Beranda blog Halaman 677

Jadikan Keluarga Sakinah Sebagai Ikon Pembangunan Nasional

0

Kantor Urusan Agama Islam (KUA) merupakan ujung tombak Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan dan bimbingan kepada masyarakat. KUA bersentuhan langsung dengan berbagai masalah di masuyarakat. Untuk itulah, keberadaan KUA menjadi sorotan sekaligus tolak ukur kualitas pelayanan dari Kementerian Agama.

Hal ini disampaikan Wamenag Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA pada perhelatan Pemilihan KUA Teladan dan Keluarga Sakinah Tingkat Nasional di Jakarta, 16-20 Agustus. Dalam pembukaan yang dihelat di Auditorium HM Rasjidi Gdm Kemenag JL MH Thamrin, hadir para pejabat eselon I dan II Kemenag, para peserta dari 33 provinsi dan tamu undangan.

Dalam laporannya, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, DR. Muchta Ali, menegaskan, Pemilihan KUA teladan diikuti 33 kepala KUA dari seluruh Indonesi dan 33 pasang keluarga sakinah yang telah lolos dari seleksi tingkat privinsi. Selain mendorong motivasi dalam membangun KUA yang profesional, Acara ini diharapkan mampu mendotrong jajaran KUA untuk secara menyeluruh menerapkan reformasi birokrasi, terutama aspek tertib adminsitrasi,pelayanan prima dan profesionalisme.

Muchtar Ali menambahkan, KUA juga berperan besar dalam pembentukan keluarga sakinah. Selain melakukan pencatatan pernikahan, KUA juga melakukan pendidikan pra nikah kepada para calon pengantin. Di sinilah profesinalisme KUA dibutuhkan agar target pembekalan tercapai denhan baik.

Wakil Menteri Agama memberikan apresiasi yang besar terhadap kegiatan ini. Menurutnya, sudah saatnya keluarga sakinah menjadi ikon pembangunan nasional. Bahwa penguatan keluarga adalah unsur utama pembangunan nasional. “Keluarga sakinah bukan hanya memiliki ketahanan ekonomi,melain jugha ketahanan pendidikan, moralitas dan agama. Inilah sesunguhnya yang kini dibutuhkan bangsa Indonesia“, ujarnya.

Wamenag menambahkan, event ini sejalan dengan semanghat revitalisasi KUA senagai bagian dari reformasi birokrasi. Kementerian Agama kini fokus untuk melakukan revitalsiasi KUA melalui peningkatan sarana, infrastruktur, pelayanan prima dan tertib adminsitasim.

Pemilihan KUA teladan dan Keluarga Sakinah Teladan dirangkai dengan beberapa kegiatan kenegaraan,diantarnya upacara HUT RI di Istana Negara, silaturahim dengan Bapak Presiden RI dan berbagai kegiatan lainnya.(kangjeje/foto:bimasislam)

Hidayatullah Serukan Kaum Muslimin Bantu Mesir

0

Organisasi massa Islam Hidayatullah mendesak pemerintah RI agar aktif mengupayakan perdamaian di Mesir lewat segala cara. Bahkan bila perlu memutuskan sementara hubungan diplomatik kepada Mesir hingga negara itu kembali normal seperti sedia kala.

“Hidayatullah mengutuk keras aksi keji pembantaian sadis tersebut, serta pembantaian-pembantaian sebelumnya,” tegas Kepala Biro Humas PP Hidayatullah Mahladi dalam rilis persnya diterima media ini, belum lama ini..

Lebih lanjut Mahladi, pihaknya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Muslim di Indonesia untuk menggalang solidaritas kepada masyarakat Muslim Mesir yang saat ini tengah ditimpa musibah.

Sebagaimana diwarta media, tragedi berdarah di Mesir yang menewaskan lebih dari 2 ribu warga sipil di negeri itu pada Rabu malam (14/8) menjadi peristiwa memilukan bagi kaum Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Aksi biadab yang dilakukan hanya dalam tempo 8 jam tersebut merupakan satu dari rangkaian pembantaian sebelumnya setelah tergulingnya pemerintahan yang syah pada awal Juli lalu.

“Kami berdoa semoga Allah SWT menganugerahkan ketabahan kepada masyarakat Mesir atas musibah ini,” tandas dia.*

BMH Salurkan Ratusan Mushaf Qur’an ke Wilayah Minoritas

0

Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menyalurkan wakaf berupa mushaf Alquran. Wakaf ini merupakan amanah dari PT Indonesia Power berupa 300 mushaf. Keseluruhannya diperuntukkan para dai dan jamaah di pedalaman. BMH menyalurkannya ke pedalaman Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (26/07) lalu.

Koordinator Tebar Wakaf Sejuta Alquran BMH Jules Amarta Sofyan mengungkapkan, NTT menjadi target sebaran karena di daerah tersebut Muslim masih minoritas dan dhuafa.

Sofyan menambahkan, saat ini sejumlah titik masih membutuhkan Mushaf Alquran, terutama di pedalaman Papua dan SulawesiM seperti daerah Sorong Selatan, Nabire, Jayapura, Majene, Kolaka.

Kepala BMH Cabang Kupang M Ridwan mengatakan, di pedalaman NTT terdapat dai-dai muda binaan Pesantren Hidayatullah Kupang. Misi mereka adalah membina Muslim pedalaman.

Di Jakarta, Jumat (26/7) lalu, Direktur Eksekutif BMH Wahyu Rahman mengatakan, wakaf Alquran merupakan bentuk kepedulian BMH terhadap masyarakat yang membutuhkan mushaf, khususnya warga pedalaman. Program mulia ini terbuka untuk umum dengan nominal wakaf sebesar Rp 50 ribu.

Wahyu menambahkan, BMH akan mendistribusikan wakaf Alquran ini ke 50 kabupaten dan kota, 225 pesantren, serta 6.125 dai yang tersebar di pelosok dan pedalaman di Tanah Air. “Seperti, Merauke, pedalaman Papua, Mentawai, dan lainnya,” ujarnya.

Wilayah-wilayah tersebut, Wahyu mengungkapkan, memiliki kebutuhan terhadap mushaf Alquran. Selain jarak tempuh yang jauh, akses untuk memperolehnya masih sangat sulit. Oleh karena itu, pendistribusiannya melibatkan para dai di pedalaman.

Prosesi resmi penyaluran wakaf Alquran tersebut berlangsung Ahad (4/8). Hadir sejumlah tokoh dalam acara yang berlangsung di parkiran Mal Kalibata, yaitu Dik Doank dan Ustaz Bachtiar Nasir serta tim nasyid Justice Voice.

Ini sekaligus acara Gema Nuzulul Quran yang disemarakkan dengan bazar dan pentas seni. Secara simbolik, wakaf Alquran diserahkan dalam kegiatan tersebut.

Menjadi Warga Negara yang Baik

0

ust mananAPA indikator warga negara yang baik? Baik menurut siapa? Apa standar warga negara yang baik itu? Bagaimana strategi membangun warga negara yang baik? Pertanyaan-pertanyaan ini merupakan pertanyaan warga negara yang menghendaki agar semua warga negara menjadi baik, dan menjadi suatu negara yang adil, makmur, aman dan damai tanpa anarki.

Apakah mungkin harapan tersebut menjadi kenyataan? Apakah sejarah kemanusiaan telah mencatat bahwa pernah terjadi suatu pemerintahan yang harmoni antara warga masyarakat dan pemerintah?

Pernah. Ketika Umar bin Abdul Aziz menjabat sebagai penguasa, semua warga masyarakat yang dipimpinnya hidup aman dan damai tanpa anarkis. Pendapatan perkapita setiap tahunnya menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Bahkan, warga masyarakat tidak ada yang berhak menerima zakat. Semuanya menjadi muzakki.

Lantas, sistem ketatanegaraan apa yang diterapkan oleh Umar bin Abdul Aziz dalam memenej negara sehingga warga masyarakatnya dapat hidup tentram gemah ripah loh jinawi? atau yang sering kita dengar sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur?

Umar bin Abdul Aziz jika dirunut dari silsilahnya adalah keturunan Khalifah Umar bin Khaththab, seorang sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sosok Umar bin Khaththab dikenal jujur dan berani dalam mengambil kebijakan untuk menerapkan keadilan termasuk untuk dirinya sendiri.

Umar bin Abdul Aziz, nampaknya mengikuti karakter dan jejak datuknya. Ia berlaku adil pada diri, keluarga, dan masyarakat yang dipimpinnya. Model tata negara khilafah yang ia terapkan adalah menurut ajaran Islam yang bersumber pada al-Qur`an dan Sunnah. Model kepemimpinannya adalah mendahulukan kepentingan masyarakat dari pada dirinya. Saat ia memimpin, negara aman sentosa, dan bebas dari korupsi. Negara yang dalam naungan dan ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dewasa ini, kita disuguhi tayangan tindakan anarkis yang menjugkalkan penguasanya. Seperti, penguasa Tunisia, Mesir, Libya, Bahrain, Yaman, dan yang lainnya. Ini menunjukkan bahwa dunia sedang bergolak menuntut ketidakpuasan masyarakat. Pertanyaannya, mengapa anarkisme terjadi pada negara–negara yang mayoritas pendudukanya Muslim dan juga penguasanya Muslim?

Terlepas dari pemerintah atau masyarakatnya Muslim suatu negara bukanlah menjadi ukuran dasar. Ukuran dasar adalah terletak pada adil dan tidaknya para penguasa dalam suatu negara. Jika keadilan ditegakkan dan diberlakukan pada semua warga, pejabat atau penguasa negara, niscaya hidup bernegara akan aman dan damai. Tindakan anarkis  yang merugikan semua pihak tidak akan terjadi.

Masalahnya, apakah mungkin pada zaman ini akan lahir suatu pemerintahan yang adil seperti zaman Umar bin Abdul Aziz?

Sangat utopis kedengarannya. Walau masyarakat dunia saat ini gencar meneriakkan dan memperjuangakan HAM yang berdimensi keadilan bagi semua penduduk dunia adalah hanya berupa slogan kosong. Sebab, mereka tidak menghendaki adanya keadilan versi ajaran Islam yang pernah diterapkan oleh Umar bin Abdul Aziz.

Kesimpulannya, bahwa keadilan itu harus dimulai dari diri penguasa. Masyarakat akan mengikuti kebijakan yang ditetapkan oleh penguasa.

Ajaran Islam yang diterapkan oleh Umar bin Abdul Aziz dalam memanej negara adalah sebuah contoh saja. Semua warganya yang terdiri dari berbagai agama dapat menikmati hidup rukun dan damai di bawah panji  ajaran Islam. *

Naskah Khutbah Idul Fitri 1434 Hijriyah PP Hidayatullah

0

Alhamdulillah, semoga kita semua dalam keadaan sehat wal afiat. Berikut ini kami tayangkan file unduhan materi Khutbah Idul Fitri 1434 H rilis resmi Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah.

File naskah khutbah ini ada 2 jenis, yaitu dalam bentuk Acrobat Reader (PDF) dan Microsoft Word (Office/ compatible). Silahkan dipilih sesuai yang diinginkan. Kami sampaikan bahwa file PDF dalam format desain sehingga relatif membutuhkan memori unduh lebih besar, sementara file yang Microsoft Word lebih kecil ukurannya dan tanpa desain. Silahkan dipilih saja sesuai kemampuan kuota.

Link dowload/unduh ada di bawah akhir tulisan ini. Caranya gampang, ketika Anda mengklik link download, Anda langsung menuju ke halaman utama unduh di FileDropper di mana file berada. Tidak perlu login atau daftar, Anda cukup klik tulisan “Download This File”. Setelah itu akan muncul kolom kecil, isi kolom tersebut sesuai dengan frase atau huruf-huruf yang muncul dan setelah itu, klik “Download Now”. Selesai.

Semoga ibadah Ramadhan kita diberkahi dan diterima oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Karena akan fokus i’tikaf dan khawatir tidak sempat online selama beberapa hari ke depan atau bahkan hingga Idul Fitri, kami selaku administrator portal PP Hidayatullah sekaligus ingin mengucapkan lebih awal mohon maaf lahir dan bathin.

Taqobbalallaahu minnaa wa minkum, shiyaamana wa shiyaamakum. Ja’alanallaahu minal aidin wal faizin, kullu aamin wa antum bi khaiir.

 

Selamat ber-Idul Fitri!

 

Salam,

Administrator

 

DOWNLOAD FILE:

Polresta Bukber Bersama Santri Hidayatullah Medan

0

Kepolisian Resort Kota Medan (Polresta), Kamis (25/07/2013) lalu melaksanakan acara berbuka puasa bersama (bukber) ratusan anak santri Pesantren Hidayatulah Medan dan personil Polresta Medan di Lantai II Ruang Satreskrim Polresta Medan.

Sebelum acara berbuka puasa, para personil dan anak Pesantren Hidayatullah mendengarkan tausiyah dari Pesantren Hidayatullah.

Selanjutnya begitu mendengarkan Azan Maghrib berkumandang, para personil yang menjalankan ibadah puasa berbaur dengan para anak Pesantren Hidayatullah dan para wartawan untuk berbuka puasa dengan hidangan yang telah disediakan.

Selain berbuka puasa bersama, Kasat Reskrim Polresta Medan juga memberikan santunan kepada anak-anak pesantren yang hadir .

Usai menyantap makanan berbuka puasa, akhirnya para personil dan anak pesantren meninggalkan ruang Reskrim Polresta Medan.

Disela-sela acara berbuka puasa tersebut, Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol J Calvijn Simanjuntak mengatakan acara buka bersama ini diadakan untuk mempererat tali silaturahmi kepada anak-anak Pesantren Hidayatullah dan sekaligus mempererat talisilaturahmi kepada para personil Polresta Medan.

“Di Bulan Ramadhan ini kita harus saling berbagi dan saling menghormati sesama umat, khususnya terhadap umat Muslim yang sedang menjalankan Ibadah Puasa,” ujar Kasat Reskrim.

Hadir juga dalam acara berbuka puasa tersebut Kapolresta Medan Kombes Nico Afinta, Wakapolresta Medan AKBP Yusuf Hondawantri Naibaho, para Kasat dan Kanit serta personil di jajaran Polresta Medan serta beberapa Kapolsek jajaran Polresta Medan juga tampak hadir. (Dav/Red)

Tokoh Balikpapan Sesepuh Hidayatullah Meninggal Dunia

0

Kamis, 01 Agustus 2013 15:23

Innalillahi wainnailaihiroji’un.  Mantan Walikota Balikpapan periode 1974-1981, Letkol Pol (Purn) HM Asnawi Arbain meninggal dunia. Pria yang juga dikenal sebagai salah satu sesepuh pesantren Hidayatullah ini menghembuskan nafas terakhir pada  Jumat (26/7/2013) sekitar pukul 17.12 Waktu Indonesia Tengah.

“Beliau wafat di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB). Insya Allah besok (hari ini. Red) dimakamkan,” ujar salah seorang ustadz Hidayatullah Balikpapan, Fathun Qarib, kepada hidayatullah.com usai membesuk almarhum di kediamannya, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat malam.

Almarhum yang saat menjabat sempat meletakkan dasar-dasar pembangunan RSPB, wafat setelah menderita penyakit komplikasi. Menurut anak ke-8 beliau, Kusuma Palindi, sejak 1 Juli lalu, ayahnya memang menjalani perawatan secara intensif di rumah sakit tersebut, demikian dikutip dari laman kaltim.tribunnews.com.

Awalnya disebabkan gejala sesak nafas, namun dari hasil diagnosa dokter ada gejala penyakit jantung dalam sakit yang diderita tersebut. Selama kurang lebih 26 hari menjalani perawatan, kondisinya memang tak banyak mengalami perubahan, bahkan untuk bernafas. Almarhum yang pada November nanti genap berusia 87 tahun harus dibantu dengan oksigen.

Seperti diketahui, semasa hidupnya Asnawi Arbain berperan penting dalam perjalanan Hidayatullah. Terutama di awal-awal berdirinya pesantren prakarsa (alm) KH Abdullah Said ini. Pada tahun 1976, Abdullah Said sedang membutuhkan lokasi calon pesantren yang tepat.

Saat itu Hidayatullah juga sempat dituding sebagai aliran sesat. Datanglah Asnawi Arbain untuk memastikannya. Bukannya melarang, beliau justru menunjuk tanah wakaf seluas lima hektar di Gunung Tembak, Balikpapan Timur sebagai lokasi yang cocok bagi pendirian Hidayatullah hingga lembaga ini bisa eksis dan terus melebarkan sayap dakwahnya hingga saat ini.(skr)

Puluhan Mualaf Terima Bingkisan Lebaran

0

Puluhan mualaf dari berbagai desa dan kecamatan di Malinau, Kaltim, menerima santunan Hari Raya Idul Fitri, berupa perlengkapan shalat, kerudung, dan pakaian Muslim. Pemberian santunan dilakukan usai pengajian rutin yang dilakukan Perkumpulan Dzikir Mualaf Malinau (PDMM) di Mushola Al Islami, komplek Gigantea Town House Desa Malinau Hulu Kecamatan Malinau Kota, kemarin.

Ketua Perkumpulan Dzikir Mualaf Malinau, Hj Christina Debora, menjelaskan, puluhan set perlengkapan shalat, mukena, kerudung dan pakaian muslim diberikan sejumlah dermawan dari Malinau dan Tarakan.

Mewakili para mualaf, Hj Debora menyampaikan terima kasih pada Wakil Bupati Topan Amrullah, Ketua MUI H. Edy Marwan, Anggota DPRD Khairani dan kepada Pondok Pesantren Hidayatulah selaku pembina rutin para muallaf.

Dari para dermawan, pihaknya dapat melakukan kegiatan rutin keagamaan setiap pekan, termasuk pekan ketiga Juli yang disertai pembagian santuan.  Dari para dermawan, pihaknya mendapat 60 buan Al Quran dan puluhan buku Iqra serta buku agama lain. Selanjutnya 250 kerudung, 60 lebih mukena serta puluhan baju muslim.

Puluhan mualaf yang memenuhi Mesjid Al Islami terlihat sangat senang menerima pemberian itu.  Mereka terlihat bersemangat mengikuti pengajian yang diberikan Pembina Pesantren Hidayatullah.

Hj Debora menjelaskan perihal rencana pendirian Pemaaf, organisasi mualaf di bawah naungan MUI, Kemenag dan BAZ. Organisasi ini, terangnya, akan segera dibentuk di Kaltara. Termasuk di Malinau.

“Untuk Pemaaf Malinau, sementara ini saya yang memimpinnya,” tutur Debora. (kk/hio)

LANUD Apresiasi Ponpes Hidayatullah Timikia

0

Menyambut Hari Bakti TNI Angkatan Udara yang ke–66, Lanud Timika melaksanakan anjangsana silaturrahim ke Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah di Desa Kadung Jaya, Kabupaten Timika, Papua, Jum’at (26/7/2013) lalu.

Komandan Lanud Timika Letkol Pnb M. Tonny Haryono yang didampingi ketua PIA Ardya Garini Cab 20 beserta pengurus dan perwira Lanud Timika dalam sambutannya mengatakan bahwa maksud dan tujuan kegiatan ini adalah bersilaturahmi serta memberikan tali asih berupa sembako dan bahan bangunan untuk membantu pembangunan mesjid yang ada di pondok pesantren tersebut.

Dalam anjangsana dengan penuh keakraban tersebut Lanud Timika menyumbangkan sembako beras 320 kg, semen 100 sak, besi 139 dan 8 kubik kayu.

“Hal ini semata-mata kami lakukan untuk berbagi rasa dan memberkan dorongan moril terhadap masyarakat Timika,” kata Dan Lanud Letkol Tonny Haryono.

Kunjungan silaturrahim itu juga dalam rangkaian menyongsong peringatan Hari Bakti TNI Angkatan Udara ke -66 yang jatuh pada tanggal 29 Juli 2013.

Oleh karena itu Dan Lanud berharap apa yang pihaknya berikan ini jangan dilihat dari segi materi, tetapi lebih di maknai sebagai upaya untuk mempererat ikatan tali kesetiakawanan sosial dan rasa kekeluargaan.

Karyawan TCM Jalin Ukhuwah dengan Santri Ponpes Hidayatullah Melak

0

PT Trubaindo Coal Mining (TCM) melakukan kegiatan buka puasa bersama Pondok Pesantren Hidayatullah Kecamatan Melak, Kutai Barat, Kalimantan Timur, dengan masyarakat sekitar di Kecamatan Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat, beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini dipelopori oleh karyawan-karyawan muslim yang memiliki keinginan dan semangat untuk membangun ukhuwah dan silaturahim dengan masyarakat muslim di sekitar operasi perusahaan.

Acara buka puasa bersama dimulai dengan silaturahmi, shalawat bersama dilanjutkan dengan pembacaan doa buka puasa. Tepat jam 18.29 WITA buka puasa diawali dengan makanan ringan berupa kue dan minuman dilanjutkan dengan shalat magrib. Setelah shalat magrib, barulah dilakukan acara makan bersama sebagai wujud keakraban karyawan dengan santri Pesantren Hidayatullah Melak dan masyarakat Muara Lawa.

Selain acara buka bersama, karyawan PT TCM diwakili oleh manajemen, Wuryadi, Administration Mine Manager dan Kolonel Haryata, Security Manager menyerahkan bantuan kepada Pondok Pesantren Hidayatullah di Kecamatan Melak.

Bantuan yang diserahkan berupa 100 paket berbuka puasa, paket Al Quran dan Parcel untuk anak yatim dan pengasuh di ketiga insitusi pendidikan tersebut.