Beranda blog Halaman 596

Bank Muamalat – Hidayatullah Jalin Kerjasama Strategis

dpp hidayatullah bank muamalat3
dpp hidayatullah bank muamalat2Hidayatullah.or.id – Bank Muamalat Indonesia dan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menjalin kerja sama strategis penggunaan produk dan jasa layanan perbankan.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilangsungkan di Gedung Muamalat Tower, Jl Prof Dr Satrio Kav 18, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (09/06/2016).

Mewakili Bank Muamalat, penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Endy Abdurrahman dan Direktur Bisnis Korporasi Indra Sugiarto. Sedangkan dari DPP Hidayatullah oleh Ketua Umum Nashirul Haq dan Sekretaris Jenderal Candra Kurnianto.

Dalam kerja sama ini, Bank Muamalat sebagai bank pelopor syariah pertama di Indonesia tersebut menawarkan pembiayaan line facility hingga Rp500 miliar.

Peluncuran ini demi memantapkan komitmen Bank Muamalat dalam hal perluasan pemanfaatan produk dan jasa. Fokus utama kerja sama ini terletak di bidang pembiayaan, perbankan, pendidikan, dan kesehatan.

Kerja sama ini diharapkan dapat membantu pengembangan beberapa perguruan tinggi, sekolah, pesantren, rumah sakit, dan anggota yang dikelola langsung oleh DPP Hidayatullah. Tahun 2016 ini, DPP Hidayatullah akan membangun rumah sakit di daerah Cikarang, Jawa Barat, serta berencana membangun 50 unit gedung sekolah.

Endy menyatakan, kerja sama ini merupakan bagian dari inisiatif strategis Bank Muamalat di tahun 2016. Ia optimis dapat memaksimalkan beragam fasilitas di bidang pembiayaan dan perbankan Bank Muamalat.

Diharapkan, kerja sama itu, “Dapat memenuhi kebutuhan dan peningkatan kegiatan Hidayatullah sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia,” ujar Endy dalam sambutannya.

Pihaknya pun berharap kesepakatan ini dapat meningkatkan sinergi kedua belah pihak secara berkesinambungan.

Sementara itu, Nashirul Haq mengatakan, Bank Muamalat merupakan suatu kebanggaan bagi umat Islam. “(MoU) ini adalah salah satu wujud daripada keberkahan bulan Ramadhan,” ujarnya.

Dikatakan Nashirul, DPP Hidayatullah berharap dapat mengembangkan beberapa perguruan tinggi (PT), sekolah dan pesantren, termasuk rumah sakit yang dikelolanya melalui pembiayaan yang akan digelontorkan Bank Muamalat secara bertahap tersebut.

Secara pribadi, ia mengaku, sebagai nasabah Bank Muamalat sejak lama, betul-betul merasakan banyak fasilitas dan pelayanan bank syariah itu yang terus berkembang.

“Pendirian Bank Muamalat juga ikut didukung oleh Hidayatullah, melalui pengurus-pengurusnya pada saat itu yang intens berdiskusi dengan (almarhum) Pak Amin Aziz dan Zainulbahar Noor,” ungkapnya menyebut diantara nama pendiri/pelopor bank tersebut.

Nashirul Haq pun berharap, kerja sama itu diridho dan diberkahi Allah Subhanahu Wata’ala. “Mudah-mudahan ke depan Bank Muamalat semakin jaya,” ujarnya disambut aplaus puluhan jajaran direksi, staf, serta wartawan yang hadir.

Tak lupa ia menyampaikan selamat atas penggunaan kantor pusat baru Muamalat Tower (sejak akhir 2015). Bank yang berdiri pada 1 November 1991 dan memulai operasi pada 1 Mei 1992 ini sebelumnya berkantor pusat di Gedung Arthaloka, Jakarta Pusat.

Kerja sama yang diluncurkan tersebut meliputi pemanfaatan line facility pembiayaan hingga limit Rp 500 miliar secara bertahap dan penempatan dana DPP Hidayatullah pada bank itu.

Saat ini, kerja sama antara Bank Muamalat dengan DPP Hidayatullah yang telah berjalan di antaranya, pendanaan dan pembiayaan, termasuk virtual account untuk pembayaran biaya sekolah di kantor cabang Malang, pembiayaan pembangunan sekolah di Depok sebesar Rp4,2 miliar dan pembukaan rekening pribadi pengurus serta anggota DPP Hidayatullah.

Ke depannya, kerja sama strategis lain yang diluncurkan antara lain, penempatan dana DPP Hidayatullah di Bank Muamalat, pemanfaatan berbagai fasilitas, seperti host to host, cash management system, payment point online bank (PPOB), dana pensiun dan co-branding, serta payroll.

Dalam penandatanganan itu, hadir pula dari jajaran direksi Bank Muamalat Direktur Bisnis Ritel Purnomo B. Soetadi dan Direktur Human Capital Awaldi. Sementara dari jajaran DPPH hadir Bendahara Umum Wahyu Rahman, Ketua Bidang Perekonomian Asih Subagyo, Ketua Bidang Organisasi Ir. Khairil Baits, dan lain-lain.

Hingga saat ini, Bank Muamalat tercatat telah melayani lebih dari 4 juta nasabah melalui 400 jaringan kantor layanan dan 1.900 unit mesin ATM di seluruh Indonesia.

