
PASURUAN (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Timur, Amun Rowie, mengingatkan pemuda Hidayatullah untuk selalu menjunjung tinggi ajaran Islam disamping terus menempa diri sebagai aktor strategis dalam pembangunan bangsa. Hal itu disampaikan Amun saat memberi sambutan dalam pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) Pemuda Hidayatullah Jawa Timur yang digelar di Pasuruan pada Sabtu, 19 Sya’ban 1447 (7/2/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Pasuruan, Jawa Timur, dan diikuti oleh pengurus serta delegasi Pemuda Hidayatullah dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Ditegaskan Amun Rowie, pemuda adalah aktor strategis dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam menyongsong agenda Indonesia Emas 2045 yang bertepatan dengan satu abad kemerdekaan Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemuda secara alamiah memiliki kapasitas intelektual dan semangat perubahan yang menjadi modal penting dalam menjawab tantangan masa depan bangsa.
Menurutnya, bonus demografi yang diproyeksikan akan dialami Indonesia dalam dua dekade ke depan hanya akan menjadi peluang jika generasi muda memiliki kemampuan dan keterampilan yang memadai. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), puncak bonus demografi Indonesia diperkirakan terjadi pada periode 2030–2045, ketika proporsi penduduk usia produktif mencapai lebih dari 60 persen dari total populasi.
Dalam pada itu, Amun Rowie menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia pemuda akan menjadi faktor penentu keberhasilan Indonesia memanfaatkan momentum demografi tersebut.
“Apa yang dimiliki pemuda untuk mencapai Indonesia 2045 adalah kemampuan dan keterampilan. Indonesia akan memperoleh bonus demografi yang sangat besar karena jumlah generasi mudanya melimpah,” ujar Amun Rowie.
Ia menjelaskan bahwa kuantitas pemuda yang besar harus diiringi dengan peningkatan kapasitas, baik dalam aspek intelektual, keterampilan, maupun karakter. Tanpa kesiapan tersebut, bonus demografi justru berpotensi menjadi beban pembangunan.
Lebih lanjut, Amun Rowie menguraikan perbedaan mendasar antara pemuda dan generasi yang lebih tua. Ia menilai bahwa pemuda memiliki karakter idealisme yang lebih kuat, sehingga cenderung berani memperjuangkan nilai-nilai yang diyakini sebagai kebenaran. Sementara itu, generasi yang lebih senior umumnya memiliki pertimbangan yang lebih kompleks, termasuk aspek sosial, ekonomi, dan tanggung jawab keluarga.
Menurutnya, perbedaan ini bukan untuk dipertentangkan, melainkan dipahami sebagai dinamika alami dalam perjalanan sebuah masyarakat. Justru, idealisme pemuda perlu diarahkan agar tetap berada dalam koridor nilai dan tujuan yang konstruktif.
“Karena idealisme itulah, banyak perubahan besar dalam sejarah digerakkan oleh pemuda,” tambahnya.
Amun Rowie menegaskan bahwa berbagai tonggak penting dalam sejarah Indonesia, mulai dari pergerakan kebangsaan hingga reformasi, tidak terlepas dari peran generasi muda yang memiliki keberanian dan keyakinan kuat terhadap gagasan perubahan.
Dalam sambutannya, ia juga mengaitkan peran pemuda dengan sejarah lahirnya Hidayatullah sebagai sebuah gerakan. Menurutnya, Hidayatullah sejak awal dibangun di atas semangat persatuan di tengah keragaman pandangan keagamaan yang berkembang di masyarakat Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa pendirian Hidayatullah tidak dimaksudkan untuk memperlebar perbedaan, melainkan menjadi ruang berhimpun yang mengedepankan ukhuwah dan kerja bersama. Corak khas gerakan ini dinilai dia relevan dengan karakter bangsa Indonesia yang majemuk, baik dari sisi budaya, etnis, maupun tradisi keagamaan.
“Hidayatullah hadir untuk menghindari perselisihan dan lebih mengedepankan persatuan daripada perpecahan. Di dalamnya dapat berhimpun berbagai latar belakang, baik dari NU, Muhammadiyah, maupun lainnya,” jelasnya.
Amun Rowie menilai bahwa semangat persatuan tersebut perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda Hidayatullah, termasuk Pemuda Hidayatullah di Jawa Timur. Menurutnya, Musywil menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan keumatan, sekaligus merumuskan langkah strategis pemuda dalam menghadapi tantangan zaman.
Ia berharap Musywil Pemuda Hidayatullah Jawa Timur dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu memadukan idealisme pemuda dengan kebijaksanaan gerakan, sehingga mampu berkontribusi secara nyata bagi umat, bangsa, dan negara menuju Indonesia Emas 2045.






