Beranda blog Halaman 330

Wahai Para Guru, Anakmu Jangan Sampai ‘Jablay’

0

TUMBUH kembang pada anak pendidik belakangan ini butuh perhatian ekstra, apalagi ditengah tantangan kepengasuhan yang tidak semakin ringan. Ini perlu diperhatikan, terutama indikator perkembangan kognitif anak.

Sentuhan seperti pelukan, kecupan, serta belaian (dalam bahasa alay disebut jablay atau jarang dibelai), turut berpengaruh optimal terhadap perkembangan kognitif anak.

Ini masalah penting. Sangat serius. Kurangnya stimulasi di atas bisa menyebabkan anak mengalami masalah intelektual, mirip duduk perkara akademis atau keterlambatan pada berbicara. Efek besarnya perkembangan kognitif tidak maksimal.

Dampak kurang perhatian orang tua yang berprofesi sebagai guru yang hampir habis waktunya untuk memerhatikan peserta didik yang notabene anak orang lain, bukanlah hal sepele.

Bila tidak segera diatasi, kondisi ini bisa berlanjut memengaruhi kehidupan anak sampai dewasa, bahkan sesudah dia berkeluarga nantinya.

Harus Seiring Sejalan

Bapak dan ibu guru yang budiman, sudah sangat mulia berprofesi sebagai guru tapi akan sempurna kemuliaan itu jika di memerhatikan amanah sebagai orangtua di rumah.

Figur guru idealnya meliputi seluruh sendi kehidupannya, di sekolah, di rumah, bahkan di tengah masyarakat selalu saja mengedepankan nilai nilai edukaif.

Kita fokus kepada perhatian anak, gangguan perilaku, kurang perhatian dari orang tua bisa menaikkan risiko terjadinya gangguan perilaku, biasanya anak mulai senang mencuri, atau penyakit kleptomania. Maaf, meski barang yang ia curi adalah sesuatu yang tidak berharga dan tidak mereka butuhkan.

Hal ini berbeda dari pencurian kriminal yang mencuri barang berharga dan bernilai tinggi. Karena kebiasaan mereka umumnya hanya untuk mencari perhatian atau respon orangtuanya. Tentu perkembangan anak seperti itu bukan bagian dari rencana kita.

Hendaknya setiap orangtua terus belajar menjadi pendengar yang baik, sikap ini sangat penting buat perkembangan emosional, sosial, serta amat berpengaruh terhadap kognitif anak.

Jika orang tua kurang memperhatikan anak, bukannya tidak mungkin korelasi anak menggunakan orang tua menjadi renggang.

Buatlah kondisi agar mereka nyaman dengan kita, agar mudah mencurahkan isi hatinya, atau menceritakan pengalaman baru yang dia alami sehari-hari di sekolahnya tadi siang. Merasa senang dengan sapaan gurunya yang menyebutnya calon gubernur yang hafal al Qur’an.

Kita kenalan dengan sebuah hormon serotonin, hormon yang dibutuhkan untuk memperbaiki suasana hati. Selain itu, anak juga jadi lebih praktis marah dan tertekan jika kadar ini lebih rendah atau dalam Bahasa keseharian kita “kurang perhatian”.

Dalam kondisi itu emosional anak biasanya kurang terkontrlol, mudah marah tanpa sebab. di akhirnya, kondisi ini membentuk anak lebih berisiko mengalami gangguan kejiwaan, mirip stres, mudah cemas, hingga depresi.

Bersyukurlah wahai para guru dan orangtua yang mengintegrasikan nilai nilai yang didapatkan dari lingkungan sekolahnya dengan pendekatan yang bapak dan ibu lakukan selama di rumah.

Jika model itu yang akan kita terapkan, sudah saatnya kita kembali kepada pola kepengasuhan yang diperagakan Luqman Al-Hakim. Luqman Al-Hakim adalah sosok teladan dalam mendidik anak. Termaktub dalam Al-Qur’an Surah Luqman ayat ke 12 hingga 19.

Yang telah diabadikan dalam Al-Qur’an Al-Karim itu agar menjadi contoh dan pedoman bagi umat sesudahnya dalam mendidik anak sebagai amanat sekaligus anugerah dari Allah Swt.

Muhammad Bashori, penulis adalah relawan SAR Hidayatullah dan pendidik di Ponpes Hidayatullah Mamuju

BLKK Hidayatullah Cirebon Menjadi Percontohan Tingkat Jawa Barat

0

CIREBON (Hidayatullah.or.id) — Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Hidayatullah Kota Cirebon kembali meluluskan peserta didiknya. Pelatihan multimedia angkatan ke-4 tahun 2022 ini dilaksanakan mulai dari 3-30 November, dan diikuti sebanyak 16 orang.