Berdasarkan laporan bulanan yang dipublikasikan di situs resmi perseroan, Bank Muamalat telah menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp41,90 triliun pada April 2016. Adapun, dana pihak ketiga (DPK) tembus Rp44,08 triliun.

Secara keseluruhan, pada periode yang sama, aset yang dibukukan Bank Muamalat mencapai Rp56,06 triliun. (skr/hio)

Hidayatullah Berfokus Terus Kembangkan Dai Pedalaman

Sekjen DPP Hidayatullah Candra Kurnianto fix
KUNJUNGAN DPP HIDAYATULLAH Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Candra Kurnianto (kanan) memberikan cinderamata kepada Waredpel Republika, Heri Ruslan, usai bersilaturahim ke kantor Pusat Republika di Jakarta, Kamis (2/6/2016)

Hidayatullah.or.id — Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Hidayatullah Candra Kurnianto mengatakan, sejak penyelenggaraan musyawarah nasional (munas) pada November 2015 lalu, Hidayatullah masih berfokus pada dakwah dan tarbiyah. Pengembangan dakwah dilakukan terutama bagi dai-dai di pedalaman.

“Selain dai, dalam waktu dekat kami akan menyelenggarakan sebuah pusat pendidikan kepemimpinan secara gratis,” kata dia saat berkunjung ke kantor Republika, di Jakarta, beberapa waktu lalu (2/6/2016).

Direktur Pos Dai yang bertanggung jawab terhadap dai pedalaman Ahmad Suhail mengatakan, Hidayatullah telah menempatkan dai-dai di seluruh Indonesia. Saat ini dai Hidayatullah telah tersebar di 384 titik kabupaten/kota di Indonesia. Untuk mengembangkan dai di Indonesia, pihaknya memiliki tiga program.

Pertama, program peduli dai. “Hidayatullah melalui Pos Dai kami mengurusi dai di seluruh Indonesia melalui peningkatan kualitas dengan pelatihan dan pendidikan, peningkatan fasilitas dengan pemberian motor dan perahu sehingga memudahkan dalam menjangkau tempat yang jauh,” jelas dia.

Program kedua, Hidayatullah memiliki program layanan umat membuat training atau pelatihan sesuai kebutuhan masyarakat. Program ini menarik umat agar Islam menjadi sebuah solusi setiap permasalahan.

“Kami ingin membuat kegiatan dakwah dengan mengajarkan Alquran di majelis-majelis taklim di berbagai daerah sehingga masyarakat dekat dengan Alquran,” ujar dia.

Program ketiga adalah membuat program dakwah belajar dan mengajar Alquran. Sebab, mereka prihatin dengan fakta bahwa saat ini tingkat buta huruf Alquran umat Islam mencapai 65 persen.

Selain mengajarkan Alquran, mereka memiliki pendidikan bagi guru-guru yang ingin mengajarkan Alquran. Mereka juga memiliki pendidikan khusus dai yang baru berjalan satu tahun. (ybh/hio)

Majalah “Suara Hidayatullah” Komitmen Emban Misi Dakwah

0

Genap 28 Tahun Majalah “Suara Hidayatullah” Mengemban Misi DakwahHidayatullah.or.id– Sudah sepatutnya disyukuri perjalanan Majalah Suara Hidayatullah yang kini sudah berusia 28 tahun. Meski demikian perlu terus ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Nashirul Haq, saat memberi sambutan pada acara Silaturahim Milad ke-28 Majalah Suara Hidayatullah, di Jl Cipinang Cempedak 1/14, Polonia, Jakarta, belum lama ini (30/05/2016).

Ia mengatakan, Majalah Suara Hidayatullah sejak dilahirkannya dari bentuk yang sederhana hingga sekarang, masih tetap sebagai wasilah yang sangat efektif untuk dakwah dan tarbiyah.

“Di masyarakat umum lebih mengenal majalahnya daripada ormasnya. Ada rubrik Kajian Utama, dan Ta’aruf, itu sangat bagus untuk mengenalkan ormas Hidayatullah,” lanjutnya.

“Selamat milad, dan tetap jaya,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota Dewan Pertimbangan Pimpinan Umum (DPPU) Hidayatullah, Hasan Ibrahim, menyatakan, perlu adanya dinamika dalam pengelolaan majalah, jika tidak maka akan mati. Untuk itu, perlu melibatkan semua unsur yang ada.

“Suara Hidayatullah ini mengemban misi mulia yaitu dakwah. Ini media sebagai ladang jihad. Mari bersinergi, mari kita kembangkan. Acara seperti (silaturahim) ini harus dipersering lagi.

Kita manfaatkan momen Ramadhan untuk memohon kepada Allah agar meneteskan hidayah, dan berkah untuk kemajuan majalah ini. Kita hanya bergantung kepada Allah, bukan kepada yang lain,” paparnya.

Banyak Rintangan

Pada kesempatan itu, Pemimpin Redaksi Majalah Suara Hidayatullah, Dadang Kusmayadi menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya.

“Patut disyukuri karena dalam usianya yang ke-28 tahun, Majalah Suara Hidayatullah masih eksis. Banyak tantangan dan rintangan, namun alhamdulillah masih bisa dilalui. Tak lain ini berkat izin Allah Subhanahu Wata’ala,” ujarnya.

