Beranda blog Halaman 357

Recode DNA Pemenang sebagai Umat Terbaik

JAUH jauh hari sebelum Real Madrid (RM) memenangkan pertandingan melawan Liverpool dengan sekor 1-0 di final Liga Champion, Ahad malam, maka sudah banyak yang memprediksi bahwa klub sepak bola dari kota Madrid Spanyol itu akan menjadi juara.

Bukan tanpa alasan. Sebab secara statistik, memang menunjukkan bahwa RM, sebelum ditambah 1 semalam, sudah 13 kali juara Liga Champion sedangkan Liverpool baru 6 kali juara.

Disisi lain, berdasarkan trackrecord-nya, meski berseok-seok di fase sebelumnya, RM selalu bisa memenangkan pertandingan di final. Dan dari sini kemudian dinibatkan istilah bahwa Real Madrid itu memiliki DNA juara.

Sebuah diksi yang cukup mewakili keberadaan RM. Lalu apa sebenarnya DNA itu. Secara singkat dapat dijelaskan bahwa DNA adalah kependekan dari deoxyribonucleic acid (asam deoksiribonukleat) yaitu informasi genetik untuk pewarisan sifat dari induk ke anaknya.

DNA merupakan rantai molekul yang berisi materi genetik yang khas pada setiap orang. Tidak hanya pada manusia, tapi pada semua makhluk hidup memiliki DNA. DNA bisa bermanfaat untuk menunjukkan perbedaan satu organisme dengan organisme lainnya.

Lalu mengapa dikaitkan dengan juara? Ini semacam metafora, bahwa ada sifat genetik yang melekat dalam Real Madrid, sebagaimana pengertian DNA di atas. Hal yang sama sebenarnya juga terjadi baik secara individu maupun organisasi. Dimana secara natural DNA itu diturunkan. Akan tetapi bukan berarti jika tidak memiliki DNA Juara tidak bisa melakukan itu.

Menurut Prof. Rhenald Kasali dalam bukunya Re-Code Your Change DNA, yang terbit tahun 2007, sebanarnya DNA itu memang bisa diubah, dengan melakukan pengkodean ulang (re-code). Sebab informasi genetik dimaksud merupakan kode-kode yang spesifik dan bisa diubah.

Rhenald dalam melihat “change DNA” mengincar pada perubahan genetik perilaku (behavioral genetics) yang akan mengarah pada dunia pembaharuan yang lebih baik.

Mengubah DNA Pengubah dilakukan melalui prinsip OCEAN, yang merupakan singkatan dari: 1. Openness to experience, yaitu keterbukaan terhadap pengalaman hidup 2. Conscientiousness, berkenaan dengan keterbukaan hati dan telinga 3. Extroversion, terkait dengan keterbukaan terhadap orang lain 4. Agreeableness, berhubungan dengan keterbukaan terhadap kesepakatan 5. Neuroticism, keterbukaan terhadap tekanan-tekanan

Sehingga, organisasi yang hidup tidak akan pernah kehilangan kreatifitas dan inovasi. Sebab akan selalu berupaya menghidupkan ekspektasi-ekspeksasi yang terukur sehingga mampu menggairahkan kehidupan organisasi (Adversity Quotient atau AQ) secara berkelanjutan.

DNA yang sudah ada pada seorang leader perlu dilakukan dan melakukan re-code dengan mentransformasikan kepada seluruh elemen organisasi. Sehingga mampu memotivasi organisasi dan individu-individu dalam organisasi agar lebih menjadi berdaya.

Memperbaiki DNA individu dan organisasi dapat dilakukan dengan memperbaiki “DNA organisasi (Organization DNA), DNA Perubahan (Change DNA), dan DNA Kepemimpinan (Leadership DNA)” dengan cara memasukkan “darah-darah segar baru” dalam top management atau middle management. Bisa juga dengan memasukkan anak-anak muda yang masih segar, dengan harapan agar mereka mampu menjadi katalis untuk memberikan warna dan gairah baru.

Disisi lain juga mesti memperhatikan rekruitmen. Dimana rekruitmennya harus dilakukan melalui seleksi yang sangat ketat (free and fair competition and collaboration), serta diberikan kesempatan melalui career track yang cepat.

Memberikan kepercayaan kepada anak muda, sesuai dengan realitas jaman dan generasinya dalam organisasi merupakan cara yang paling efektif untuk mengubah DNA Organisasi. Kalau mereka teguh terhadap prinsip perubahan yang mereka hidupkan, maka mereka akan tetap konsisten membawa nilai-nilai baru tanpa meninggalkan identitas dan idealisme organisasi.

Sehingga, mereka akan bekerja dengan etos kerja yang berbeda dalam mengimplementasikan visi, misi, tujuan serta program-program organisasi. Dari sini maka DNA pemenang itu akan terbentuk dan terejawantahkan dalam organisasi.

