
POLTANGAN (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Pengurus Daerah Hidayatullah Jakarta Selatan, Azim Arrasyid Sofyan, memaparkan lima program strategis yang akan menjadi fokus gerakan organisasi dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang diselenggarakan di Rumah Qur’an Jayakarta & Sipapa Cafe kawasan Poltangan, Jakarta Selatan, pada Senin, 28 Sya’ban 1447 (16/2/2026).
Dalam forum tersebut, Azim menegaskan bahwa organisasi harus memiliki kemampuan membaca dinamika zaman dan merumuskan langkah konkret dalam merespons perubahan yang berlangsung cepat.
“Ini realitasnya kawan, kita harus mampu membaca zaman, memahami masalah riil, dan menawarkan solusi konkret. Kita tidak cukup hanya menyampaikan pesan, tetapi juga harus menghadirkan perubahan,” katanya.
Azim menjelaskan bahwa perubahan merupakan bagian dari realitas yang tidak dapat dihindari, sehingga organisasi perlu melakukan transformasi agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ia menekankan bahwa kompleksitas dakwah pada era modern memerlukan pendekatan yang adaptif dan inovatif.
“Kita hidup di zaman yang bergerak sangat cepat. Teknologi berkembang pesat, informasi mengalir tanpa batas, dan kecerdasan digital menjadi bagian dari keseharian,” ujar anak muda yang kerap nongkrong di Jaksel ini.
Ia juga mengaitkan arah gerakan organisasi dengan visi Indonesia Emas 2045, yang menurutnya sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan untuk membentuk generasi yang memiliki integritas, kapasitas intelektual, dan kepemimpinan.
“Generasi emas tidak lahir secara instan. Ia dibentuk melalui proses panjang penguatan nilai, ilmu, dan kepemimpinan,” ujarnya.
Azim menjelaskan bahwa Jakarta Selatan memiliki posisi strategis sebagai salah satu wilayah dengan populasi lebih dari dua juta jiwa yang didominasi oleh usia produktif. Kawasan ini menjadi pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, jasa, serta sektor kreatif dan digital. Kondisi tersebut menjadikan Jakarta Selatan sebagai ruang penting dalam proses pembinaan kader dan penguatan peran organisasi di tengah masyarakat urban.
Dalam kesempatan tersebut, Azim memaparkan lima program strategis yang akan menjadi prioritas gerakan organisasi. Program pertama adalah Southgate Poltangan, yang dirancang sebagai pusat kolaborasi, inovasi, dan kaderisasi kepemimpinan.
“Ini adalah ruang bertumbuh dan ruang pengkaderan yang kami siapkan untuk menyongsong Generasi Emas 2045,” katanya. Dia menjelaskan, program ini diproyeksikan sebagai wadah pembinaan yang terintegrasi untuk memperkuat kualitas kader organisasi.
Program kedua adalah Beasiswa Pengurus, yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan, pengembangan kompetensi, dan studi lanjut hingga jenjang magister. Azim menyampaikan bahwa penguatan kapasitas pengurus merupakan bagian penting dalam membangun organisasi yang memiliki tata kelola profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Program ketiga adalah Halalnomics, yang berfokus pada edukasi halal, penguatan ekosistem ekonomi syariah, serta pengembangan pusat halal. Ia menegaskan bahwa dakwah harus hadir dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk sektor ekonomi. “Dakwah harus hadir dalam sistem ekonomi dan keuangan, dan dalam praktik kehidupan sehari-hari umat,” katanya.
Program keempat adalah Touring For Ukhuwah, yang dirancang sebagai kegiatan silaturahmi dengan pendekatan kreatif melalui kunjungan ke berbagai lokasi yang memiliki nilai historis, edukatif, dan spiritual. Azim menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkuat hubungan antaranggota sekaligus meningkatkan kesadaran spiritual. “Menikmati ayat-ayat kauniyah inikan bagian dari perintah Allah,” cetusnya.
Program kelima adalah Growlab, yang diposisikan sebagai pusat riset, pengembangan kepemimpinan, dan pengkajian organisasi. Program ini dirancang untuk menjadi think tank yang mendukung lahirnya pemimpin dan pemikir masa depan. “Kita ingin melahirkan pemikir, pemimpin, dan penggerak bukan hanya mengikuti arus zaman,” tegasnya.

Selain itu, DPD Hidayatullah Jakarta Selatan juga melakukan pembaruan terhadap program Komunitas Ojol Mengaji dan Rumah Quran untuk memperluas jangkauan dakwah kepada masyarakat urban, termasuk pengemudi ojek online. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pembinaan spiritual dan literasi keislaman di tengah masyarakat perkotaan.
Azim menegaskan pentingnya integrasi antara nilai keimanan, ilmu pengetahuan, dan teknologi dalam gerakan dakwah. “Hidayatullah Jakarta Selatan berikhtiar mengintegrasikan iman, ilmu, dan teknologi menjadikan dakwah relevan dengan zaman tanpa kehilangan jati diri,” ujarnya.
Kegiatan Rakerda tersebut dihadiri oleh Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Muhammad Isnaini, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah DKI Jakarta Suhardi Sukiman yang didampingi Bendahara Deden Sugianto Darwin, anggota Dewan Murabbi Wilayah Munawwir Baddu, serta unsur pengurus daerah dan organisasi pendukung di lingkungan Hidayatullah Jakarta Selatan.