Dadang pun mengucapkan banyak terima kasih atas kerjasama para distributor, agen, klien, dan semua pihak. Terutama para dai yang dengan susah payah dan penuh perjuangan menyebarkan majalah hingga ke pelosok Nusantara.

“Semoga Allah Subhanahu Wata’ala membalasnya dengan pahala yang setimpal,” ujarnya.

Menurut Direktur Utama PT Lentera Jaya Abadi –yang membawahi majalah itu, Haryono Madari, di tengah kompetisi media yang semakin ketat dan keras saat ini, tak mudah mempertahankan edisi cetak tanpa kreativitas yang tinggi.

“Media online semakin banyak, itu sebagai tantangan. Sebagai media yang mempunyai visi dan misi yang jelas, Suara Hidayatullah memerlukan SDM yang unggul. Namun itu saja tidak cukup, tapi perlu SDM yang memiliki karakter mujahid, yaitu sebagai pejuang,” katanya.

Acara yang bertema “Membangun Sinergi untuk Dakwah” itu dihadiri oleh berbagai unsur, seperti DPP, Dewan Mudzakarah, DPPU, BMH, Pos Dai, IMS, dan Mushida.

Sejarah Majalah

Sebagaimana diketahui, perjalanan sejarah Majalah Suara Hidayatullah tidak lepas dengan keberadaan Pesantren Hidayatullah. Pesantren ini pertama kali berdiri pada tahun 1970 di Balikpapan, Kalimantan Timur. Sedangkan cikal bakal lahirnya Majalah Suara Hidayatullah baru sekitar tahun 1980.

Pada awal penerbitannya masih berbentuk bulletin pesantren. Meski dikerjakan dengan cara tradisional dan tampil sederhana, Majalah Suara Hidayatullah bisa bertahan dan diterima oleh para pembacanya.

Bahkan, penjilidannya pernah dilakukan oleh santri dengan cara padat karya. Semangat terus dipompakan oleh pendiri dan juga Pimpinan Pesantren Hidayatullah (allahuyarham) Ustadz Abdullah Said.

Dengan berbagai pertimbangan, pada Mei 1988 penerbitan majalah mulai dikerjakan di Surabaya, Jawa Timur, sebagai cabang Pesantren Hidayatullah yang paling memungkinkan saat itu. Secara resmi pula bulan Mei 1988 ditetapkan sebagai Milad (kelahiran) Majalah Suara Hidayatullah. Majalah ini pun menjadi cikal bakal lahirnya media online hidayatullah.com. (Hidcom)

Ketum Buka Daurah Al Qur’an Selama Ramadhan di Batam

Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust H Nasirul Haq MA membuka Daurah Al-Qur'an angkatan II di Pondok Pesantren Hidayatullah Batam II Tanjunguncang, Ahad (5/6/2016) // Batam Pos
Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust H Nasirul Haq MA membuka Daurah Al-Qur’an angkatan II di Pondok Pesantren Hidayatullah Batam II Tanjunguncang, Ahad (5/6/2016) // Batam Pos

Hidayatullah.or.id – Ketua Umum DPP Hidayatullah, Ust H Nasirul Haq, MA membuka Daurah Al-Qur’an angkatan II di Pondok Pesantren Hidayatullah Batam II, Tanjunguncang, sehari sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, Ahad (5/6/2016).

Dalam sambutannya beliau mengingatkan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan di mana Al-Qur’an diturunkan di dalamnya yang karena itu bulan Ramadhan disebut juga dengan Syahrul Qur’an.

“Di bulan Ramadhan ini mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai program kita untuk meraih kemenangan di hadapan Allah. Kita gerakkan dakwah mengajar, menghafal dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kita sehari-hari. Mari kita isi puasa kita dengan membaca dan menghafal Al-Qur’an sekaligus menghayati makna dari kandungan Al-Qur’an itu,” kata Ust Nasirul Haq dikutip harian Batam Pos.

Karena, tambah Nashirul Haq, di dalam sebuah hadis dikatakan bahwa pada hari kiamat kelak puasa dan Alquran akan menjadi syafaat buat mereka-mereka yang telah menunaikan puasa dan membaca Al-Qur’an.

“Bacalah Al-Qur’an karena orang yang membacanya akan didatanginya di hari kiamat kelak. Juga berpuasalah karena kelak di hari kiamat nanti puasa itu akan datang dan memohon kepada Allah dan berkata Yaa Allah bebaskanlah hamba-mu ini dari api neraka sebab karena aku (puasa, red) dia telah mengekang nafsu makan, minum dan syahwatnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Nashirul mengatakan, Al-Qur’an itu mukjizat makanya orang-orang bisa menghafal dan memahami isinya.

“Al-Qur’an itu mukjizat, kalau dipikir secara logika tidak mungkin orang dapat menghafalnya sebanyak 30 juz tapi bagi Allah tidak ada yang mustahil bagi orang yang sungguh sungguh dan tekad yang kuat pasti akan bisa menghafal Alquran,” katanya.