Kecepatan dan ketepatan dalam transformasi menuju DNA pemenang, sebenarnya sangat tergantung bagaimana seluruh elemen dalam organisasi menjalani proses.

Sebagaimana kutipan dari Rhenald bahwa,”Siapa yang bisa memimpin harus berani maju ke depan. Siapa yang mau berubah harus membuka pikirannya. Kalau tidak memimpin, kita harus sama-sama bergerak. Kalau memimpin tidak bisa, dipimpin tak mau ikut, silahkan duduk manis di tepi atau keluar sama sekali”.

Sebagai muslim kita sesungguhnya mewarisi DNA pemenang itu. Hal ini sebagaimana dalam Surat Ali Imran ayat 110: ”Kamu adalah umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah.”

Demikian juga dalam surat At-Tin ayat 4, ”Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” Dan masih banyak ayat lagi yang menerangkan tentang ini.

Akan tetapi, keterpurukan umat Islam beberapa dekade ini, bahkan lebih diperparah semenjak keruntuhan Khilafah Utsmaniyah, menyebabkan sebagian besar DNA Umat Islam yang hampir 2 Milyar di seluruh dunia ini, mengalami inferior.

Dari DNA umat terbaik dan unggul, mengalami keterpurukan. Langkah-langkah perbaikan sudah banyak dilakukan oleh para pendahulu kita, akan tetapi recode DNA pemenang menjadi tantangan saat ini. Dan, sesungguhnya itu bisa dilakukan.

Kerangka yang ditawarkan Rhenald di atas, bisa menjadi referensi. Sebab perubahan itu sebuah keniscayaan, dan dilakukan oleh individu maupun kelompok.

“…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri..” (ar-Ra’d: 11). Ini PR besar umat ini, untuk melahirkan DNA Pemenang.

Wallahu a’lam

Asih Subagyo│Senior Researcher Hidayatullah Institute

Remas Baabul Iman dan BKMT Iwoimopuro Gelar Silaturrahim Syawal

KOLAKA (Hidayatullah.or.id) — Pengurus Remaja Masjid Baabul Iman Iwoimopuro bekerja sama dengan Badan Kontak Majelis Taklim(BKMT) Iwoimopuro, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengadakan kegiatan Silaturrahim Syawal dengan tema “Merajut Ukhuwah, Kokohkan Jamaah”.

Dalam acara yang terlaksana di Masjid Baabul Iman, Iwoimopuro pada Jum’at, 26 Syawwal 1443 H (27 Mei 2022) tersebut, panitia mendapuk Penyuluh Agama Islam Kecamatan Wolo Ust. Jumadi, S.Sos.I. sebagai pemateri pertama dan Ketua Yayasan Kampus Madya Pesantren Hidayatullah Ulukalo, Kabupaten Kolaka Ust. Muh. Arief Nur, S.Pd.I., M.Pd. sebagai pemateri ke-2.

Kegiatan tersebut dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ust. Muh. Arif Nur yang merupakan Qori Nasional yang pernah mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara di ajang MTQ tingkat Nasional yang membuat jamaah khusuk mendengarkan kalam ilahi tersebut.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Iwoimopuro. Pada kesempatan itu Kepala Desa Iwoimopuro, Rusli dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga persatuan dan menghidupkan kegiatan keagamaan.

“Kita sebagai masyarakat harus senantiasa menjaga persatuan. Pemerintah Desa dan tokoh-tokoh masyarakat harus bahu membahu untuk memahamkan masyarakat kita tentang pentingnya selalu datang ke masjid dan mengikuti kegiatan keagamaan seperti ini,” terangnya.

Pemateri pertama menyampaikan bahwa kokohnya suatu jama’ah manakala ada persatuan serta senantiasa menjaga silaturrahim dengan mengambil perumpamaan pada semut.

“Semut yang kecil pun bisa mengalahkan gajah yang besar karena semut memiliki persaudaraan dan persatuan yang kuat,” terang Ust. Jumadi.

Sementara itu, Ust. Muh. Arief Nur sebagai pemateri ke-dua dalam pemaparan materinya menyampaikan bahwa orang bertakwa adalah yang baik hubungannya dengan saudaranya, seraya mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam QS. Ali Imran ayat 133 hingga ayat 136.

“Orang bertakwa adalah orang yang gemar berinfak dalam membantu kesulitan saudaranya, mampu menahan amarahnya, selalu memaafkan kesalahan, dan senantiasa mengantar dirinya menjadi orang yang senantiasa berbuat baik. Sesungguhnya, inilah solusi dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam membangun tatanan kehidupan sosial manusia,” jelas Musyrif dan Muallim Nasional Hidayatullah Sultra ini.

Selanjutnya, ketua panitia acara tersebut Ust. Nasruddin Malewa, S.Sos.I. yang juga merupaka=an salah satu alumni Pesantren Hidayatullah Ulukalo menyampaikan rasa terima kasih setinggi-tingginya atas partisipasi semua pihak sehingga acara tersebut bisa terselenggara dengan baik.