Penutupan kegiatan berlangsung di gedung BLKK, Kampus 3 Putra Hidayatullah, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Hadir pada kesempatan tersebut Pejabat BanProg Tahun Anggaran 2022 BPVP Bandung Barat, di antaranya Iman Riswandi, S.T., M.T. selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Lerry Stanziani Herdis, S.T, Ketua Pelaksana Kegiatan, Nilam selaku Bendahara BanProg, dan Aria Virnandes, S.E., PIC BLKK Hidayatullah Kota Cirebon.

Selain itu, hadir pula Ketua Yayasan Manarussalam Hidayatullah Ust. Qomaruddin, Ketua BLKK Hidayatullah Kota Cirebon Ust. Moh. Sidiq dan Ketua Departemen Pendidikan DPW Hidayatullah Jabar Ust. Mistari Ralimudin.

Dalam sambutannya, Iman menyampaikan bahwa bedanya pelatihan yang dilaksnanakan di BLKK Hidayatullah dengan yang lainnya adalah adanya Instruktur yang sudah Kompeten dan terstandar SKKNI. “Jadi harus bangga dengan 3 C,” ujarnya.

“C pertama adalah Competence (kompetensi/kemampuan), yaitu kompeten dalam membuat video yang bermanfaat buat orang lain, seperti konten-konten kreatif yang membangun bangsa,” katanya.

Kemudian lanjut Iman. “C yang kedua adalah Connected (nyambung). Diharapkan selalu tersambung keilmuan yang sudah didapat jangan sampai terputus dan harus sering diasah. Jika tidak bisa jadi lupa dan akhirnya gagal.”

Sedangkan C ketiga, ”Confident (percaya diri). Dengan percaya diri dan kemampuan yang sudah diraih Insya Allah akan sukses,” ungkapnya.

BLKK Percontohan

Menurut Iman, BLKK Hidayatullah Kota Cirebon sangat luar biasa. Penyampaian laporan baik harian, pekanan, dan bulanan selalu tepat dan dengan jumlah peserta yang konsisten, tidak berubah. “BLKK Hidayatullah Kota Cirebon adalah BLKK terbaik binaan BLKK Lembang, Jawa Barat,” pungkasnya.

Sementara itu, Lerry Stanziani Herdis mengkisahkan pengalamannya. Menurutnya, ia pernah mahir dalam pembuatan video dan editing video, hanya saja karena banyaknya amanah sehingga tidak pernah lagi melakukannya. “Akhirnya menjadi lupa lagi,” aku Lerry. “Itulah pentingnya kompetensi yang sudah diraih harus selalu dijaga, dipraktekkan dan diasah,” ujar Lerry menegaskan.

Menurut Lerry, BLKK Hidayatullah Kota Cirebon ini merupakan BLKK yang rajin memposting laporan kegiatan. Mulai dari menu makanan, kegiatan pelaksanaan bahkan hasil kegiatan satu hari itu disampaikan.

“Kami mengapresiasi BLKK Hidayatullah Kota Cirebon ini menjadi BLKK terbaik, bahkan menjadi BLKK percontohan tingkat Jawa Barat,” ungkapnya.

Ustadz Mistari sangat mendukung kegiatan ini. “Alhamdulillah, DPW Hidayatullah Jabar terus mendukung kegiatan-kegiatan yang berada di wilayah Jabar, termasuk kegiatan di BLKK Hidayatullah Kota Cirebon ini,” ujarnya.

Ustadz Qomaruddin, M.Pd, Ketua Yayasan Manarussalam mengucapkan terima kasih atas kerjasama dari berbagai pihak. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, di antaranya peserta, instruktur dan BPVP Bandung Barat yang sudah mempercayakan BanProg tahun ini kepada BLKK Hidayatullah Kota Cirebon yang keempat kalinya,” ucapnya.

Qomaruddin pun turut berdoa. “Kami juga bersyukur kepada Allah SWT, mudah-mudahan semua yang dilakukan mendapat ridha dan keberkahan bersama buat masyarakat,” imbuhnya.

Adapun Ketua BLKK Hidayatullah Kota Cirebon Moh. Sidiq turut menyampaikan apresiasinya. “Alhamdulillah, sebanyak empat kali pelatihan selalu konsisten, tidak ada yang mengundurkan diri karena kami membuat kesepakatan dengan peserta untuk kepentingan laporan kegiatan ini, sehingga tertib dan hasilnya maksimal,” paparnya.

