AdvertisementAdvertisement

Menakar Ulang Makna Hijrah dan Jihad sebagai Fondasi Sosial-Politik Umat Masa Kini

Content Partner

Ketua Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Dr. Muzakkir Usman, M.Ed (Foto: Made from digital artificial intelligence/ Hidayatullah.or.id)

JAKARTA, [hidayatullah.or.id] — Di tengah disrupsi zaman dan derasnya godaan duniawi, mempertahankan keimanan acapkali menjadi tantangan yang berat bagi umat Muslim. Merespons fenomena tersebut, Ustadz Muzakkir Usman, M.Ed., Ph.D menguraikan secara mendalam mengenai esensi iman, hijrah, dan jihad dalam khotbah Jum’at di Masjid Baitul Karim, Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta Timur, Jumat (26/6/2026).

Mengawali khotbahnya, Muzakkir membedah Surat Al-Baqarah ayat 218 yang dibuka dengan kalimat ketegasan, “Inna” (Sesungguhnya). Menurutnya, penggunaan kata ini secara tata bahasa retorika Arab mengisyaratkan bahwa pesan yang dibawa setelahnya memuat urgensi yang sangat besar untuk dipelajari.

Melalui ayat ini, Allah Swt. mengkategorikan orang-orang yang beriman, berhijrah, serta berjihad di jalan Allah sebagai golongan yang sama-sama berhak mengharapkan rahmat-Nya (yarjuna rahmatallah).

“Allah menyebutkan ‘Innaladzina amanu’ (sesungguhnya orang-orang yang beriman) lalu menyandingkannya dengan orang yang berhijrah dan berjihad. Ini adalah bentuk apresiasi dan penghargaan. Sebab, ada orang-orang yang karena faktor usia, sakit, atau udzur lainnya, tidak bisa ikut berhijrah fisik secara langsung, namun mereka tetap bertahan mempertahankan keimanan dari berbagai intimidasi,” terang Muzakkir di hadapan para jemaah.

Secara historis, khotbah ini mengingatkan kembali kelamnya fase 13 tahun awal Islam di Makkah. Tokoh-tokoh seperti Bilal bin Rabah dan keluarga Ammar bin Yasir harus merasakan siksaan fisik serta intimidasi mental yang berat dari kafir Quraisy. Pengorbanan luar biasa juga berlanjut ketika perintah migrasi fisik dari Makkah ke Madinah diturunkan, di mana para sahabat harus rela meninggalkan harta benda, keluarga, hingga jaringan bisnis yang telah mereka bangun sekian lama demi menyelamatkan akidah.

Kontekstualisasi Hijrah Universal

Kendati memiliki latar belakang sejarah yang spesifik, Muzakkir menekankan bahwa makna hijrah tidak boleh berhenti sebagai lembaran masa lalu saja. Merujuk pada hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw. bersabda bahwa seorang muhajir (orang yang berhijrah) yang sejati adalah mereka yang bermigrasi meninggalkan apa pun yang dilarang oleh Allah Swt.

“Dengan landasan hadis ini, makna hijrah bertransformasi menjadi sangat universal. Konteksnya terus hidup dalam perjalanan harian kita. Bagaimana kita hijrah dari kebiasaan maksiat masa lalu, memupuk kebaikan, bahkan berpindah mencari lingkungan sosial yang lebih saleh demi menjaga visi keimanan kita,” paparnya.

Lebih jauh, lulusan program doktoral Universiti Malaya ini menggarisbawahi bahwa cita-cita tertinggi dari hijrah yang dilakukan atas dasar fi sabilillah (di jalan Allah) bukan karena motif duniawi atau kepentingan kesukuan semata,  melainkan untuk membangun komunitas masyarakat yang berperadaban. Komunitas yang hidup bertetangga, bermasyarakat, dan bernegara dengan fondasi saling mengharap rida Allah.

Jaminan Tempat Terbaik dan Surga

Menutup khotbahnya, Muzakkir Usman mengingatkan bahwa setiap jalan perubahan (hijrah) pasti diiringi rintangan psikologis maupun sosial. Namun, umat Muslim diminta tidak berkecil hati karena Allah Swt. telah memberikan garansi yang mutlak.

Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, bagi siapa saja yang berhijrah karena Allah setelah mereka dizalimi, Allah menjamin akan memberikan tempat tinggal sekaligus kehidupan yang baik di dunia (lanubawwi’annahum fid-dunya hasanah).

“Allah adalah sebaik-baik pemberi janji. Jika kita tulus meninggalkan kesenangan semu demi ketaatan, yakinlah Allah akan pastikan tempat terbaik di dunia bagi kita. Ditambah lagi, ganjaran di akhirat kelak jauh lebih besar, yaitu rezeki terbaik berupa surga-Nya yang kekal,” pungkas Muzakkir.

Muzakkir Usman, M.Ed., Ph.D / Ketua DPP Hidayatullah Bidang Pendidikan

Editor: Adam Sukiman
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Wisudawan Tahfidz Ponpes Hidayatullah Bolaang Mongondow Diharapkan Menjadi Teladan di Tengah Masyarakat

Sulawesi Utara – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Hidayatullah Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Ponpes tersebut sukses menggelar...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img