“Dengan adanya kegiatan Silaturrahim Syawal ini,” sambungnya, “Diharapkan tali silaturahim antar kita dapat terjalin dengan baik.”

Acara kemudian dilanjutkan dengan launching kegiatan Berbagi Berkah Jum’at yakni program pembagian makan setiap hari Jum’at bagi jama’ah Masjid Baabul Iman dan akhirnya ditutup dengan penyerahan cenderamata oleh pemerintah desa setempat kepada pemateri./*Noer Akbar

Rumah Quran Hidayatullah di Pulau Derawan Diresmikan

BERAU (Hidayatullah.or.id) – Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bersama dengan DPD Hidayatullah Kabupaten Berau menggelar peresmian Rumah Quran Qolbun Salim di Kampung Pulau Derawan, objek wisata yang terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Selasa, 23 Syawal 1443 (24/05/2022).

Hadir dalam peresmian tersebut Camat Pulau Derawan, Syamsudin Ambakadang. Ia sangat mengapresiasi kiprah BMH bersama Hidayatullah yang benar-benar hadir di tempat terpencil seperti kepulauan Derawan ini.

“Kami atas nama pemerintah menyampaikan apresiasi kepada Hidayatullah dan BMH yang telah menghadirkan Rumah Quran untuk masyarakat Pulau Derawan,” ungkapnya.

“Semoga dengan hadirnya Rumah Quran ini ke depan anak-anak dari Pulau Derawan bisa tampil di ajang Musabaqah Tilawatil Quran tingkat provinsi,” imbuhnya penuh harap.

Peresmian ini dihadiri oleh Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad, sejumlah pengurus DPP Hidayatullah dari Jakarta, pengurus tingkat pusat Hidayatullah lainnya, Pendiri Hidayatullah Ustadz Hasyim HS, Pembimbing Hidayatullah Kampus Induk Balikpapan beserta, serta peserta Sarasehan Pendiri Perintis dan Silaturahim Dai Hidayatullah VIII.

Ketua DPD Hidayatullah Kabupaten Berau, Ustadz Saifudin menegaskan, program Rumah Quran ini adalah bagian dari komitmen Hidayatullah yang didukung penuh oleh BMH untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Rumah Qur’an Qolbun Salim ini adalah wujud ikut serta kita semua untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Bahkan Rumah Quran ini bukan sebatas tempat mengaji, tetapi juga sentra pembinaan anak-anak, remaja, dan warga Pulau Derawan,” jelasnya.

“BMH akan mendukung dan terus mendorong upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui gerakan dakwah dan pendidikan,” tutup Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Kaltim, M. Rofiq di lokasi peresmian.

Secara simbolis, peresmian RQ tersebut ditandai dengan pembukaan selubung papan nama RQ Qolbun Salim serta pemotongan pita di pintu masuk bangunan RQ itu. Dilakukan oleh Pemimpin Umum Hidayatullah, Camat Pulau Derawan, Ketua DPD Hidayatullah Berau. Hadir pula Kepala Bidang Dakwah dan Pelayanan Umat (Yanmat) DPP Hidayatullah Drs Nursyamsa Hadis menyampaikan sambutannya.

Bangunan berbahan kayu itu terdiri dari dua lantai. Dikerjakan selama sekitar dua bulan. Kini sudah bisa ditempati. Sebelumnya, kegiatan di RQ tersebut dilakukan di mushalla di kompleks Hidayatullah Pulau Derawan.

Menurut Sabriansyah, Ketua Gerai BMH Berau, jumlah santri di RQ tersebut sebanyak 60 orang anak. “Orangtua mungkin sekitar 20 (orang),” ujarnya kepada Hidayatullah.com usai acara itu.

Aktivias belajar mengajar di RQ tersebut pun sudah berjalan sekitar dua bulan lamanya. “Sejak dua bulan yang lalu, sebelum Ramadhan kita sudah bergerak untuk mendirikan(nya),” ujarnya.

RQ Qolbun Salim merupakan rumah Quran pertama yang ada di Pulau Derawan tersebut.* (SKR/MCU)

Mushida Sumut Gelar Raker dan Rakerda Gabungan

DELI SERDANG (Hidayatullah.or.id) — Muslimat Hidayatullah (Mushida) Sumatera Utara menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) sekaligus Rakerda gabungan di Deli Serdang, belum lama ini.

Perhelatan ini dihadiri oleh 50 peserta dari 15 Pengurus Daerah (PD) Mushida se-Sumut. Mulai dari daerah yang mayoritas hingga minoritas umat Islamnya.

Pembukaan acara dipandu oleh MC acara dirangkai oleh beberapa sambutan. Diawali dari ketua panitia, Sariya Ningsih, dengan ucapan terima kasihnya pada kepanitiaan Rakerwil kali ini.