Pendiri Yayasan Hidayatullah Batam, Jamaluddin Nur mengatakan bahwa dauroh ini adalah upaya untuk menciptakan generasi-generasi yang qurani, generasi yang selalu berpedoman pada Al-Qur’an dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Ini merupakan cita-cita besar, melalui daurah ini nantinya akan lahir generasi-genarasi yang qurani, yaitu generasi yang dekat dengan Al-Qur’an dalam kehidupannya sehari-hari. Tentu, cita-cita dan impian yang mulia ini harus ditopang dengan langkah yang nyata. Kita buktikan bahwa orang beriman itu mudah menghafalkan Al-Qur’an. Setelah itu jangan lupa untuk ditadabburi dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Jamal.

Jamaluddin menanggapi bahwa akhir-akhir ini banyak sekali anak-anak muda yang terlibat tindak kriminal seperti pencurian, pembunuhan, narkoba bahkan pemerkosaan. Namun kata Jamal anak-anak yang dididik dengan Al-Qur’an akan terhindari dari hal tersebut.

“Mari kita bentengi anak-anak kita dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah mukjizat yang di dalamnya terkandung hukum, sejarah, dan firman Allah Subhanahu Wata’ala yang harus diimani. Sibukkan anak-anak kita dengan Al-Qur’an jika dari sekarang tidak kita sibukkan dengan Al-Qur’an maka anak-anak kita akan sibuk dengan game online dan ipadnya. Semoga setelah dauroh ini para peserta bisa minimal menghafal 3 juz Al-Qur’an,” kata dia.

Dauroh Alquran yang mengambil tema ‘Meraih Kemenangan dengan Kemuliaan Alquran’ ini diikuti oleh 73 peserta yang terdiri dari siswa SD, SMP, SMA dan Mahasiswa yang dilaksanakan selama 25 hari di Pondok Pesantren Hidayatullah Batam II, Tanjunguncang.

Di sini peserta daurah akan dibimbing oleh sang pembimbing yang tidak hanya mengurusi hafalan peserta, namun juga mengurusi makan (sahur dan buka puasa) para peserta.

Mereka digembleng selama daurah untuk fokus menghafal Al-Qur’an, mulai dari pagi sampai menjelang buka puasa. Para pembimbing menyaratkan agar target minimal hafalan perhari seperempat juz per hari. Namun tetap tidak membebani bagi yang tidak mampu, karena kemampuan anak-anak dalam menghafal berbeda-beda. (btp/hio)

Sambut Ramadhan, Ketum DPP Hidayatullah: Ayo Fokus Ibadah!

Ketua Umum Hidayatullah Tingkatkan Semangat IbadahHidayatullah.or.id – Menjelang Ramadhan ada aneka ragam sikap umat Islam dalam menyikapinya.

“Ramadhan memang penuh berkah. Tetapi, kita mesti benar niat dan komitmennya dalam mengisi Ramadhan. Sebab ada yang memandang Ramadhan sebagai bulan meraup keuntungan duniawi,” kata Ketua Umum DPP Hidayatullah Ustadz Nashirul Haq MA pada acara Tarhib Ramadhan di Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, Ahad (29/5).

Menurut Nashirul Haq hal itu memang efek atau bagian dari keberkahan Ramadhan. “Sebagai Muslim kita mesti fokus meningkatkan ibadah. Bukan yang lain, termasuk sibuk menyiapkan idul fitri, sampai lupa hakikat dan tujuan ibadah puasa,” ujar Nashirul Haq.

Nashirul Haq menegaskan, semangat ibadah semestinya sama dengan semangat mencari kebahagiaan duniawi.

“Belum pernah ada keluhan orang yang tinggal di sekitaran Jakarta mengeluh karena setiap hari naik kereta, padat dan berdiri lagi. Meskipun hal itu dilakukan bertahun-tahun lamanya. Semestinya demikian juga kita dalam hal ibadah, kian semangat dan tidak mudah menyerah,” tuturnya.

Dalam upaya tersebut, Nashirul memberikan tips agar diri bisa komitmen dan terus meningkatkan ibadah terutama di Bulan Ramadhan.

“Pada zaman Nabi, ada sahabat yang terlambat shalat berjamaah karena terlalu sibuk berkebun. Kondisi itu menjadikan dirinya menyesal dan akhirnya menghukum diri sendiri (mu’aqabah), dengan menginfakkan kebun yang menjadikannya terlambat berjamaah,” ungkapnya.

“Jika kita ingin meningkatkan ibadah kita, cobalah untuk berani menghukum diri sendiri atau melakukan mu’aqabah, sehingga memang ada semangat, motivasi dan disiplin tinggi dalam menjalankan ibadah secara lebih baik, terutama pada bulan Ramadhan,” papar Nashirul Haq. (ybh/hio)

Menteri Agama Turut Dukung Pendidikan Hidayatullah Liang

Menag Dukung Pendidikan Hidayatullah Liang
Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, beserta rombongan berfoto bersama sebagian santri Pesantren Hidayatullah Liang dalam kunjungannya pada Rabu (25/05/2016) // FOTO: Dok Kemenag

Hidayatullah.or.id – Setelah membuka Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) II untuk tingkat Penggalang di Pantai Liang, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengunjungi Pesantren Hidayatullah Liang, Ambon pada Rabu (25/05/2016), yang beralamat di Jalan Raya Liang Ambon KM 36 Desa Liang, Dusun Tanah Merah Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Pesantren Hidayatullah ini memiliki lembaga pendidikan formal, yakni MI Salman al-Farisi.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Agama memberikan dukungan dengan menyerahkan bantuan Ruang Kelas Baru untuk MI Salman Al-Farisi dengan jumlah Rp. 150.000.000.

