TOMOHON (Hidayatullah.or.id) — Ekspedisi Kebaikan Zakat Laznas BMH terus meluas ke berbagai titik di Indonesia hingga ke pedalaman. Kali ini juga menyapa para santri di Pesantren Hidayatullah Tomohon.
“Alhamdulillah Laznas BMH bisa hadirkan ekspedisi kebaikan zakat di Tomohon dan Kota Bitung. Sebanyak 145 santri tersenyum penuh kebahagiaan menerima kepedulian umat melalui Laznas BMH,” terang Kepala BMH Perwakilan Sulawesi Utara, Abdul Wahid Mokodompit, baru-baru ini.
Selain itu sejak puasa hari pertama Laznas BMH juga hadirkan program buka puasa berkah bersama para santri di dua pesantren tersebut.
“Alhamdulillah, terimakasih kepada para donatur dan muhsinin yang mengamanahkan kebaikan melalui BMH. Kami dan para santri sangat bersyukur dengan program kebaikan BMH pada Ramadhan 1444 H ini,” ungkap Pengasuh Pesantren Hidayatullah Tomohon Ustadz Yusuf.
Ustadz Muhammad Taufik selaku pengasuh Pesantren di Kota Bitung juga demikian.
“Semoga para donatur Allah berkahi hartanya, dijaga kesehatannya dan bahagia seumur hidupnya,” ucapnya yang dijawab “aamiin” oleh seluruh santri.*/Herim
GORUT (Hidayatullah.or.id) – Hari Kelima Bulan Ramadan, Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, mengunjungi Pondok Pesantren Hidayatullah yang beralamat di Desa Mootinelo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Provinsi Gorontalo, Senin, 5 Ramadhan 1444 (28/3/2023).
Dalam kunjungan kali ini, Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, didampingi langsung Kepala Bappeda Gorontalo Utara, Helmi Potutu bersama jajaran serta Bagian Kesra.
Kepala Bappeda, Helmi Potutu, menyampaikan kunjungan Bupati Gorontalo Utara kali ini bersama jajarannya dan Bagian Kesra, tidak lain untuk silaturahmi.
Disamping silaturahmi, kunjungan itu juga kata Helmi Potutu, untuk melihat dan memastikan kondisi tempat tinggal para santri atau anak-anak panti itu benar-benar layak.
Sementara itu, Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, mengatakan pemerintah daerah ke depan akan mengupayakan bantuan hibah untuk membantu pembangunan asrama para santri di Pondok Pesantren Hidayatullah Desa Mootinelo.
Bantuan itu kata Bupati, akan diupayakan sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah untuk para santri atau anak panti agar mereka memiliki tempat tinggal yang lebih layak lagi.
“Nanti kita akan pikirkan, secara pemerintah daerah maupun secara pribadi saya siap membantu untuk keperluan Panti Asuhan Hidayatullah ini,” imbuh Bupati, dalam kunjungannya di Panti Asuhan Al-Izzah Ponpes Hidayatullah Gorontalo Utara ini.
Dalam kunjungan kedua Panti Asuhan itu, Bupati Thariq Modanggu, menyerahkan langsung sejumlah bantuan dari para ASN di Kantor Bappeda Gorontalo Utara, yang ditambah langsung Bupati Thariq Modanggu, dengan sejumlah uang untuk membantu meringankan kebutuhan para santri selama bulan Ramadan.*/Walimin
COTABATO (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah, Rasfiuddin Sabaruddin. S.Sy, MIRK., tiba di Filipina. Pada kunjungan ini Rasfiuddin berkesempatan bersilaturrahim dengan Organisasi Kemasyarakatan dan Pemuda (OKP) di negeri Lumbung Padi di Asia Tenggara tersebut.
Tour Rasfiuddin ini dalam rangka membersamai program program dakwah dan safari Ramadhan mulai 23 Maret -14 April 2023 yang bertajuk “SEA (South East Asia) Loves Al Quran”.
SEA Loves Al Quran sendiri adalah program pemberangkatan musyrif oleh DPP Hidayatullah dibawah Departemen Hubungan Antarbangsa untuk tugas dakwah di kawasan Asia Tenggara dan Jepang selama Bulan Ramadhan.
