spot_img

MUI Tekankan Persatuan Bangsa Jelang Pemilu

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyelenggarakan Halal Bihalal Kebangsaan di hotel Bidakara Jakarta, Kamis, 28 Syawal 1444 (18/5/23).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, KH M Cholil Nafis menyampaikan kepada seluruh undangan yang hadir, bahwa dalam halal bihalal ini diharapkan mampu memperkuat soliditas dan solidaritas persatuan bangsa menjelang tahun politik pada 2024 mendatang.

“Kita harapkan pertemuan malam hari ini adalah dari hati ke hati, anak-anak bangsa, tokoh-tokoh bangsa,” ujarnya seperti dilansir laman MUI.

“Malam hari ini kita akan mendengarkan tausiyah dari para tokoh, terkait bagaimana menjelang Pemilu ini agar enak dilihat dan enak juga dirasakan. Boleh menang salah satunya, tapi tidak boleh saling merendahkan, dan tujuan kita adalah soliditas dan solidaritas persatuan bangsa,” tuturnya.

Dia menjelaskan halal bihalal ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan MUI pada Syawal setiap tahunnya dalam rangka saling menghalalkan atau memaafkan satu sama lain.

Kiai Cholil Nafis menyebutkan, pada tahun ini agenda halal bi halal diselenggarakan dengan cara yang spesial.

“Kalau dulu halal bi halal dilakukan pascapemilihan kepemimpinan 1948, saat ini halal bi halal ini spesial, karena kita lakukan prapemilihan,” kata dia.

Agenda halal bihalal tersebut dihadiri juga Ketua Umum DPP Hidayatullah KH. Nashirul Haq, MA, serta komponen bangsa lainnya mulai dari dewan pimpinan MUI, lembaga negara, ormas umat beragama, pemimpin partai, dan tokoh agama.

Adapun jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju yang hadir antara lain Menkopolhukam Mahfud MD, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, dubes Mesir, Malaysia, Palestina, dan tamu undangan lainnya.

Pada akhir sambutannya, Kiai Cholil Nafis berharap halal bihal yang diselenggarakan dapat menyatukan visi, yaitu visi kesatuan bangsa.

Dia optimis halal bihalal bisa mempererat persatuan dan kesatuan umat di tengah panasnya konstelasi dan dinamika politik. Dia menilai hajatan pemilu selama ini kerap membelah persatuan umat. Karena itu, kegiatan halal bihalal ini menjadi penting untuk dilaksanakan.

“Kontelasi politik terus bergerak dan menghangat, kita melihat bagaimana persaingan calon, kita ingin persaingan itu dalam bingkai memajukan umat dan bangsa, ” kata dia.*/Dhea Oktaviana

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Selamat Jalan, Wahai Kawan kawanku!

SETELAH epicentrum gerakan spiritual dan moral, berikutnya adalah menjadikan kampus-kampus Hidayatullah di seluruh Indonesia sebagai epicentrum gerakan keilmuan. Karena...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img