Dilanjutkan oleh taujih dan sambutan oleh Ali Ibrahim Akbar selaku Ketua Yayasan Hidayatullah Kampus Utama Medan. Ali menyampaikan kisah tentang sosok Muhammad Al Fatih.

Dia mengutarakan bagaimana sosok belia ini bisa menaklukkan Konstantinopel. Ali pun menuturkan latar belakang gilang gemilangnya prestasi Muhammad Al Fatih di usia yang terbilang muda.

“Ibunya dengan ikhlas dan sabar menitipkan agar Muhammad Al Fatih dididik oleh Syekh Syamsuddin,” kata Ali. Kata dia, hal ini seyogyanya gambaran peran Mushida dalam miniatur peradaban pada rumah tangganya.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPW Hidayatullah Sumut, Ust Subur Pramudya, berkenan meluangkan waktu membuka acara tersebut yang diawali dengan taushiahnya.

Subur memberikan tamsil bahwa orang yang berjuang di medan dakwah itu seperti berada di sebuah kapal besar. Jika kita tidak suka atau tidak betah di kapal, maka jangan lantas membocori kapal karena semua penumpang bisa tenggelam.

“Jangan ‘bocori’ kapal karena kita akan tenggelam, tapi bersabarlah serta utarakan keluhan yang dialami kepada kepala armada atau ABK sambil menunggu kapal bersandar sampai tujuan,” beber Subur Pramudya dalam sambutan sekaligus membuka acara.

Dia melanjutkan, maka dari itu sebagai para istri pejuang alangkah baiknya agar selalu mendukung dakwah pasangannya melalui iman dan ikhlas. Karena perjuangan itu tidak mudah.

“Walaupun nampaknya dalam berjuang itu menderita tapi hakikatnya kita bahagia, dan itu hanya bisa dirasakan namun susah diteorikan,” tambah dai jenaka yang selalu semangat ini.

Kegiatan yang dilangsungkan dua hari berturut-turut ini berisi ragam agenda, salah satunya adalah materi kelembagaan, laporan tahunan Pengurus Wilayah (PW) yang langsung dipandu oleh ketua, Ustazah Mujiatun.

Kegiatan juga dirangkai dengan konsolidasi setiap daerah, arahan, dan taujih oleh ketua Murobbiyah Wilayah (MW).

Setiap perwakilan daerah juga mendapatkan kesempatan menyampaikan laporan pada penanggung jawab wilayah yang juga dirangkai dengan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) gabungan hingga sore hari.*/Ummu Ara

Tadabbur Ayat Kauniyyah

0

Oleh Azhari Tammase, M.Pd.I*

DALAM Bahasa Arab, kata آيةٌ jamaknya آياتٌ, bermakna tanda atau alamat (Kamus al-Bisri, hlm.20). Sesuatu yang dengannya dikenal lebih jauh. Sedangkan ayat al-kauniyyah (الآيات الكونية) adalah tanda-tanda ciptaan, dengan maksud kita merenunginya (tafakur) agar mendapatkan ibrah (pelajaran), hikmah (ilmu pengetahuan) dan pengalaman (karena proses berpikir).

Ayat ini ada dua: ayat tanziliyyah dan ayat kauniyyah. Allah SWT memberikan keduanya agar: manusia mengenal-Nya (ma’rifatullah), mengakui hanya Allah yang mampu menciptakan, mengatur, dan memberi rezki (rububiyah), kemudian meyakininya bahwa bentuk penyembahan hanya tertuju satu Dzat saja (uluhiyah), hingga memberi satu konsekuensi logis akan penahbisan diri sebagai makhluk, yang tercipta dalam keadaan lemah, hina, dan bodoh.

Sehingga mendorong manusia menyatakan diri lewat persaksian (syahadat) bahwa segala yang diagungkan berupa sembahan sembahan selain Allah, mutlak dinafikan, kemudian menetapkan (itsbat) satu sembahan saja yaitu Allah, bahwa semua ini lillahi taala, لاَ مَعبودَ بِحقٍ إلا الله.

Ayat tanziliyyah yaitu Al-Qur’an: kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Rasulullah Saw lewat wasilah Jibril as. Turun menyeluruh dari lauhul mahfuzh ke baitul izzah di langit dunia pada malam Lailatul Qadr dan secara bertahap dan berangsur-angsur selama 23 tahun lamanya (Manna al-Qatthan, Mabahits fii Ulumil Qur’an).

Fungsinya sebagai pedoman hidup agar manusia tidak tersesat, tetap on the track di jalan yang lurus, petunjuk tanpa keraguan, cahaya penerang bagi gelapnya zaman jahiliah, pembeda antara hak dan bathil, sebagai bayyinat, basyiran wa nadziran, bahkan juga disebut sebagai ruh, karena Al-Qur’an sejatinya menghidupkan jiwa manusia, karena juga dibawa oleh ar-Ruh (nama lain Jibril as).