Menteri Agama RI yang didampingi Gubernur Maluku Ir. Said Assegaf beserta Kanwil Provinsi, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin dan Direktur Pendidikan Madrasah, M. Nur Kholis Setiawan, melihat langsung perkembangan Pondok Pesantren Hidayatullah dan madrasahnya.

“Saya merasa kagum kepada Hidayatullah, karena terus mengalami perkembangan di bidang pendidikan. Ini juga pesantrennya bersih, indah dan tertata rapi,” ungkapnya kepada hadirin yang mengiringinya menuju lokasi peletakan batu pertama.

“Alhamdulillah, Pak Menteri Agama RI meminta kami untuk mengajukan proposal. Dan, secara pribadi beliau juga memberikan bantuan sebesar 150 juta untuk Ruang Kelas Belajar (RKB) Madrasah Ibtidaiyah Salman Al-Farisi Pesantren Hidayatullah Liang Ambon,” ungkap Pimpinan Pesantren Hidayatullah Liang Ambon Nur Fatahudin Amin.

Sebelum meninggalkan lokasi, Menteri Agama RI berpesan agar Hidayatullah terus berkomitmen membangun pendidikan dengan melahirkan generasi berdaya saing.

“Saya berharap semoga pendidikan di Hidayatullah bisa lebih meningkat dan melahirkan lulusan terbaik yang bisa bersaing,” ucapnya. (kem/hio)

SDIT Hidayatullah Yogyakarta Gelar Ujian Terbuka Tahsin

SDIT Hidayatullah Yogyakarta Gelar Ujian Terbuka Tahsin Al QuranHidayatullah.or.id – Selama 2 hari, (30-31 Mei 2016), sebanyak 60 siswa kelas 6 putera dan puteri SDIT Hidayatullah Yogyakarta mengikuti Ujian Terbuka Tahsin Al Quran.

Bertempat di Masjid Markazul Islam untuk Kelas Putera, dan Ruang Kelas 6B untuk Kelas Puteri, untuk pertama kali nya Ujian Tahsin ini mengundang Orangtua/ wali murid untuk memberikan motivasi atau semangat kepada putera puterinya.

Dalam sambutannya, Ustadz Subhan Birori, S.Ag selaku Kepala Sekolah, memberikan apresiasi setinggi-tinggi nya karena dalam Ujian Tahsin ini adalah yang pertama kali nya disaksikan oleh wali murid.

Ustadz Subhan mengingatkan agar dapat senantiasa mencintai al Quran dan bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk terus belajar al Quran dalam keadaan aman, tidak seperti saudara-saudara kita di Bumi Syam. Perlu diketahui bahwa SDIT Hidayatullah menggunakan Metode Ummi dalam pembelajaran al Quran.

Dalam Ujian Terbuka ini Materi yang diujikan pun adalah materi dalam jilid Ummi yang sudah dipelajari oleh peserta ujian. Materi ujian yang dinilai oleh Tim Penguji yaitu, fashahah (makharijul huruf), Tartil (Kelancaran dalam membaca), Tajwid dan Adab. Juga penilaian Penguasaan Materi Konsep-Konsep yang dipelajari dalam Jilid Ummi masing-masing.

Banyak kesan yang didapatkan oleh para peserta Ujian Terbuka ini, diantaranya adalah, murid kelas 6A, Shalahuddin Al Hasyir yang merasa gugup dan grogi ketika hendak maju dalam Ujian Terbuka ini.

“Waktu itu gemetar seluruh badanku. Panggilan dari Ustadz Rifki membuat ku deg degan. Aku membaca 3 halaman. Alhamdulillah aku membacanya dengan baik,” ujar siswa yang biasa dipanggil Hudi ini.

Dari kelas puteri, juga ternyata mengalami hal yang sama, seperti yang dialami Aryfah Salma dan Nuha Qanitah.

“Aku merasa gemetar, deg-degan, malu, takut salah, dan sempat grogi juga,” kata Salma dengan malu-malu. Begitu pun dengan Nuha yang sempat grogi dan akhirnya merasa lega setelah selesai Ujian.

Salma dan Nuha menyampaikan harapannya bahwa “semoga hasil ujiannya baik dan mendapat A semua.”
Salma juga mendoakan,” Semoga Ustadz dan Ustadzah dapat istiqamah dalam mendidik murid-muridnya dan SDIT Hidayatullah semakin maju dan sukses.” Yang kemudian diaamiinkan oleh teman-temannya.

Pada kesempatan ini orangtua yang hadir pun menyampaikan kesannya yang mendalam terhadap kegiatan ini, seperti yang disampaikan Bu Tanti, wali dari Ananda Hudi.

“Alhamdulilah, saya sangat terharu dan bahagia bisa mendengar langsung anak membaca materi yang diberikan penguji dengan lancar,” Tanti juga memberikan harapannya, “Semoga saya dan anak-anak akan selalu mencitai Al Quran di manapun mereka berada.”
Penutupan Ujian Terbuka dilakukan dengan khidmat bersama Ustadz M. Rifki Saputra selaku Wakil Kepala Sekolah. Beliau menyampaikan rasa bangganya kepada murid-murid kelas 6 yang sudah menuntaskan pelajaran al Quran.

