseorang terkait tata cara mengelola finansial sesuai dengan aturan dalam Islam.
Tujuannya untuk mendorong masyarakat agar mampu memperbaiki dan mengatur ulang cara mengelola keuangan keluarga agar lebih syariah.
Silaturahmi ini dihadiri oleh Beni Martina Maulan (Senior Vice President Kepala Unit Usaha Syariah), Gres Kurnia (Staf Depatemen Pemasaran dan Penjualan), Anwar Yusuf (Kepala Departemen Produk), dan Yatno (Manajer Pemasaran dan Penjualan serta DKU).
Hadir pula Muhammad Isnani (Panitia Silatnas Hidayatullah), Ade Syariful Allam (Panitia Silatnas Hidayatullah), Wulansari (Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga PP Mushida), Arsyis Musyahadah (Biro Humas PP Mushida).
“Dengan kerja sama yang akan dijalin ke depannya, kami berharap Muslimat Hidayatullah dapat mendapatkan wawasan literasi keuangan keluarga dan pembentukan agen Pegadaian Syari’ah Tingkat Nasional,” tutur Ina Sriwahyuni.
Pegadaian Syariah menyambut baik program tersebut sebagai program nasional. Oleh karena itu, Ina berharap kerja sama ini dapat berjalan lancar dan dapat segera dilakukan pembinaan untuk seluruh anggota Muslimat Hidayatullah yang saat ini tersebar di 35 Provinsi dan lebih dari 350 Kabupaten/Kota.
“Pegadaian Syariah menyambut baik upaya kerja sama yang akan dilakukan untuk memberikan manfaat bagi muslimah terutama dalam memperkenalkan produk syariah,” kata Beni Martina Maulan Senior Vice President Kepala Unit Usaha Syariah.
Muslimat Hidayatullah terus mengembangkan program kerjasama dan kemitraan bersama berbagai pihak untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sebagai informasi, hingga saat ini tercatat lebih dari 900 perusahaan yang telah bersinergi dengan Pegadaian, di antaranya BUMN, BUMD, swasta, asosiasi, perguruan tinggi, maupun instansi lainnya.
Hal ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan sehingga mempermudah masyarakat dalam mengakses produk dan layanan Pegadaian. (ybh/hidayatullah.or.id)
FOTO: Seorang pria menolong orang yang terluka ketika warga lainnya mencari korban yang selamat dari serangan ‘Israel’ di kamp pengungsi Jabalia pada hari Selasa (31/10/2023) (Photo credity by: Abed Sabah/Reuters)
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr. KH. Nashirul Haq, mengimbau kepada pemerintah Republik Indonesia untuk terus melanjutkan sikap yang tegas membela rakyat Palestina.
“Kami memberi apresiasi, khususnya kepada Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, yang tegas menyuarakan sikap penolakan atas agresi Israel kepada warga sipil Gaza,” jelas Nashirul di sela acara Sidang Pleno Hidayatullah di Jakarta, Kamis, 18 Rabi’ul Akhir 1445 (2/11/2023).
Namun, jelas Nashirul lagi, sikap tegas tersebut hendaknya ditindaklanjuti dengan kebijakan-kebijakan kongkrit yang menunjukkan sikap protes bangsa Indonesia atas kezaliman dan tindakan tidak berperikemanusiaan yang dilakukan Israel kepada warga sipil Palestina.
Nashirul kemudian mengutip kembali apa yang ia ungkapkan pada Selasa (31/10/2023) di Jakarta. “Bekukan hubungan dagang dengan perusahaan-perusahaan Israel. Usir unsur-unsur Zionis Israel yang berada di Indonesia,” jelas Nashirul seraya menyebutkan bahwa inilah beberapa contoh kebijakan kongkrit yang seharusnya menjadi tindak lanjut dari sikap tegas Indonesia di hadapan Majelis Umum PBB.
Bahkan tak sekadar itu. Pemerintah RI juga perlu mencetak kembali di paspor kalimat “berlaku untuk seluruh negara kecuali Israel”. Tindakan-tindakan seperti ini perlu dilakukan sampai penjajahan berhenti di bumi Palestina, dan keadilan bagi semua agama dan suku bangsa tegak kembali di Palestina merdeka.
Sebagaimana kita ketahui, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menyampaikan penolakan tegas atas tindakan brutal Israel kepada warga Gaza saat berpidato di depan Majelis Umum PBB pada 27 Oktober 2023. “Indonesia mengutuk berlanjutnya agresi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap warga sipil oleh Israel di Gaza,” kata Retno ketika itu.
Terus Mendoakan
Pada kesempatan yang sama, Nashirul juga mengajak seluruh kaum Muslim untuk tidak henti-hentinya mendoakan masyarakat Palestina, terkhusus Gaza, agar diberi kemenangan dan keselamatan dari tindakan brutal Zionis Israel. “Doa adalah senjata terampuh kaum mukmin, terlebih ketika bertemunya dua pasukan,” jelas Nashirul.
Masjid Baitul Karim, yang terletak di Pusat Dakwah Hidayatullah Jl Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, selalu melantunkan qunut nazillah di sela-sela shalat fardhu berjamaah sejak lebih dari sepekan ini. Terkadang terdengar isak tangis dari jamaah saat imam shalat menyebut kata “Gaza”.
Hal yang sama juga dilakukan oleh masjid-masjid Hidayatullah di seluruh Indonesia. Selain melantunkan doa, Hidayatullah juga telah menggalang donasi lewat Baitul Maal Hidayatullah untuk membantu meringankan penderitaan masyarakat Gaza.
Sebagaimana dilaporkan portal berita Hidayatullah.com, pasukan penjajah Israel hingga kini masih menggempur Gaza, salah satu wilayah di Palestina. Penggempuran tersebut menargetkan fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit dan perumahan sipil. Banyak anak-anak dan wanita yang menjadi target sasaran mereka.
“Apa yang dilakukan penjajah Israel sudah jauh dari batas-batas kemanusiaan. Tindakan brutal mereka tidak dibenarkan dari sudut pandang apa pun, terlebih lagi dari sudut pandang agama. Ini jelas genosida” ungkap Nashirul.*/Mahladi