AdvertisementAdvertisement

Lingkar-lingkar Tugas Kader Organisasi Islam

Content Partner

ist – fuad fahrudin

KADER, sebagaimana dipahami dari berbagai sumber, memiliki definisi sebagai ‘seseorang yang disiapkan untuk menduduki peran penting atau menjalankan tugas khusus di satu organisasi dalam rangka menjaga keberlangsungan organisasi tersebut’.

Sementara itu peran penting dan tugas khusus yang dimaksud tentu berbeda antara satu organisasi dengan organisasi lainnya, tergantung pada basis nilainya. Berbeda basis nilai akan menghasilkan tugas khusus yang berbeda pula.

Adapun organisasi berbasis nilai keislamanan akan menyusun daftar peran serta tugas kadernya dalam bingkai ajaran Islam. Sementara itu bingkai ajaran Islam disusun dalam lingkar-lingkar kehidupan muslim. Paling penting adalah lingkar kehidupan individu dan keluarga, sebagaimana disampaikan Al-Qur’an surat At-Tahrim ayat 6, “Wahai orang-orang beriman, jagalah diri dan keluarga kalian dari siksa api neraka.”

Berikutnya adalah lingkar kehidupan masyarakat. Di lingkar ini seorang muslim diharapkan berperan dalam berbagai aspek kehidupan. Minimal dua bidang digelutinya, yakni profesional dan sosial.

Seorang kader di organisasi Islam akan mendapatkan tugas dalam tiga lingkar tersebut. Dalam hal ini seorang kader perlu menyiapkan dirinya. Energi dan sumber daya yang dimilikinya mungkin akan terbagi, tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga. Masyarakat dan organisasi juga ikut menyedot energi dan sumber daya.

Meskipun demikian keikutsertaan kader di organisasi tidaklah rugi. Hal ini dikarenakan sejumlah manfaat telah disiapkan organisasi untuk kader, salah satunya desain pengembangan diri kader secara berkelanjutan dalam bingkai lingkar-lingkar tugas kader. Sekali lagi disampaikan, lingkar-lingkar tersebut didasarkan pada lingkar-lingkar kehidupan seorang muslim.

Lingkar-lingkar tugas kader ini penting, agar konflik intra dan antarpersonal bisa diminimalisir, sementara manfaat dimaksimalkan.

Lingkar kehidupan individu

Manusia memiliki sejumlah aspek diri dan kehidupan. Beberapa di antaranya adalah spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial, dan finansial. Lainnya yang juga penting adalah kepemimpinan.

Organisasi dan kadernya perlu memperhatikan keseimbangan bagi keseluruhan aspek tersebut. Peta pengembangan diri kader perlu dimiliki oleh keduanya. Agar arah pengembangan kader yang simultan bisa tercipta untuk dilalui oleh kader. Dampaknya bisa efektif bagi kader, juga organisasi.

Sebaliknya tanpa peta pengembangan diri kader, konflik intrapersonal diri kader berpotensi muncul. Dirinya bingung. Terjadilah gejala split personality.

Dalam hal ini ilmu tentang pemetaan potensi diri kader bersifat penting bagi organisasi. Pirantinya perlu dimiliki, direviu dan dikembangkan berkala. Di tahap awal organisasi memiliki opsi untuk menggunakan jasa pihak ketiga. Akan tetapi di tahap berikutnya kemandirian pengelolaan piranti mesti dikelola mandiri. Agar kemandirian pengelolaan sumber daya insani lebih sesuai dengan orientasi organisasi.

Berkaitan dengan tugas kader, organisasi merancang tugas-tugas individual kader yang berorientasi terhadap pengembangan diri kader. Tugas-tugas ini, sebagaimana telah disampaikan, bersifat menyebar ke seluruh aspek diri dan kehidupan kader.

Pemberian tugas-tugas ini perlu didampingi intensif. Mentoring dilakukan periodik. Pelaporan sistematis ditelaah dan ditindaklanjuti. Kader dituntun untuk lebih berkemajuan tiap waktu.