“Satu-satunya BLKK yang terakreditasi di Kota Cirebon adalah BLKK Hidayatullah. Terima kasih kepada para pejabat terkait yang terus mensupor kami,” imbuhnya.*/Dadang Kusmayadi

Mushida Jawa Barat Gelar Daurah Marhalah Ula dan Wustha

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Dalam rangka meningkatkan pemahaman manhaj dan kelembagaan secara menyeluruh di tingkat wilayah, Pengurus Wilayah (PW) Muslimat Hidayatullah (Mushida) Jawa Barat (Jabar) menyelenggarakan kegiatan Daurah Marhalah Ula (DMU) dan Dan Daurah Marhalah Wustha (DMW) yang dibuka pada Jumat, 8 Jumadil Awal 1444 (2/12/2022).

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 3 hari, mulai 2-4 Desember 2022. Acara yang bertempat di Kampus Utama Pondok Pesantren Hidayatullah Depok itu diikuti oleh ratusan kader Mushida se-Jawa Barat.

Untuk acara DMU tema yang diusung adalah “Mencetak Kader Berkualitas Menuju Keluarga Islami”. Sedangkan DMW dengan tema “Meneguhkan Jati Diri Kader Muslimat Hidayatullah Menuju Sukses Tarbiyah dan Dakwah”.

Menurut Ketua DPW Mushida Jabar Ustadzah Rahmawati, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman visi besar Hidayatullah dalam membangun peradaban Islam.

“Dengan dilaksanakannya Durah Marhalah Ula dan Wustha ini diharapkan seluruh peserta menjadi ujung tombak dalam membangun peradaban Islam di masyarakat,” ujarnya.

“Kami berharap seluruh peserta bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti kegiatan ini. Kemudian masuk ke halaqah dan mendalami manhaj ini dengan baik,” imbuhnya.

Kegiatan ini dihadiri dan dibuka oleh Sekretaris DPW Hidayatullah Jabar Ust. Andi Ahmad Suhendar, S.Pd.

Dalam sambutannya Suhendar mengatakan jika berbicara tentang organisasi sosial, politik, dan ekonomi, terlebih organisasi Islam seperti Hidayatullah, maka komponen yang penting dan harus ada adalah kader.

“Keberlangsungan organisasi ditentukan oleh adanya kader, ketika organisasi tidak bisa melakukan kaderisasi, maka organisasi tersebut hanya sampai pada inisiatornya saja,” ujarnya.

Menurutnya, yang menentukan keberlanjutan organisasi ditentukan oleh kadernya. Dan, terang Suhendar, Hidayatullah memiliki visi membangun peradaban Islam, maka salah satu jalan untuk mencapainya adalah membangun kader.

“Membangun peradaban Islam tidak hanya seperti membangun sebuah bangunan yang ditentukan dalam jangka waktu. Tapi membagun peradaban Islam tidak bisa dibangun dengan jangka waktu tertentu,” ungkapnya.

“Dan bukan sembarang kader yang dapat membangun peradaban Islam. Karena itu, dibutuhkan kader yang memiliki potensi dan memahami visi tersebut,” tegas Suhendar.

Ia berpesan untuk seluruh panitia, instruktur, dan peserta agar terus bersemangat dalam mengikuti setiap sesi kegiatannya. Ia juga turut mendoakan, “Semoga Allah memberikan kita semua kemudahan, kelancaran, dan keberkahan,” pungkasnya.

Di akhir sesi pembukaan itu, seluruh peserta dan instruktur berfoto bersama.*/Makhfudz Pratama, Dadang Kusmayadi

Laznas BMH Terima 4 Award di Panggung Penyerahan “Indonesia Fundraising Award 2022”

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Atas kepercayaan dan dukungan umat dan beragam pihak, Laznas BMH pada tahun ini menyabet 4 kategori award dalam “Indonesia Fundraising Award 2022 yang berlangsung di Hotel Arosa, Bintaro, Banten, 6 Jumadil Awal 1444 (30/11/2022).

Kategori penghargaan yang Laznas BMH terima adalah sebagai berikut.

  1. Best of The Best Fundraising Program Infak Sedekah Terbaik 2022
  2. Best of The Best Fundraising ZIS Berbasis Ormas Terbaik 2022
  3. The Best of Fundraising Kurban Terbaik 2022
  4. The Best Fundraiser Terbaik 2022 yang dianugerahkan kepada Direktur Marketing Laznas BMH, Tri Winarno.

Raihan tersebut, menurut Dirut Laznas BMH, Supendi adalah wujud bahwa umat Islam terus bergerak maju untuk dunia zakat dan filantropi lainnya, termasuk infak, sedekah, serta kurban.

“Dan, sebagai Laznas berbasis ormas, Laznas BMH memang berkomitmen menjangkau semua titik terdalam dan pelosok negeri ini dengan kebaikan kita semua,” ungkapnya.

