Beranda blog Halaman 454

Kebutuhan Mendesak Akan Kemandirian Umat

0

Kehebohan demi kehebohan seakan tiada henti menghantam keseharian umat Islam, dari politik hingga ekonomi, dari kebutuhan sehari-hari hingga kesadaran akan pentingnya pembelaan terhadap keyakinannya. Terbaru adalah seruan dari MUI, IKADI dan beberapa pihak agar umat memboikot produsen pro-LGBT.

Seperti kita ketahui, LGBT bukan sebatas komunitas seperti anak punk, ini adalah gerakan yang didasari sebuah kesengajaan untuk menyeret orang-orang yang tak begitu kenal akan sejarah dan khazanah peradaban Islam simpati, mendekat, dan akhirnya hanyut dalam gerakan politik mereka yang telah matang secara konsep dan terus merangsek ke berbagai negara di dunia.

Negara-negara yang melegalkan perkawinan sejenis pun terus bertambah dari tahun ke tahun. Terbaru adalah Irlandia Utara yang resmi melegalkan pernikahan sesama jenis, dimana dilaporkan BBC pernikahan sejenis pertama digelar pada Februari 2020. Kini tercatat 30 negara telah melegalkan pernikahan sesama jenis di seluruh dunia. Dan, hanya Taiwan negara di Asia yang telah mengikuti langkah-langkah negara Eropa dan Amerika melegalkan pernikahan yang di zaman Nabi Luth telah mengundang kehancuran luar biasa itu.

Jadi, LGBT ini bukan murni komunitas, tapi sebuah gerakan terstruktur dan sistematis. Menariknya ada semacam “kesepakatan” lain, dimana perusahaan-perusahaan besar, di Indonesia ada Unilever yang semacam wajib atau sangat antusias mendukung kelompok ini. Fakta ini direspon dengan keharusan umat Islam memboikot produk produsen yang mendukung LGBT.

Lebih dari sekedar boikot, umat Islam harus mandiri, wajib untuk mampu memproduksi barang-barang kebutuhannya secara mandiri, sehingga kekuatan ekonomi atau perederan uang kaum Muslimin tidak masuk kepada pihak lain yang walaupun secara ekonomi sangat diuntungkan oleh umat, namun masih saja memilih untuk terus tidak simpati dan empati kepada umat Islam.

Secara fiqh menggunakan produk dari produsen pro-LGBT sebenarnya memiliki catatan serius. Ketua Komisi Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Huzaemah Tahido Yanggo menjelaskan pada dasarnya umat Islam harus meninggalkan setiap barang-barang yang sifatnya syubhat, terlebih yang sudah jelas status keharaman dari barang tersebut. Terkecuali bila dalam keadaan darurat dan tidak ada barang lain yang dapat digunakan, dikonsumsi, atau dipakai. Maka barang-barang yang mulanya sifatnya berstatus syubhat atau haram bisa digunakan.

Begitu pun ketika ada perusahaan multinasional yang secara terang-terangan mendukung LGBT. LGBT merupakan perilaku menyimpang yang diharamkan oleh agama Islam.

Maka menurut Prof Huzaemah, bagi umat Islam semestinya sekuat tenaga tidak menggunakan produk-produk perusahaan yang mendukung LGBT itu. Sehingga dengan tidak menggunakan produk perusahaan itu seorang Muslim terhindar dari tergolong sebagai orang yang turut mendukung LGBT. 

“Karena perusahaan itu mendukung sesuatu yang haram, berarti (produk-produk yang dijual) itu digunakan sebagai alat untuk berbuat haram lagi nantinya. Berarti kita mendukung, karena itu kita hindari supaya kita tidak ikut dapat dosa. Kecuali kalau tidak ada yang lain sementara kita butuh, itu boleh,” kata Huzaemah kepada Republika.co.id.

Langkah Sinergis

Merespon masalah ini harusnya mendorong kesadaran kolektif dari umat Islam, sebagaimana gerakan yang menuntut secara hukum penista agama juga RUU HIP. Karena bagaimanapun kemandrian ini nafas, nyawa, bahkan lebih dair itu muru’ah dari umat Islam itu sendiri.

