
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Nanang Noerpatria, menghadiri agenda Soft-Launching Headquarter Asia-Pacific for Al-Quds & Palestine (ASPAC) yang diselenggarakan di Aula Lantai 4 Gedung Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat, Matraman, Jakarta, pada Rabu, 26 Syawal 1447 (15/4/2026).
Kehadiran Nanang Noerpatria dalam kegiatan tersebut mewakili Hidayatullah sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya kolaborasi regional dalam memperkuat solidaritas terhadap Masjid Al-Aqsa dan Palestina. Acara peluncuran kantor pusat ASPAC di kawasan Asia-Pasifik ditandai dengan penandatanganan bersama oleh sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi Islam yang hadir.
Inisiatif pembentukan kantor pusat Asia-Pasifik ini digagas oleh Masyarakat Indonesia untuk Masjid Al-Aqsa dan Palestina (MIMAP) dalam rangka untuk memperkuat koordinasi gerakan advokasi, pendidikan publik, serta penyaluran bantuan kemanusiaan yang berkaitan dengan isu Al-Aqsa dan masyarakat Palestina di kawasan Asia-Pasifik.
Beberapa tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. Amirsyah Tambunan, Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) KH Dr. Imam Ad Daruquthni, Executive Director Headquarter ASPAC Irvan Nugraha, Ketua Steering Committee Headquarter ASPAC Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, serta perwakilan Global Coalition for Al-Quds and Palestine (GCQP) Ahmed Attawna.
Nanang Noerpatria menyampaikan dukungannya terhadap pembentukan kantor pusat ASPAC di kawasan Asia-Pasifik. Ia menyebut keberadaan kantor tersebut sebagai sarana koordinasi bagi berbagai elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap isu Al-Aqsa dan Palestina.
Nanang menjelaskan bahwa kantor pusat tersebut diharapkan dapat menjadi titik pertemuan bagi berbagai inisiatif solidaritas lintas negara di kawasan Asia-Pasifik.
Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen berbagai pihak untuk menyuarakan dukungan terhadap Palestina melalui mekanisme yang terukur dan sesuai dengan prinsip hukum internasional.
Ia juga menyinggung tiga fokus utama yang menjadi agenda kerja Headquarter Asia-Pacific MIMAP. Fokus pertama berkaitan dengan diplomasi melalui penguatan jaringan kerja sama dengan parlemen, organisasi masyarakat, serta lembaga hak asasi manusia di kawasan Asia-Pasifik.

Fokus kedua adalah penguatan edukasi publik yang mencakup peningkatan literasi sejarah mengenai Al-Aqsa serta pelaksanaan program kampanye kesadaran yang melibatkan generasi muda.
Sementara itu, terangnya, fokus ketiga berkaitan dengan kegiatan kemanusiaan yang meliputi penyaluran bantuan terverifikasi untuk sektor pendidikan, layanan kesehatan, dan pemulihan pascakonflik di Palestina.
Nanang berharap Kantor Pusat Asia-Pasifik untuk Al-Quds dan Palestina ini menjadi hub bagi gerakan solidaritas lintas negara sebagai simbol komitmen umat Islam Indonesia dan Asia Pasifik untuk terus membela Al-Aqsa dan Palestina dengan cara-cara yang terukur, legal, dan bermartabat.