Sementara itu Direktur Marketing Laznas BMH, Tri Winarno menegaskan bahwa raihan yang diterimanya merupakan bentuk kerja tim yang tangguh sehingga solid dalam strategi dan implementasi penghimpunan.

“Penghargaan ini atas nama saya, tetapi sebenarnya ini adalah milik semua amil Laznas BMH, bahkan seluruh pejuang di dunia zakat, infak dan sedekah. Kami adalah bagian kecil yang terus ingin berpartisipasi mencerdaskan kehidupan bangsa, mensejahterakan umat, melalui gerakan zakat, infak dan sedekah. Jadi ini adalah milik kita semua, umat Islam,” tuturnya.*/Herim

Hidayatullah Minta Pemerintah Menolak Tegas Kedatangan Utusan Amerika Bidang LGBT

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Candra Kurnianto, meminta kepada pemerintah Indonesia agar menolak dengan tegas rencana kedatangan utusan Amerika Serikat bidang LGBT ke Indonesia.

“Pemerintah kita tak boleh bersikap lembek, harus tegas! Sebab, LGBT itu bertentangan dengan Islam, juga dengan norma-norma yang dianut masyarakat Indonesia, dan bertentangan dengan Pancasila,” jelas Candra saat ditemui di Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Jumat, 8 Jumadil Awal 1444 (2/12/2022).

Candra juga menegaskan bahwa LGBT atau homoseksual adalah penyakit masyarakat, dan sama sekali bukan termasuk hak asasi yang harus diperjuangkan. Sebagai sebuah penyakit, seharusnya LGBT disingkirkan jauh-jauh. Orang-orang yang terlanjur mengidapnya harus dibantu agar segera sembuh.

Bahkan, yang lebih berbahaya lagi, kata Candra, penyakit suka sama sejenis ini bisa menular kepada orang lain. “Bukti tentang hal ini sudah sangat banyak,” jelasnya.

Sedangkan mereka yang telah terjangkiti akan sulit sekali dipulihkan. Butuh ikhtiar luar biasa berat agar bisa sembuh. Dengan demikian, kata Candra, perangai suka sama sejenis ini sangat berbahaya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya Amerika Serikat (AS) mengabarkan akan mengirimkan seorang utusan bernama Jessica Stern ke sejumlah negara di Asia, termasuk Indonesia, untuk membicarakan persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) termasuk LGBT. Perjalanan utusan tersebut dimulai tanggal 28 November di Vietnam, kemudian tanggal 3 Desember ke Filipina, dan tanggal 7 hingga 9 Desember ke Indonesia.*/Mahladi

BMH Resmikan Fasilitas Air Bersih untuk Warga Kampung Tanah Merah Bintan

0

BINTAN (Hidayatullah.or.id) — Senyum bahagia terukir di wajah warga kampung muslim Tanah Merah, Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) saat peresmian sumur bor dan fasilitas air bersih untuk kampung mereka dari Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kepulauan Riau, Kamis, 7 Jumadil Awal 1444 (1/12/2022).

Pengadaan fasilitas air bersih ini merupakan bantuan dari para donatur yang diamanahkan penyalurannya kepada BMH perwakilan Kepulauan Riau. Peresmian dilakukan langsung oleh Kepala Perwakilan Laznas Baitul Maal Hidayatullah Kepulauan Riau, Abdul Aziz Elhaqqy, SE.

Menurut Abdul Aziz, BMH Kepri menargetkan 10 sumur bor dan fasilitas air bersih di kampung muslim yang dihuni sekira 500 KK itu. Adapun fasilitas air bersih yang telah diresmikan diprioritaskan untuk aktivits ibadah di mushollah dan kebutuhan warga sekitar mushollah al Mukmin.

“Kami mengucapkan jazaakumullah khair kepada para donatur yang telah mendukung program pengadaan sumur bor dan fasilitas air bersih untuk masyarakat tidak mampu,” lanjut Abdul Aziz.

Selama bertahun-tahun warga mengalami kesulitan air bersih, hanya mengandalkan air hujan yang ditadah atau dari sumur resapan yang dangkal.

Menurut cerita warga, mereka kadang harus antri hingga larut malam jika tiba musim kemarau. Warga sudah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan impian itu, namun, baru di tahun 2022 ini terwujud melalui BMH.

“Dengan adanya sumur bor ini kami sangat bahagia, karena tidak lagi kesulitan untuk mengambil air wudhu dan untuk sehari-hari, hanya Allah yang bisa membalas kebaikan para donatur, dulu, jangankan kata untuk mandi, mencuci untuk berwudhu saja kami kesulitan apalagi kalau kemarau,” tutur bapak Idris, salah seorang warga di RT 4, desa Penagah, Tanah Merah.