Perbankan Syariah harusnya didorong bagaimana melahirkan perusahaan umat yang mampu memproduksi kebutuhan umat secara mandiri, sehingga pada satu dekade ke depan misalnya, umat Islam tidak perlu lagi membeli produk dari perusahaan asing atau di luar umat yang dalam banyak hal ternyata membantu gerakan-gerakan yang di dalam pandangan Islam haram.

Lebih dari sekedar itu, perlahan-lahan beragam workshop, loka karya bahkan training untuk melahirkan generasi yang siap menjadi produsen, ahli dalam pemasaran, dan keuangan harus segera dihadirkan. Jika tidak, maka selamanya kata kemandirian umat ini akan bertengger sebagai wacana dan tidak beranjak menjadi gerakan.

Dan, bagaimana mungkin itu terus terjadi, sedangkan respon umat Islam di negei ini di dalam merespon hegemoni arus dagang Belanda dan China ketika itu adalah dengan mendirikan Syarikat Dagang Indonesia. Kini pertempuran dunia sejatinya bukan lagi politik dan militer, tetapi ekonomi alias dagang (economic war). Sebuah bangsa atau peradaban yang kalah secara ekonomi sudah pasti mau tidak mau harus membeo pada negara yang memiliki kekuatan ekonomi besar.

Mengapa TKA China bebas keluar masuk Indonesia, bahkan pada saat pandemi terjadi? Tidak lain karena bangsa ini bahkan umat ini tidak memiliki kemandirian ekonomi. DImana kemandirian ekonomi sejatinya bukanlah sebab, melainkan akibat.

Ya, akibat dari lemahnya aqidah, sehingga rendah etos kerjanya, mudah putus asa, selalu mengeluh, dan berpikir tidak mungkin dan pesimis, serta sulit terkoordinasi dalam satu kepemimpinan dan gerakan. Jika kultur itu masih dominan hingga hari ini, maka langkah strategisnya menurut Ustadz Abdullah Said harus dimulai dengan perbaikan kualitas syahadat.

Sebab jika mau diteliti, apakah benar tidak ada umat Islam yang kaya? Pasti ada. Apakah benar tidak ada umat Islam yang cerdas, berpengalaman, dan bahkan ahli? Pasti ada. Tetapi mengapa tak mampu memberikan jawaban? Karena masing-masing bergerak sendiri-sendiri. Sampai di sini, apakah relevan dan urgen untuk umat ini memiliki wadah bersama Dewan Kemandirian Ekonomi Umat? Allahu a’lam.

Imam Nawawi, Ketua Umum Pemuda Hidayatullah

Hidayatullah Bulungan Bekali Alumni Siap Mengabdi di Masyarakat

0

BULUNGAN (Hidayatullah.or.id) — Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Bulungan menggelar acara Daurah Marhalah Ula alumni SMA dan training kepengasuhan, 22-27 Juni 2020. Acara ini terlaksana dengan menggandeng Pemuda Hidayatullah sebagai panitia inti.

Daurah Marhala Ula alumni dan training kepengasuhan ini adalah merupakan manivestasi kepedulian terhadap generasi muda, serta langkah kongkrit yang terus dilakukan oleh lembaga yang senantiasa konsisten melakukan pembinaan hingga ke pelosok ini.

Daurah marahala ula dan training kepengasuhan yang diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari alumni SMA Hidayatullah Bulungan.

Daurah yang digelar dengan tema “Kader Sejati, Kunci Peradaban Islam” turut menghadirkan beberapa pemateri diantaranya Ketua DPW Kaltara Ust H Nur Yahya Asa, Bendahara DPW kaltara Ust M Irsan Sulaiman S.Pd.I, serta Kadep Pendidikan Wilayah Ust Abdul Ghoffar S.Sos.I, dan Kadep Dakwah wilayah Ust Qomaruddin S.Pd,I

Ketua PD Pemuda Hidayatullah Bulungan Mushava Alfani yang juga didapuk menjadi ketua panitia acara mengatakan bahwa acara yang digelar selama 6 hari ini memang sangat melelahkan.

Namun, sambung Alfani, hal ini harus dilakukan sebagai upaya untuk memberikan bekal kepada para alumni yang memang berusia muda untuk tidak larut dengan pergaulan yang semakin menantang.