Beliau menyampaikan harapannya kepada murid-murid, “Walau sudah keluar dari SDIT Hidayatullah, tetaplah belajar al Quran, bukan malah berhenti. Karena salah satu yang dapat menyelamatkan kita di yaumil akhir adalah syafaat al Quran. Kita juga bisa memberikan mahkota terindah kepada orang tua kita.”

Pesan selanjutnya dari Ustadz Rifki kepada murid-murid, “Dimana saja kita berada tetaplah menjaga akhlak yang baik. Karena jika tidak, maka kita akan seperti mayat hidup. ”

Beliau juga berpesan agar di sekolah yang baru, “Agar kita dapat menjaga diri dan menjaga akhlak baik kita di sekolah kita yang baru. Tunjukkan bahwa kita lulusan SDIT Hidayatullah mempunyai akhlak yg baik,” pungkas Ustadz Rifki Saputra. */Ayun Afifah

Silaturrahim Dai Kupang untuk Tebar Hidayah Ramadhan

Silaturrahim Dai Kupang untuk Tebar Hidayah Ramadhan IMG-20160531-WA008Hidayatullah.or.id – Sebulan ini Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) gencar mensosialisasikan gerakan Tebar Hidayah Ramadhan atau disingkat THR.

Guna melancarkan program tersebut, beberapa waktu lalu (26/05/2016) bertempat di Masjid Hidayatullah Kampus II Batakte, Kupang Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), BMH Wilayah NTT bekerjasama dengan BMH Semarang, Jawa Tengah, mengadakan sarasehan bertajuk “Silaturahmi Dai Tangguh untuk Tebar Hidayah Ramadhan”.

Dalam silaturahmi dai ini hadir diantaranya Teguh, Pengurus BMH Jawa Tengah, Rasman Takela, Pengurus BMH Wilayah NTT, Usman Mamang, Ketua DPW Hidayatullah NTT, Mustaqim Dalang, Murobbi NTT, dan puluhan dai Tangguh NTT.

Mustaqim Dalang selaku Murobbi mengingatkan para dai NTT agar selalu memberikan teladan kepada diri sendiri supaya umat ini bisa diajak dalam berbuat kebaikan.

“Bagaimana mungkin kita menyuruh orang lain berinfak sedangkan diri kita tidak berinfak, sangat mustahil bagi orang lain untuk mengikuti, karena kita tidak pernah memberikan contoh dan teladan terbaik dalam berinfak”.

Mustaqim mencontohkan, seorang anak memberikan ayam peliharaan ayahnya kepada tetangga yang membutuhkan. Namun, betapa kagetnya bapaknya setelah mengetahui ayamnya tidak ada di kandang.

Saat ditanya seisi rumah ke mana ayam peliharaananya, lantas kemudian anak menjawab. “Benar, kan?! Bapak berceramah bahwa sebaik-baik sedekah adalah yang paling dicintai”. Bapaknya pun menimpali, “itu kan ceramah buat orang lain, bukan untuk kita”.

“Kalau sudah seperti ini dai, maka jangan lagi diharapkan ia memberi teladan,” jelas Mustaqim berseloroh menegaskan tamsilnya.

Usman Mamang selaku Ketua DPW Hidayatullah NTT menyampaikan, baru pertama kali dalam sejarah, ada BMH Wilayah luar NTT datang silaturahmi ke NTT guna membantu kelancaran dakwah di NTT. “Semoga BMH di daerah lain bisa mengikuti jejak BMH Jawa Tengah,” harap Mamang.

Dalam sambutan Teguh perwakilan BMH Jawa Tengah, ia menyampaikan, silaturahmi kali pertama ini adalah awal dari sesuatu yang baik. Maka kedepan silaturahmi semacam ini akan terus digalakkan demi kelancaran dakwah Islam di NTT.

Nurdin Potok selaku panitia Ramadhan menyampaikan, Pada tanggal 12 Juni nanti, Da’i Tangguh ini akan disebar bersama santri Putra, MTs dan MA Hidayatullah Kupang untuk berdakwah Tebar Hidayah Ramadhan di pedalaman daratan Timor, Kab. So’e. */Abu Zain Zaidan

GARDAKOTA Gelar Silaturahim Dakwah Sambut Ramadhan

IMG-20160530-WA035 IMG-20160530-WA034Hidayatullah.or.id – Gerakan Dakwah Komunitas Taqarrub (Garda Kota) menggelar acara Silaturahim Dakwah dalam bingkai Tarhib Ramadhan 1437 H di kampus Hidayatullah Depok, Jl Raya Kalimulya, Cilodong, Jawa Barat.

Garda Kota merupakan program utama Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek) yang digulirkan pasca Munas IV Hidayatullah 2015 lalu.

Silaturahim yang berlangsung pada Ahad, 22 Sya’ban 1437 (29/05/2016) pagi-siang ini mengusung tema “Menjadi Pemenang di Palagan Ramadhan”. Dihadiri perwakilan Wali Kota Depok yaitu Ir Khamid Wijaya (mantan Kepala Bappeda Kota Depok yang kini sebagai Camat Cilodong).