Haidir Ali, manajer Program dan Pendayagunaan BMH Kepri, menuturkan, sumur yang dibangun di Tanah Merah ini merupakan fasilitas air bersih yang ke 26 yang dibangun di Kepulauan Riau, penerima manfaat adalah kampung-kampung yang kesulitan air bersih dan dihuni kalangan menengah ke bawah.*/Mujahid M. Salbu

Hubungan Antara Iman, Amanah, dan Aman

0

SALAH satu sifat unik bahasa Arab adalah keluwesan kosakatanya. Dengan menggunakan kaidah-kaidah tertentu yang disebut tashrif atau shorof, satu kata dasar bisa diderivasikan menjadi belasan sampai puluhan bentuk turunan yang memiliki arti berbeda-beda, namun saling berhubungan dalam satu jaringan makna yang kokoh. Salah satunya adalah “iman”, “amanah”, dan “aman”.

Walau dipergunakan untuk menyebut tiga hal berbeda, ketiganya memiliki akar kata yang sama, dan tentunya terkait satu sama lain. Seperti apakah itu?

Dalam kamus Lisanul ‘Arab dinyatakan bahwa kebalikan iman adalah kufur, kebalikan amanah adalah khianat, dan kebalikan aman adalah ketakutan. Jadi, kita bisa mulai memeriksa titik-titik yang menghubungkan ketiga istilah tersebut dengan memeriksa kebalikan-kebalikannya.

Oleh karenanya pula, kita mendapati bahwa ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sangat sering menyitir ketiga hal tersebut sebagai perkara-perkara yang menunjukkan sebab-akibat, atau salah satunya merupakan ciri dari yang lain, atau dengan cara memperlihatkan lawan katanya.

Di dalam surah al-Mu’minun, misalnya, Allah menyebutkan ciri-ciri orang yang beriman. Setelah menderetkan beberapa ciri, Allah kemudian berfirman: “Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya), dan juga janjinya.” (Qs. Al-Mu’minun: 8).

Secara gamblang ayat ini menunjukkan bahwa diantara ciri keimanan seseorang adalah keteguhannya untuk memelihara amanah. Itu dapat berarti pula bahwa perbuatan khianat akan menjadikan keimanan seseorang cacat, bahkan bisa merusakkannya.

Senada dengannya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, ia berkata: “Tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkhutbah di hadapan kami melainkan beliau pasti bersabda, “Tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak bisa memegang janji.” (Riwayat Ahmad. Hadits hasan). Disini, yang dimaksud “tidak ada iman” dan “tidak ada agama” adalah: tidak akan sempurna.

Dalam kesempatan lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah bersabda, “Demi Allah, dia tidak beriman! Demi Allah, dia tidak beriman! Demi Allah, dia tidak beriman!” Ditanyakanlah kepada beliau, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Seseorang yang mana tetangganya tidak bisa merasa aman dari keburukan dan kejahatannya.” (Riwayat Bukhari, dari Abu Syuraih).

Hadits di atas menunjukkan bahwa kehadiran seorang mukmin di suatu tempat tidak mungkin menjadi sumber gangguan keamanan. Mustahil jika eksistensinya justru menjadi bibit aneka kejahatan, gangguan, dan penyakit sosial.

Ayat-ayat dan hadits-hadits ini memberi kita suatu gambaran yang saling melengkapi, bahwa keimanan seseorang pada kenyataannya memiliki benang merah yang sangat jelas dengan sifat pribadinya yang amanah, dan di saat bersamaan terefleksikan dalam kehidupan sosialnya sebagai sosok yang mampu menimbulkan rasa aman bagi orang-orang di sekitarnya.

Ketika sifat amanah dan kemampuan memberi rasa aman ini hilang dari diri seseorang, maka kita bisa menyimpulkan bahwa keimanan di dalam dirinya tidaklah sempurna. Kalau pun tidak sampai lenyap, minimal telah cacat dan sangat terganggu.

Namun perlu dicatat baik-baik bahwa sifat “menimbulkan rasa aman kepada orang di sekitarnya” di atas tidak berlaku untuk ahli maksiat, hal-hal munkar, dan perbuatan-perbuatan yang dimurkai Allah. Seorang mukmin akan memberi pengayoman, simpati, dan perlindungan kepada pribadi dan amalan yang selaras dengan imannya pula.

Adapun terhadap hal-hal sebaliknya, sifat itu direfleksikan dengan cara berbeda, yaitu amar ma’ruf nahi munkar. Sebuah hadits menyatakan, “Barangsiapa diantara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman.” (Riwayat Muslim, dari Abu Sa’id al-Khudriy).