Alfani mengatakan para alumni ini setelahnya akan di terjunkan untuk mengasuh dan membina di daerah-daerah yang membutuhkan.
“Tentunya di dalam mengemban tugas itu nantinya ada berbagai macam rintangan, sehingga perlu adanya pembekalan secara berkelanjutan,” kata Alfani.

Acara ini kata dia diselenggarakan untuk memberikan pembekalan kepada para alumni agar senantiasa siap di dalam melaksanakan tugas-tugas keumatan dengan berbagai macam tantangan yang akan di hadapi.

Menurut dia, era globalisasi merupakan tantangan besar para alumni, sehingga perlu diberikan tambahan wawasan agar memiliki sikap solutif terhadap permasalahan keumatan. 

Turut mendukung acara Daurah marhala alumni yang digelar oleh Depdik Wilayah Kalimantan Utara tersebut diantaranya Pemuda Hidayatullah, Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan Pandu Hidayatullah.*/

Hidayatullah Kupang Terima Kunjungan WTT Polda NTT

0

KUPANG (Hidayatullah.or.id) — Pondok pesantren Hidayatullah Kupang pada menerima kunjungan silaturahmi keluarga besar leting Wira Thani Tripta (WTT) 33 Nusantara Polda NTT pada Ahad pagi (28/06/2020).

Kegiatan silaturahmi ini dalam rangka hari lahir ke-47 Bhayangkara juga sekaligus menggelar aksi kemanusiaan di ponpes Hidayatullah, hal itu dijelaskan Ketua WTT 33 Nusantara Polda NTT, Bripka Okto Dias.

“Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-74 tahun 2020. Aksi tersebut telah dikoordinasikan dengan pimpinan Polda NTT serta Dansat Brimob Polda NTT”. jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, keluarga besar Leting WTT 33 Nusantara Polda NTT berdialog dengan Pembina, Pimpinan Pondok dan beberapa anggota ponpes. Selain berdialog, keluarga besar WTT 33 Nusantara Polda NTT juga memberi bantuan kepada Pengurus ponpes.

Selain itu melakukan aksi kemanusian keluarga besar Leting WTT 33 Nusantara juga berdialog langsung dengan keluarga besar Ponpes Hidayatullah Kupang. Anggota yang bertugas di Sat Brimob Polda NTT ini menjelaskan, kegiatan kemanusiaan dan silaturtahmi ini telah rutin dikasanakan setiap tahun dan mendapat dukungan dari petinggi baik itu Kapolda, Wakapolda, Dansat Brimob serta jajaran.

“Apa yang kami bawah itulah yang kami mampu, mudah mudahan bermanfaat bagi ponoes dan semua anak santri” ujar Bripka Okto Dias yang saat itu didampingi Sekretaris, Bripka Thomas Tupen Loga.

Ia mengatakan, terkait misi kemanusiaan tersebut akan terus mereka lakukan, tidak hanya di Ponpes, tetapi juga di tempat tempat lain yang membutuhkan.

Terhadap kunjungan kemanusiaan tersebut, Ustad Muhaimin ketua Yayasan Amanah, Hidayatullah Batakte, menyampaikan ucapan terima kasih.

Anjangsan tersebut tidak hanya bermakna kunjungan kasih dengan disertai pemberian bantuan sembako, tetapi juga kunjugan yang memberi inspirasi dan motivasi bagi kami dan anak anak santri.

“Kedatangan keluarga besar WTT 33 Nusantara Polda NTT ini juga memberi inspirasi. Harapan kita semua, adik adik juga terinspirasi menjadi orang yang berguna bagi agama Nusa dan bangsa,” ujar Ustad Muhaimin.*Aidil

BMH-Pemuda Hidayatullah Sultra Bantu Korban Banjir

0

KONAWE (Hidayatullah.or.id) — Kepedulian masyarakat yang tetap tinggi di tengah pandemi menjadikan Laznas BMH terus bergerak berkhidmat kepada bangsa dengan membantu mereka yang dilanda musibah. Kali ini, BMH  berkolaborasi dengan Pengurus Wilayah Pemuda Hidayatullah Sulawesi Tenggara dalam penyaluran dengan sasaran penerima manfaat adalah warga korban banjir di Konawe Utara, Senin  (29/6).

