Beranda blog Halaman 402

Pondok Tahfidz Ashabul Jannah Hidayatullah Gowa Bidik 1000 Santri Penerima Beasiswa

GOWA (Hidayatullah.or.id) — Pondok Tahfidz Ashabul Jannah Hidayatullah Gowa membidik setidaknya 1000 santri penerima beasiswa subsidi untuk menempuh pendidikan di pesantren penghafal Al Quran yang berada di bilangan Timbuseng, Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan itu.

Demikian itu disampaikan Pimpinan Pondok Tahfidz Ashabul Jannah Hidayatullah Gowa, Ust Mustaqim, S.Sos, dalam sambutannya pada acara peresmian Jln. Hidayatullah yang baru dalam penyelesaian.

“Target kami adalah 1000 santri tahfidz dengan full subsidi, tentu hal tersebut menuntut kesiapan kami sebagai pengurus menyiapkan ketersediaan fasilitas dan kebutuhan infrastruktur lainnya,” kata Mustaqim di Gowa, Rabu (28/7/2021).

Pihaknya menyampaikan rasa syukur kepada Allah dan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat berkontribusi dalam pembangunan dan pengembangan Pondok Tahfidz Ashabul Jannah Hidayatullah Gowa.

Dia mengatakan, untuk mewujudkan harapan 1000 santri dengan full beasiswa itu bukanlah perkara mudah, karena itu nawaitu tersebut mesti didukung dengan membangun kebersamaan.

“Kebersamaan ini penting agar niat dan ikhtiar kita menyatu dan berpadu,” imbuhnya.

Sebab, terang dia, niat ini tak akan dapat terwujud jika hanya keinginan satu pihak diantara kita saja. Maka dukungan dan keterlibatan kita semua secara bersama itulah yang akan menguatkan ikhiat untuk terealisasinya visi tersebut.

Lebih jauh dia menjelaskan, pemilihan nama jalan dengan nama ‘Hidayatullah’ yang diresmikan itu adalah dengan harapan agar hidayah Allah senantiasa membersamai.

“Sehingga kita terjamin menjadi penghuni surga-Nya sebagaimana demikianlah pula juga makna daripada nama pondok kita ini, Ashabul Jannah,” katanya menukaskan.

Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VI Sulampua Nurdin Subandi yang turut hadir dan meresmikan jalan tersebut, mengatakan tidak asing lagi dengan Hidayatullah dan sudah cukup lama mengenal organisasi yang memiliki arus utama gerakan dakwah dan pendidikan ini.

“Hubungan kami dengan Hidayatullah, khususnya dengan Ustadz Mustaqim, sudah terjalin sekian lama, sehingga memang terasa kebersamaan kita,” kata Subandi.

Subandi menerangkan, OJK memang tidak punya semacam dana CSR. Namun demikian, pihaknya dapat menunjuk langsung industri perbankan di seluruh wilayah koordinasi agar dapat terus turut terlibat langsung memberi support.

“Dan beberapa hadir bersama kita hari ini, ada Bank Mandiri, Bank Sulselbar dan lainnya,” katanya.

Secara teknis, Subandi menyarankan pengurus pesantren untuk dapat memberi penjelasan program atau kegiatan apa yang masuk dalam skala prioritas untuk kemudian bisad dibicarakan lebih detail bentuk keterlibatan dari masing-masing industri perbankan tersebut.

Di tempat yang sama, Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Selatan, Drs. Nasri Bohari. M.Pd, mengatakan sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan di Indonesia, Hidayatullah di Sulawesi Selatan telah hadir di 24 Kabupaten/ Kota dalam bentuk Pondok Pesantren dengan segala segmentasi dan jenjang pendidikannya, salah satunya adalah Pondok Tahfidz Ashabul Jannah di Gowa ini.

Demikianlah itu karena fokus gerakan Hidayatullah adalah dakwah dan pendidikan. Hanya saja, memang, kata Nasri, Hidayatullah memulainya mungkin sedikit berbeda dengan ormas atau lembaga dakwah pendidikan lainnya.

“Perbedaan yang mungkin paling terasa adalah bahwa kami ‘berani’ memulai dari nol. Sebagaimana Ustadz Mustaqim di Gowa ini, bahkan justru memulai dari kurang dari nol karena setahu saya beliau ini sempat berhutang untuk memulai pembebasan lokasi ini,” kata Nasri.