Para santri dan musyrif akan ditempatkan di berbagai daerah di Jepang, Thailand, Kamboja, Vietnam, Filiphina dan Timor Leste.
Di Filipina, Rasfiuddin berkunjung ke Cotabato, sebuah provinsi di pedalaman Filipina yang terletak di kawasan Soccsksargen, Mindanao.
Di sela-sela kegiatan tersebut, Rasfiuddin yang diutus sebagai Team Advance, melakukan kunjungan ke beberapa organisasi kepemudaan Islam Filipina.
Diantara OKP itu adalah Al-Jalis As-Salih (The Good Companion), salah satu lembaga swadaya masyarakat serta organisasi pengabdian pemuda dan dakwah nirlaba yang ada di Kota Cotabato, Filipina.
Al-Jalis As-Shalih sendiri adalah organisasi yang membawahi berbagai organsasi kepemudaan Islam di Filipina, yang beranggotakan para profesional muda, ulama muda, mahasiswa, yang memiliki tujuan utama mempromosikan jalan persaudaraan Islam.
Saat ini, Al-Jalis As-Salih telah memiliki beberapa cabang yang berdiri di lima kota di Filipina, yaitu; Kota Iligan, Kota Marawi, Kota Cotabato, Kota Pagadian, dan Kota Tawi-Tawi.
Selama beberapa tahun terakhir, Al-Jalis As-Shalih aktif melakukan berbagai program Islam bagi pemuda seperti simposium, kunjungan panti asuhan, kuliah khusus, seminar, pekan olahraga, program buka puasa, mabit, dan berbagai kegiatan lainnya.
Rasfiuddin pada kesempatan kunjungan silaturrahim tersebut disambut langsung oleh pengurus harian Al-Jalis As-Shalih Cotabato diantranya Amirto A. Agao, LPT (Secretary). Hadir juga Atty. Mohamad-Ali S. Midtimbang Jr., CPA (Finance Officer), Amenodin M. Samporna (BOD Member).
Kebetulan pada saat pertemuan tersebut Engr. Datu Shariff Pagayao (President, Al-Jalis As-Salih (The Good Companion) Inc. Cotabato City Chapter), dan Jan Areef G. Mascud (Vice President), sedang berada di luar kota.
Dalam keterangannya, Rasfiuddin, menyampaikan bahwa tujuan kunjungan perdananya, selain untuk bersilaturahim sebagai sesama organisasi pemuda Islam, ia juga berharap dapat bertukar kabar tentang program-program yang bisa dikerjsamakan.
“Banyak program Al-Jalis As-Salih yang serupa dengan Program yang dilakukan Pemuda Hidayatullah”, katanya dalam keteranganya seperti dilansir laman Pemuda Hidayatullah, Ahad, 4 Ramadhan 1444 (26/3/2023).
Ia juga mengatakan akan menindaklanjuti silaturrahim kali ini dengan program-program bersama.
“InsyaaAllah akan kami tindaklanjuti silaturrahim ini, di waktu-waktu mendatang, dengan program-program real yang dapat dikerjasamakan” ujarnya.
Semoga langkah awal ini dapat membuka jalan kerjasama dengan Pemuda islam diberbagai belahan dunia lainnya.*/Refra Elthanimbary
Program South East Asia Loves Al Quran tiba di Kota Cotabato, Filipina (dok. hidayatullah.or.id)
COTABATO (Hidayatullah.or.id) — Pengiriman musyrif yang diberangkatkan tugas dakwah di kawasan Asia Tenggara dan Jepang selama Ramadhan 1444 ini sudah bergulir. Program safari Ramadhan mulai 23 Maret -14 April 2023 yang bertajuk “SEA (South East Asia) Loves Al Quran” ini kini sudah tiba di Filipina. Tepatnya, di Cotabato, sebuah provinsi di pedalaman Filipina yang terletak di kawasan Soccsksargen.
Turut dalam perjalanan ini Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah, Rasfiuddin Sabaruddin. S.Sy, MIRK.,
SEA Loves Al Quran sendiri adalah program pemberangkatan santri dan musyrif oleh DPP Hidayatullah dibawah Departemen Hubungan Antarbangsa untuk tugas dakwah di kawasan Asia Tenggara dan Jepang selama Bulan Ramadhan.
