Beranda blog Halaman 497

Mahasiswa STIS Hidayatullah Bina Anak-anak Balocci Baru

PANGKEP (Hidayatullah.or.id) — Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Hidayatullah Balikpapan yang sedang menempuh masa pengabdian masyarakat Praktek Kerja Dakwah (PKD) atau KKN sebagai bagian dari amanah akademik Tri Dharma Perguruan Tinggi, melakukan pembinaan anak-anak TPA Al-Wildan di Balocci Baru. Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan

Diantara programnya adalah menggelar lomba dalam rangka penguatan binaan. Adapun lomba yakni baca Al Quran, shalat 5 waktu, pidato dan tahfidz Quran dengan tema, “Menyongsong Generasi Islam di Zaman Milenial” yang berlangsung di Masjid Jami Darul Falah, Balocci Baru, Sabtu (6/6/2019).

Kegiatan ini dihadiri warga setempat serta imam masjid Jami Darul Falah Balocci Baru, H. Imam Patajuddin. Dalam sambutannya, Puang Imang, sapaannya, mengatakan kegiatan ini untuk melatih mental para santri dan santriwati.

“Apa yang kalian dapatkan dari usatdz-ustadz yang mengajar di sini, ini akan mengantarkan kalian menjadi lebih baik untuk menjadi generasi yang akan memberikan perubahan,” terang imam masjid ini.

Hal senada juga disampaikan Ustadz Karding selaku panitia penyelenggara mengatakan dalam upaya meningkatkan mental santri-santriwati di ruang lingkup TPA Balocci, maka acara perlombaan ini dilaksanakan.

“Acara ini kita tuntut mental santri yang selama ini sudah kita berikan ilmunya, tak hanya itu kegiatan ini juga sebagai cara untuk memotivasi anak-anak yang ada di Malengge, khususnya Kelurahan Balocci Baru,” kata dia.

Lanjut Karding, banyak anak-anak sekarang mencari tempat mengaji, tapi disinilah kita berusaha untuk mendidik para santri agar menjadi lebih baik, mengenal dengan ajaran agama Islam.

“Kalau untuk TPA-TPQ Al-Wildan sendiri kita mempunyai 70 Santri-santriwati, dan mereka inilah tanggung jawab kita sebagai pemegang teguh agama Islam,” kata Karding.

Karding berharap, semoga Pemerintah Kelurahan Balocci Baru bisa memperhatikan program pendidikan agama seperti di TPA-TPQ Al-Wildan ini. Karena, menurut Karding, sudah jarang sekolah yang benar-benar mengajarkan ajaran agama Islam kalau tidak sesuai dengan kurikulumnya.

Diketahui, STIS Hidayatullah secara rutin mengirimkan mahasiswa-mahasiswanya untuk melakukan PKD ke berbagai tempat di Indonesia yang membutuhkan tenaga pengajar dan penyuluh agama. Sehingga, selepas kuliah nantinya, mahasiswa nantinya sudah memiliki pengalaman dan bekal kecakapan sosial dalam menjalankan tugas sebagai seorang sarjana yang dituntut beri manfaat untuk masyarakat (Andi Alfian)

HUT Bhayangkara, Kapolres Anjangsana Hidayatullah Bodi

0

BOVEN DIGOEL (Hidayatullah.or.id) – Dalam rangka HUT Bhayangkara KE 73 tahun 2019 Kapolres Boven Digoel (Bodi) AKBP Syamsyurijal, S.I.K bersama PJU dan Bhayangkari melakukan anjangsana ke Pondok Pesantren Hidayatullah Selasa (02/07/2019).

Bertempat di Pondok Pesantren Hidayatullah Titik nol dilaksanakan kegiatan anjangsana pemberian tali asih berupa sembako dan perlengkapan belajar, buku, pulpen, yg diserahkan oleh Kapolres Bodi, Waka Polres, Kasat Binmas, dan ibu-ibu Bhayangkari kepada para para santri.

Sebelum pemberian tali asih Kapolres Bodi AKBP Syamsyurijal menyampaikan bahwa anjangsana ini sebagai silaturahmi kepada para santri dan merupakan kegiatan rutin Polri bersama masyarakat menjaga kebersamaan, suasana aman dan kondusif.