Jadi, melakukan amar ma’ruf nahi munkar adalah refleksi iman. Pada dasarnya, amar ma’ruf nahi munkar adalah perwujudan rasa sayang seorang mukmin kepada saudaranya yang melakukan kesalahan. Ia cegah saudaranya itu dari kebinasaan akibat dosa, sehingga pelaku maksiat tidak akan tenang-tenang saja bermaksiat di dekatnya. Minimal segan, dan bisa jadi berhenti total.

Justru, jika ada pelaku maksiat yang aman bermaksiat di dekat seorang mukmin, maka patut dipertanyakan keimanan orang itu. Amar ma’ruf nahi munkar adalah cara seorang mukmin untuk “mengamankan” orang-orang di sekitarnya. Maksudnya, aman dari murka Allah dan siksa-Nya, bukan aman dalam arti tidak diganggu ketika berbuat keji dan munkar.

Dalam konteks inilah Rasulullah bersabda, “Tolonglah saudaramu, baik ia menzhalimi atau dizhalimi.” Ditanyakanlah kepada beliau, “Wahai Rasulullah, beginilah kami menolongnya ketika dizhalimi, lalu bagaimana kami menolongnya ketika dia yang zhalim?” Beliau menjawab, “Engkau tahan tangannya dari perbuatan itu.” (Riwayat Bukhari, dari Anas).

Sayangnya, prinsip terakhir ini sangat sering disalahkan, disalahpahami, dan akhirnya ditinggalkan. Bahkan, amar ma’ruf nahi munkar ditempeli label-label negatif seperti ekstrem, fanatik, intoleran, melanggar HAM, sok suci, mencampuri urusan orang lain, atau meresahkan masyarakat.

Padahal, sepanjang niatnya lurus dan adabnya dipelihara, sebenarnya amar ma’ruf nahi munkar merupakan cara paling nyata untuk menunjukkan rasa sayang kepada sesama mukmin yang telah berada di bibir jurang kebinasaan akibat dosa; yakni agar mereka aman dari murka Allah. Wallahu a’lam.

Ust. M. Alimin Mukhtar

Ustadz Aghis Mahruri: Mengajar adalah Amanah Mulia

MAMUJU (Hidayatullah.or.id) — Di hadapan para kader dan jamaah Hidayatullah Mamuju, Wakil Bendahara Umum DPP Hidayatullah, Drs. H. Aghis Mahruri, MA, dalam kesempatan pengajian umum di ruang utama masjid Al Walidain Hidayatullah Mamuju (27/11/2022) menyebutkan bahwa mengajar bagi profesi guru adalah amanah mulia.

Hal itu ditekankan mengingat hari guru baru saja ‘melintas’ dalam sanubari pendidik khususnya para guru di Hidayatullah Mamuju. Dan pada momen pengajian warga rutin yang diselenggarakan setiap sebulan sekali itu kembali menguatkan spirit menjalankan amanah sebagai guru.

Lebih jauh, Ustadz Ruri, demikian sapaan murid muridnya, yang juga guru senior di kampus induk Ummul Quro Gunung Tembak Balikapapan tahun sembilan puluhan itu, mengutip ayat dalam surah Al Anfal;

﴿يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَخُونُواْ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓاْ أَمَٰنَٰتِكُمۡ وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ ٢٧﴾

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (QS. Al-Anfal : 27)

Hadirin yang kebanyakan guru di TK, SD, SMP dan SMA Integral Al Furqan itu diperjelas tentang makna ayat yang menerangkan larangan mengkhianati amanah yang diberikan.

Bukan tipe pendidik yang hadir di sekolah sekedar menggugurkan kewajiban, abai dengan regulasi sekolah lalu di tanggal tertentu mendapatkan tunjangan sehingga hidupnya sebuah perjalanan dari gaji ke gaji, tentu hal tersebut adalah balik adab.

Namun profil guru yang dimaksudkan adalah figur yang dapat dijadikan panutan peserta didiknya, memiliki dedikasi tinggi dan menjalankan amanahnya sebagai guru secara profetik – professional.

Sebagaimana ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Barat, Drs. H. Mardhatillah yang dalam kesempatan sebelumnya memberikan pengantar, mempertegas bagaimana profil pendidik di musim turnamen sepak bola internasional empat tahunan yang diikuti oleh tim nasional pria senior anggota FIFA.

“Argentina menang apa hubunganya dengan kita, jangan sampai akibat nonton kelamaan sampai sampai tidak bisa bangun sholat tahajud apalagi subuh, itu sangat rugi” tegasnya.

Karena semua keberhasilan pada dasarnya adalah keberhasilan jamaah, ada ketaatan orang yang dipimipin, ada pemimpin yang menjadi figur dan patut dicontoh dan ditaati.