Lingkar kehidupan keluarga

Kader, terutama di negara-negara berkembang, sulit terpisah dari keluarga. Sementara dalam perspektif Islam, seorang kader sebagaimana muslim lainnya harus selalu terhubung dengan keluarga. Perannya yang penting adalah saling jaga dalam keluarga supaya senantiasa berada pada kebaikan.

Saling jaga antar anggota keluarga dilakukan kader dengan sabar serta sadar. Sabar bermakna kader tidak terburu-buru, menggunakan pentahapan. Sementara sadar bermakna menyadari posisi dirinya di keluarga, sehingga adab-adab diperhatikan.

Semakin baik adab ditegakkan, semakin besar kader mendapatkan dukungan dari keluarga untuk berbuat baik, terutama di organisasinya. Anggota keluarga lain melihat bahwa idealitas kader serta organisasinya tidak abstrak. Wujudnya bisa dilihat, didengar, dan dirasakan.

Selanjutnya anggota keluarga memiliki kepercayaan diri sebagai bagian keluarga besar organisasi. Mereka menjadi corong organisasi di masyarakat. Organisasi menjadi hidup di masyarakat, bahkan harum namanya.

Terkait dengan tugas organisasi yang diberikan kepada kader untuk dijalankan di keluarganya, organisasi mengantarkan kader menjadi katalisator kebaikan. Kesabaran dan kesadaran kader dikuatkan terus oleh organisasi. Bentuknya bermacam-macam, antara lain pemberian ilmu serta pendampingan. Selain itu, sebagai penguat edukasi organisasi terhadap keluarga, dilangsungkan pertemuan antarkeluarga kader. Semoga soliditas dan solidaritas keluarga besar organisasi semakin kuat.

Lingkar kehidupan masyarakat
Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 110 menyampaikan, “Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia.”

    Mufassir menafsirkan ayat ini dengan ‘Kalian, wahai umat Muhammad shallallah ‘alaih wa sallam, adalah sebaik-baik umat dengan manfaat yang luar biasa kepada sesama manusia. Kalian menyeru manusia kepada kebaikan, mencegah dari keburukan, serta kalian menjaga iman kepada Allah ta’ala.”

    Seorang muslim, apalagi kader terbina di organisasi Islam, diharapkan berkualitas. Selain itu, ia diharapkan berkontribusi kepada kehidupan insan sekitarnya. Kontribusinya tidak biasa tapi berkualitas, sehingga berdampak besar.

    Dalam hal ini hendaklah organisasi menyusun tugas-tugas terstruktur kepada kadernya untuk semakin berkualitas sesuai minat, bakat, dan profesinya. Setelah itu kader ditugaskan berkontribusi kepada masyarakat. Sebagai daya dukung lain, organisasi dirancang sebagai support system kader dalam berkontribusi. Struktur dan sistem organisasi dibangun supaya memungkinkan penyerapan aspirasi masyarakat secara cepat, untuk kemudian disusul dengan respon yang impactful.

    Organisasi dan kader itu satu kesatuan senyawa. Keduanya sinergis dan saling mempengaruhi. Pengembangan kualitas kader melalui berbagai penugasan diharapkan terus dilakukan. Dampaknya dirasakan oleh semua pihak, internal ataupun eksternal.

    Wallah a’lam.

    *) Fu’ad Fahrudin, penulis Ketua Departemen Perkaderan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah

    - Advertisement -spot_img
    - Advertisement -spot_img

    Indeks Berita Terbaru

    Mengapa Banyak Berpuasa Tapi Tak Tenang? Ini Jawaban Al-Qur’an

    BETAPA banyak orang berpuasa, tapi mereka tidak memperoleh selain lapar dan dahaga. Hadits Nabi Muhammad SAW itu mengajak kita...
    - Advertisement -spot_img

    Baca Terkait Lainnya

    - Advertisement -spot_img