Beranda blog Halaman 553

Masyarakat Kupang Sambut Rumah Qur’an Hidayatullah

0

KUPANG (Hidayatullah.or.id) – Alhamdulillah, berkat dukungan dan harapan besar masyarakat khsusunya muslim Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kini telah dilakukan pembangunan Rumah Qur’an Hidayatullah guna memenuhi tingginya permintaan untuk pembinaan agama Islam bagi masyarakat khususnya terhadap pembelajaran Al Qur’an.

Pembangunan Rumah Quran tersebut ditandai dengan kegiatan peletakan batu pertama bangunan yang beralamatkan di Jalan CHR. J. Moy No.6 Kota Kupang, Sabtu, 14 Oktober 2014.

Peletakan batu pertama ini dihadiri oleh sejumlah tokoh diantaranya KUA Kelapa Lima Muhammad Aladin, Ketua IPHI H Muhammad, Kemenag Pendis Kota Kupang Luqman Sara, Ketua IPHI Kota Kupang H Muhammad, Imam Masjid Nurul Hidayah H Daiman, Ketua FOSHIMATA Ummi Lilis Badjide.

Tampak juga anggota Dewan Mudzakarah Hidayatullah KH Ir. Hanifullah Hanan, Ketu DPW Hidayatullah NTT Usman Mamang, Ketua DPD Hidayatullah Kota Kupang Anwar Hadi Tory, Ketua Yayasan Ulil Amri Syaiful Bahri dan puluhan simpatisan dan juga donatur.

Dalam sambutan H Muhammad sebagai wakil ketua panitia pembangunan Rumah Qur’an menyampaikan bahwa dijadwalkan yang akan meletakkan batu pertama sejatinya adalah oleh Wali Kota Kupang terpilih saat ini Bapak Jefri Riwu Korea.

Akan tetapi, kata Muhammad, karena kegiatannya yang begitu padat jadi beliau tidak bisa hadir.

Lebih lanjut. Muhammad bercerita tentang keadaan Rumah Qur’an dari bangunan fisiknya.

“Melihat kondisi Rumah Qur’an beberapa tahun belakangan sejak dibuka kegiatan tahun 2011. Sungguh sangat memprihatinkan bangunan saat itu. Kalau kami dan anak-anak TPQ bersandar di dinding bangunan maka terasa getaran dan bergoyang-goyang. Sehingga, inilah insiatif pengurus agar Rumah Qur’an memiliki bangunan permanen,” kata Muhammad.

Maka setelah itu dibentuklah panitia pembangunan panitia setahun yang lalu dan baru kali ini diadakan peletakan Batu Pertama.

“Semoga ini menjadi sejarah pertama dibangunnya Rumah Qur’an di NTT,” kata pria yang akrab disapa Pak Haji ini.

Anwar Hadi Tory selaku Ketua DPD Hidayatullah Kota Kupang menyampaikan, pembangunan ini tidak akan mungkin berjalan tanpa ada doa dan dukungan dari Bapak dan Ibu yg hadir.

Anwar mengatakan pihaknya selalu berusaha dan berdoa demi melahirkan generasi terbaik umat ini.

“Mengawali kegiatan dahulu kami hanya memiliki 5 orang santri Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ). Alhamdulillah kini telah berjumlah 200-an santri dari TPQ, Raudhatuk Athfal, Class Tanfidz dan Cordoba English Course (CEC) dan Majlis Taklim Al Bahirah Pasir Panjang,” ujarya.

Sambutan juga disampaikan oleh Drs. Luqman Sara dari Kementrian Agama Kota Kupang Bidang Pendidikan Islam. Dia mengagatan pihaknya sangat mendukung program yang dicanangkan oleh Hidayatullah Kupang.

“Mar kita dayung bersama dari berbagai suku mulai dari Jawa, Bugis, Padang dan lain-lain untuk memajukan masyarakat muslim NTT,” imbuhnya.

Lukman menambahkan bahwa ada 3 ciri khas berdirinya Peradaban Islam ada untuk betul-betul kita resapi. Pertama, kata dia, sumberdaya Manusia yang mumpuni. Kedua, majunya Lembaga Pendidikan Islam dan Ketiga, tumbuh berkembangnya kegiatan keIslaman.