Dia berpesan oleh karena demikian kondisinya, maka satu-satunya pilihan adalah melibatkan seluruh elemen masyarakat dari unsur pemerintah, swasta, bahkan perorangan.

“Semangatnya satu, memperluas lingkaran kebaikan yang tidak hanya dapat kita nikmati sendiri sebagai amal jariyah tapi juga menjadi warisan untuk generasi kita kelak di masa mendatang,” pungkas Nasri.

Salah satu donatur, Ilhanuddin Wahab, mengatakan amat bahagia dan bersyukur atas pencapaian Pondok Tahfidz Ashabul Jannah Hidayatullah Gowa. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat sehingga kegiatan kita pada hari ini dapat kita laksanakan.

“Harapan kami, keterlibatan kita terus berkelanjutan sebagai bentuk support pada program-program yang diinisiasi oleh pengurus Pondok Tahfidz Ashabul Jannah Hidayatullah Gowa,” katanya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Bank Sulselbar, Kakanwil Pegadaian Sulawesi Selatan, unsur muspida Pemkab Gowa, Kapolres Kabupaten Gowa dan Muslimat Fokus Makassar.*/Irfan Yahya

Sinergi Pemuda Gelar Sunatan Massal di Lamahala

0

FLORES TIMUR (Hidayatullah.or.id) – Realitas sosial pada masyarakat di Desa Lamahala Jaya, Adonara Timur, Flores Timur – NTT secara ekonomi terbilang jauh dari kata mapan dan mampu. Oleh karena itu, sebuah wadah komunitas yang tergabung dalam Ikatan Pemuda – Pemudi Brandos Lamahala Jaya, termasuk Pemuda Hidayatullah di dalamnya, menggelar kegiatan Sunatan Massal Gratis untuk Anak Yatim dan Dhuafa, Sabtu (24/07/2021).

Dalam sambutan pembukaan kegiatan, Ketua Panitia Pelaksana Karlan Damsyah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tanggu jawab sosial kami sebagai pemuda untuk membantu para keluarga yang tergolong kurang mampu.

“Kami hanya ingin membantu keluarga kurang mampu agar mereka bisa menyunati anak mereka dalam pelaksanaan sunatan massal gratis,” ungkap Karlan.

Sambungnya lagi, bahwa kegiatan ini juga berkat dukungan moril maupun materil dari pihak donatur yang telah menyuport kegiatan ini.

“Kami sangat berterimakasih kepada segenap donatur yang telah mendonasikan sebagian hartanya untuk bisa menyuskeskan kegiatan kami,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan dari Pengurus Ikatan Pemuda – Pemudi Brandos Ramadhan Ahmad, mengutarakan pada sambutannya, bahwasannya berkat kolektif kolegial Pemuda Brandos mampu mencubit kita sebagai insan yang berakal yang sejatinya selalu terkoneksi dengan hubungan vertikal dan horizontal sebagai hamba mampu merealisasikan tanggung jawab sosialnya.

“Bonus demografi mengubah paradigma kaum muda berpikir dan bertindak lebih kepada implikasi yang nyata kepada sesama. Lantas, patut kita acungi jempol bahwa dari pemuda hadir sebuah peradaban baru juga membuka lembar baru kebajikan” ungkap Ramadhan.

Dalam masih kesempatan yang sama, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Lamahala Jaya menyampaikan turut bangga dan senang ada anak muda yang mampu peduli terhadap sesama dalam hajatan sosial sebagai bentuk kontribusi pembangunan di lingkup desa.

“Saya mewakili pemerintah desa turut bangga kepada pemuda brandos yang mencatatkan dirinya sebagai agen perubahan di Desa Lamahala Jaya. Insya Allah, kedepan kita saling bahu membahu mengadakan kegiatan berbasis sosial kemasyarakatan yang berdampak.” imbuh bapak suluk.

Acarapun ditutup dengan pembacaan do’o oleh Bapak Imam Masjid Jami’ Al-Ma’ruf Lamahala Jaya juga khitanan massal oleh Tenaga Medis yang sudah bersedia di arena kegiatan.*/Dhani El Muchardy

Kakanwil Kemenag Sulbar Apresiasi Hidayatullah

MAMUJU (Hidayatullah.or.id) — Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Dr. HM. Muflih B. Fattah, MM, mengapresiasi peran Hidayatullah dalam pembangunan, utamanya di bidang dakwah dan pendidikan. Ia pun memuji ketaatan kader Hidayatullah dalam menjalankan tugas dakwah.