Lewat ayat tanziliyyah ini Allah SWT menyampaikan semua, termasuk ciptaan-ciptaan-Nya. Dikabarkannya bahwa semua itu ciptaan Allah. Bahwa Allah menciptakan jagat raya alam semesta ini. Ada langit, bumi, matahari, bulan, bintang, planet, gunung, laut, darat, hewan, tumbuhan, siang dan malam, hingga fenomena alam lainnya. Tidak ada yang sia-sia. Tidak terjadi secara kebetulan. Tidak terbentuk dengan sendirinya. Dan tidak mewujud karena proses perubahan dan seleksi alam yang berlangsung sangat lama. Semua diciptakan dengan teliti dan penuh keistimewaan dalam masa yang tercantum dalam Al-Qur’an.

Allah SWT Berfirman:


اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ مَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا شَفِيْعٍۗ اَفَلَا تَتَذَكَّرُوْنَ

Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Bagimu tidak ada seorang pun penolong maupun pemberi syafaat selain Dia. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? (QS. as-Sajadah:4)

Tergambarlah seluruh ciptaan tersebut di dalam Al-Qur’an, dengan begitu apik dan luar biasa. Gambaran itu semua dinamakan ayat kauniyyah, yang juga menuntut kita untuk dibaca dan direnungkan.

Kalau Al-Qur’an sebagai ayat tanziliyyah dibaca secara tekstual: dilafalkan, dihafal, didengar, diterjemahkan, ditadabburi, hingga diamalkan. Maka ayat kauniyyah pun juga harus dibaca: dikaji, diteliti, diriset, hingga memunculkan temuan-temuan sains untuk kemaslahatan hidup manusia.

Jadi, kedua ayat tersebut mutlak kita iqro. Karena itu menjadi tanda dan alamat akan eksistensi Tuhan untuk diketahui lebih jauh. Tanpa membaca ayat-ayat Allah ini, mustahil kita mengenal-Nya. Bagaimana mungkin mengenal sesuatu tanpa kita tahu tanda dan alamatnya.

Nah, upaya membaca dan menggabungkan dua ayat bacaan inilah yang disebut sebagai ulul albab, yaitu orang-orang yang menggunakan instrumen fikir dan dzikirnya, sebagai bentuk penghambaan diri kepada Allah SWT semata.

إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ . ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali Imran: 190-191)

Bahwa ulul albab adalah orang-orang yang selalu mengingat Allah dalam segala kondisi sekaligus orang yang berpikir tentang kehebatan penciptaan langit, bumi dan meyakininya. Mereka berkata: “Wahai Tuhan Kami, Engkau tidak menciptakan hal ini sia-sia dan hanya sebagai hiburan, namun Engkau menciptakannya sebagai petunjuk atas kuasa dan hikmahMu. Kami menyucikanmu dari segala sesuatu yang tidak sesuai denganMu dan dari kesia-siaan. Maka jadikanlah ketaatan kami kepadaMu itu sebagai pelindung dari neraka). (Wahbah az-Zuhaili, Tafsir al-Wajiz).

Misalnya, sebagai penguat saja akan kehebatan penciptaan alam ini. Bahwa jarak bumi ke matahari: 149,6 juta km. Sedangkan jarak bumi ke bulan 384.400 km. Bagaimana seandainya jika keduanya dibalik, matahari didekatkan sedangkan bulan dijauhkan.

Perlu juga kita ketahui bahwa bumi ini berputar dengan kecepatan super cepat, 1770 km/jam (padahal mobil F1 hanya mentok 400 km/jam). Meski demikian kita tidak merasakan putaran dan goncangannya. Sekitar 6370 Km jauh di bawah pijakan kaki kita, terdapat lelehan batuan yang sangat panas sedang terperangkap dalam kerak bumi yang disebut magma. Cairan pijar tersebut panasnya hingga 1000 derajat Celsius, dan dapat meledak menghancurkan permukaan bumi ini kapan saja.

Maha Sempurna bagi Allah apa yang diciptakannya. Kita tidak ikut berputar, berguncang, aman beraktifitas dan lancar, menikmati pergiliran siang dan malam. Semoga kita senantiasa bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya.

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ ۖ أَفَلَا تَسْمَعُونَ

Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Maka apakah kamu tidak mendengar?” (QS. Al-Qashash:71)

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus menerus sampai hari kiamat, siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu yang kamu beristirahat padanya? Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. Al-Qashash: 72)

Masya Allah, semoga kita terhantar menjadi orang-orang yang ulul albab,dan menjadi hamba-Nya yang selalu bersyukur.

Penulis adalah pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hidayatullah Batam

Hadirkan Ustadz Ahmad MS, BKMT Konsel Gelar Halal Bihalal

KONAWE SELATAN (Hidayatullah.or.id) — Ketua DMW (Dewan Murabbi Wilayah) Hidayatullah Sulawesi Tenggara Ustadz Ahmad MS. hadir sebagai pemateri event Halal Bihalal yang digelar oleh BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim) Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang diadakan di Masjid Al-Khairat, Kel. Alangga, Rabu, 24 Syawwal 1443 H (25 Mei 2022).