“Itu semua tidak cukup manakala tidak ditopang dengan ekonomi yang memadai,” kata dosen yang aktif mengajar di STIT Kupang ini.

Diakhir kegiatan panitia mengundang dai Lokal Kota Kupang yaitu Ustadz Sofyan Abdurrahman memberikan wejangan. Dalam nasihatnya ia mengajak tetamu undangan yang hadir agar selalu gemar bersedekah terutama dalam pembangunan Rumah Qur’an.

“Kitalah sang pelopor kebaikan maka sudah seharusnya bagi kita untuk selalu mengeluarkan infaq dan sedekah di jalan Allah Ta’ala,” demikian ajakan dai muda alumnus Pondok Modern Gontor, Jatim ini. */Usman Aidil Wandan

Usia Boleh Tua tapi Semangat Dakwah Tetap Menyala-nyala

0
Ketua Bidang Organisasi DPP Hidayatullah Ir Khairil Baits

SUKABUMI (Hidayatullah.or.id) – Sebagai manusia, tentu fisik lambat laun terus melemah dan semakin senja, tapi bukan berarti semangat dakwah ikut pupus seiring bertambahnya usia. Semangat itu selalu menyala-nyala. Demikianlah yang selalu nampak dari kader-kader senior Hidayatullah.

Seperti yang dilihat media ini ketika Ketua Bidang Organisasi DPP Hidayatullah Ir. Khairil Baits menyampaikan sambutan dalam acara silaurrahim kader muda mahasiswa Hidayatullah di Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) Ar Raayah Sukabumi, Jum’at (13/10/2017).

Kendati usianya tak lagi muda bahkan termasuk yang tertua di susunan struktur DPP Hidayatullah, lelaki yang selalu ramah ini dengan penuh gairah membakar semangat dakwah mahasiswa untuk melayani umat.

Di hadapan sedikitnya 80 orang hadirin, Ust Khairil mendorong mahasiswa untuk menjadi agen-agen perubahan dan dai pencerah di masyarakat. Hidayatullah, katanya, membutuhkan banyak sekali dai untuk memenuhi permintaan umat.

“Kalau dulu senior lembaga ini bisa luar biasa terjun ke medan dakwah dengan modal yang bisa dibilang nekat dan ilmu yang pas-pasan namun mereka mampu melahirkan karya yang bisa kita nikmati sekarang ini. Apalagi Anda -anda yang sudah dibekali disiplin ilmu. Pasti akan semakin luar biasa,” kata Ust Khairil.

Dengan setengah berkelakar, Ust Khairil mengatakan dirinya pun masih mampu bersaing dengan para anak muda dan mahasiswa ini untuk tandang ke gelanggang dakwah.

Meskipun sudah terbilang gaek dengan rambut wajah yang telah banyak memutih, perintis sejumlah kampus Hidayatullah di Sulawesi ini mengaku tak mau disebut orangtua.

“Jangan panggil kita orangtua. Saya bukan orangtua tapi senior. Tua betul rasanya kalau dipanggil orangtua. Jadi jangan salah, saya ini (masih) muda dan masih kuat bersaing dengan Anda yang muda,” selorohnya disambut takbir peserta silaturrahim.

Pada kesempatan tersebut Ust Khairil mengingatkan bahwa Hidayatullah sebagai lembaga dakwah terus konsen pada mainstream gerakan tersebut. Pertemuan tersebut juga menurutnya salah satu upaya penguatan tersebut.

Karena itu, beliau mengingatkan pentingnya setiap kader Hidayatullah mengambil peran secara optimal dalam riak-riak perjalalan dakwah yang dilakoni tanpa perlu memandang kedudukan ataupun jabatan.

“Dalam mengarungi perjalanan dakwah yang penting adalah fungsional, bukan struktural. Yaitu bagaimana kita bergerak secara fungsional dimana keberadaan kita dapat memberi manfaat bagi lingkungan di mana kita berada. Hari ini saya pengurus DPP Hidayatullah tapi saya pun sewaktu-waktu sudah siap ditugaskan jadi tukang sapu,” pungkasnya.

Acara silaturrahim kader dai dan daiyah Hidayatullah yang menempuh studi di STIBA Ar Raayah Sukabumi ini mengangkat tema “Bersama Kita Meninggikan Akhlak, Cinta Ilmu, Membumikan Dakwah dan Amal Shaleh untyuk Tegaknya Peradaban Islam”.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Departemen SDI DPP Hidayatullah Abdul Muhaimin, anggota Dewan Mudzakarah Hidayatullah Akib Junaid. Dan turut membersamai Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah Suhardi Sukiman dan Kadep Organisasi PP Syabab Hidayatullah Ahmad Muzakky. (ybh/hio)

Jadilah Kader Fungsional yang Bermanfaat di Mana Saja Berada

0

“Dalam mengarungi perjalanan dakwah yang penting adalah fungsional, bukan struktural. Yaitu bagaimana kita bergerak secara fungsional dimana keberadaan kita dapat memberi manfaat bagi lingkungan di mana kita berada. Hari ini saya pengurus DPP Hidayatullah tapi saya pun sewaktu-waktu sudah siap ditugaskan jadi tukang sapu”

(Ketua Bidang Organisasi DPP Hidayatullah Ir. Khairil Baits di hadapan puluhan kader muda Hidayatullah di STIBA Ar Raayah Sukabumi, Jum’at 13 Oktober 2017)

Kematian itu Pasti Tapi Kalau Belum Waktunya Tak Akan Mati

0

“Pertolongan Allah pasti datang maka teruslah berjuang karena tantangan dulu dan kini tidaklah berubah. Maksimal ujungnya kematian. Sekarang bisa mati kalau berjuang, dulu juga begitu. Tapi kalau belum waktunya mati, biar senapan sudah depan mata takkan mati juga”

(Pimpinan Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad, Ciawi Bogor, Rabu 11 Okt 2017)

Diusulkan Sebaiknya Pesantren di Bawah Kementerian Khusus

0
ILUSTRASI: Kapolres Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Hasanuddin, SAg, beserta rombongan berfoto bersama di depan papan nama Pondok Pesantren Hidayatullah Sipora Mentawai dalam kesempatan silaturrahim bersama sejumlah pengurus/ pmc

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Pesantren sebuah entitas yang sangat besar, jumlahnya sangat bayak sekali. Pesantren melaksanakan pendidikan bidang agama, juga mengajarkan keterampilan hidup, wirausaha dan lain sebagainya.

Selain pesantren, ada madrasah diniyah yang jumlahnya juga sangat banyak. Karenanya, diusulkan agar pondok pesantren diurusi dan berada di bawah kementerian khusus.

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin menanggapi usulan adanya kementerian yang khusus mengurusi pondok pesantren ini.

Menurutnya, yang mengurus pesantren setingkat menteri lebih bagus, kalau pun tidak setingkat menteri diharapkan diurus setingkat direktorat jenderal (dirjen).

“Sekarang pesantren dan madrasah diniyah ditangani oleh direktur. Setingkat direktur sangat sederhana untuk menangani pesantren yang sangat banyak,” kata Kamaruddin dikutip Republika, Rabu (11/10/2017).

Ia mengatakan, seandainya direktur yang mengurusi pesantren ditingkatkan menjadi setingkat dirjen. Mungkin akan bisa berbuat lebih banyak. Kalau yang mengurusi pesantren setingkat menteri tentu lebih bagus.

“Tetapi seandainya belum memungkinkan saya kira direktur jenderal juga sudah sangat luar biasa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kalau pesantren dan madrasah diniyah ditangani setingkat dirjen. Nanti akan ada beberapa direktur untuk membantu. Nanti bisa ada direktur pesantren, direktur madrasah diniyah dan lain sebagainya.

Ia menceritakan, ide pembuatan Dirjen Pesantren sebenarnya sudah lama diinginkan.

Dirjen Pendidikan Islam sangat besar, mengurusi RA, MI, MTs, MA, Pesantren dan Perguruan Tinggi Islam.

Sementara Dirjennya hanya satu. Jadi, kata Kamaruddin, terasa sangat sederhana strukturnya. Sementara tanggungjawabnya sangat besar sekali.

“Kalau dirjen dimekarkan, itu mungkin alternatif yang paling pas. Yang kita wacanakan itu tiga dirjen, dirjen pesantren, dirjen pendidikan tinggi Islam, dirjen madrasah,” jelasnya.

Ia menginformasikan, siswa dan siswi madrasah jumlahnya mencapai 10 juta orang dari 72 ribu madrasah. Perguruan Tinggi Islam jumlahnya sekitar 700 lebih.

Sementara pesantren jumlahnya sekitar 30 ribu. Kalau melihat jumlah pesantren dan madrasah diniyah yang begitu banyak, menurutnya, tentu Presiden Jokowi lebih memahaminya. (ybh/hio)

Menebarkan Kebaikan Dakwah ke Tapal Batas Tulin Onsoi

0

NUNUKAN (Hidayatullah.or.id) – Gerakan dakwah Islam sejatinya tak kenal henti. Dakwah memuat pesan-pesan keselamatan dan kebahagiaan untuk semesta raya. Spirit itu pulalah yang berwarnai rangkaian dakwah yang digalakkan Hidayatullah. Menebarkan rahmat, memberdayakan umat.

Disadari bahwa kebutuhan atas bina rohani serta pembinaan dakwah keislaman tidak saja dibutuhkan masyarakat perkotaan. Ia juga menjadi kebutuhan rakyat pedalaman.

Kebutuhan tersebutlah diantaranya yang coba dipenuhi oleh Pengurus Hidayatullah Nunukan, Kalimantan Utara, dengan merintis jalan dakwah di kawasan perbatasan tapal batas negara yaitu di Kecamatan Tulin Onsoi.

Selain membuka layanan pembinaan ruhani, Pesantren Hidayatullah Tulin Onsoi kini merancang pendirian pembangunan SD Integral setelah sebelumnya telah berhasil mendirikan KB/TK yang telah berjalan dengan sangat baik.

Ketua Pesantren Hidayatullah Tolin Onsoi, Ustadz Nur Wahid, mengatakan pihaknya terus mengupayakan hal tersebut kendatipun dengan kondisi yang serba terbatas.

“Diharapkan dengan kehadiran sekolah SD swasta yang pertama di kecamatan ini mampu menjadi awal lahirnya mercusuar pembinaan generasi muda di desa Sanur dan Makmur ini serta Tolin Onsoi pada umumnya. Ini sekolah Islam pertama di Tolin Onsoi,” ucapnya.

Saat ini, kata Nur Wahid, perkembangan teknologi sudah semakin maju, akses informasi bisa didapat kapan dan dimana saja, sehingga pada saat yang bersamaan ancaman kerusakan moral generasi muda juga sangat kuat.

“Tentu saja kehadiran sekolah melalui pesantren ini diharapkan mampu menciptakan pondasi pendidikan agama yang kuat dan memberikan warna tersendiri dalam syiar dan dakwah,” imbuhnya.

Namun dia mengakui usaha ini tidaklah mudah, terlebih Nunukan merupakan pulau yang terdepan dengan Tawau Malaysia. Satu sisi, untuk warga bisa sekolah berkualitas sangat tidak mudah, sebab ke Tarakan jauh. Apalagi ke pulau di luar Kalimantan.

“Mau tidak mau, Nunukan utamanya Tulin Onsoi harus punya sekolah sendiri untuk umat Islam, yang bisa kita mulai untuk pendidikan dasar anak-anak Indonesia,” tegasnya.

Tulin Onsoi adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia. Tulin Onsoi merupakan pemekaran dari kecamatan Sebuku yang disahkan oleh DPRD Nunukan melalui Peraturan Daerah (Perda) pada tanggal 10 Agustus 2011*/Zaky

Zainuddin: “Saya Merinding Melihat Santri Hidayatullah”

SAMARINDA (Hidayatullah.or.id) – Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur, Zainuddin Fanani, mengungkapkan kekagumannya terhadap santri Hidayatullah.

“Saya merinding melihat Santri Hidayatullah,” cetusnya ketika memberikan sambutan pada acara pemberian santunan kepada santri dalam rangka peringatan HUT Bank Kaltim ke 52 bertempat di Masjid Al-Iman Pondok Pesantren Hidayatullah Samarinda, Selasa (10/10/17).

Menurut Zainuddin, dirinya merasa kagum sebab santri di Pesantren Hidayatullah Samarinda, selain fokus mempejari IT juga merupakan penghafal Al Qur’an yang setiap hari disiplin melaksanakan shalat Tahajjud tepat pukul 02.30 WITA dini hari.

“Itulah mengapa animo masyarakat saat ini cenderung menyekolahkan anak ke pesantren, sebab membangun bangsa harus berasal dari kekuatan moral,” lanjutnya.

Disamping itu, bapak yang menjabat direktur utama Bank BPD Kaltim sejak 2011 ini mengaku telah lama mengenal lembaga Hidayatullah.

“Saya mengenal Hidayatullah melalui Ustadz Alimuddin. Beliau adalah bukti nyata betapa keterbatasan bukanlah menjadi halangan dalam melakukan yang terbaik,” kenangnya pada seorang ustadz yang tengah membangun pesantren di pedalaman Kutai Timur sekarang.

Sedang Ketua Yayasan Hidayatullah Samarinda Ustadz H Jamaluddin Ibrahim dalam sambutannya mendorong santri agar mencontoh orang-orang sukses seperti Zainuddin.

“Semoga kelak para santri ada yang menjadi pemimpin bangsa, ada yang menjadi manejer seperti Bapak Zainuddin,” harapnya yang diaminkan para santri.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia HUT ke 52 Bank Kaltim, Eka Yulianti menjelaskan bahwa dalam rangka memperingati HUT ke 52 Bank Katim ini, pihaknya akan memberikan santunan kepada 520 orang anak dari 10 panti asuhan di Kota Samarinda.

Kegiatan yang merupakan wujud kesyukuran kepada tuhan Allah SWT ini digelar dengan membawa tema “Berbagi Untuk Kesejahteraan Bersama”.*/Shabirin Ibnu Hambali

Terus Melangkah Meski Tantangan yang Luar Biasa

0

“Tantangan yang akan kita hadapi sangatlah luar biasa, maka kita juga harus melakukan hal yang lebih luar biasa agar bisa menghadapinya. Selama masih bisa berjalan, teruslah berjalan. Walau akhirnya harus terhenti di tengah jalan karena itulah mujahadah kita”

(Pimpinan Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad, Ciawi Bogor, Rabu 11 Okt 2017)

Ukhuwah dan Ibadah Akan Hadirkan Anggaran dari Allah

0

“Jangan ragu untuk menjalankan “program” Allah. Pasti Allah kasih anggarannya. Selagi niat benar, ibadah terpelihara, ukhuwah terjamin, maka tidak mungkin Allah menyia-nyiakan kita”

(Salah satu tokoh Pendiri Hidayatullah Ust. Hasyim HS, Ciawi Bogor, Rabu 11 Oktober 2017)

 

Hidayatullah Batam Boyong Trofi di Kejurda III Tapak Suci

0

BATAM (Hidayatullah.or.id) – Hidayatullah Boarding School (HBS) Putra Pondok Pesantren Hidayatullah Batam berhasil memboyong trofi di ajang Kejurda III Tapak Suci se Kepulauan Riau di SMK Muhammadiyah Batam, Ahad, (08/10/17).

Kejurda III ini adalah event tahunan yang diadakan oleh Pemerintah Daerah (PEMDA) Kepri untuk mencari bibit atlet yang akan dibina untuk kejurnas nantinya.

Dan Kejurda III ini adalah event pertama yang diikuti oleh Pesantren Hidayatullah Batam.

Kejurda kali ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai cabang tapak suci se-Kepulauan Riau, mulai dari tingkat anak-anak, remaja, dan umum.

Hidayatullah Batam juga mendapatkan juara umum dengan 9 medali emas, 4 perak, dan 5 perunggu

Kepala Kepengasuhan Putra Kampus Hidayatullah Batam Muhammad Maulana Rofieq menyampaikan bahwa ia sangat bangga atas perestasi tersebut.

Maulana berpesan kepada santrinya agar bisa mempertahankan prestasi ini dan menjadi pelajaran bagi santri lainya sehingga menjadi spirit untuk bekerja keras dan selalu berprestasi.

“Kita menjadi juara ini berkat kerja keras dan doa kita bersama. Oleh sebab itu agar bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk selalu berkarya dalam hal kebaikan,” ujar maulana

Sementara itu pelatih Perguruan Silat Tapak Cuci Hidayatullah Batam Muhammad Siddiq mengaku bahwa ia sangat terharu dan bangga atas keberhasilan ini.

“Saya sangat bangga dan saya sangat berterimah kasih kepada semuanya, karena berkat doa dan dukungan kita bersama sehingga santri kita mampu menorehkan prestasi ini” papar Siddiq. (rn/hio)