Hadir pula Ketua Dewan Pertimbangan Pimpinan Umum (DPPU) Hidayatullah Dr Abdul Mannan, MM; Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ustadz Nashirul Haq, Lc, MA; Ketua DPW Hidayatullah Jabodebek Ustadz Asdar Majhari Taewang, dan Direktur Utama Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) Supendi, S.Kom.

Acara di halaman depan Masjid Ummul Quraa ini berlangsung semarak dan penuh nuansa kekeluargaan. Dihadiri sekitar seribu jamaah Hidayatullah termasuk dari Provinsi Banten, Muslimat Hidayatullah (Mushida), serta anak-anak.

Asdar Taewang dalam sambutannya mengatakan, dua fokus utama Hidayatullah yaitu dakwah dan tarbiyah harus terus dijalankan dengan istiqomah.

Ia pun mengimbau para jamaah untuk bergerak dengan “sinergi dan harmoni”. Dalam bersinergi, artinya para jamaah saling merekatkan ukhuwah Islamiyah dalam bingkai ketaatan pada agama melalui lembaga.

Sedangkan “harmoni”, jelas Asdar, artinya para jamaah menjalankan masing-masing fungsinya dengan penuh kesadaran dan kenyamanan. “Kita enjoy dalam berjamaah,” ujarnya dalam pidatonya yang berapi-api.

Merespon Krisis Multi Dimensi

Khamid Wijaya dalam sambutannya mengaku telah lama mengenal Hidayatullah terutama melalui majalahnya, Suara Hidayatullah, semasa kuliah di IPB dulu.

Ia pun sempat menyampaikan kondisi Depok saat ini, yang disebutnya mengalami peningkatan. “Namun bukan berarti Kota Depok bebas dari masalah sosial, ekonomi, budaya, bahkan ekonomi dan politik,” ujarnya pada acara yang disponsori PT Asar Community dan Salwa Donuts serta didukung oleh Laznas BMH ini .

Sementara itu, Dr Abdul Mannan mengatakan, Hidayatullah hadir untuk merespon situasi dan kondisi yang terjadi di dunia khususnya Indonesia saat ini.

Kondisi tersebut, di antara yang ia singgung adalah pertanahan di Indonesia yang mayoritas dikuasai asing. “Delapan puluh persen tanah di Indonesia dikuasai Cina, 20 persennya dikuasai pribumi,” ungkapnya.

Dalam dunia ekonomi, ia mengatakan, saat ini kondisi perekonomian dunia sedang memburuk. “Ini berbahaya,” kata dia.

Dari sisi ideologi, kata Abdul Mannan, Indonesia tengah menghadapi ancaman komunisme. “Bahaya laten komunis,” tegasnya dalam acara yang didukung tim SAR Nasional Hidayatullah ini.

Untuk menghadapi berbagai kondisi tersebut, menurutnya, harus ada regenerasi kader-kader Islam yang lebih baik.

“Yang paling penting dalam mengatasi krisis multi dimensi adalah dengan meningkatkan spiritual,” pesan Ketua Umum Hidayatullah periode 2005-2015 ini.

Pesan Ramadhan Ketua Umum

Ustadz Nashirul dalam pidatonya membawakan tema utama acara tersebut. Dalam menyambut Ramadhan, jelasnya, setidaknya ada empat hal yang perlu dipersiapkan umat Islam.

Pertama, memasang niat agar Ramadhan tahun lebih baik daripada Ramadhan tahun kemarin.

Kedua, memasang motivasi yang kuat dalam menjalankan berbagai ibadah. Jika tidak, ibadah bisa kendur.

Ketiga, jelas Nashirul Haq, meningkatkan ilmu pengetahun. Ini penting. Sebab, jelasnya, dengan ilmu, ibadah dapat dilakukan dengan benar sesuai tuntunan agama.

Ia mengatakan, masih banyak hal-hal sederhana yang belum diketahui masyarakat khususnya terkait Ramadhan.

“Contohnya, ada kebiasaan masyarakat sahurnya jam 2 malam (pagi dinihari. Red). Bahkan jam 01.00,” ungkapnya.

Padahal, berdasarkan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, jelas Nashirul Haq, waktu sahur itu diakhirkan, sedangkan waktu berbuka puasa diawalkan.

Hal keempat yang perlu dipersiapkan setiap Muslim dalam menyambut Ramadhan, jelas alumnus Universitas Islam Madinah ini, adalah memasang visi Ramadhan.

Visi utamanya, sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an, tentu agar menjadi orang-orang yang bertaqwa.

Sementara 3 visi yang disampaikan Nashirul Haq adalah sukses ibadah, sukses tarbiyah, dan sukses dakwah. “Semuanya harus berjalan secara simultan, proporsional,” ujarnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, digelar pula peluncuran Tebar 1.000 Dai Ramadhan 1437 H dan peluncuran website www.thr.or.id. Keduanya merupakan di antara program BMH menyambut bulan suci tahun ini.

Di penghujung acara, dilakukan peluncuran Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah yang diketuai oleh Dr. DA. Abdullah, M.Pd.I yang juga Ketua Biro Hukum DPP Hidayatullah.

Silaturahim dakwah tersebut diramaikan dengan bazar yang menjual berbagai macam produk dan jasa seperti aneka kuliner halal dan sehat, busana Muslim, serta pengobatan. Diramaikan pula dengan arena outbound, penampilan nasyid Sincere Five, layanan kesehatan Islamic Medical Service (IMS) dan Laznas BSM, serta pembagian sembako gratis.