Para santri dan musyrif akan ditempatkan di berbagai daerah di Jepang, Thailand, Kamboja, Vietnam, Filiphina dan Timor Leste.
Mereka akan menjadi imam tarawih dan guru Al-qur’an di beberapa masjid untuk menyemarakkan bulan Ramadhan.
Selain itu, program SEA Loves Al Quran ini diharapkan dapat memperat hubungan persaudaraan dan kekeluargaan bangsa-bangsa Asia Tenggara dengan Al-Qur’an.
Ketua Departemen Hubungan Antarbangsa DPP Hidayatullah, Dzirullah W. Pramudya, mengatakan mereka menjadi imam tarawih, menyelenggarakan daurah tahsin tilawah (memperbaiki bacaan) dan (tahfizh) menghafal Al-Quran, bergembira bersama anak-anak lewat Festival Al-Quran.
“Serta mengunjungi para ulama, tokoh masyarakat, dan keluarga-keluarga Muslim Thailand, Kamboja, Vietnam, Filipina, dan Timor Leste,” ujarnya saat acara pelepasan di Masjid Aqshal Madinah, Kampus Ponpes Hidayatullah Surabaya, Jatim, Kamis, 24 Sya’ban 1444 (16/3/2023).
“Dengan doa kita, semoga anak-anak ini bisa menyelesaikan misi dakwah. Semoga dengan Al-Quran menyejukkan dan mengguncang jiwa orang yang belum menerimanya,” ujar Dzikrullah.
“Mudah-mudahan dengan wasilah ini, dan langkah kecil di bulan Ramadhan, membuat Asia tenggara berada di bawah naungan Al-Quran,” tambahnya menandaskan.*/Refra Elthanimbary
MEDAN (Hidayatullah.or.id) — Sebanyak 70 santri penghafal Quran di Pesantren Hidayatullah Polonia Medan tersenyum bahagia menikmati sajian buka puasa berkah dari Laznas BMH.
“Buka Puasa di hari pertama Ramadhan ini dilaksanakan di Pesantren Tahfidz Baitul Quran Hidayatullah Polonia, diikuti oleh 70 santri dan warga sekitar. Alhamdulillah semua semringah, bersyukur dalam kebahagiaan,” terang Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Sumatera Utara, Osman Ali, Kamis, 1 Ramadhan 1444 (23/3/2023).
Osman menuturkan selama bulan Ramadhan 1444 H, Laznas BMH siap menjalankan berbagai program kebaikan yang manfaatnya langsung dirasarakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Program kebaikan tersebut antara lain Buka Puasa Berkah, Tebar Berkah Fitrah, Sedekah Jariyah Pembangunan Asrama, Sekolah Da’i, Asrama Santri, Tebar Sejuta Al Quran, Tebar Bingkisan Lebaran Yatim dan Dhuafa, dan Pembangunan Sumur Bor,” imbuhnya.
Terhadap buka puasa tersebut, para santri merasa senang dan gembira. Pasalnya, di awal Ramadhan ini bisa menikmati takjil dan berbuka dengan nyaman.
Sebagaimana disampaikan Bintang (13), santri yatim asal Sidikalang Kab. Dairi.
Meski tidak bisa berbuka puasa bersama Ibu tercinta di kampung, ia tetap bahagia.
“Terima kasih takjil dan nasinya. Semoga donatur selalu diberikan kesehatan selalu,” tutur santri yang memiliki hafalan 2 juz Al-Qur’an ini.
Hal senada juga disampaikan Indra Chaniago, Mahasantri Sekolah Dai.
“Alhamdulillah. Sangat bersyukur, senang. Jazakumullah khairan, semoga diganti yang lebih baik,” ujar santri yang berasal dari Pulau Nias itu.*/Herim
BEKASI (Hidayatullah.or.id) — Program pengiriman 3000 Al Quran Laznas BMH bersama tokoh literasi Kang Maman (Maman Suherman) akhirnya tuntas dilakukan.