Sebagaimana diketahui banjir yang melanda Konawe Utara pada tanggal 18-21 Juni lalu mengakibatkan ratusan warga mengungsi. Hingga saat ini masih banyak warga yang bertahan di tempat pengungsian karena banjir masih bisa sewaktu-waktu datang.

“Alhamdulillah bersama Pemuda Hidayatullah, hari ini BMH menyalurkan bantuan untuk warga korban banjir Konawe Utara (Konut)  berupa sembako kepada 75 kepala keluarga (KK). Semoga masyarakat terdampak dapat semakin baik kondisinya,” terang Kepala BMH Perwakilan Sulawesi Tenggara, Fatahillah.

Sementara itu, Ketua PW Pemuda Hidayatullah Sulawesi Tenggara, Ahmad Syahriel menegaskan bahwa bagi pemuda,  kolaborasi ini memberi makna tersendiri.

“Terima kasih kepada BMH yang telah berkolaborasi bersama Pemuda Hidayatullah Sultra.  Bagi kami ini adalah sebuah kuliah kehidupan.  Kami mendengar langsung bagaimana harapan warga kecil yang sangat menyayat hati. Sebuah pengalaman yang tak sekedar betapa indahnya berbagi tetapi juga betapa pentingnya kaum muda turun dan peduli untuk ke depan mampu membawa bangsa dan negara lebih baik,” ujarnya.

Kolaborasi BMH-Pemuda Hidayatullah itu mendapat apresiasi positif dari Kepala Desa Puwanggudu, Konawe Utara,  Jumran Amin  SSos.

“Luar biasa. Kami berterima kasih sekaligus kagum kepada BMH dan Pemuda Hidayatullah, barisan generasi bangsa yang masih muda-muda namun terdepan di dalam aksi sosial kemanusiaan. Terlebih, saya melihat bahkan kini merasakan bagaimana BMH selalu hadir dis etiap ada musibah yang datang di negeri ini. Tahun lalu BMH  menyalurkan bantuan untuk korban banjir.  Tahun ini pun demikian. BMH bukan hanya membantu tenaga,  namun juga bahan makanan. Lanjutkan BMH dan Pemuda Hidayatullah,” ungkapnya bangga.

Era Borderless, Hidayatullah Makassar Gelar Upgrading Dai Secara Virtual

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Pengurus daerah Hidayatullah Makassar menyelenggarakan upgrading dai dengan tema “Tsaqafat ad-Daiyah” bekal keilmuan seorang dai, ahad 28/6/2020

Untuk meningkatkan kapasitas sebagai seorang dai, kegiatan upgrading diagendakan setiap pekan secara virtual

“Untuk para dai fii sabilillah bahwa dalam berdakwah kita memerlukan bahan dan Ilmu sehingga perlu setiap saat berinvestasi baik berupa waktu maupun dana untuk meningkatkan kapasitas sebagai seorang dai” ucap Nasrullah Sapa, Lc selaku kepala departemen dakwah DPD Hidayatullah Sul-Sel.

Audience dari upgrading ini terbuka untuk para dai Hidayatullah secara umum baik dari dalam maupun luar kota Makassar serta menghadirkan Usst Naspi Arsyad, Lc. Sekjen majelis syariah Hidayatullah.

“Kehidupan new normal memudahkan kita saling terhubung satu sama lain, saat ini sudah borderless tidak ada lagi batasan, kita bisa mendengar atau bisa mengadakan acara dimanapun jangkauan audience ” Nasrullah sapa, menambahkan

Setelah dikonfirmasi, Aziz Barakka selaku ketua departemen dakwah – DPW Sulsel, mengungkapkan apresiasi kepada panitia dari kegiatan ini semoga seluruh muballigh bisa menambah khazanah keilmuan

Ketua DPD Hidayatullah Makassar Drs. Muhammad Kaisar mengucapkan terima kasih kepada BMH Sul-Sel sebagai sponsor utama dari kegiatan dan panitia penyelenggara serta pihak yang terlibat dalam mensukseskan kegiatan ini, kami juga mengajak para dermawan menginvestasi amaljariah dalam bentuk wakaf Pembangunan gedung dakwah DPD Hidayatullah Makassar.*EdyQays

Cetak Muballigh Suluh Negeri, Sekolah Dai Kembali Buka Pendaftaran

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Sekolah Dai yang berada di bawah pengelolaan lembaga Persaudaraan Dai Indonesia (Posdai) kembali membuka pendaftaran peserta didik baru untuk tahun akademik 2020.