Di sela-sela acara, panitia membagikan sejumlah voucher umrah senilai total Rp 175 juta dari PT Asar Community.

Selain itu, untuk diketahui, DPW Hidayatullah Jabodebek tengah memprogramkan aplikasi cariustadz. Aplikasi ini nanti bisa diakses di antaranya melalui Play Store.

“Ide sederhananya adalah dengan adanya aplikasi cariustadz, diharapkan jamaah dengan mudah mendapatkan akses kepada ustadz. Dan ustadz yang mungkin kesulitan dapat jamaah bisa dapat ‘objek’ dakwah,” jelas Muhammad Isnaini, Sekretaris DPW tersebut. *(skr/ybh)

Alhamdulillah, Wisuda Perdana SMP Hidayatullah Dapurang

Wisuda Perdana SMP Darul Hijrah, Hidayatullah Dapurang2 Wisuda Perdana SMP Darul Hijrah, Hidayatullah DapurangHidayatullah.or.id – Selaras dengan tema, “Dengan Ilmu dan Syariah Hidup Lebih Terarah dan Berkah, Dengan Teknologi Hidup Jadi Mudah dan Indah”, penamatan murid SMP Darul Hijrah Kampus Hidayatullah Dapurang yang perdana itu menjadi menyenangkan hati orangtua dan gurunya.

Satu persatu remaja berseragam putih-putih itu memasuki masjid langsung melaksanakan sholat sunnah tahiyyat masjid. Begitu juga di seberang hijab berbahan kayu yang baru saja sejam lalu dirampungkan, para siswi santriwati dengan seragam serupa juga melakukan hal yang sudah otomatis sebagaimana keseharian mereka kalau memauski masjid.

Merekalah para siswa calon wisudawan SMP Darul Hijrah Pesantren Hidayatullah Kecamatan Dapurang, Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat.

Syawal Latif, A.Ma selaku master of ceremony (MC) yang juga pendidik di sekolah itu memulai dengan sebuah hadits tentang keutamaan mengucapkan salam sebelum memulai protokolernya di acara tersebut.

Disyahdukan dengan lantunan ayat-ayat Allah sungguh menambah suasana di masjid Abu Bakar itu menjadi teduh dan menyegarkan sesegar suasana kampusnya dan sekira 200 hadirin tenggelam dalam dalamnya kandungan kalamullah yang dilantunkan oleh Gufron salah seorang calon wisudawan.

Dihadapan hadirin dan dihadiri camat Dapurang, Suhardi, S.Pd. Kepala sekolah Abdul Majid, S.Pd.I membenarkan sambutan M. Tauhid Samailu, S.Pd. yang menyebutkan keberhasilan mereka hingga bisa menamatkan karena kerja sama dari masyarakat, walimurid dan pemerintah yang tentunya atas maunah Allah Sang Penggerak Hati.

Menurutnya dengan penuh yakin, Darul Hijrah adalah awal membangun karakter di bilangan Bulubonggu khususnya dengan menerapkan pendidikan berbasis tauhid yang seluruh peserta didiknya diasramakan untuk memudahkan kontrol pembentukan akhlak keseharian mereka.

Dan, di atas lokasi kampus seluas tiga hektar yang dirancang untuk mereka nyaman menimba dan menerapkan ilmu agama yang mereka tuntut itu juga telah direncanakan agar mampu memandirikaan dengan memenuhi ruang-ruang kosongnya ditanami kelapa sawit berkualitas tinggi.

Senada dengan ketua yayasan Habibi Nursalam, ketua pengurus wilayah Hidayatullah Sulawesi Barat Drs. Imron M. Djufri menguatkan kepada pemerintah dan masyarakat rasa kepemilikan pesantren yang berada di desa Bulubonggu ini.

“Adanya pesantren ini merupakan swaka generasi, melihat kondisi kekinian yang sangat tidak kondusif untuk mengantar anak menjadi sholeh dan (upaya membangun pesantren) ini kita lakukan serentak di Sulawesi Barat,” imbuhnya.

Ia menambahkan, “Kegiatan kami terbuka dan bisa di awasi oleh semua lapisan masyarakat termasuk penegak hukum terkait hal-hal yang dianggap sebaagai upaya sparatisme”.

Kapolsek Sarudu, Duripoku dan Dapurang, AKP Jubaidi, SH, juga urun saran melalui sambutannya dengan gaya familiarnya, “Mari kita ciptakan suasana yang aman dan menggembirakan, polisi tidak akan bisa menjalankan tugasnya kalau tidak ada partisipasi dari masyarakat dan kita semua”.

“Masa depan masyarakat Indonesia ada di tangan adik-adik semua, jangan mau dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama tertentu yang bisa mengancam keutuhan NKRI” hal ini ia sampaikan karena kajian kondisi masyarakat yang sudah terindikasi memecah-belah.

Belum lagi ancaman narkotika dan barang-barang haram lainnya, Kapolsek yang baru bertugas 2 bulan itu menegaskan agar santri juga mendapatkan pendidikan praktis tentang hal yang bisa menyuramkan masa depan calon penerus perjuangan bangsa ini. */ Bashori Abu Basya