Menurutnya, sangat tidak patut jika bagus ibadahnya tapi tidak peka sosialnya, propesional kerjanya tapi masih menipiu. Maka idealnya adalah karakter yang seimbang yakni memiliki etos kerja tinggi namun ibadahnya berkualitas serta jujur dan memiliki loyalitas terhadap jamaah.*/Bashori

Murabbi Punya Tanggung Jawab Besar Pembinaan Umat


Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad.* [Foto: SKR/MCU]

SAMARINDA (Hidayatullah.or.id) — Pemimpin Umum Hidayatullah KH. Abdurrahman Muhammad mengatakan murabbi merupakan predikat yang menggantikan peran nubuwah pada masa akhir zaman sekarang. Murabbi memiliki amanah dan tanggung jawab besar terkait pembinaan dan pencerahan umat.

“Jadi mau diapakan umat ini? Apa yang menjadi aktifitas kaumnya, apakah kebaikan atau keburukan,” terang ustadz yang juga sahabat karib pendiri Hidayatullah, KH Abdullah Said Rahimahullah.

Hal itu disampaikan ia ketika membuka acara Halaqah Kubra Murabbi Kalimantan Timur bertempat di aula Masjid Al-Iman, Jl. Perjuangan Sempaja Kec. Samarinda Utara Kota Samarinda Kalimantan Timur, Sabtu, 2 Jumadal Ula 1444H (26/11/2022).

“Saya minta kaji lagi istilah ulama Rabbani tersebut, ini perintah Allah kunu Rabbaniyyin. Para murabbi harus benar-benar menjadikan predikat ini sebagai predikat luar biasa,” lanjutnya.

Terkait itu, Pemimpin Umum menasihati para murabbi Hidayatullah untuk senantiasa membersihkan diri dari hal-hal yang bisa merusak kesucian hati. Sebab kebahagiaan yang hakiki terletak pada kesungguhan dalam tazkiyatun nafs tersebut.

“Jadi namanya kebahagiaan dunia itu sederhana, yang tidak sederhana itu bagaimana bahagia untuk menyongsong akhirat,” ucapnya sambil membacakan beberapa ayat yang terkait dengan keutamaan membersihkan hati.

Kegiatan Halaqah Kubra Murabbi Kalimantan Timur ini menjadi agenda tahunan yang melibatkan sinergi kerja sama antara Departemen Pengkaderan Dewan Pengurus Hidayatullah (DPW), Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Kalimantan Timur, dan Kampus Utama Hidayatullah Samarinda.

Dalam sambutan, ketiga unsur pimpinan institusi tersebut masing-masing mengucapkan syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat aktif dalam mendukung suksesnya kegiatan yang dihadiri oleh 120 murabbi se-Kalimantan Timur.

“Terima kasih kepada murabbi yang menyempatkan hadir di tengah kesibukan sebagai panitia Silatnas. Semoga ini menambah semangat menyambut Silatnas dan tahun depan bisa lebih banyak lagi pesertanya,” ucap Ustadz Muhammad Tang, Ketua DMW Kaltim.

Hal ini diamini oleh Pemimpin Umum Hidayatullah yang menyebut acara halaqah kubra murabbi ini sebagai nikmat dan kebahagiaan besar.

“Satu kesyukuran tak terhingga memberikan rasa nikmat dan bahagia dapat berkumpul di masjid Kampus Utama Samarinda. Berkumpulnya orang-orang baik sebagai calon penghuni surga,” ucap Ust. Abdurrahman mengawali sambutan.

Bekerja sama dengan Lembaga Pendidikan al-Qur’an (LPQ) Gunung Tembak Bersanad, panitia juga memfasilitasi para murabbi untuk program tahsin tilawah al-Qur’an yang dipandu langsung oleh para instruktur LPQ Gunung Tembak.

“Para murabbi dibagi dalam delapan halaqah (kelompok kecil) dengan target minimal empat kali pertemuan selama acara,” ucap Ustadz Fathun Qarib, Ketua Departemen Pengkaderan DPW Hidayatullah Kaltim.

Selain kegiatan halaqah Qur’an dan taujih pencerahan, acara Halaqah Kubra Murabbi yang bertajuk “Urgensi Halaqah dalam Gerakan Tarbiyah dan Dakwah” ini juga diisi dengan kegiatan diskusi murabbi, evaluasi kegiatan halaqah, serta menyimak kisah-kisah inspiratif yang disampaikan secara bergantian oleh tokoh sesepuh Hidayatullah.