Hal itu disampaikannya dalam bincang santai ketika menerima rombongan Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulbar di ruang kerjanya, Senin (26/7/2021).

Orang nomor satu di jajaran Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat ini mengaku sudah lama mengenal Hidayatullah. Dia juga sudah mengenal dan memahami Hidayatullah sejak awal karirnya.

Terlebih ketika menyoal militansi kader Hidayatullah menerima perintah mutasi dan berusaha mudah menjalaninya tanpa menunggu waktu lama dan syarat yang banyak.

“Termasuk taat juga kalau disuruh nikah,” kelakar khas putra asli Sulbar ini.

Pada kesempatan itu, selain dalam rangka mengeratkan jalinan silaturrahim, rombongan Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulbar juga sekaligus melaporkan rencana pernikahan massal barokah enam pasang kadernya di DPD Hidayatullah Polman medio Agustus mendatang.

Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulbar turut mengundang Kakanwil untuk menghadiri acara walimatul urs tersebut serta berharap terus terjalin silaturrahim dan perhatian berkesinambungan dalam rangka memantapkan program layanan keumatan.

Sebelum rombongan DPW Hidayatullah pamit, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulbar yang dikenal tawadhu ini mengharapkan kunjungan selanjutnya dengan usulan program keumatan yang bisa disinergikan.*/Bashori

Doa Cinta

ADA KEBIASAAN orang Badui yang suka bertanya kepada Rasulullah dengan kepolosan dan keluguannya. Padahal para sahabat sangat berhati-hati kalau bertanya kepada Rasulullah.

Ada beberapa hadist menerangkan cerita pertanyaan orang badui dan itu menjadi kebaikan untuk umat Islam secara keseluruhan. Berikut ini diantaranya.

Sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik, ada seorang laki-laki (yang dimaksud orang Badui) bertanya tentang hari Kiamat.

“Ya Rasulullah, kapankah datangnya hari Kiamat?”

Nabi tidak menjawabnya tapi balik bertanya kepada laki-laki tersebut

“Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi hari Kiamat?”

Spontan laki-laki Badui itu menjawab, “Belum ada ya Rasulullah, selain kecintaanku kepada Allah dan Engkau Rasulullah”. Rasulullah lalu menimpali, “Engkau bersama orang yang kami cintai” ( HR. Al-Bukhori)

Anas bin Malik sungguh sangat senang dengan hadist di atas, hingga beliau berkata “Tiada yang mengembirakan hati kami daripada hadist Rasulullah, “Seseorang bersama yang dia cintai.”

Beliau juga mengatakan, “Aku mencintai Nabi salallahu ‘alaihi wasalam, Abu Bakar dan Umar. Aku berharap dapat berkumpul bersama mereka dengan bekal kecintaanku kepada mereka, kendati aku belum bisa beramal sebagaimana mereka beramal.”

Kiamat adalah peristiwa besar dan misteri kedatangannya, wajar jika sejak dulu hingga sekarang orang penasaran untuk mengetahui kepastian datangnya hari kiamat. Termasuk laki-laki Badui di atas, meski dia belum mempersiapkan amal yang banyak.

Tapi dia punya modal yang laur biasa yaitu cinta. Dengan modal cinta dapat membawa seseorang ke surga bahkan bisa berkumpul dengan orang yang dicintainya itu. Bukan cinta sembarangan tapi cinta kepada Allah dan Rasulullah.

Tidak mudah mencintai Allah dan Rasulullah, apalagi mendapatkan cintanya Allah dan Rasulullah. Sehingga Rasulullah mengajarkan sebuah doa untuk bisa mendapatkan cinta hakiki:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِي يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِي وَأَهْلِي وَمِنْ الْمَاءِ الْبَارِدِ

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kecintaan-Mu, dan kecintaan orang yang mencintai-Mu, serta amalan yang menyampaikanku kepada kecintaan-Mu. Ya Allah, jadikanlah kecintaan-Mu lebih aku cintai daripada diriku, keluargaku serta air dingin. (Doa ini diambil dari hadits riwayat Tirmidzi dalam Sunan Tirmidzi.)

