AdvertisementAdvertisement

BKPTQ Hidayatullah Diharapkan Jadi Gelombang Kebaikan Literasi Al-Qur’an

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) –– Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, Lc., menegaskan pentingnya pembinaan tilawatil Al-Qur’an sebagai fondasi penguatan kualitas sumber daya manusia dalam tubuh organisasi. Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembinaan Tilawatil Qur’an yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Pembinaan Tilawatil Qur’an (BKPTQ) Hidayatullah di Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Selasa, 22 Sya’ban 1447 (10/2/2026).

Naspi mengatakan BKPTQ sebagai lembaga strategis yang masih berada pada fase awal pengembangan. Ia menjelaskan bahwa usia lembaga yang relatif baru menuntut kesungguhan kerja, kejelasan arah, serta kemampuan membaca peluang agar waktu yang berjalan tidak terbuang tanpa capaian berarti. Menurutnya, keberadaan BKPTQ langsung di bawah koordinasi Ketua Umum DPP merupakan peluang struktural yang harus dimanfaatkan secara optimal.

“BKPTQ adalah lembaga baru. Jadi butuh effort agar waktu yang bergulir dapat menjadi media kemajuan, sehingga pada periode kedua 2026–2031 BKPTQ bisa lebih baik. Peluang ini semakin besar karena langsung di bawah Ketua Umum DPP,” katanya.

Naspi menekankan bahwa kerja kelembagaan pada fase awal harus ditopang dengan manajemen yang efektif dan responsif. Ia mengingatkan agar pola kerja yang dibangun harus mampu bergerak cepat dan adaptif terhadap kebutuhan pembinaan Al-Qur’an di masyarakat termasuk dalam lingkungan internal Hidayatullah.

“Harus bisa lebih efektif dan lebih agile,” tegasnya.

Dalam implementasi program, Naspi menyampaikan bahwa langkah awal yang akan segera dijalankan adalah program tahsin Al-Qur’an bagi pengurus Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah. Ia menjelaskan bahwa pembinaan internal menjadi pintu masuk penting sebelum program diperluas ke tingkat wilayah dan daerah.

“Pekan depan diharapkan program tahsin pengurus DPP Hidayatullah akan running,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program tidak dapat bergantung pada satu unit kerja semata. Oleh karena itu, Naspi mendorong seluruh unsur organisasi untuk bersikap proaktif, mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing, serta menyiapkan diri sejak dini sebelum program pembinaan Al-Qur’an digulirkan secara lebih luas.

“Semua pihak harus proaktif, sebelum program ini berlangsung lebih massif ke wilayah dan daerah,” katanya.

Lebih jauh, Naspi mengajak seluruh peserta untuk menempatkan Al-Qur’an sebagai pusat orientasi kehidupan dan gerakan. Menurutnya, Al-Qur’an bukan sekadar teks bacaan, melainkan petunjuk hidup yang menuntut keterlibatan emosional, intelektual, dan spiritual dari setiap Muslim. Oleh karena itu, semangat mempelajari dan membaca Al-Qur’an harus terus dipelihara.

“Al-Qur’an itu petunjuk, jadi harus antusias dan semangat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa proses belajar membaca Al-Qur’an adalah perjalanan sepanjang hayat. Dalam proses tersebut, Naspi menekankan pentingnya menjaga fokus dan ketulusan niat, tanpa terganggu oleh pandangan atau sikap yang justru melemahkan semangat belajar.

“Kita harus terus belajar. Jangan terganggu oleh perspektif yang tidak relevan dalam belajar membaca Al-Qur’an,” katanya.

Naspi kemudian menguraikan harapannya agar program pembinaan tilawatil Al-Qur’an yang digagas BKPTQ tidak berhenti pada aspek teknis pembelajaran, tetapi mampu melahirkan dampak sosial yang lebih luas. Ia menilai bahwa ketika pembelajaran Al-Qur’an disajikan secara sistematis, ramah, dan berkelanjutan, maka akan tumbuh budaya membaca Al-Qur’an yang lebih kuat di tengah umat.

“Kita harap ini bisa menjadi gelombang kebaikan yang membuat umat semakin senang membaca Al-Qur’an, karena kita bisa memberikan bukti bahwa belajar Al-Qur’an itu kebutuhan mendasar kita semua,” ujar Naspi.

Pada kesempatan tersebut, rangkaian acara juga diisi dengan pembacaan Surat Keputusan pergantian pengurus BKPTQ Hidayatullah untuk periode 2026–2031 yang menandai dimulainya fase baru pengelolaan dan penguatan program pembinaan tilawatil Al-Qur’an di lingkungan Hidayatullah sebagai titik awal konsolidasi program, penguatan komitmen pengurus, serta perluasan gerakan pembelajaran Al-Qur’an yang terstruktur dan berkelanjutan.

Reporter: Herim Achmad
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

KH Naspi Arsyad Dorong Penguatan Relevansi Dakwah Ditengah Kompleksitas Dinamika Zaman

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, Lc, menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan dan...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img