“Alhamdulillah ini tahap akhir untuk pengiriman 3000 Alquran. Beberapa pihak penerima sudah tidak sabar untuk segera memeluk Alquran ini,” terang Kadep Program BMH Pusat, Syamsuddin, di Jatibening, Bekasi, Ahad, 4 Ramadhan 1444 (26/3/2023).
Kang Maman sendiri sangat senang menantikan pengiriman tahap akhir.
Ketika tim BMH tiba di kediaman favoritnya, tempat buku ditata dan disiapkan pengiriman, pria murah senyum itu tampak sedang asyik membaca 3 buku di teras mungilnya.
“Assalamu’alaikum,” sapa Syamsuddin.
Kang Maman tersadar lalu tersenyum dan menjawab salam itu dengan suara khasnya.
Tidak lama sejumlah tiga orang mahasiswa STIE Hidayatullah Depok yang hadir sebagai relawan bergegas mengangkut puluhan kardus berisi Alquran dari mobil box ke kediaman buku Kang Maman.
Baru beberapa kali pengangkutan, gerimis datang, agak deras, kemudian reda. Namun, itu tak mempengaruhi semangat para relawan dalam mengangkut Alquran.
“Terus saja kita angkut, khawatir waktu buka puasa semakin dekat belum selesai,” ucap Olang, panggilan mahasiswa semester dua asal Barru, Sulawesi Selatan bersemangat.
Semua ini adalah wujud dedikasi dan bukti nyata kebaikan umat melalui Laznas BMH.
“Berkah luar biasa, Laznas BMH dapat bekerjasama dengan Kang Maman dan juga JNE, sehingga upaya meningkatkan literasi anak bangsa melalui buku-buku dan Alquran dapat kita jalankan dengan riang gembira. Kolaborasi kebaikan di bulan penuh kemuliaan,” tutup Syamsuddin sembari bergegas menuju tempat berbuka puasa. Tentu saja juga bareng Kang Maman.*/Herim
MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) melaksanakan pembinaan relawan Ramadhan dan Amil. Kegiatan yang dilaksanakan di Jalan Tamalanrea Blok M No 27 BTP tersebut diisi oleh Ustadz Dr. Nasrullah Sapa, dai BMH dan juga dosen UIN Alaudin Makassar, Jum’at, 2 Ramadhan 1444 (24/3/2023).
Dalam paparan fiqih zakat beliau menyampaikan pentingnya jawaban dari problematika pelaksanaan zakat di masyarakat.
Zakat memiliki kekhususan seperti batasan minimal, maupun siapa yang berhak menarima.
“Amil memiliki kewajiban untuk memberikan literasi kepada muslim yang telah wajib zakat,” ujar Nasrullah Sapa, yang juga anggota MUI Sulsel itu menegaskan.
Beliau mencontohkan, zakat fitrah yang disalurkan diawal Ramadhan menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang miskin, untuk kemudian mereka mampu memenuhi makanannya dan membayarkan zakat fitrah dirinya.
Kegiatan jelang berbuka puasa yang dilakukan secara hybrid itu, online dan offline itu lebih banyak terjadi diskusi.
“Acara berlangsung seru dan semangat, peserta online dari Luwu Timur hingga Parepare, semua aktif bertanya,” terang Kepala BMH Perwakilan Sulsesl, Kadir.
Para Amil munjung memberikan pertanyaan terkait dengan fiqh kontemporer zakat, seperti zakat perusahaan, zakat profesi, hadiah dan tema lainnya.
Kadiv. Oprasional Laznas BMH Sulsel, Aditya menyampaikan bahwa kegiatan diskusi itu untuk menyegarkan ingatan terkait fikih zakat, sekaligus mencari jawaban atas pertanyaan dari para muzakki ketika amil bertugas dan berinteraksi dengan mereka.*/Herim
MAROS (Hidayatullah.or.id) — Tepat sehari sebelum Ramadhan (22/3/2023) Laznas BMH hadirkan program edukasi literasi untuk santri, kali ini bersama Kepala Humas BMH Pusat, Imam Nawawi yang digelar di dua lokasi di Maros.
