AdvertisementAdvertisement

Seminar Aqil Baligh di Hidayatullah Depok, Kak Sinyo Egie Jelaskan Tantangan Remaja dan Pentingnya Penguatan Aqidah

Content Partner

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Konselor, pendidik, sekaligus pendiri Yayasan Peduli Sahabat, Agung Sugiarto yang dikenal sebagai Kak Sinyo Egie, memaparkan bahwa ketidakseimbangan antara perkembangan fisik dan kematangan berpikir menjadi salah satu faktor penting yang perlu mendapat perhatian dalam pembinaan remaja.

Hal itu ia sampaikan dia dalam seminar bertajuk “Aqil Baligh: Siap Menghadapi Kedewasaan” yang diselenggarakan oleh SMP–MA Sekolah Pemimpin di Aula Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu dan ditulis Rabu, 30 Sya’ban 1447 (18/2/2026).

Kak Sinyo menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase transisi yang memerlukan pendampingan serius agar tidak memunculkan perilaku negatif.

“Teman-teman itu sekarang ada di tahap kembang atau fase tengah-tengah yang bahasa biologisnya adalah remaja. Kenapa kata remaja muncul? Karena tubuhnya besar tapi otaknya belum siap. Badan dewasa, otak anak-anakm” katanya. Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pembinaan yang tepat agar perkembangan fisik dan psikologis berjalan seimbang.

Kak Sinyo menegaskan bahwa fase remaja merupakan periode penting dalam perkembangan manusia. Ia menjelaskan bahwa ketidakseimbangan antara perkembangan tubuh dan kematangan mental dapat memunculkan risiko apabila tidak dibimbing dengan benar. Ia juga menyoroti peran keluarga sebagai faktor utama dalam pembentukan karakter remaja.

“Pola umum pertama adalah kondisi keluarga yang tidak ideal, dekat secara fisik tapi tidak lekat secara emosional,” terangnya. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memengaruhi perilaku remaja, terutama dalam menghadapi pengaruh lingkungan dan perkembangan teknologi.

Ia juga menjelaskan dampak penggunaan teknologi digital yang tidak diawasi dengan baik. “Dengan mulainya teman-teman menonton video porno diam-diam di HP tanpa memberitahu orang tua, itu artinya ada indikasi kondisi keluarga yang tidak ideal. Mestinya kita tidak ada rahasia dengan keluarga,” imbuhnya.

Selain faktor keluarga, Kak Sinyo juga menyoroti pengaruh sistem sosial terhadap perkembangan remaja. “Kita dari kecil diajarkan P3K, pertolongan pertama dalam kecelakaan. Tapi apakah kita diajarkan P3K untuk kejahatan sosial?,” katanya, seraya menegaskan bahwa kesadaran terhadap risiko sosial perlu ditanamkan sejak dini agar remaja memiliki kesiapan dalam menghadapi lingkungan.

Pemahaman Rasional Terhadap Keimanan

Lebih jauh dalam pembahasan penguatan aqidah, Kak Sinyo menekankan pentingnya pemahaman rasional terhadap keimanan. Ia menyampaikan analogi tentang keteraturan alam semesta untuk menjelaskan keberadaan Tuhan.

“Sama seperti alam semesta. Alam ini nggak mungkin kebetulan. Presisinya akurat semua. Logikanya nggak masuk akal kalau dibilang kebetulan. Pasti ada yang menciptakan dan mengatur,” Kak Sinyo. Ia juga menegaskan bahwa penguatan aqidah menjadi landasan penting dalam menjaga perilaku remaja.

Dalam pada itu, Kak Sinyo juga menguraikan mengenai edukasi seks, ia menjelaskan bahwa dorongan biologis merupakan bagian dari fitrah manusia yang perlu dikelola secara benar.

“Energi remaja itu besar. Kalau tidak diarahkan, dia cari pelampiasan,” tegasnya mengingatkan. Ia juga memberikan penjelasan mengenai pentingnya aktivitas positif, olahraga, dan penguatan kontrol diri sebagai bagian dari proses pembinaan remaja.

Pada sesi diskusi, santri aktif mengajukan pertanyaan terkait berbagai isu yang dihadapi remaja. Kak Sinyo juga menyoroti pentingnya sistem pengawasan dalam lingkungan pendidikan berasrama. “Sekolah bisa diukur kualitasnya lewat akreditasi. Tapi asrama? Belum ada standar yang jelas. Ini celah yang harus diperbaiki,” tekannya.

Seminar ditutup dengan doa oleh Dimas Rizqy Tajrian dari kelas XII. Para santri mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Salah satu peserta, Rayhan Al Farisi, menyampaikan kesan terhadap materi yang disampaikan. “Wawasan ana bertambah. Kak Sinyo menjelaskan hal-hal yang sulit jadi lebih mudah dimengerti. Dari awal sampai akhir ana fokus,” kata Raihan.

Kepala SMP–MA Hidayatullah Depok, Ust. Amin Fawaid, M.M, menegaskan komitmen lembaga pendidikan untuk membekali santri dengan pemahaman yang komprehensif mengenai fase remaja.

Ia menyampaikan harapan agar materi yang diberikan dapat menjadi bekal penting dalam menjalani kehidupan remaja dan dewasa sesuai dengan tuntunan syariat.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pendidikan dalam memberikan pemahaman menyeluruh kepada santri mengenai fase baligh, baik dari aspek biologis, psikologis, maupun spiritual, sebagai bagian dari proses pembentukan pribadi yang matang dan bertanggung jawab,” pungkas Amin.

Reporter: Mercyvano Ihsan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Bincang Santai tentang Sistem Kesadaran dengan Generasi Muda di Ciputat

SUASANA sore itu terasa hangat di sebuah kegiatan berbuka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Pesantren Mahasiswa Dai (Pesmadai) di...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img