
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Hidayatullah dan Pure Hands Indonesia memperkuat kolaborasi kemanusiaan dan pengembangan masyarakat melalui penandatangan kerjasama yang digelar di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah di bilangan Cipinang Cempedak, Otista Raya, Polonia, Jakarta.
Penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi kemanusiaan lintas lembaga di tengah tantangan sosial global yang kian kompleks. Kesepakatan kerja sama tersebut ditandatangani pada Jum’at, 18 Syaban 1447(6/2/2026) dan menandai komitmen bersama kedua pihak dalam membangun sinergi berkelanjutan di bidang pengembangan masyarakat dan kesejahteraan sosial.
Nota kesepahaman ini ditandatangani oleh Rasfiuddin Sabaruddin, S.Sy., MIRK, selaku Ketua Departemen Hubungan Antarbangsa Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, dan Dr. Majid Ghaleb Abdullah selaku Chief Executive Officer Pure Hands Indonesia.
Penandatanganan ini menjadi dasar formal bagi kedua organisasi untuk mengembangkan kerangka kerja bersama dalam merespons kebutuhan kemanusiaan secara terencana dan terukur.
Pada kesempatan tersebut turut hadir Ketua Departemen Sumberdaya Insani DPP Hidayatullah Muhammad Sumariadi, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Laznas BMH Mustafainal Akhyar, dan perwakilan dari Baitul Wakaf Hidayatullah.
Rasfiuddin Sabaruddin dalam keterangannya kepada media ini mengatakan bahwa kerja sama ini bertujuan membangun kerangka umum kolaborasi dalam perencanaan, pengembangan, dan pelaksanaan berbagai proyek kemanusiaan. Fokus kerja sama mencakup bantuan kemanusiaan, pengembangan masyarakat, program kesejahteraan sosial, respons tanggap darurat bencana, serta peningkatan kapasitas dan kesadaran publik.
“Muatan kerjasama yang dilakukan tetap sejalan dengan mandat masing-masing lembaga serta peraturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Rasfiudddin.
Rasfiuddin Sabaruddin menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan kontribusi Hidayatullah di bidang kemanusiaan internasional dan nasional.
“Nota kesepahaman ini menjadi pijakan penting untuk memperkuat kerja sama kemanusiaan yang berlandaskan profesionalisme, transparansi, dan prinsip-prinsip kemanusiaan universal,” ujar Rasfiuddin.
Ia menjelaskan bahwa tantangan sosial dan kemanusiaan saat ini menuntut kolaborasi lintas organisasi yang lebih sistematis. Menurutnya, sinergi antar-lembaga menjadi kunci dalam memastikan program-program kemanusiaan berjalan efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Dr. Majid Ghaleb Abdullah menekankan pentingnya kemitraan strategis dalam menghadapi dinamika kemanusiaan global.
“Kerja sama ini mencerminkan komitmen kami untuk membangun inisiatif kemanusiaan yang terstruktur dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat,” kata Dr. Majid Ghaleb Abdullah.
Ia menambahkan bahwa Pure Hands Indonesia memandang kemitraan dengan Hidayatullah sebagai langkah penting untuk memperluas dampak program-program sosial berbasis nilai kemanusiaan.
Nota kesepahaman ini juga mengatur peran dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam pelaksanaan proyek bersama. Setiap inisiatif kemanusiaan yang diusulkan akan melalui proses peninjauan dan persetujuan bersama, serta diselaraskan dengan kebutuhan lapangan dan prioritas strategis kedua organisasi.
Majid menekanlan pernyataan niat kerja sama ini menjadi fondasi penting bagi penguatan kolaborasi kemanusiaan yang berorientasi pada pembangunan masyarakat dan kesejahteraan sosial.
Melalui kesepakatan ini, Hidayatullah dan Pure Hands Indonesia menegaskan komitmen bersama untuk terus berkontribusi dalam menjawab tantangan kemanusiaan masa kini dengan pendekatan kolaboratif, terencana, dan berkelanjutan.