Kegiatan ini untuk mengawali pengajian gabungan BKMT yang rutin dilaksanakan setiap bulannya pasca Ramadhan lalu sekaligus dirangkaikan dengan Halal Bihalal 1443 H yang mengusung tema “Kita Merajut Ukhuwah dan Kebersamaan Menuju Ridho Allah SWT”
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ahmad MS menyampaikan di hadapan jamaah gabungan majelis taklim ini untuk terus menguatkan kesadaran bertauhid dalam menjalani kehidupan.

“Pasca bulan Ramadhan yang baru saja kita lalui semoga semakin menguatkan kesadaran tauhid yang menjadi bekal dalam mengarungi perjalanan hidup selanjutnya,” ungkap mantan Ketua DPW Hidayatullah Sumatera Selatan ini seraya mengutip Surah Al-‘Araf: 172.

Ustadz Ahmad juga berharap agar BKMT berperan sebagai media saling ingat mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran sebagaimana amanah dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala di Surah Al-Ashr.

Turut hadir dalam event ini Wakil Ketua BKMT Kab. Konawe Selatan Suharni S.Pi M.Pi., Ketua BKMT Kec. Andoolo Lilianti S.Pd.I., Ketua BKMT Kel. Alangga Susianti, S.M., Kabag Hukum Kab. Konawe Selatan Pujiono SH., MH.

Tampak pula Lurah Alangga Nasarudin, S.Si., juga dihadiri oleh Majelis Taklim dari 8 (delapan) kelurahan dan desa se-kecamatan Andoolo serta jamaah Masjid Al-Khairat.*/Noer Akbar

Hidayatullah Papua Barat Kirim Alumni Studi ke Jawa dan Kaltim

0

MANOKWARI (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Papua Barat melepas sekaligus memberikan pembekalan kepada calon mahasiswa yang akan dikirim untuk kuliah di berbagai Perguruan Tinggi di Jawa dan Kalimantan Timur.

Acara berlangsung di ruang meeting kantor DPW Hidayatullah Papua Barat Jl. Trikora Arfai II Kelurahan Anday Distrik Manokwari Selatan Kabupaten Manokwari Papua Barat pada hari Rabu, 24 Syawal 1443 (25/5/2022).

Dalam sambutannya, Hasdar Ambal selaku Ketua DPW Hidayatullah Papua Barat menyampaikan pengiriman tugas belajar ini adalah komitmen dalam bidang dakwah menyiapkan tenaga dai yang akan ditugaskan di Papua Barat.

“Program ini dilatarbelakangi oleh minimnya tenaga dai yang berdakwah terutama di daerah pedalaman Papua Barat. Karenanya DPW Hidayatullah Papua Barat berkomitmen setiap tahun untuk selalu mengirim para alumni SMA/MA milik Hidayatullah se-Papua Barat untuk tugas kuliah di perguruan tinggi yang telah bekerjasama dengan kami,” kata Hasdar.

Umumnya kader dai muda alumni kampus Hidayatullah dikirim menempuh studi di Perguruan Tinggi Hidayatullah (PTH) yang tersebar di berbagai daerah seperti di STAIL Surabaya, STIE Depok, STIKMA Malang, STIS Balikpapan, STIT Batam, IAIA Abdullah Said Kepri, STAI Albayan Makassar, dan lainnya.

“Tahun ini kami mengirim sebanyak 11 orangalumni kami untuk tugas kuliah di Bogor dan Kalimantan Timur. Jurusan mereka ambil adalah Bahasa Arab, Ekonomi Syariah, serta Hukum Keluarga,” kata Hasdar.

Beliau menambahkan, setelah lulus kuliah, mereka sudah memiliki ilmu yang mumpuni dam mereka selajutnya ditugaskan untuk berdakwah di masyarakat baik di perkotaan maupun daerah pedalaman Papua Barat.

“Artinya, setelah lulus kuliah mereka tidak menganggur melainkan sudah ditunggu oleh pekerjaan,” kata Hasdar.

Selaku narasumber, Ust H Sultan selaku Ketua Dewan Murobbi Wilayah Hidayatullah Papua Barat mengingatkan para calon mahasiswa ini untuk menjaga nama baik Islam sebagai peradaban mulia, nama baik organisasi maupun nama Papua Barat.

“Kalian adik-adikku merupakan orang pilihan yang akan mengikuti program mulia ini, sehingga kalian bukan membawa nama pribadi tetapi membawa nama besar Islam serta nama besar organisasi khususnya Papua Barat secara umum,” imbuhnya.

Sultan menambahkan, untuk bersungguh-sungguh serta bersabar, merupakan kunci sulses.

“Kalian harus bersungguh-sungguh belajar. Tidak ada yang mudah, semua butuh perjuangan dan pengorbanan sehingga harus tetap selalu bersabar. Insya Allah kalian akan sukses,” pesannya..

Acara ditutup dengan penyerahan simbolis Surat Rekomendasi dan doa bersama serta foto bersama.

adir pula dalam acara tersebut ketua Yayasan Ponpes Hidayatullah Manokwari Ust Ahmad Taufik dan ketua DPD Hidayatullah Manokwari Ust Ahmad Arifuddin.*/Miftahuddin

Hidayatullah Jawa Tengah Turunkan Tim Bantu Korban Banjir Rob

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) — Sebagai ormas yang berkhidmat untuk umat, Hidayatullah selalu dan akan terus hadir dalam aksi-aksi kemanusiaan. Terbaru, Hidayatullah hadir bantu ringankan kesulitan warga yang terdampak banjir rob di Kota Semarang dan Pekalongan.

“Alhamdulillah, kolaborasi antar organisasi induk Hidayatullah dengan beragam elemen organisasi pendukung sangat baik terbukti aksi hari ini turun bersama SAR Hidayatullah, Pemuda Hidayatullah, BMH, Pos Da’i, Rumah Qur’an dan Jaringan Pendidikan Integral Hidayatullah benar-benar sangat baik.” Urai Ketua Departemen Sosial Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Tengah, Wuryantoro, Selasa (24/5/22).

Wuryantoro mengatakan, untuk kota Semarang, aksi yang dilakukan selain evakuasi dan rehabilitasi, juga membagikan ratusan nasi kemasan di Kelurahan Bandarharjo dan diterima secara simbolis juga oleh Ibu Lurah.

Lurah Bandarharjo, Ibu Emi, menyampaikam ucapan terimakasih atas kepedulian dari Hidayatullah untuk warga kami.

“Mewakili warga, kami ucapkan terimakasih atas bantuanya sebab warga sangat mengharapkan uluran tangan para donatur untuk satu dua hari kedepan diantaranya sembako, air bersih, obat-obatan dan pakaian pantas pakai,” kata Lurah Emi.

Di Pekalongan, aksi yang sama juga dilakukan oleh tim relawana gabungan Hidayatullah. Untuk hari ini ada 3 kelurahan yang disasar sebagai titik awal penyaluran bantuan tahap awal yang terdiri dari air minum, popok anak, makanan siap saji dan pakaian pantas pakai.

Wuryantoro menambahkan, bantuan darurat untuk warga korban rob di beberapa daerah pesisir Utara Jawa Tengah akan terus diusahakan untuk beberapa hari ini serta menerjunkan relawan kemanusiaan dengan sistem begilir (ship) dari Tim Aksi Siaga Kemanusiaan (TASK) Hidayatullah – Laznas BMH.

Seperti diwarta media, pada hari Senin, 23 Mei 2022 sekira pukul 13.45 WIB, banjir bandang melanda kawasan industri Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang. Air laut setinggi 2 meter naik ke daratan menerjang kawasan industri tersebut.

Tak hanya itu, derasnya air juga menjebol tanggul, limpasannya meluber hingga ke badan jalan. Jebolnya tanggul laut membuat air meluber dan area yang terdampak makin meluas.

Selain Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, kota-kota lainnya di Jawa Tengah antara lain Rembang, Demak, Pati, Pekalongan, hingga Tegal ikut terdampak banjir rob.

Sementara itu, menurut data yang disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di awal tahun 2020 lalu jumlah kejadian bencana banjir mencapai 555 kejadian, hampir setengah dari kasus banjir di tahun 2019. Tidak menutup kemungkinan angka tersebut bertambah hingga di tahun 2022 ini.*/Yusran Yauma

Mudzakarah Asas Asas Hubungan Antarbangsa – Antarnegara

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Bidang Pembinaan dan Pengembangan Organisasi (BPPO) bersama Departemen Hubungan Antarbangsa DPP Hidayatullah menggelar sarasehan (mudzakarah) bertajuk “Perbandingan Asas-Asas Kebijakan Hubungan Antarbangsa-Antarnegara Republik Indonesia dan Harakah Hidayatullah” di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Selasa, 23 Syawal 1443 (24/5/2022).

Selain membahas dan berdialog berkenaan dengan isu terkini seputar hubungan internasional, forum juga menyoroti problem internal seperti isu ketahanan nasional.

Pengamat isu-isu internasional dan Timur Tengah, Pizaro Gozali Idrus, narasumber dalam acara itu menilai hubungan dan diplomasi internasional Indonesia dewasa ini belum pada kualitas yang sesungguhnya. Padahal, terangnya, Indonesia pernah punya sejarah sangat manis dalam percaturan politik global.

Selain itu, Pizaro melihat, kondisi tersebut terjadi karena di waktu yang sama problem domestik belum sepenuhnya dapat diatasi. Di waktu yang sama, tiadanya visi yang terang dan tegas dalam upaya diplomasi internasional kita.