Bahkan doa ini disunnahkan dibaca setiap selesai shalat wajib. Saking penting doa cinta ini. Maka beruntung bagi seseorang yang memperoleh kecintaan Allah.

Orang yang memperoleh cinta Allah akan senantiasa mendapatkan perlindungan dari setiap bahaya dan mendapatkan bimbingan serta petunjuk pada setiap kemaslahatan. Dijamin pasti bahagia dan selamat di dunia akhirat.

Demikian juga bagi hamba yang bisa mencintai Allah melebihi apa pun termasuk dirinya sendiri, maka kebahagiaan akan diperolehnya.

Bisa mencintai istri dan dicintai istri saja sudah sangat bahagia, apalagi bisa mencintai dan dicintai oleh Allah dan Rasulullah.

UST ABDUL GHOFAR HADI

Pandemi Momentum Tepat untuk Konsolidasi Keumatan dan Kebangsaan

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Sengatan dan dampak dari pandem covid-19 kian terasa parah dan mengkhawatirkan. Kondisi ini seharusnya menjadi momentum untuk melakukan konsolidasi keumatan dan kebangsaan dengan bersatu untuk kepentingan bersama, umat dan bangsa.

Demikian hal itu disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ust. Dr. H. Nashirul Haq atau UNH dalam acara acara Taushiyah dan Takbiran Nasional 1442 Ormas Islam beberapa waktu lalu seperti disitat sebagian dari channel Hidayatullah ID, Senin (26/7/2021).

“Semua pihak harus menghilangkan ego sektoral atau menanggalkan kepentingan pribadi dan kelompok, apalagi dalam menghadapi pandemi seperti ini yang diperparah dengan krisis ekonomi. Maka, tidak etis, jika ada yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan untuk kepentingan bisnis, politik dan sebagainya,” katanya.

Dalam pada itu, UNH juga menekankan agar hendaknya mengakhiri polarisasi sisa sisa dari Pilpres kemarin yang membuat kita tidak bersatu dalam menghadapi problema bangsa kita dan dunia saat sekarang ini.

“Maka, mari kita bersatu untuk kita teguh karena bercerai berai itu akan meruntuhkan kekuatan kita. Selama kita bersatu padu, maka Insya Allah, kita akan kuat dan Allah SWT akan senantiasa memberikan pertolongannya kepada kita,” katanya.

Dia pun mengajak untuk bersama merajut persatuan umat yang dimulai dari organisasi massa Islam dan para pimpinan pimpinannya.

“Insya Allah kita solid. Kita kuat, berwibawa, bermartabat dan meraih kemenangan bi idznillah, dan, Insya Allah, kita akan bisa menghadapi kondisi saat ini dengan sebaik baiknya,” ujarnya.

Selain itu, UNH juga mendorong penyikapan atas pandemi ini untuk memperbaiki diri. Ia mengatakan, kita harus menjadikan ujian ini sebagai wadah peningkatan kualitas iman sekaligus sebagai kafarat atas dosa dosa yang terdahulu.

Diterangkan, bahwa seseorang itu diuji oleh Allah berdasarkan kadar kualitas keimanannya. Maka semakin kuat keimanan seseorang maka semakin berat ujiannya. Dan, bagi orang beriman, segala bentuk ujian itu dijadikan sebagai momen sebagai kafarat.

“Dalam banyak hadits disebutkan bahwa tidaklah suatu musibah menimpa seorang muslim kecuali menjadi kafarat baginya. Bahkan duri yang menusuknya pun akan menjadi kafarat atas dosa dosa yang telah lalu,” katanya.

Dalam kondisi sulit seperti saat sekarang ini juga bisa menjadi dimanfaatkan untuk menggali potensi yang terpendam. Sebab, terangnya, new reality hari ini menuntut kita untuk berfikir dan bekerja secara cerdas, kreatif dan inovatif dalam menjalankan aktifitas kita sehari hari.

“Dalam kondisi sulit dan sempit pasti ada karya besar yang lahir. Pasti lahir orang orang yang hebat. Fa inna ma’al usri yusra inna ma’al usri yusra. Ada orang orang hebat yang akan lahir dalam kondisi sulit seperti ini. Ada karunia Allah yang akan diberikan kepada orang yang tangguh menghadapi ujian seperti hari ini,” imbuhnya manandaskan. (ybh/hio)

Menghadapi Pandemi dengan Memadukan Protokol Langit dan Protokol Bumi

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ust. Dr. H. Nashirul Haq, mengatakan dalam menghadapi pandemi covid-19 harus disikapi tidak saja dengan menggunakan protokol kesehatan berbasis ilmu pengetahuan dan sains, melainkan juga memadukannya dengan apa yang disebutnya sebagai “protokol langit”.

“Kita harus memadukan antara ikhtiar dan doa secara maksimal. Dalam istilahnya, yaitu memadukan antara protokol langit dan protokol bumi,” katanya beberapa waktu lalu dalam acara Taushiyah dan Takbiran Nasional 1442 Ormas Islam.

Beliau mengimbuhkan, segala bentuk ikhitiar dan doa harus dilakukan secara bersamaan dalam menghadapi pandemi ini.

“Protokol langit dalam bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Sedangkan protokol bumi adalah menjalankan protokol kesehatan sebagaimana telah kita pahami dan upayakan bersama,” katanya.

Jika keduanya sudah dilaksanakan secara sungguh sungguh, lanjutnya, maka apapun ketentuan Allah SWT maka itulah yang terbaik di sisi-Nya.

“Maka salah satu doa yang diajarkan oleh Nabiullah Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam setiap kali seorang mukmin menghadapi musibah adalah Allaahumma ajirnii fii mushiibatii wa akhlif lii khairan minhaa. Ya Allah, berilah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya,” lanjutnya seraya menyelipkan kiat doa.

Anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) ini berpesan kepada diri dan kaum muslimin untuk tetap bersabar dalam menghadapi situasi ini. Sebab, terang dia, boleh jadi setelah ini Allah akan memberikan sebuah karunia bagi orang orang yang menjalaninya dengan penuh kesabaran, penuh optimisme dan penuh husnudzon kepada Allah SWT.

“Semoga kita semua selalu dalam keadaan baik dan sehat. Semoga yang sakit disembuhkan. Yang mengalami kesulitan dimudahkan dan yang telah dipanggil oleh Allah diampuni segala dosa dan kesalahannya, diterima amalnya dan mendapat tempat yang mulia di sisi-Nya,” katanya.

Beliau menambahkan, dalam kondisi yang kita hadapi seperti saat sekarang ini, spiritualitas dan kedekatan diri kepada Allah SWT harus lebih ditingkatkan, termasuk kesabaran dan sikap optimis menjalani kehidupan di hari hari mendatang.

“Karena kita yakin selalu ada hikmah besar yang terkandung di dalam setiap ketetapan dari Allah SWT,” ujarnya.

Lebih jauh, pria yang karib disapa UNH ini mengingatkan bahwa sebagai orang beriman kita harus yakin bahwasanya setiap Allah menurunkan cobaan dan ujian ujian ada hikmah besar yang menyertainya. Sehingga, terangnya, sikap yang seharusnya dimunculkan adalah sabar, tawakkal dan optimis seraya berdoa semoha Allah SWT memberikan karunia yang lebih baik lagi.

Beliau lantas menukil sebuah hadirs dari Shuhaib bin Sinan radhiallahu’anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda yang diriwayatkan Imam Muslim:

عجبًا لأمرِ المؤمنِ . إن أمرَه كلَّه خيرٌ . وليس ذاك لأحدٍ إلا للمؤمنِ . إن أصابته سراءُ شكرَ . فكان خيرًا له . وإن أصابته ضراءُ صبر . فكان خيرًا له

“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya”

UNH menerangkan bahwa orang beriman itu keadaannya selalu baik. Dalam keadaan ia susah mendapatkan ujian dan cobaan, ia bersabar dan itu baik baginya. Dalam keadaan ia mendapatkan kenikmatan, dia bersyukur.

“Dalam mengarungi kehidupan ini selalu ada ketentuan Allah yang tidak bisa kita hindari, yang, boleh jadi, sebenarnya untuk kebaikan dan kemaslahatan hambanya namun hamba yang dhaif yang belum mengetahuinya,” imbuhnya seraya mengutip firman Allah SWT dalam surah Al Baqarah ayat 216:

وَعَسٰۤى اَنۡ تَكۡرَهُوۡا شَيۡـــًٔا وَّهُوَ خَيۡرٌ لَّـکُمۡ‌ۚ وَعَسٰۤى اَنۡ تُحِبُّوۡا شَيۡـــًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّـكُمۡؕ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ وَاَنۡـتُمۡ لَا تَعۡلَمُوۡنَ

“Boleh jadi engkau tidak menyukai sesuatu, padahal menurut Allah baik bagimu. Dan boleh jadi engkau menyukai sesuatu, padahal buruk bagimu. Allah Maha Tahu, sedang kita tidak tahu”.

Beliau menukaskan, bahwa mungkin kondisi yang kita hadapi saat ini adalah sesuatu yang tidak menyenangkan tetapi itu boleh jadi baik bagi Allah SWT agar kita bermuhasabah. “Agar kita menyadari segala keterbatasan dan kelemahan kita,” pungkasnya. (ybh/hio)

Menjadi Saudara Rasulullah

SEPULANG dari haji wada’, Rasulullah menyempatkan diri untuk takziyah ke pemakanan Uhud. Kemudian Rasulullah berkumpul dengan para sahabatnya, tiba-tiba Rasulullah bersabda, “Saya rindu bertemu saudara-saudaraku”.

Tentu para sahabat heran, hening diam sejenak dan bertanya-tanya dalam hatinya,

“Ya Rasulullah, bukankah kami ini saudaramu?” kata Abu Bakar kemudian.
“ Bukan, kalian adalah sahabatku” jawab Rasulullah.

“Kami juga saudaramu, Ya Rasulullah,” kata Abu Bakar lagi seolah ingin diakui juga sebagai saudara Rasulullah.

Rasulullah menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum kemudian beliau bersabda,

“Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tapi mereka beriman kepadaku dan mencintai aku melebihi cintanya kepada anak dan orangtuanya. Merekalah saudaraku dan kelak akan bersamaku. Beruntunglah orang-orang yang bertemu kepadaku dan beriman kepadaku. Beruntung pula orang-orang yang tidak pernah bertemu kepadaku tapi mereka beriman kepadaku”.

Para sahabat saja ingin menjadi saudara Rasulullah. Artinya, menjadi saudara Rasulullah itu memiliki kedudukan yang istimewa.

Peluang itu ada pada kita yang hidup ratusan tahun setelah Rasulullah wafat dan kita tidak pernah melihat dan berjumpa dengan Rasulullah.

Kita bisa melihat akhlak Rasulullah melalui membaca dan memaknai mukjizat yang Allah berikan yaitu kitab suci al Qur’an.

Kita mendengar sabda Rasulullah melalui hadis-hadistnya yang ditulis dan dibacakan para ulama.

Kita bisa mengenal Rasulullah dari kitab-kitab shirah yang disampaikan oleh para kyai dan ustadz.

Tapi untuk menjadi saudara Rasulullah tidak cukup hanya mengenalnya tapi mengimaninya dan mencintainya melebihi cinta kita kepada anak, saudara dan orang tua.

Aktualisasi beriman kepada Rasulullah mentaati perintah-perintahnya dan menjauhi larangannya. Artinya, saat mendengar atau membaca hadist maka seolah memang melihat dan mendengar nasehat Rasulullah sehingga ada keterpanggilan dan semangat untuk menjalankan perintahnya. Seperti hadist tentang keutamaan menjaga waktu shalat, mengamalkan shalat sunnah rawatib, puasa Senin Kamis dan banyak sunnah yang lainnya.

Ada banyak cara dan contoh untuk bisa dicintai Rasulullah. Ada sahabat Bilal bin Rabah yang sandalnya sudah ada di surga karena amalan yang istiqamah dalam melaksanakan sunnah shalat setelah wudhu.

Ada sahabat yang setiap mau tidur memaafkan semua kesalahan orang lain. Ada juga yang senantiasa setiap pagi bersedekah, ada yang memperbanyak membaca shalawat.

Rasulullah rindu ingin bertemu dengan saudara-saudaranya. Sekarang apakah kita yang mengaku dan ingin menjadi saudara juga merindukan Rasulullah?

Rasa rindu itu ada perasaan menggebu dan semangat untuk bertemu dengan mempersiapkan sejak sekarang ini untuk ikhlas beramal ibadah, beramal sholeh dan mengambil tugas Rasulullah yaitu dakwah tarbiyah untuk memperjuangan agama Islam bisa tegak di dunia ini. Wallahu a’lam bis shawwab

UST ABDUL GHOFAR HADI

BMH Kirim Bantuan Sembako untuk Masyarakat Pulau Seraya Kepri

0

KEPRI (Hidayatullah.or.id) — Di masa pandemi hampir semua sektor terdampak secara ekonomi, apalagi dengan diberlakukannya PPKM.