Kapolres mendorong para santri Pondok Pesantren Bodi untuk selalu bersemangat menempuh pendidikan dan menggali ilmu agama. “Kepada para santri agar belajar dengan giat, patuh terhadap orangtua sehingga dapat meraih cita-cita,” pesan AKBP Syamsyurijal.

AKBP Syamsyurijal mengatakan tali asih ini jangan dilihat dari besarnya tetapi ini merupakan kepedulian dan kebersamaan bahwa santri adalah bagian hubungan kerjasama dalam sinergitas menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Bodi, Ust Zainal Abidin, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolres beserta jajaran dengan adanya pemberian tali asih dan kepedulian terhadap santri di pondok pesantren Hidayatullah Bodi.[]

PTH sebagai Simbol Bangunan Peradaban di Bidang Keilmuan

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr KH Nashirul Haq, MA, meluangkan waktu memberi pengarahan dalam acara Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Hidayatullah (Rakor PTH) yang digelar selama tiga hari di Jakarta.

Dalam pengarahannya, Dr Nashirul Haq mendorong PTH terus merancang diri agar bisa menghadapi peluang dan tantangan di masa mendatang. Dalam pada itu, ia mendorong PTH bisa menjadi model dalam pengembangan peradaban Islam.

““PTH harus menjadi symbol bangunan peradaban di bidang keilmuan. Bahkan bisa menjadi mata kuliah tersendiri adalah Islamic Worldview, jika belum mampu, setidaknya semua dosen harus memberikan warna keislaman bagi mahasiswa melalui proses pembelajaran dan kultural,” katanya.

Beliau lantas sedikit menyitir sejarah pendidikan pada masa Rasulullah baik Kuttab maupun Masjid. Dimana istilah jami’ah (pendidikan tinggi) mengambil dari spirit Masjid jami’ (masjid Nabawi). Artinya, kata beliau, secara historis pendidikan tidak boleh kehilangan ruh spritual dan moralitas.

“PTH secara umum memiliki kekuatan dan peluang sepeti jaringan yang luas, lapangan kerja yang secara internal dengan istilah tugas atau pengabdian. Jaringan Pendidikan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi khazanah tersendiri bagi keberlangsungan PTH,” ujarnya.

Namun di tengah peluang dan kekuatan tersebut ada tantangan besar juga yang harus diperhatikan oleh pengelola PTH yaitu semakin besarnya kebutuhan sumber daya insani (SDI). Tingkat kebutuhan SDI di semua jenjang Sekolah yang dimiliki Hidayatullah menaruh harapan besar kepada PTH. Mampukah PTH menjawab persoalan ini, tantangnya.

“Selain itu, tantangan bagi PTH juga adalah harus punya ideolog yang bisa mewarnai pemikiran. Maka secara hirarki civitas akademika figur yang pertama adalah Ketua PTH,” imbuhnya.

Beliau mencontohkan bagaimana kejayaan International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) atau International Islamic University Malaysia (IIUM) yang tidak punya nama besar di dunia, tapi karena punya guru besar yang ideolog dan pemikir yaitu Prof Syed Muhammad al Naquib Al Attas, maka ISTAC menjadi perguruan bagi para talabul “ilm tak terkecuali dari Indonesia.

Beliau juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan profesionalitas dan pengelolaan PTH seperti dalam pembukaan Prodi yang harus diatur dalam regulasi yang baik. Agar setiap pembukaan program Studi baru terlebih dahulu melalui kajian dan studi kelayakan.

Ia mengingatkan bahwa spirit awal yang melatarbelakangi PTH lahir adalah untuk melahirkan kader, ulama dan pelanjut. Karenanya, beliau menegaskan, meski sudah membuka untuk umum tidak boleh disorientasi dan tidak boleh juga terlalu larut dalam arus yang dapat menghilangakn orientasi awal yaitu PTH adalah ceruk kader.

Bertempat di Komplek Pusat Dakwah Hidayatullah Jakarta, Rapat Kordinasi Pendidikan Pendidikan Tinggi Hidayatullah ini diprakarsai oleh Departemen Ristekdikti ini berlangsung tanggal 4-6 Juli 2019.

Hadir pada kesempatan tersebut pimpinan PTH dan bakal kampus pengelola PTH dari seluruh Indonesia yaitu STIE Hidayatullah (Depok), STAI Lukman Al Hakim (Surabaya) , STIKMA International (Malang), STIS Hidayatullah (Balikpapan), IAI Abdullah Said (Batam) dan STKIP Al Bayan (Makassar). */Mohammad Ramli

Orangtua si Pembawa Cangkul dan Hikmah Keajaiban Sedekah

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Karena tidak punya ilmu, jadi kemana-mana saya bawa parang atau cangkul. Kerja apa saja. Asal bermanfaat bagi orang lain. Itu saya lakukan setiap hari

Kebiasaan itu diungkap seorang warga Kelurahan Teritip, Balikpapan, Kalimantan Timur dalam satu silaturahim jamaah Masjid Ar-Riyadh Kampus Induk Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, pertengahan Syawal 1440 lalu.

Seiring usianya menginjak paruh baya, kebiasaan itu disebutnya berjalan sejak belasan tahun silam. Yakni berkeliling di sekitar rumah mencari proyek “jariyah”. Baginya, pantang sarapan pagi sebelum berinvestasi Akhirat lebih dulu.

Berbagai pekerjaan sosial lalu dilakukan. Menimbun jalan berlubang, mengalirkan genangan air di jalan, sampai memanjat tangga, sekadar menyambung kabel listrik yang terjuntai.

Masih dengan modal “jariyah” atau pahala yang terus mengalir, pemilik warung kecil di rumahnya itu juga dikenal dengan kegemaran bersedekah.

Menurutnya, infak atau sedekah tersebut tak harus menunggu jadi kaya. Tidak mesti dengan nominal yang banyak. Sebagaimana sedekah tak melulu menggunakan uang atau harta.

“Tak masalah sedekah seribu atau dua ribu rupiah. Asal istiqamah setiap hari,” ucapnya sambil mengutip satu hadits Nabi tentang keutamaan kontinyu dalam beramal. Untuk itu, ia memilih kotak celengan di masjid dekat rumah sebagai sarana berlatih membersihkan hartanya.

Dengan kebiasaan di atas, bapak itu mengaku punya pengalaman unik yang susah dilupakan. Pernah satu ketika, tiba-tiba ada orang menanyakan nomor rekeningnya dan langsung mengirim uang dalam jumlah besar.

Kejadiannya, ayah lima orang anak tersebut sedang dilanda gelisah. Bukan karena apa. Ia baru saja mendengar ada “lelang infak” untuk kebutuhan renovasi lantai masjid, tempat ia biasa shalat lima waktu berjamaah.

Sayangnya, saat pengumuman, ia merasa benar-benar paceklik. Tak ada yang dipunyai kecuali sekadar menutupi kebutuhan sehari-hari. Anehnya, tetap saja ada bisikan optimis untuk terus bisa berpartisipasi nanti.

Dalam kondisi gelisah, hape jadulnya tiba-tiba berbunyi. Tampak sederet nomor memanggil. Minta segera dijawab. Satu persatu angka itu diamati pelan. Aneh berulang dibaca, nomor tersebut tak kunjung dikenalnya pula.

Ia bahkan heran. Maklum, saban waktu, ia hanya melayani pelanggan warung atau membersihkan halaman rumahnya. Ia bukan pengguna android. Tidak juga punya akun medsos. Layaknya orang yang punya banyak relasi dan kenalan di dunia maya.
.
Penasaran. Ia pun mengangkatnya.

Halo. Ini dengan Bapak Fulan ya? Sambil menyebut namanya, menirukan suara si penelepon.

Iya benar. Ada apa ya?

Saya minta nomor rekening Bapak. Ini ada titipan rezeki buat Bapak.

Tak sempat melunasi penasarannya. Kini rasa itu malah meloncat berlipat-lipat Bagaimana mungkin ada orang tak dikenalnya, tiba-tiba mau mengirim uang kepadanya.

“Awalnya sempat ragu juga. Tapi seolah ada yang membisik tentang keajaiban infak dan sedekah. Ini pasti pertolongan Allah,” ujarnya yakin.

Usai kejadian “aneh”, Bapak itu mengaku langsung menelepon seorang ustadz. Kepadanya, ia langsung menceritakan peristiwa takjub tersebut.

Menurutnya, tidak terbayangkan bagaimana kalau seluruh jamaah masjid rutin bersedekah setiap hari. Bagaimana kalau satu lingkungan masyarakat, semuanya bersedekah seribu atau dua ribu rupiah setiap waktu. Bagaimana kalau orientasi manusia berubah, dari senang menerima jadi gemar berbagi dan memberi.

“Sederhana. Ringan. Tapi penuh keajaiban. Itulah pertolongan Allah,” jelasnya memberi motivasi.

“Sayang waktunya sudah habis ya? Sebenarnya saya bukan penceramah. Tapi rasanya banyak betul mau dibilang di mimbar ini,” tutupnya sambil disambut senyum para jamaah.*/Masykur Suyuthi

Pembangunan Asrama Santri Hidayatullah Ambon Jalan Terus

AMBON (Hidayatullah.or.id) — Pondok Pesantren Hidayatullah Desa Liang, Ambon, Provinsi Maluku, terus melanjutkan pembangunan asrama santriwati. Meski terkendala beberapa hal, para tukang, pengurus didukung para santri terus melakukan pengerjaan setiap kali ada bahan material yang siap digunakan.

Proyek pembangunan asrama ini disokong penuh oleh Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH). Hal itu sejalan dengan komitmen BMH dalam upaya konkret ikut serta mewujudkan Program Pembagunan Berkelanjutan (SDG’s) senantiasa ditingatkan, utamanya melalui program pendidikan.

“Pendikikan adalah modal utama untuk mencetak generasi yang hebat. Oleh karena itu upaya nyata dalam program ini menjadi prioritas utama BMH Perwakilan Maluku di tahun 2019 ini,” terang Kepala BMH Perwakilan Maluku Ali Ikrom.

Pembangunan fasilitas pendidikan berupa asrama bagi para santriwati yang belajar ilmu-ilmu diniyah dan ilmu-ilmu umum itu kini berjalan cukup baik.

“Support nyata dari para muzakki, donatur dan mitra BMH telah mendorong pembangunan fasilitas pendidikan berupa asrama ini berjalan dengan baik. Dan, kami mengajak semua pihak untuk ikut terlibat sampai proses pembangunan ini benar-benar sempurna,” imbuh Ikrom.

Sebanyak 125 santriwati kini aktif belajar menghafalkan Al-Qur’an dan belajar beragm keilmuan lainnya. Pembangunan asrama yang berada di area Panti Asuhan Hidayatullah Liang Kabupaten Maluku Tengah ini diharapkan dapat segera digunakan oleh mereka.

Seorang santriwati bernama Zohara Buaklopin mengaku sangat memimpikan asrama baru itu segera dapat ditinggalinya.

“Senang kalau bisa segera tinggal di asrama baru. Asrama yang ada sudah lama. Saya dan teman-teman selalu berdoa semoga Allah mudahkan penyelesaiannya,” ungkap santriwati dari Pulau Geser itu.

Asrama santriwati ini terus dalam progres pembangunan. “Insya Allah terus kita upayakan, agar asrama yang berada di Panti Asuhan Hidayatullah Liang yang terletak di Jalan Poros Liang KM 36 Dusun Tanah Merah Desa Liang Kecamatan salahut Kabupaten Maluku Tengah Propinsi Maluku dapat segera sempurna,” tutup Ikrom.*/Herim

Kader Dai Senior Hidayatullah Sulsel Muchsinin Wafat

0

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) – Innaalillaahi Wainnaa Ilaihi raajiunn. Salah seorang penggerak dakwah dan pengkaderan Hidayatullah Sulawesi Selatan, Ustadz Muchsinin, wafat. Kader dai senior Hidayatullah Makassar ini menghembuskan nafas terakhir di RS Dr Wahidin Sudirohusodo, Makassar Sulawesi Selatan.

Kabar duka meninggal dunianya ustadz yang selalu riang ini melalui pesan whatsApp yang diterima media Hidayatullahsulsel.com dinihari sekitar pukul 00.50 Wita, Selasa (02/07/2019).

Menurut dokter yang menangani Ustad Muchsinin, penyakit yang diderita yakni penyakit hipoksia atau kekurangan oksigen di otak manusia.

Semasa hidup Abu Shiddiq, panggilannya, terlibat aktif mengawali pembangunan Kampus Hidayatullah Makassar. Terakhir diamanahi sebagai Dewan Pembina di kampus utama yang beralamat di Tamalanrea, Makassar tersebut.

Allahu yarham juga tercatat sebagai salah satu yang membidani lahirnya Kampus Tahfidz Hidayatullah Puca di kabupaten Maros.

Yang khas dari beliau adalah semangatnya berdiskusi dengan para pemuda serta kegemaran melahap bacaan apa saja. Khususnya berkaitan dengan sejarah, budaya, serta politik.

Selain dengan penikmat kopi hitam kelas berat, ia juga sangat menikmati suguhan bacaan kelas berat ala pemikiran dan peradaban tersebut.

Ucapan berbela sungkawa datang dari Ustad Kadir, ia mengatakan, kembali kita harus bersabar dengan kepergian salah satu ust terbaik di Hidayatullah Sulsel, dengan berpulangnya kehadirat-Nya, Ust Muhsinin yang telah mendedikasikan hidup dan baktinya kepada Sang Pencipta Allah Subhanahu wa Ta’ala lewat perjuangan di lembaga Hidayatullah Sulsel.

“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima semua amal kebaikannya dan mengampuni segala dosa-dosanya dan memasukkan kedalam surgaNya, aamiin,” tulis ustad Kadir melalui pesan tersebut.

Hadir pula bertakziah sahabat-sahabat almarhum seperti Ust Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, Ust Tasyrif Amin, Ust Khairil Baits, Ust Mardhatillah, Ust Sarmadani dan lain-lain. (HidayatullahSulsel.com)

Masjid Tahfidz Hidayatullah Tanralili Maros Diresmikan

TANRALILI (Hidayatullah.or.id) — Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bersama Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Maros meresmikan Masjid Andi Sitti Halijah di kompleks Pesantren Hidayatullah Tahfidz di Dusun Baku, Kecamatan Tanralili, Senin.

Ketua DPD Hidayatullah Pesantren Tahfidz Maros Ustadz Burhanuddin Jabbar dalam sambutannya berharap pembangunan asrama santri segera tuntas.

“Alhamdulillah, dalam kurun sembilan bulan masjid resmi digunakan. Semoga dengan hadirnya masjid baru menjadi sinyal lahirnya generasi yang bakal menjadi pemimpin masa depan,” Kata Burhanuddin dalam keterangannya kepada media ini beberapa waktu lalu.

Kegiatan yang dirangkaikan penyambutan santri perdana Pesantren Hidayatullah Tahfidz itu dihadiri 70 santri dan donatur pembangunan masjid. Hadir pula Muspida Maros dan Camat Tanralili.*/Ambo semmang

SAR Hidayatullah Gelar 10 Hari Diklatsar se-Maluku Utara

0

TERNATE (Hidayatullah.or.id) — Menyadari kerentanan dimana Indonesia yang merupakan negara kepulauan rawan bencana, SAR Hidayatullah terus berupaya meningkatkan kapasitas relawan agar dapat selalu sigap setiap kali ada bencana yang terjadi. Kali ini SAR Hidayatullah menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklat) tentang Ke-SAR-an yang diselenggerakan di Kota Ternate.

SAR Hidayatullah adalah badan pendukung ormas Hidayatullah bertugas mengkoordinasi dan memobilisasi sumberdaya dalam tanggap darurat bencana, mitigasi, kewaspadaan dini dan rehabilitasi pasca bencana.

Diklatsar yang kali pertama untuk wilayah Ternate Maluku Utara ini mengusung tema “Membentuk Personel SAR Hidayatullah yang Taqwa, Tanggap, Tangguh dan Trengginas”. Kegiatan akan berlangsung selama 10 hari ke depan.

Bertempat Pondok Tahfidz Putra Hidayatullah Ternate, acara Pembukaan Diklat SAR Hidayatullah tersebut disambut dengan meriah yang dihadiri sekaligus dibuka oleh Kesultanan Ternate Sultan Muda Firman Mudaffar Sjah.

Acara pembukaan turut dihadiri Ketua DPW Hidayatullah Maluku Utara Ust Riyadi Poniman, unsur pimpinan Basarnas Maluku Utara Halidin La Bidu, perwakilan Polres Ternate AKBP Azhari Zuanda S.IK dan Komandan Pusat SAR Hidayatullah Abbas Usman yang dibersamai sejumlah jajarannya serta Sholeh Syukur Selaku pembina Upacara dalam Acara pembukaan tersebut.

Dalam sambutannya membuka acara, Kesultanan Ternate Sultan Muda Firman Mudaffar Sjah mengapresiasi SAR Hidayatullah yang telah menggelar kegiatan diklat tersebut. Menurutnya, kegiatana ini adalah merupakan ikhtiar untuk memberi kemaslahatan.

“Ikhtiar diperlukan bagi kita yang tinggal di lokasi lokasi yang rawan bencana. Diklat SAR Hidayatulah adalah bagian dari ikhtiar itu sendiri. Hal utama lainnya sebenarnya adalah bagaimana menjaga hubungan dengan alam dimana kita tinggal,” kata darah Anak Sultan Ternate ke-48 ini.

Ilham selaku ketua panitia mengatakan bahwa, Diklat SAR Hidayatullah Maluku Utara ini akan dilaksanakan selama sepuluh hari mulai dari tanggal 01 hingga 10 Juli 2019 dengan jumlah peserta sebanyak 35 orang yang merupakan perwakilan dari sejumlah kabupaten kota di Maluku Utara.

Diklat SAR Hidayatullah menghadirkan Instruktur Nasional dari Pengurus Pusat SAR Hidayatullah yaitu Irwan Harun, Krisdiansyah, Murdianto dan Syaharuddin Yusuf yang akan melatih dan mendidik para peserta dengan materi-materi yang sudah disiapkan. Kegiatan ini juga mengundang instruktur dari unsur Basarnas dan sebagainya.,

“Harapan dari kegiatan ini, semoga melahirkan para relawan-relawan SAR Hidayatullah yang terlatih dan siap memberikan pertolongan ketika musibah bencana terjadi tanpa tapi, tanpa nanti,” ucap Irwan Harun selaku Kepala Diklat Pusat SAR Hidayatullah.*/Ahmad Maghfur

Rombongan Polres Anjangsana ke Ponpes Hidayatullah Nias

0

GUNUNG SITOLI (Hidayatullah.or.id) — Rombongan Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Nias melakukan kunjungan anjangsana ke Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah yang beralamat di Jalan Raya Pelud Binaka, Gunung Sitoli Idanoi, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Senin (1/7/2019).

Kedatangan rombongan Polres Nias yang dipimpin oleh Kabag Sumda Polres Nias Kompol Hasatulo Harefa ini dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-73.

Pada kesempatan itu, Kabag Sumda Polres Nias bercengkrama dengan anak-anak panti asuhan yang dibina Pondok Pesantren Hidayatullah Nias sekaligus menyerahkan Sembako yang diterima oleh Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Nias Ustadz Heri Kafri Silalahi.

Kompol Hasatulo Harefa dalam sambutannya mengatakan kunjungan tersebut dalam rangka mengeratkan silaturrahim dengan masyarakat khususnya dengan lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan dan keagamaan seperti panti asuhan Pondok Pesantren Hidayatullah Nias.

Hasatulo Harefa mengharapkan hubungan baik antar berbagai elemen masyarakat yang selama ini terjalin semakin menopang visi pembangunan di Kabupaten Nias.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Nias Ustadz Heri Kafri Silalahi menyampaikan terimakasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Polres Nias yang selama memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kegiatan sosial keagamaan.

“Terima kasih Bapak Kapolres dan jajaran yang selama ini telah mendukung berbagai program Pesantren Hidayatullah Nias terutama dalam pendidikan dan pemberdayaan santri dhuafa,” kata Heri Kafri.

Pesantren Hidayatullah Nias yang dipimpin alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah (STIEHID) Depok ini kini membina ratusan peserta didik dari kalangan yatim dan dhuafa.

Selepas pendidikan menengah atas nantinya, santri lulusan Hidayatullah Nias diprioritaskan mendapatkan beasiswa penuh untuk menempuh studi perguruan tinggi (PT) di PT Hidayatullah. Mereka juga akan ditugaskan mengabdi di masyarakat dan mendapatkan jaminan kerja ikatan dinas setelah menempuh studinya. (ybh/hio)

Mari Berqurban di Pedalaman, Menguatkan Dakwah di Pelosok

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ramadhan telah berlalu, Idul Adha menanti kita. Sungguh kemuliaan hidup di dunia dan akhirat telah Allah bentangkan bagi kita semua. Semoga Allah berikan kesempatan untuk kita semua berjumpa kembali dengan bulan penuh ibrah dan pemacu semangat berkorban karena Allah.

Menyambut Idul Adha yang penuh pelajaran dan semangat hidup tersebut, Pos Dai meluncurkan Program Qurbanmu Dakwahmu.

“Qurban memang ritual tahunan yang biasa dirayakan oleh kaum Muslimin. Akan tetapi, bersama Pos Dai melalui Program Qurbanmu Dakwahmu kita akan meningkatkan daya manfaat dari ibadah qurban yang kita lakukan, terutama untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkannya,” terang Ketua Panitia Qurbanmu Dakwahmu Pos Dai Pusat, Abdul Muin baru-baru ini di Jakarta.

Melalui Qurbanmu Dakwahmu, pequrban tidak saja telah menjalankan ibadah yang mulia, pada saat yang sama juga ikut mendorong penguatan gerakan dakwah di pedalaman.

“Setiap hewan qurban yang ada akan menjadi sarana para dai untuk bisa masuk ke daerah yang belum tersentuh oleh dakwah Islam. Sehingga para dai dapat melakukan penguatan dakwah pada masyarakat yang haus akan dakwah Islam, sehingga kebahagiaan Idul Adha juga memancar di berbagai daerah dimana para dai mendedikasikan dirinya bersama masyarakat pedalaman dan pelosok,” jelasnya.

Pada Idul Adha Tahun 2019 / 1440 H, beberapa daerah akan menjadi destinasi utama pendistribusian hewan qurban dari program Qurbanmu Dakwahmu.

“Insya Allah akan kita arahkan pengadaan hewan qurban untuk masyarakat Suku Akit di Kepulauan Riau, Suku Wana, minoritas Muslim di Long Telenjo, Kalimantan Utara, Bayan Beleq NTB, masyarakat Gunung Kidul, masyarakat Kopeng Salatiga, masyarakat Kepulauan Kera, dan Kepulauan Longos di NTT, serta masyarakat Boven Digoel Papua, Jayapura dan Keerom, serta masyarakat Misool Raja Ampat, Manokwari dan Sorong Papua Barat,” urainya.

Dengan program ini, pequrban tidak saja menjalankan ibadah, tetapi juga mendorong penguatan dakwah para dai di pelosok negeri dalam menebar hidayah dan maslahat di bumi pertiwi.

Tidak hanya itu, bersama program “Qurbanmu Dakwahmu” ini menjadi perantara para dai untuk mengenalkan kepada masyarakat suku pedalaman yang baru mengenal Islam bahwa Islam memiliki Hari Raya Idul Adha.

Pada saat yang sama, membahagiakan mereka yang jauh dari keramaian dan kemudahan hidup masyarakat perkotaan.*/Zainal Amiruddin