Adapaun Sekolah Dai yang membuka pendaftaran adalah Sekolah Dai Jakarta, Sekolah Dai Bogor dan Sekolah Dai Gabungan Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sultanbatara).

Ketua Yayasan Pendidikan Dai Posdai, Ust Samani Harjo, S.Pd.I, mengatakan Posdai melalui Sekolah Dai terus menguatkan program mencetak muballigh muda yang disiapkan menjadi penyuluh agama Islam yang kelak ditugaskan mengabdi menerangi penjuru negeri.

Sekolah dai dalam proses pendidikan akan dilakukan selama satu tahun dengan program full beasiswa dan berbagai program khusus yang mereka butuhkan saat bertugas sebagai dai nantinya.

“Sekolah Dai menyelenggarakan pendidikan satu tahun dengan full beasiswa bagi peserta didik yang telah dinyatakan lulus seleksi. Selain full beasiswa, sekolah dai juga memiliki tiga program takhassus yaitu takhasus Al-Qur’an, takhasus bahasa Arab dan takhasus pengkaderan dai,” jelasnya.

Selain itu ia mengatakan bahwa tujuan utama sekolah dai adalah mendidik para pemuda yang nantinya akan diterjunkan untuk membina dan mengabdi kepada masyarakat.

“Sekolah dai membidik pemuda untuk menjadi kader muallim dan setelah menyelesaikan pendidikannya siap mengabdi kepada masyarakat,” ucapnya.

Adapun standar kelulusan sekolah dai ialah mampu membaca serta menghapal Al-quran dengan standar sanad sehingga nantinya mampu menjadi mengajari masyarakat mengajar belajar Al-Quran (MBA) yang berstandar.

“Dari penempaan di Sekolah Dai diharapkan menghasilkan output lulusan yang hafidz Al-Qur’an setidaknya minimal lima Juz standar sanad, hafal dan menguasai matan Al-Jazariyah, dan juga mampu menjadi muallim Al-Qur’an Grand MBA terstandar,” jelasnya.

Sekolah Dai juga semakin memantapkan infrastruktur penunjangnya diantaranya adanya asrama (boarding school), dan terutama full beasiswa sehingga peserta didik dapat lebih fokus dalam mengambangkan kapasitas dan kapabilitasnya sebagai calon dai.

“Alhamdulillah, alumni Sekolah Dai telah tersebar dan berkiprah di seluruh Nusantara,” katanya.

Adapun syarat pendaftaran Sekolah Dai yaitu: lulusan SMA/ sederajat atau setidak-tidaknya telah berusia 18 tahun, bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Calon peserta juga berkomitmen siap mondok sampai selesai, mengisi formulir pendaftaran, menyerahkan syarat administrasi, menandatangani lembar komitmen mahasantri dan mendapatkan rekomendasi dari ustadz/ Pesantren Hidayatullah terdekat dari kota asal.

Sementara administrasi atau atau berkas pendaftaran yang perlu disiapkan adalah mengisi formulir dan biaya pendaftaran Rp.300.000 (biaya tersebut sudah termasuk kitab pelajaran), menyerah foto copy ijazah SMA/Sederajat 3 Lembar, menyerahkan foto copy KK dan KTP yang masih berlaku.

Pesreta juga diharuskan menyerahkan Foto 2×3 & 3×4 masing masing 3 l lembar dan menyerahkan Surat Rekomendasi dari DPW/ DPD Hidayatullah atau Lembaga lain (jika sebagai pendaftar utusan).

Sementara jadwal pendaftaran Sekolah Dai Jakarta dan Sekolah Dai Bogor dibagi menjadi 2 gelombang yaitu Gelombang Pertama 15 Maret-30 April 2020 dan Gelombang Kedua tangga 1 Mei hingga 30 Juni 2020.

Link formulir pendaftaran Sekolah Dai Jakarta dan Sekolah Dai Bogor dapat diisi dengan mengunjungi tautan berikut https://forms.gle/iaLs1Gg5SHnLn63Y8

Sementara masa pendaftaran Sekolah Dai Kolektif Sultanbatara adalah mulau dari tanggal 1 hingga 30 Juni 2020.

Begitupun dengan pendaftaran Sekolah Dai Sultanbatara dengan mengisi lembar formulir pada link berikut https://forms.gle/iaLs1Gg5SHnLn63Y8 . Pendaftaran akan ditutup jika kuota sudah full.

Untuk Sekolah Dai Jakarta dan Sekolah Dai Bogor, kedatangan peserta ke lokasi paling lambat 5 Juli 2020, setelah itu mengikuti masa orientasi selama sepekan mulai tanggal 6 hingga 12 Juli 2020 dan studium generale atau kuliah perdana dimulai 13 Juli 2020.

Informasi lebih lanjut, hubungi kontak person Kepala Sekolah Dai Bogor Ust. Saepudin Abdullah Lc 0812-8348-2527 dan Kepala Sekolah Dai Jakarta Ust Shiddiq Junihardin Lc0822-6097-4202. Kontak person Sekolah Dai Sultanbatara Habibi Nur Salam 0821-8805-9972/ 0812-4215-2525

Alamat Kantor Sekolah Dai Hidayatullah Bogor, Jln Pasir Peundeuy, RT/04 RW/019 Desa Sukaharja, Kec. Ciomas, Kab. Bogor, Jawa Barat. Alamat Sekolah Dai Hidayatullah Jakarta, Komplek Pusat Dakwah Hidayatullah Jl. Cipinang Cempedak 1 No 14 Polonia Jatinegara Jakarta Timur.

Sekolah Dai Hidayatullah Sultanbatara, Jalan Sakinah No.8, Pesantren Hidayatullah Parepare, Kelurahan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Tulus Dalam Bernegara, Meneguhkan Spirit Integratif Rasio-religius

0
Sumber Gambar: Dokumentasi LPPH Gunung Tembak

Negara Kesatuan Republik Indonesia sejatinya adalah anugerah indah dari Allah SWT sebab bukan sebuah pemikiran yang menyatukan bangsa yang bermacam-macam dan membentang dari Pulau Rote hingga Morotai ini dalam satu wadah bangsa dan negara Indonesia jika bukan karunia dan rahmat Allah semata. Pembukaan UUD 1945 pun menegaskan hal ini.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

Dengan demikian, kebaikan, kemajuan, bahkan kelestarian bangsa dan negara Indonesia ini tidak ditentukan oleh penguasa, pemikiran satu orang, atau bahkan usaha bersama seluruh penduduknya. Melainkan atas ketundukannya kepada kehendak Allah Yang Maha Kuasa. Sebab, bangsa dan negara ini tidak mungkin memiliki energi yang tak bertepi melawan penjajahan Belanda melainkan karena kekuatan iman dan cita-cita luhur untuk merdeka.

Oleh karena itu, sebuah tuntutan bagi generasi terkini adalah bagaimana tulus di dalam bernegara. Jangan ada yang merasa paling berjasa atas bangsa ini, sekalipun umat Islam sepertinya punya hak untuk mengakui. Namun demi persatuan Indonesia, semua itu diabaikan, umat Islam memilih berbesar hati dan seperti kata Mantan Panglima TNI, umat Islam memilih memberikan Pancasila sebagai hadiah untuk bangsa dan negeri ini.

Jika demikian, hendaknya semua pihak memahami, menyadari dan menghargai hak-hak konstitusi umat Islam. Sebab jika ada pihak merasa dirinya paling berhak memahami, memaknai, dan menjalankan Pancasila sudah pasti akan mereduksi fakta sejarah, spirit dan ketulusan bernegara dari umat Islam itu sendiri, sehingga wajar jika seorang Zaitun Rasmin sampai mengatakan bahwa jika Pancasila hendak diubah-ubah, umat Islam akan menagih 7 kata pada sila pertama Pancasila.

Progressif Beradab

Sebuah tantangan nyata bangsa dan negara saat ini adalah bagaimana memajukan rakyat menuju kesejahteraan yang layak dalam kehidupan sehari-hari, terlebih dalam situasi pandemi yang tidak pasti seperti sekarang. 

Telah sama-sama kita saksikan bahwa ketertinggalan Indoensia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi atas banyak negara di ASEAN saja sudah sedemikian jauh, bagaimana dengan Eropa dan Amerika. Tentu ini tak bisa dihadapi dengan menghabiskan energi pada hal-hal mendasar yang seharusnya tinggal ditajamkan dalam pengamalan kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian sebenarnya konteks bernegara kita saat ini lebih butuh pikiran-pikiran progressif bagaimana mengejar ketertinggalan di dalam bidang pendidikan, ekonomi, pemerintahan, dan keterlibatan civil society termasuk di dalamnya penegakan hukum. 

Tidakkah kita malu, bagaimana Eropa dan Amerika yang liberal bahkan China yang berpaham komunis tegas terhadap koruptor, di negeri ini justru penegak hukumnya menjadi sebuah korban rekayasa kekerasan dan koruptor selalu mendapat remisi dan terus bisa bebas melenggang tanpa sedikit pun penyesalan dalam dirinya.

Hal-hal itu harusnya menjadi konsentrasi pemerintah yang didorong secara kuat dan berkelanjutan oleh seluruh elemen bangsa. Pada saat yang sama teruslah menjalankan roda pemerintahan ini dengan nilai-nilai adab. Apakah patut di tengah masyarakat kesulitan, hajat hidup orang banyak dinaikkan, regulasi tidak pasti, dan beragam hal irasional mencuat ke permukaan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Mestinya para pejabat memilih sikap dan kebijakan yang beradab sebagaimana sila kedua Pancasila, “Kemanusiaan yang Beradab.” Apabila hal ini dipahami dengan baik dan memang menelurkan kebijakan apapun atas ketulusan di dalam bernegara, insya Allah kemajuan Indonesia bukan wacana tiada henti, tapi capaian nyata. Pada saat yang sama nilai-nilai keadaban justru semakin menghujam dan menjulang di dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Namun sekali lagi ini bisa terjadi jika ada kecerdasan, kebijaksanaan, dan kemauan untuk mewujudkan Indonesia yang benar-benar bisa berpengaruh di kancah dunia dengan semangat progressif-beradab. Insya Allah ini bukan utopia, generasi muda harus tampil dengan spirit integratif rasio-religius ini mulai dari sekarang, ke depan Insya Allah dengan Pancasila Indonesia benar-benar akan menyinari dunia. Aamiin.

Imam Nawawi, Ketua Umum Pemuda Hidayatullah

Hidayatullah Siap Kawal dan Awasi Hasil Delegasi RUU HIP

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ormas dari berbagi elemen pada hari ini melakukan aksi protes terkait dengan adanya Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) pada rabu 24/06/2020.

Hidayataullah telah mengambil sikap menolak dilanjutkanya pembahasan RUU HIP dan meminta untuk segera dibatalkan.

Sebelumnya, terkait permintaan untuk tidak melanjutkan RUU HIP, Hidayatullah telah terlebih dahulu menyurati DPR.

Hidayatullah akan memantau terus dan mendukung pengawasan hasil delegasi massa yang telah menemui Wakil Ketua DPR RI. Hal itu disampaikan kordinator aksi Ir. Muhammad Musyafir selaku Kepala Biro Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah.

“Suara kita tetap bulat menolak adanya RUU HIP dan siap mendukung serta mengawasi perkembangan penolakan umat Islam terhadap RUU HIP ini,” jelasnya.

Musyafir menjelsskan bahwa ini merupakan hasil keputusan DPP Hidayatullah yang juga sebelumnya telah menyurati pihak DPR-RI agar diberhentikanya pembahasan RUU HIP pada beberapa waktu yang lalu.

“Kita akan terus melakukan follow up terhadapa RUU ini, sebagai bentuk cinta kita terhadap ideologi negara, sebagaimana sebelumnya kita telah mengirimkan surat kepada DPR-RI.” jelasnya.*/Amanji Kefron

Hidayatullah Makassar Sinergi Majelis Taklim NHP Galang Bantuan Pasca Banjir

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Musibah banjir yang menggenangi 2 kecamatan dan 5 kelurahan di Bantaeng Jumat (12/6) lalu, menyisakan dampak bagi warga yang terimbas

Kebutuhan warga terhadap bantuan masih terus diharapkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari

Majelis taklim NHP bekerjasama dengan Depsos DPD Hidayatullah Makassar turut mengambil peran amal sosial ini dengan meyalurkan beberapa paket bantuan. Abdul Haris, Kadep Sosial DPD Hidayatullah Makassar menyampaikan bahwa paket bantuan ini merupakan bentuk sinergi kebaikan untuk meringankan beban bagi mereka yang terdampak banjir.

“Paket bantuan ini atas kerjasama Depsos Hidayatullah Makassar dengan majlis ta’lim NHP untuk warga yang terdampak musibah banjir di bantaeng berupa pakaian bekas dan sembako dan sebagainya ” ungkapnya

Paket bantuan disalurkan melalui 2 posko bencana yaitu di jl Bakri dan tangnga-tangnga kabupaten Bantaeng

Ibu Hasna (40 th) adalah salah satu penerima paket bantuan mengucapkan banyak terima kasih kepada DPD Hidayatullah Makassar dan majelis taklim NHP atas saluran bantuan dan perhatiannya, ungkapnya.

Haflah Akhirussanah Virtual: Sebuah Kesyukuran Dalam Keterbatasan

0

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Melalui proses pembelajaran mulai dari bangku kelas 1 hingga kelas 6 tentu membutuhkan tak sedikit perjuangan. Dalam proses pendidikan dasar, orang tua dan guru memiliki peran yang cukup signifikan.

Setelah sampai pada penghujung tingkat akhir, semua berharap kelulusan dan perpisahan dapat dirayakan. Berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana setiap akhir tahun ajaran setiap sekolah melaksanakan ceremony wisuda atau perpisahan pada murid di tingkat akhir jenjang pendidikan. Karena wabah yang masih melanda negeri tercinta, ceremony yang biasanya dilakukan di tempat terbuka itu tentu tak dapat dilakukan.

Ternyata yang terpenting bukan bermegah-megahan dalam merayakan suatu pencapaian. Tapi kesyukuran atas apa yang diraih adalah hal yang harus ditanamkan dalam hati setiap insan. Untuk apa dirayakan besar-besaran tetapi nihil kesyukuran. Pada Sabtu, 20 Juni 2020 bertepatan dengan 28 Syawal 1441 H, SD Integral Hidayatullah Depok mengadakan Haflah Akhirussanah (perpisahan akhir tahun ajaran) Virtual sebagai bentuk kesyukuran atas kelulusan murid kelas 6 angkatan ke-13.

Meski dilakukan secara virtual, namun tak menyurutkan semangat murid-murid dalam mengikuti acara tersebut. Acara ini dihadiri lebih dari 70 audience yang terdiri dari peserta Haflah Akhirussanah beserta orang tuanya, guru, dan tamu undangan.

“Jagalah semangat belajar. Jadilah anak yang berbakti kepada orang tua, dan jangan kecewakan mereka. Selalu menjaga nama baik sekolah di manapun berada. Semoga kalian bisa menjadi seseorang yang berguna bagi bangsa, negara dan agama,” pesan Ust. Abdurrahman Hakim S.Pd.I selaku kepala sekolah SD Integral Hidayatullah Depok kepada murid-murid yang baru saja lulus pada tahun ini.

“Proses pendidikan yang telah dijalankan oleh ananda di sekolah ini merupakan salah satu sarana atau wasilah untuk menjadi anak yang sholih dan sholihah, sebagaimana yang diharapkan orang tua dan kita semua. Guru-guru yang ada di sekolah hanyalah perantara untuk murid dalam menggapai cita-cita. Tanggung jawab utama dalam pendidikan anak tetap dipegang oleh orang tua,” tutur Ust. Lalu Mabrul M.Pd.I (Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok) yang turut memberikan sambutan dalam acara Haflah Akhirussanah.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, generasi yang lulus pada tahun 2020 ini adalah generasi istimewa. Sebab mereka tak butuh perayaan kelulusan yang hura-hura. Semoga generasi ini mampu menorehkan karya istimewa dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan agama. *Arsyis