Dalam uraiannya, pria yang juga akrab disapa Mas Imam itu menekankan pentingnya memaknai Ramadhan sebagai bulan literasi di hadapan para santri baik yang di Pesantren Hidayatullah Tanralili maupun santri di Pesantren Hidayatullah Tompobulu, Pucak, Maros, Sulawesi Selatan.
Mas Imam menerangkan, Ramadhan adalah bulan kemuliaan, bulan yang Nabi dan para ulama mengencangkan diri dalam ketekunan ibadah.
“Namun, juga sejatinya Ramadhan adalah bulan literasi. Karena perintah pertama dan utama yang Allah berikan kepada kita adalah perintah membaca, iqra,” tegasnya.
Mas Imam pun memberikan fakta sejarah bagaimana orang terdahulu sangat antusias berliterasi Quran pada saat Ramadhan.
Tampak para santri sangat antusias menyimak kalimat demi kalimat yang dirangkai apik dan menarik oleh Mas Imam.
“Meskipun acara berlangsung siang hari, tak satu pun santri bosan dan lelah apalagi tertunduk karena kantuk. Semua fokus menyimak, pentingnya mengisi Ramadhan dengan semangat membaca,” ungkap Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Sulawesi Selatan, Basori.
Terakhir, Mas Imam berpesan bahwa santri yang gemar membaca, apalagi juga menulis, kelak akan bisa menjadi pemimpin.
“Kalau kalian ingin masa depan baik dan bermanfaat bagi umat, budayakan literasi dari sekarang,” katanya.
Mas Imam menekankan bahwa Kibabullah merupakan sumber bacaan penuh inspirasi yang mencerdaskan dan menggerakkan, sehingga hendaknya momentum Ramadhan menjadi kesempatan untuk menyerap inspirasi dari Al Quran sebanyak banyaknya.
“Baca terus Alquran, baca buku-buku, apalagi disempurnakan dengan menulis, maka kalian sangat mungkin menjadi pemimpin hebat di masa mendatang,” tegasnya berpesan.*/Herim
MATARAM (Hidayatullah.or.id) — Ekspedisi Kebaikan Zakat Laznas BMH menyapa santri yang menimba ilmu di beberapa pesantren binaan di Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Alhamdulillah BMH terus meningkatkan eksistensi dalam upaya pelayanan terbaik untuk umat. Melalui ekspedisi kebaikan zakat Laznas BMH kirimkan bantuan sembako untuk santri sebagai stok untuk buka puasa dan sahur,” terang Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH NTB, M. Zuhri (22/3/2023).
Mereka adalah para santri di Pesantren Hidayatullah Mataram dengan total 215 santri.
Pengasuh santri, Ustadz Jundi Hafizuudiin Rabbani sangat bersyukur dengan adanya program ekspedisi kebaikan zakat dari BMH.
“Terimakasih kepada seluruh donatur BMH yang telah ikut serta dalam terlaksana nya pengiriman ekspedisi kebaikan zakat berupa logistik untuk santri. Semoga apa yang sudah dilakukan menjadi amal kebaikan,” ungkapnya.*/Herim
SYAHRUL mubarak adalah salah satu nama dari bulan Ramadhan. Secara bahasa ‘mubarak atau berkah’ bermakna ziyatul khair, yaitu bertambahnya kebaikan. Artinya, bahwa dengan bulan ini kita bisa melipatgandakan kebaikan dan bahkan dapat meraih predikat taqwa. Tentu saja syaratnya mampu mengendalikan hawa nafsu dan keburukan-keburukan yang lahir darinya.
Nafsu merupakan bagian dari makhluk Allah. Dengan berbekal nafsu pula manusia dapat menjalankan kehidupannya secara wajar sebagai makhluk hidup yang hidup di alam dunia. Berbagai kebutuhan penting manusia, seperti makan, minum, tidur, menikah, dan lain sebagainya, melibatkan nafsu di dalamnya. Karena itu, secara alamiah nafsu bukanlah hal yang harus ditiadakan.
Lantas, bagaimana kunci pengendalian diri dari penguasaan hafa nasfu?
Dapatkan teks Khutbah Jum’at Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) ini selengkapnya ditulis oleh Ust. Dr. H. Tasyrif Tasmin Latif, S.Pd., M.Pd., . Unduh sekarang: