Beranda blog Halaman 569

Hidayatullah Jayapura Tuan Rumah Ngaji Akbar BKMT

Hidayatullah Jayapura Tuan Rumah Ngaji Akbar BKMTHidayatullah.or.id – Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Jayapura, Provinsi Papua, menjadi tuan rumah pengajian akbar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Jayapura, Ahad (29/03/2017) lalu.

Ratusan ibu-ibu majelis taklim se-Kota Jayapura ini mengikuti pengajian rutin BKMT Kota Jayapura di Pondok Pesantren Hidayatullah, Distrik Muaratami, Kota Jayapura.

Ketua BKMT Kota Jayapura, Hj. Saromah, S. Ag. mengatakan selain saling bersilaturrahim dan mencari ilmu, pengajian BKMT kali ini juga menargetkan tumbuhnya kepedulian jamaah pengajian pada Pondok Pesantren Hidayatullah melalui infaq dan sedekah.

Hal ini, lanjut dia, diharapkan dapat mendukung proses pendidikan bagi para santri Ponpes yang selama mengikuti pendidikan beserta segala fasilitas keseharian tidak dikenakan biaya sama sekali.

Ustadz Muhammad Indra Rizqi selaku penceramah, mengingatkan keutamaan sedekah bagi seorang muslim yang balasannya adalah surga.

Senada dengan itu, Ketua BKMT Kota Jayapura, Hj. Saromah, S. Ag., sama-sama menyisipkan ajakan dan himbauan untuk bersedekah bagi kepentingan pendidikan santri Pesantren Hidayatullah Hidayatullah Jayapura juga rehab masjid.
Pimpinan Ponpes mengaku sangat terkejut dengan kehadiran jamaah pengajian rutin BKMT se- Kota Jayapura yang mencapai angka ratusan ini.

“Alhamdulillah, paling banyak biasanya kami menerima tamu sekitar puluhan saja. Ini membuat saya merinding, bahkan kalang kabut juga,” ujar Ketua Yayasan Ust Muallimin Amin, haru.

Ketua BKMT Kota Jayapura berpesan kepada para santri yang turut serta dalam kegiatan pengajian, agar bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan memahami serta mengamalkan kandungan Al Qur’an.

Dalam kesempatan ini, BKMT juga mengundang pengembang properti syariah pertama di Jayapura, “Pilar Madani Properti” yang mengenlkan dan menawarkan perumahan berbasis prinsip jual beli syariah berlokasi di Tanah Hitam dan Koya Barat.

Di penghujung acara, pengurus BKMT Kota Jayapura menyerahkan bantuan pembangunan masjid Ponpes Hidayatullah kepada pimpinan Ponpes dimana secara spontan jamaah berhasil menghimpun dana infaq lebih dari 10 juta rupiah.(Dewi)

Bela Negara dengan Cinta dan Membeli Produk Indonesia

Ketua Bidang Perekonomian Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Asih Subagyo_2_coverWirausahaHidayatullah.or.id – Ketua Bidang Ekonomi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Asih Subagyo, mengatakan bela negara tidak berarti melulu tindakan fisik melainkan dapat pula diwujudkan dengan mencintai dan membeli produk bangsa sendiri terutama yang diproduksi oleh indsutri rumahan dan dalam pasar-pasar tradisional.

“Dalam konsep mempertahankan dan bela negara harus ditanamkan rasa memiliki sebuah negara dengan menggunakan produk kita sendiri dibandingkan dengan produk negara asing,” kata Asih Subagyo dalam seminar Pemasyarakatan Kewirausahaan diselenggarakan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) di Kota Depok, Jawa Barat, Jum’at (24/03/2017).

Asih mengimbuhkan, mestinya orang Indonesia harus lebih bangga membeli produk buatan di dalam negeri sendiri daripada membeli produk luar.

“Seperti sepatu produksi Cibaduyut, apakah kualitasnya tidak lebih baik dari produk luar. Ternyata jauh lebih bagus daripada produksi luar. Bela negara seharusnya diarahkan untuk memantapkan pasar dalam negeri melalui produk sendiri,” tegas Asih.

Dalam seminar yang digelar Kemenkop UKM bekerjasama dengan dengan PP Syabab Hidayatullah di Wisma Sasono Mulyo ini, Asih menegaskan bahwa bela negara bukan hanya sikap dan tindakan, melainkan kehormatan untuk sebuah bangsa.

“Ketika masyarakat Indonesia mengatakan bela negara maka harus merasa terhormat saat memakai produk buatan Indonesia,” imbuh Asih.

Menurut Asih, merupakan hal penting dan mendasar saat ini untuk menanamkan kecintaan terhadap Indonesia dengan mengutamakan produk Indonesia.

Jangan sampai, tambah Asih, Indonesia berada dalam pusara cengkraman produk luar dan dikendali konglomerat yang tidak berdarah Merah Putih yang hanya “mengenyangkan” pihak tertentu saja.

Menurut Asih, kekuatan pendukung dalam bela negara bukan hanya dari luar dengan beragam ancaman budaya asing masuk ke Indonesia, tetapi dari dalam juga untuk mulai menerapkan sikap cinta produk sendiri. Sikap itu, kata Asih, akan membentuk karakter dengan nilai-nilai yang disepakati agar tercipta kesadaran masyarakat untuk bela negara.

“Ini yang seharusnya digelorakan bahwa yang sangat penting dalam gerakan bela negara adalah dengan cinta dan hanya membeli produk-produk Indonesia,” kata Asih.

Bangun semangat kewirausahaan

Masih menurut Asih Subagyo, dalam berwirausaha menekankan pentingnya aktualisasi dalam berwirausaha. Menurutnya, ide bisnis yang brilian tidak akan berarti apa-apa apabila akhrinya hanya berhenti pada gagasan semata. Namun, dengan ide yang terkesan sederhana bisa kadang-kadang melejit dengan adanya usaha nyata.

“Aktualisasi penting. Dalam banyak pengalaman, ide dan business plan luar biasa menarik namun tidak coba dilakukan. Ketika kemudian ada orang lain yang menjalankan ide yang persis sama dan sukses, akhirnya ia hanya bernostalgia tentang ide bisnisnya dulu,” kata Asih.

Sambil berseloroh Asih menceritakan pengalamannya bagaimana ia pernah memiliki ide tentang transportasi online jauh sebelum kehadiran industri ride-hailing yang pelan-pelan telah menjadi moda utama itu.

Namun, idenya yang bertajuk The Revolution of Ojek itu belum pernah dilakukan hingga kemudian muncullah Grab, Gojek, Uber, dan sebagainya.

“Layanan-layanan yang disruptive seperti ride-hailing ojek online ini telah menjadi layanan yang mentransformasi kota-kota tidak saja di Indonesia bahkan dunia. Makanya, saya mengajak anak-anak muda jangan takut bermimpi dan berwirausaha. Yang terpenting bangun jaringan, jangan berhenti hanya karena memikirkan akses permodalan meskipun itu penting,” imbuh Asih. (ybh/hio)

Dai Kokohkan Peradaban Indonesia

Dai Kokohkan Peradaban IndonesiaHidayatullah.or.id – Peran dai atau muballigh sebagai pembawa risalah Islam yang luhur dan universal perlu terus didukung karena kiprahnya secara tidak langsung telah turut mengokohkan peradaban Indonesia.

Demikian ditegaskan Manajer Program Dan Pendayagunaan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) Perwakilan Jawa Timur, Abdan Syakura, usai seremoni penyerahan motor dai di Masjid Al Aqsa Madinah, Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya belum lama ini.

Dikatakan Abdan, dai kendatipun tak jarang mendapat perlakuan negatif bahkan dituding dengan berbagai tuduhan sumir, dai telah membuktikan peran pentingnya dalam mengawal kemajuan Indonesia baik dari sisi kecerdasan maupun kebudayaan secara lahir batin.

“Karena itu, peran dai sebagai bagian dari elemen organisasi masyarakat menjadi bagian yang terintegrasi dengan sistem pembangunan nasional perlu selalu didukung,” kata Abdan dalam keterangannya diterima Hidayatullah.or.id, Rabu (29/03/2017).

Abdan mengimbuhkan, banyak dai yang harus terjun ke medan dakwah untuk memberikan layanan pendidikan masyarakat. Selain itu ada yang melanglang buana dari satu majelis ke majelis taklim lainnya guna bertandang menemui umat yang dahaga akan siraman rohani dan pengajaran Islam.

“Tak semua seorang dai bertugas dakwah berkecukupan. Bahkan diketahui banyak dai-dai muda maupun sepuh mensyiarkan Islam ke pedalaman maupun perkotaan dengan segala keterbatasan terutama masalah transportasi,” kata Abdab.

Karenanya, Laznas BMH melalui cakupan program Dai Tangguh, pihaknya terus menggulirkan program pemberdayaan dai khususnya penyaluran alat transportasi untuk dai.

Abdan Syakura menuturkan bahwasannya penyaluran motor ini diberikan kepada dai yang juga merupakan program yang didedikasikan untuk daerah-daerah pelosok, pedalaman, terpencil hinggal kepulauan terluar.

“Mereka adalah dai-dai yang dikirim menetap, melakukan pembinaan, membangun pendidikan, pemberdayaan dan syiar islam,” terang alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini.

Beberapa waktu lalu Laznas BMH Jawa Timut telah menyalurkan 2 motor kepada dai tangguh dari Sumenep (Madura) dan Bojonegoro saat berbarengan pada acara seminar bedah buku “Ditolong Allah” karya Imsyah Rokayah. (ybh/hio)

Hidayatullah Denpasar Menata Langkah Sinergi Dakwah

IMG-20170325-WA034 IMG-20170325-WA035 IMG-20170325-WA036 IMG-20170325-WA037 - Cove Hidayatullah.or.id – Suasana Aula Bayt Kaboki Hotel jauh lebih ramai dari biasanya pada hari Sabtu (25/3/20117) ini. Pasalnya, ada gelaran Rapat Kerja Pengurus Daerah Hidayatullah Kota Denpasar dalam mengemban amanah tahun kedua dari kepengurusan periode ini.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kota Denpasar Ust Mochammad Muslich, dalam sambutannya mengatakan rapat kerja merupakan upaya untuk merekam jejak dengan evaluasi-evaluasi konstruktif yang sejalan dengan itu terus menata langkah lebih baik lagi.

“Kegiatan ini merupakan langkah-langkah berkesinambungan Hidayatullah khususnya di Denpasar untuk menguatkan sinergi dakwah dengan semua pihak,” kata Muslich.

Kata dia, Bayt Kaboki sebagai hotel yang mentasbihkan diri sebagai hotel Syariah di Bali sengaja dijadikan venue gelaran tahun ini. Menurutnya, hal ini merupakan awal gebrakan pengurus untuk mengajak sinergi antar elemen umat Islam khususnya di Kota Denpasar.

“Kita ingin mengajak segenap elemen umat untuk sama-sama bergerak dalam gerakan dakwah ini,” tutur beliau diawal-awal sambutannya.

Senada dengan itu, Ketua DPW Hidayatullah Bali Ust Abdullah Salim, M.Pd.I. dalam sambutannya di kesempatan serupa mengharap pertemuan itu menghasilkan terobosan-terobosan yang baik untuk umat di Bali mendorong dan mendorong terus menggalakkan dakwah dan pendidikan yang telah menjadi mainstrream gerakan Hidayatullah.

“Tempat ini merupakan tempat spesial maka diharapakan program-program yang dihasilkan dari raker ini pun harus gagasan spesial terutama dalam rangka mengawal gerakan dakwah yang mengedepankan nilai universal dan keteladanan Islam yang luhur,” kata Ust Abdullah Salim.

Harapannya, lanjut Ust Salim, dengan gagasan-gagasan ‘special’ tersebut, pengurus ini akan lebih optimis lagi dalam menjalankan hasil-hasil raker.

Namun, Ust Salim mengingatkan, yang harus menjadi prioritas dari itu semua adalah bagaimana program-program tersebut semakin mendekatkan umat, khususnya penggerak dakwah ini untuk selalu berinteraksi dengan Al-Qur’an.

“Karena jika penggerak dakwah tidak atau jarang berinteraksi dengan Al-Qur’an, maka itu adalah problem besar”, ujar beliau mewanti-wanti.

Ust. Fathoni, selaku Wakil dari ketua MUI Kota Denpasar dalam sambutan Pembukaan Raker Dewan Pengurus Daerah Kota Denpasar ini memberikan wejangan kepada segenap hadirin bahwa pekerjaan ini adalah membimbing umat.

Beliau menambahkan, dengan terus meningkatkan etos kerja yang pada akhirnya umat merasakan kehadiran kita dengan manfaat-manfaat yang kita berikan dalam program-program yang sudah kita canangkan.

“Manfaat kebaikan inilah yang akan memberikan rasa memiliki dan terus meningkatkan amalan-amalan sholehnya dengan target akhir umat akan mendapatkan khusnul khotimah dalam akhir perjalanan hidupnya,” kata Ust Fathoni memberikan wejangan.

Dalam pembukaan Raker ini diadakan pemaparan oleh Pegadaian Syariah sebagai salah satu sponshor dalam raker kali ini. Pegadaian Syariah Denpasar memaparkan tentang kemudahan program Arrum Haji yang langsung disampaikan oleh Ibu Hj. Karmini, SE selaku kepala pegadaian Syariah Kota Denpasar.

Raker yang mengangkat tema, ‘Optimalisasi Program Maenstream Menuju Sukses Gerakan’ ini digelar di Hotel Bayt Kaboki dan disponshori oleh Pegadaian Syariah, Super Water ‘Kangen Water’, Pos Da’i, Mushida, Syabab dan Baitul Maal Hidayatullah. */Yusran Yauma

Rapat Koordinasi Nasional Dakwah di Yogyakarta

Rakornas Dakwah Hidayatullah di YogyakartaHidayatullah.or.id – Departemen Dakwah dan Penyiaran Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah menggelar Rapat Koordinasi Nasional Dakwah di Yogyakarta berlangsung selama 2 hari dibuka pada Senin (21/03/2017).

Rakornas ini dihadiri oleh seluruh perwakilan Hidayatullah se-Indonesia. Selain membahas dinamika keummatan dewasa ini, acara ini juga mengkoordinasikan beragam persoalan untuk penguatan gerakan dan optimalisasi program dakwah.

Acara ini dihadir oleh Ketua Umum Nashirul Haq, Lc, MA, dan Ketua Departemen Dakwah dan Penyiaran Drs. Shohibul Anwar, M.Pd.I, dan unsur Posdai Hidayatullah sebagai sponsor dan penyelenggara acara. (ybh/hio)

Peningkatan Kualitas Penting Daripada Pembatasan Materi

Anies Silaturrahim ke DPP Hidayatullah16Hidayatullah.or.id – Ketua Umum Dewan Pengurus (DPP) Hidayatullah, Nashirul Haq mengatakan, peningkatan kualitas dai lebih penting dilakukan daripada melakukan pembatasan materi ceramah bagi dai.

Menurut Nashirul, pihaknya memahami niat baik Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin yang akan membuat pedoman ceramah di rumah ibadah. Namun, dia menambahkan, jika tak berhati-hati maka pedoman ini bisa membuat para dai terbatasi.

“Namun jika tidak berhati-hati maka pedoman ini bisa membatasi materi yang seharusnya disampaikan para dai dalam dakwahnya. Jadi saya pikir, materi ceramah ini tidak perlu dibatasi,” ujar Nashirul dikutip Republika, Selasa (21/3).

Menurut dia, selama materi yang disampaikan para dai atau mubaligh merupakan kebenaran dan disampaikan dengan cara yang santun dan bijak, maka tidak ada masalah.

“Yang dibutuhkan saat ini justru peningkatan kualitas dai melalui materi ceramah dan khutbah,” ucapnya.

Nashirul berharap agar pemerintah justru dapat memberi dukungan kepada para dai, sehingga mereka dapat menyampaikan ajaran agama Islam.

“Pemerintah sebaiknya memberi dukungan agar para dai bisa dengan mudah mendapatkan referensi seperti buku, kitab, majalah Islam, dan pustaka digital Islami,” kata dia.

Seperti diketahui, sebelumnya Kementerian Agama (Kemenag) RI sedang menyusun pedoman bersama tentang ceramah di rumah ibadah. Pedoman tersebut berisi aturan tentang materi yang boleh dan tidak boleh disampaikan penceramah agama di rumah ibadah.

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pedoman bersama ini nantinya akan dibahas bersama dengan para tokoh agama. Proses penyusunannya juga akan melibatkan semua kalangan, para pemangku kepentingan. [rep/hio]

Dr Abdul Mannan Kembali Tulis Buku, “Era Peradaban Baru”

Abdul MannanHidayatullah.or.id – Ketua Pertimbangan Pimpinan Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Dr H Abdul Mannan, MM, kembali meluncurkan buku terbarunya yang berjudul “Era Peradaban Baru”. Peluncuran awal (soft launching) buku ini dilakukan di Kota Depok, Jawa Barat, belum lama ini.

Adapun grand launching buku setebal hampir 500 halaman dengan sampul hard cover ini direncanakan akan dilakukan seturutan dengan agenda nasional Hidayatullah yang akan digelar di Jakarta dalam beberapa waktu ke depan.

Abdul Mannan yang juga mantan Ketua Umum DPP Hidayatullah telah cukup laman mempersiapkan buku yang diterbitkan ekslusif oleh PT. Mulia Mandiri Nusantara Raya.

Dalam buku ini, penulis mengajak melihat rangkaian konstruksi peradaban umat manusia dengan kedalaman telaah. Aksentuasi yang khas dari penulis kemudian mengajak pembaca menengok satu era apa yang disebutnya dengan Peradaban Baru.

Melalui penelusuran ini, pembaca diajak untuk menyelidiki karakteristiknya, menyelami hikmah di balik sejarah kelahirannya, kemajuannya, kepemimpinannya, keterpurukannya, dan upaya untuk kembali membawa Peradaban Baru menuju puncak kegemilanggannya.

Penulis pula mengurai bagaimana sejarah membuktikan bahwa tidak pernah ada sebelumnya suatu peradaban yang kelahirannya ditandai dengan pemberian perintah membaca sebagai perintah yang pertama kali diberikan.

Kehadiran peradaban dengan cara semacam ini dengan demikian berarti kehadiran kemodernan dan masa depan. Peradaban ini menegakkan kepala manusia sehingga tidak lagi terkungkung pada taklid buta dan doktrin menjemukan.

Bukan ‘sujudlah!’, tetapi ‘bacalah!’, yang menjadi perintah pertama peradaban ini dan dengan demikian bukan tunduk buta yang diharapkan peradaban ini tetapi kemajuan yang terjadi karena adanya pemahaman dan kesadaran terhadap kebenaran.

Itulah sebabnya pemberian perintah membaca tersebut juga menjadi suatu tanda bagi kehadiran suatu era baru dalam sejarah panjang perjalanan peradaban.

Pada Era Peradaban Baru tersebut, ke-‘jahiliyyah’-an dijungkir-balikkan menjadi cahaya. Masyarakat dunia dituntun pada kemajuan yang sempurna melalui pengutamaan akal untuk menemukan Tuhan-nya.

Sejak terjadinya peristiwa pemberian perintah di Gua Hira’ di permulaan abad ke-tujuh masehi, tidak ada lagi peradaban major yang lahir ke muka bumi.

Iqra’!, demikian perintah yang diberikan di Gua Hira’ pada suatu malam yang sunyi, perintah inilah yang menjadi penanda bagi kehadiran suatu peradaban yang kebangkitannya dirindukan -dan sering juga diacuhkan atau bahkan dikhawatirkan- terjadi di masa kini.

Telaah mendalam dari sedikit percikan risalah di atas dapat Anda baca selengkapnya di dalam buku yang cukup tebal dengan layout dominan putih ini.

Selain sebagai kader awal Hidayatullah yang telah bertugas merintis dakwah di berbagai tempat di nusantara dan juga tokoh pergerakan, latar belakang penulis sebagai akademisi kian menambah bobot materi dan penyajian buku ini sehingga layak menjadi kajian para pakar, para cendikiawan, dan para praktisi.

Dr Abdul Mannan Kembali Tulis Buku, Era Peradaban BaruSPESIFIKASI BUKU

Sampul: Hard
Halaman: viii+490
Cetakan: Pertama, Februari 2016
ISBN: 978-602-60677-0-8
Penerbit: PT. Mulia Mandiri Nusantara Raya
Harga: Rp. 150.000,-
Pemesanan: Akbar (0823 4981 7857)
——————–

Tingkatkan Kualitas Publikasi Ilmiah, Diktis Keluarkan Surat Instruksi

Tampilan depan portal
Tampilan depan portal akademik Moraref dikeleloa Diktis Kemenag RI

Hidayatullah.or.id – Dalam rangka peningkatan mutu publikasi ilmiah di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) menuju rekognisi internasional, Direktorat Pendidikan Tinggi Islam mengeluarkan surat instruksi.

Instruksi tentang publikasi ilmiah rekognisi internasional tersebut diharapkan menjadi panduan dalam pengembangan publikasi ilmiah di lingkungan PTKI.

Surat instruksi tersebut berisi antara lain: 1) setiap penerbitan jurnal harus sudah Open Journal System (OJS) dan terdaftar pada portal Moraref (Ministry of Religious Reference) pada laman mora.ref.or.id, 2) untuk akses Moraref, OJS harus diperbarui (update) sesuai dengan aplikasi/sistem mutakhir, sekurangnya OJS 2.7.4.

Selain itu, dalam surat tersebut tertulis bahwa 3) setiap PTKI harus menyediakan server dan perangkat pendukungnya secara bertahap disertai dengan bandwidth yang memadai; 4) setiap PTKI harus mempunyai repository. Institutional repository harus disediakan untuk karya ilmiah sivitas akademika dan terkoneksi dengan onesearch.id. Surat instruksi tersebut dapat diakses melalui laman berikut : http://diktis.kemenag.go.id/NEW/file/dokumen/3214897306962690ektur.pdf.

Sebagai informasi, Moraref adalah portal akademik yang diinisiasi oleh Kementrian Agama untuk mendorong dan membantu digitalisasi dan indeksasi jurnal ilmiah di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

Saat berita ini diturunkan, Moraref sudah memuat kurang lebih 537 jurnal yang dapat diakses secara online. Untuk mengakses portal moraref, dapat dibuka melalui website http://moraref.or.id/. (kem/ybh).

Diksar Pandu Hidayatullah se-Sultra, Kanitbin Ajak Tangkal Terorisme

Pemateri Diksar Pandu Hidayatullah se-Sultra, Kanitbin Ajak Tangkal Terorisme3 Pemateri Diksar Pandu Hidayatullah se-Sultra, Kanitbin Ajak Tangkal Terorisme2 Pemateri Diksar Pandu Hidayatullah se-Sultra, Kanitbin Ajak Tangkal TerorismeHidayatullah.or.id – Kanit Bin Polmas Polres Konawe Aipda Sulaeman, S.Pd. menghadiri Pelatihan Dasar (Diksar) Pandu Hidayatullah se-Sulawesi Tenggara (Sultra) di Pondok Pesantren Hidayatullah Konawe, belum lama ini, Sabtu (18/03/2017.

Pada kegiatan Diksar tersebut Kanit Bin Polmas Polres Konawe Aipda Sulaeman, S.Pd sebagai pemateri membawakan materi tentang penanggulangan paham radikalisme, anti Pancasila dan terorisme.

Kegiatan tersebut diikuti peserta Diksar sebanyak 120 santri hidayatullah se-Sultra. Peserta tampak semangat dan antusiasi mendengarkan pesan yang disampaikan para pemateri.

Dalam kesempatan tersebut Kanit Bin Polmas Polres Konawe Aipda Sulaeman mengajak kepada seluruh santri agar dapat berpartisipasi dalam menangkal pengaruh paham radikal dan terorisme serta dapat mensyiarkan bahwa paham tersebut bertentangan dengan undang-undang di negara Republik Indonesia.

Hidayatullah Sulawesi Tenggara menggelar pendidikan dasar (Diksar) Pandu di Pesantren Hidayatullah Konawe di Unaha. Kegiatan tersebut berlangsung dari tanggal 17 sampai 20 april 2017.

Kegiatan yang disponshori oleh BMH Sultra dan didukung oleh Syabab Hidayatullah, Mushida dan IMS ini dihadiri dari unsur Kwarcab Pramuka Konawe, Polres Konawe dan Koramil Konawe.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka
Kabupaten Konawe, H. Irawan Laliasa.

Dalam sambutannya Ketua Kwarcab Konawe mengatakan, “Dengan adanya kegiatan ini akan menambah referensi kepramukaan di Konawe dan bisa meningkatkan karakter anak bangsa,” terangnya.

Sementara itu, Suharman, pembina Pandu Hidayatullah Sultra menjelaskan, kegiatan ini bertujuan membangun kader yang kuat jasmaninya, lurus akidahnya senantiasa memperbaiki hubungan kepada Allah dan sesama serta menguatkan nasionalisme untuk bela negara.

Menurut Syahroni, ketua panitia kegiatan Diksar Hidayatullah, kegiatan yang dihadiri sebanyak 110 peserta ini berasal dari utusan sekolah Pesantren Hidayatullah yang ada di Kabupaten Muna, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Bombana, Konawe, Konawe Selatan, Buton, Kota Kendari dan Bau Bau.

“Selama 3 hari mereka belajar baris berbaris, materi bela negara, smaphore, morse, sandi-sandi dan temali dan materi latihan fisik, games dan juga long march,” imbuhnya.

Bukan semata fisik yang ditempa dalam Diksar ini semua peserta harus optimal dalam menjalankan ibadah.

“Selama kegiatan tersebut mereka tetap wajib melaksanakan shalat lima waktu berjamaah dan shalat lail,” pungkas Syahroni. (ybh/hio)

Pemkab Apresiasi Hidayatullah dalam Perannya Bangun Lingga

Pemkab Apresiasi Peran Pembangunan Hidayatullah LinggaHidayatullah.or.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, mengapresiasi peran Hidayatullah dalam pembangunan melalui beragam kegiatan dan programnya di kawasan tersebut.

Hal itu disampaikan Kabag Kesra Pemkab Lingga, Ahmad Syukri, mewakili Bupati Lingga
H. Alias Wello, S.IP, dalam pidato sambutan pada acara tabligh akbar yang digelar di Komplek Pesantren Hidayatullah Lingga, Ahad (12/03/2017).

Selain itu, Pemkab juga menyatakan sangat mendukung kegiatan tabligh akbar yang diselenggarakan oleh Pesantren Hidayatullah Lingga yang dinilai sebagai bagian dari pembinaan umat.

“Kegiatan (ini) mencerminkan adanya senergi dengan visi misi Bupati dalam peningkatan kualitas SDM yang agamis,” kata Kabag Kesra, Ahmad Syukri.

“Arah pembangunan Kabupaten Lingga memprioritaskan pada sektor pertanian, perikanan, budaya dan SDM yang agamis. Adanya keseimbangan dunia dan akhirat mendapat berkah dan apa yang di cita-citakan akan berhasil,” lanjut Ahmad Syukri.

“Ke depan terus kita tingkatkan kerjasama dalam kegiatan membangun ummat. Hal ini sesuai dengan kesanggupan dari APBD Kabupaten Lingga,” tambah Ahmad Syukri.

Acara tabligh akbar di hadiri Ketua Umum DPP Hidayatullah, H Nashirul Haq, MA dan Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP Hidayatullah Jamaluddin Nur. JUga turut hadir Asisten 3 Pemkab, Forum SKPD, Kasubbag TU Kemenag Lingga, pimpinan ormas dan tokoh masyarakat.

Syukri menyebutkan, dalam waktu dekat ini pada tanggal 19-25 Maret 2017 Pemkab Lingga melaksanakan kegiatan STQ VII. Pihaknya atas nama Pemkab Lingga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat ikut berpartisipasi dalam rangka mensukseskan acara tersebut.

Sementara itu, Jamaluddin Nur dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas bantuan Pemkab Lingga dan Kementerian Agama selama ini kepada Pesantren Hidayatullah.

Jamaluddin mengajak masyarakat untuk dapat bersama-sama membebaskan lahan untuk arena belajar santri di depan Ponpes Hidayatullah Daik hingga saat ini masih menggalang dana.

“Melalui Pesantren Hidayatullah kedepan mencetak santri, menjadi ulama, hafidz-hafizah, qori-qoriah yang bisa mengharumkan nama Kabupaten Lingga, Provinsi bahkan nasional,” kata Jamaluddin. (ybh/hio)