
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, Lc., membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-IX Pemuda Hidayatullah yang digelar di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Kamis, 19 Rajab 1447 (8/1/2025).
Naspi mengatakan Musyawarah Nasional Pemuda Hidayatullah ke-IX ini menjadi ruang refleksi strategis bagi peran generasi muda dalam arah pembangunan bangsa jangka panjang.
Dalam konteks menuju Indonesia Emas 2045, Naspi menekankan, pemuda tidak cukup hanya hadir sebagai bagian dari dinamika sosial, tetapi dituntut mampu mengambil posisi sebagai elemen strategis yang terlibat aktif dalam perubahan.
Naspi Arsyad mengingatkan pentingnya keselarasan peran pemuda dengan visi Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan bahwa Pemuda Hidayatullah harus mampu memposisikan diri sebagai bagian dari elemen strategis bangsa dan bukan sekadar penonton perubahan.
Menurutnya, pembangunan Indonesia ke depan bukan hanya proyek fisik atau ekonomi, melainkan proyek peradaban dan pembangunan manusia, yang menempatkan pemuda sebagai pemegang amanah utama.
Naspi menyampaikan bahwa peran strategis pemuda telah menjadi spirit dasar dalam visi kepemimpinan organisasi Hidayatullah. Menurutnya, kepemimpinan merupakan syarat mutlak dalam mewujudkan peradaban Islam sebagaimana digariskan dalam Arah Kebijakan Strategis Organisasi.
Dalam pada itu, Naspi menegaskan posisi pemuda sebagai motor perubahan, pembangun peradaban, sekaligus pilar kepemimpinan organisasi dan bangsa di masa depan.
“Pemuda adalah kekuatan hari ini dan pemimpin hari esok. Jika pemudanya baik, maka umat akan baik,” ujar Naspi Arsyad, mengutip buku Pemuda Berdaya karya Rasfiuddin Sabaruddin, Ketua Umum Pemuda Hidayatullah periode 2023–2025.
Naspi mengungkapkan bahwa komposisi pengurus DPP Hidayatullah periode 2025–2030 menunjukkan kecenderungan usia yang lebih muda, dengan rata-rata berkurang empat tahun dibandingkan periode sebelumnya. Ia menyatakan bahwa hal tersebut merupakan bentuk kepercayaan organisasi sekaligus ruang aktualisasi bagi kader-kader muda Hidayatullah.
Naspi, yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PP Pemuda Hidayatullah periode 2013–2016, menegaskan bahwa regenerasi harus diiringi dengan kesiapan dan tanggung jawab kader muda dalam menjalankan amanah organisasi.
Dalam arahannya, Naspi juga mengingatkan agar dinamika gerakan Pemuda Hidayatullah tidak hanya terasa menjelang momentum musyawarah nasional. Ia menegaskan bahwa eksistensi pemuda seharusnya hadir secara berkelanjutan melalui kerja nyata, program, gagasan, dan kontribusi di berbagai bidang. Menurutnya, peran pemuda harus terlihat setiap saat, bukan hanya dalam forum-forum formal tiga tahunan.
Lebih lanjut, Naspi menggunakan analogi tim sepak bola untuk menggambarkan pentingnya penentuan posisi peran pemuda sejak dini. Ia menyebut bahwa dalam sebuah tim terdapat berbagai elemen, mulai dari pemain utama, cadangan, hingga manajer, yang semuanya memiliki fungsi strategis.
Pemuda Hidayatullah diminta menentukan peran yang jelas agar dapat berkontribusi secara optimal dalam proyek peradaban bangsa.
Pada kesempatan tersebut, Naspi juga mengungkapkan rencana strategis DPP Hidayatullah berupa pembentukan Lembaga Kajian Publik Civitas. Lembaga ini dirancang untuk memperkuat peran organisasi dalam diskursus kebangsaan dan kebijakan publik. Ia mengajak Pemuda Hidayatullah untuk melahirkan kepemimpinan yang berani, visioner, dan produktif melalui karya nyata yang berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan bangsa.
Selain aspek programatik, Naspi menyinggung dukungan anggaran kepada Pemuda Hidayatullah. Ia menyampaikan bahwa DPP Hidayatullah meningkatkan subsidi sebesar 30 persen, dengan ketentuan adanya evaluasi kinerja dalam enam bulan ke depan. Dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya karya dan kontribusi yang berdampak luas bagi organisasi dan masyarakat.
Munas Pemuda Hidayatullah ke-IX diikuti oleh perwakilan pengurus wilayah dan daerah dari berbagai provinsi di Indonesia. Forum ini menjadi ajang konsolidasi organisasi, penyusunan arah program strategis, serta pemilihan kepemimpinan Pemuda Hidayatullah untuk periode mendatang.
Pembukaan munas turut dihadiri oleh senior-senior Pemuda Hidayatullah lintas generasi, seluruh pemangku kepentingan organisasi dari tingkat pusat hingga daerah, amal usaha, serta organisasi pendukung Hidayatullah.