Oleh sebab itu, Pizaro memandang perlunya memperkuat ketahanan nasional seraya memantapkan jalinan diplomasi hubungan internasional yang kokoh berlandas pada Pancasila.

“Ketahanan nasional merupakan salah satu alat untuk mempertahankan kedaulatan kita,” kata Pizaro.

Ditengah kondisi geo politik saat ini, menurut Pizaro, Indonesia harus dapat berperan secara bebas dan aktif serta independent dalam kancah pertarungan politik internasional. Langkah itu perlu diambil agar Indonesia tidak menjadi objek semata.

Semangat hubungan internasional semacam itu selaras dengan apa yang menjadi pesan Bung Hatta dalam memoarnya serta sejalan dengan Garis Besar Politik Luar Negeri Indonesia sebagaimana keputusan Dewan Pertimbangan Agung, Nomor 2 Tanggal 19 Januari 1961.

Senada dengan itu, Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Organisasi DPP Hidayatullah, Asih Subagyo, menambahkan hal penting mencakup ketahanan nasional yang perlu menjadi perhatian bersama yaitu ketahanan pangan dan ketahanan energi.

Acara yang dipandu oleh Ketua Departemen Hubungan Antarbangsa DPP Hidayatullah, Dzikrullah W. Pramudya, ini juga turut dihadiri Ketua Wantim Hidayatullah KH Hamim Thohari dan Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Nashirul Haq yang sekaligus membuka acara tersebut. Serta turut hadir unsur amal dan badan usaha, organisasi pendukung Pemuda Hidayatullah dan Muslimat Hidayatullah.*/Ain

DMU SMU Hidayatullah Kaltara, Ustadz Naspi Pesan Genjot Kecerdasan

TARAKAN (Hidayatullah.or.id) — Anggota Dewan Murabbi Pusat (DMP) Hidayatullah KH Naspi Arsyad meluangkan waktu ditengah kesibukannya menjadi pemateri dalam kegiatan Daurah Marhalah tingkat SMA/ sederajat se-Kalimantan Utara (Kaltara) gelaran DPW Hidayatullah Kaltara, yang dibuka pada Selasa, 23 Syawal 1443 (24/5/2022).

Dalam pengantarnya, Naspi mengatakan pelaksanaan Daurah Marhalah Ula untuk jenjang SMU adalah salah satu terobosan baik untuk menjawab kebutuhan terhadap sumber daya insani yang tidak sekedar cakap secara kognitif, tapi juga memiliki pemahaman komprehensif akan konsep tarbiyah dan dakwah Hidayatullah agar mainstream ini berjalan sesuai arah yang diharapkan.

Karenanya, terang Naspi, seorang kader harus cerdas karena kecerdasannya akan menuntun langkah dan inisiatifnya untuk menetapkan pilihan yang tepat dan bukan sekedar benar.

“Maka yang harus digenjot bagi seorang kader Hidayatullah adalah kecerdasannya karena hal ini tidak menjadi sifat yang otomatis ada,” kata kakek dari seorang cucu ini.

Naspi menjelaskan, kecerdasan seorang kader Hidayatullah dapat tercermin dalam keyakinannya bahwa memilih jalan tarbiyah dan dakwah adalah pilihan yang tidak boleh digoyahkan oleh tawaran-tawaran duniawi.

“Kecerdasan kader Hidayatullah mewujud dalam keteguhan dirinya untuk menolak tawaran-tawaran yang akan menarik dia keluar dari arus indah perjuangan Islam,” kata perintis Pesantren Mahasiswa Dai (Pesmadai) yang juga pengawal di Pondok Tahfizh Al Quran Al Humaira Sukabumi ini.

Alumni Universitas Islam MadinahArab Saudi ini meminta agar semua peserta DMU-SMU untuk mengikuti semua materi dan kegiatan secara maksimal agar hasilnya dapat terwujud seperti yang diharapkan.

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Utara, Ust. Endi Haryono, S.Sos.I, menyampaikan perihal pentingnya menyiapkan generasi pelanjut risalah dakwah sedari awal yang kelak akan memikul amanah kehambaan dan kekhalifahan di bumi.

“Kita menyadari bahwa perjalanan Hidayatullah masih sangat panjang. Dan, apa yang ingin dikerjakan juga masih sangat banyak.
Olehnya itu, Hidayatullah meyakini bahwa keberadaan kader-kader muda adalah satu investasi besar yang Allah titipkan agar nafas perjuangan ini tidak berhenti secara prematur,” kata Endi.

Dalam kesempatan pembukaan acara tersebut turut hadir Ketua Yayasan Hidayatullah Tarakan, Ust. Nuryahya Asa yang juga Dew an Murabbi Wilayah, tokoh masyarakat, pengurus yayasan, unsur inti penyelenggara pendidikan, amal dan badan usaha serta perwakilan organisasi pendukung (orpen) dan lainnya. (ybh/hio)