Demikian halnya dengan masyarakat nelayan di Pulau Seraya, pendapatan mereka menurun drastis.

Menyikapi kondisi ini BMH Kepri terpanggil untuk turut meringankan beban kesulitan yang dialami para nelayan di Pulau Seraya.

Tim BMH Kepri hadir ke Pulau Seraya yang langsung dipimpin Kepala BMH Perwakilan Kepulauan Riau, Abdul Aziz guna menyambangi masyarakat dengan membawa amanah kebaikan kaum Muslimin.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban kaum muslimin di Pulau Seraya yang juga terdampak dari masa pandemi dan PPKM. Bantuan yang disalurkan BMH Kepri merupakan bantuan dari para dermawan yang selama ini selalu mempercayakan donasi Zakat, Infaq dan Sedekah mereka melalui BMH.” terang Abdul Aziz bersemangat.

Salah seorang warga, Haji Amran, sangat berterima kasih atas bantuan yang diterima.

“Perhatian ini adalah bagian dari ikatan persaudaran sesama muslim sehingga kami mengucapkan terima kasih kepada BMH dan para donatur yang berkenan membantu kami,” ujar H Amran sumringah.

Selain menyalurkan bantuan ke Pulau Seraya, di masa pandemi ini, BMH Kepri juga telah menyambangi kampung muallaf di Pulau Caros, Batam dan kampung muallaf di Selat Kongki, Kojong Kabupaten Linga.

“Tekad BMH Kepri untuk terus menebarkan kebaikan tanpa batas dengan menyalurkan bantuan para donatur dengan tepat sasaran dan amanah,” tutup Abdul Aziz.*/

Hidayatullah Makassar Wakili Sulsel Seleksi Ponpes Unggulan Festival Ekonomi Syariah KTI 2021

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) –– Pesantren Hidayatullah kampus utama Makassar terpilih mewakili pondok pesantren se-Sulsel mengikuti seleksi program Ponpes Unggulan tingkat nasional.

Ponpes yang dibina Yayasan Albayan Hidayatullah itu menjadi wakil Sulsel dan regional Sulawesi untuk program pengembangan ekonomi dan kemandirian pesantren pada Festival Ekonomi Syariah KTI 2021 dari Bank Indonesia (BI).

“Alhamdulillah tentunya ini kepercayaan dari lembaga BI yang membanggakan kami dan menjadi motivasi mewujudkan visi Ponpes Hidayatullah Makassar yang unggul dan maju untuk semua bidang dan program yang dilaksanakan,” jelas Ketua Yauasan Albayan Hidayatullah Makassar, Ust Suwito Fatah MM di sela proses penelian secara daring, Jumat (23/7/2021).

Kegiatan ekonomi dan kemandirian Ponpes Hidayatullah Makassar yang diikutkan pada seleksi itu unit konveksi, Albayan Konveksi.

Albayan Konveksi belum lama ini juga dipercaya oleh Bank Indonesia menjadi peserta pada expo ekonomi syariah di Trans Mall. Menampilkan berbagai produk busana muslimah hingga seragam sekolah.

Albayan Konveksi merupakan salah satu unit usaha yang dikembangkan Yayasan Albayan untuk kemandirian ekonomi pondok. Selain peternakan ayam (Albayan Ternak) dan Rumah Pemotongan Ayam, hingga unit rumah makan cepat saji bekerjasama dengan Om Chick Resto.

Ketua Departemen Ekonomi Yayasan Albayan Hidayatullah Ust Alyas mengungkapkan dari penjurian awal seleksi ponpes unggulan iti ditetapkan empat ponpes terbaik yakni Ponpes Yatofa NTB, Ponpes Abdussalam Kalimantan Barat, Ponpes Hidayatullah Makassar Sulsel dan Ponpes Ushuludin Kalimantan Selatan.

Indepth interview kepada empat ponpes terbaik itu oleh Dr Basniang Said dari Kemenag, Dr Yasmine Nasution akademisi UI dan Dr Yono Harsono dari BI.*/Firman L