Pantauan Media Center @Ummulqurahidayatullah (MCU), sejumlah tokoh dan kader senior Hidayatullah tampak hadir dalam acara Halaqah Kubra Murabbi. Di antaranya, Ust. Muhammad Hasyim (anggota Majelis Penasihat Hidayatullah), Ust. Hamim Thohari (Ketua Dewan Pertimbangan Hidayatullah), Ust. Abdul Aziz Kahar Muzakkar (anggota Dewan Pertimbangan Hidayatullah).

Hadir pula Ust. Tasyrif Amin (Ketua Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah), Ust. Zainuddin Musaddad (anggota Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah), Ust. Nursyamsa Hadis (Ketua Dewan Pembina Kampus Utama Samarinda), serta sejumlah tokoh sepuh, perintis, dan kader senior Hidayatullah lainnya./*Abu Jaulah/MCU)

Sabar Menjawab Ujian Kehidupan

0

ALLAH menurunkan Al-Qur’an untuk penjadi petunjuk, kepada ciptaan-Nya bagaimana cara hidup pada ciptaan lainnya yang bernama bumi sehingga bisa hidup bahagia dan selamat hingga dapat hidup abadi yang mensejahterakan di Surga-Nya. Al Qur’an adalah petunjuk yang tidak ada keraguan, tidak ada kesalahan, tidak ada kekurangan.

Diantara petunjuk-Nya menginformaikan bahwa manusia pasti akan berhadapan dengan ujian-ujian kehidupan (QS.29: 2. QS.2: 155). Dan sekaligus Allah juga menunjukkan bahwa sabar merupakan cara menjawab ujian-ujian tersebut (QS.2: 153).

Apa yang dimaksud sabar? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata sabar adalah tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati). Arti lainnya dari sabar adalah tabah. Contoh: Ia menerima nasibnya dengan sabar, hidup ini dihadapinya dengan sabar.

Dikutip dari laman www.madaninews.id,kata sabar berasal dari bahasa arab yaitu as-Shabru, merupakan masdar dari fi’il madhi yang berarti menahan diri dari keluh kesah. Ada juga yang mengatakan as-Shibru dengan mengkasrahkan shadnya yang berarti obat yang sangat pahit dan tidak enak. Imam Jauhari memahami kata sabar yang bentuk jamaknya berupa lafad صُبُرٌ dengan menahan diri ketika dalam keadaaan sedih atau susah.

Ar-Raghib Al-Asfihani berpandangan bahwa sabar adalah kuat atau tahan ketika dalam keadaan sempit maupun sulit. Menurutnya, sabar juga berarti menahan hawa nafsu dari sesuatu yang dapat merusak akal dan syari’at.

Sabar dalam pandangan M. Quraish Shihab adalah menahan diri atau membatasi jiwa dari keinginan demi mencapai sesuatu yang baik atau lebih baik. Adapun dalam pandangan Ibnu Qayyim al-Jauzi sabar adalah menahan diri dari rasa gelisah, cemas dan amarah; menahan lidah dari keluh kesah, menahan tubuh dari kekacauan.

Lebih lanjut, kata sabar sebagaimana dalam Kamus Al-Quran aw Ishlah al-Wujuh wa an-Nadlair fi Al-Quran Al-Karim mempunyai lima makna.

Pertama, sabar bermakna menahan, sebagaimana firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah : 153)

Kedua, sabar bermakna berani, sebagaimana firman-Nya :

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ وَالْعَذَابَ بِالْمَغْفِرَةِ ۚ فَمَا أَصْبَرَهُمْ عَلَى النَّارِ

“Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka.” (QS. Al-Baqarah : 175)

Ketiga, sabar bermakna ketabahan, sebagaimana firman-Nya:

إِنْ كَادَ لَيُضِلُّنَا عَنْ آلِهَتِنَا لَوْلَا أَنْ صَبَرْنَا عَلَيْهَا ۚ وَسَوْفَ يَعْلَمُونَ حِينَ يَرَوْنَ الْعَذَابَ مَنْ أَضَلُّ سَبِيلًا

“Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan-sembahan kita, seandainya kita tidak sabar(menyembah)nya” dan mereka kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya.”(QS. Al-Furqan : 42)

Keempat, sabar bermakna ridha, sebagaimana firman-Nya :

وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا ۖ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ

“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri” (QS. At-Thur : 48)

Kelima, sabar bermakna sabar itu sendiri, sebagaimana firman-Nya :

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِهِ وَلَا تَحْنَثْ ۗ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا ۚ نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ

“Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan-nya).” (Q.S Shad: 44)

Bersabarlah jika menghadapi ujian-ujian kehidupan, jaminannya akan menjadi pemenang oleh karena dengan bersabar kita bisa menahan diri untuk selalu; taat kepada-Nya, menjauhkan hal-hal yang diharamkan dan ikhlas menerima takdir Allah yang dirasa pahit.

Nursyamsa Hadis