AdvertisementAdvertisement

IAI Hidayatullah Batam Perkuat Reputasi Akademik Melalui Akreditasi Jurnal Nasional

Content Partner

BATAM (Hidayatullah.or.id) — Rektor Institut Agama Islam (IAI) Hidayatullah Batam, Dr. Muhammad Sidik, M.Pd.I, menegaskan bahwa dampak penguatan pengelolaan jurnal ilmiah tidak semata berkaitan dengan pemenuhan administrasi akreditasi, melainkan menjadi representasi nyata kualitas riset perguruan tinggi. Ia menyampaikan bahwa reputasi institusi akademik pada era pendidikan tinggi modern sangat ditentukan oleh mutu publikasi ilmiah yang dihasilkan.

“Dampak terhadap reputasi institusi diharapkan bukan sekadar akreditasi jurnal dan administrasi saja, melainkan wajah dari kualitas riset kampus,” ujarnya saat membuka Workshop Pengelolaan Jurnal Penelitian – Persiapan Akreditasi Jurnal Nasional yang digelar di Ruang Rapat Kampus Marina IAI Hidayatullah Batam, Kepri, pada Jumat, 9 Ramadhan 1447 H (27/2/2026).

Kata Sidik, kegiatan ini menjadi agenda strategis institusi dalam meningkatkan reputasi akademik melalui penguatan tata kelola jurnal ilmiah menuju akreditasi nasional Sistem Indeksasi Jurnal Ilmiah Nasional (SINTA). Workshop diwajibkan bagi seluruh dosen struktural serta pengelola jurnal di lingkungan kampus sebagai bagian dari konsolidasi akademik internal.

Menurut Sidik, pelaksanaan workshop secara kolektif dengan menghadirkan seluruh pengelola jurnal dalam satu ruang menjadi bagian penting dari strategi percepatan akreditasi. Ia menjelaskan bahwa koordinasi antar-editor kerap menghadapi kendala komunikasi apabila dilakukan secara terpisah, terutama ketika pembahasan menyangkut persoalan teknis yang membutuhkan penyelesaian langsung.

Ia menyampaikan bahwa kehadiran fisik peserta memungkinkan diskusi lanjutan berlangsung lebih intensif setelah pemaparan materi narasumber. Pendekatan tersebut dinilai mampu mempercepat identifikasi hambatan administratif maupun substansi dalam proses pengajuan akreditasi.

Lebih lanjut, Sidik menjelaskan bahwa fokus institusi pada tiga jurnal utama menunjukkan adanya arah klasterisasi pengembangan publikasi ilmiah yang terukur. Workshop tidak lagi diarahkan pada pengenalan teori dasar pengelolaan jurnal, melainkan memasuki tahap pembahasan kasus teknis secara mendalam. Ia menyebut pendekatan ini sebagai proses bedah kendala yang bertujuan mempercepat peningkatan peringkat akreditasi jurnal.

“Jika ketiga jurnal tersebut berhasil naik peringkat, hal ini akan berdampak langsung pada nilai akreditasi institusi dan mempermudah para dosen dalam memenuhi persyaratan kenaikan jabatan fungsional,” jelasnya.

Rektor IAI Hidayatullah Batam juga menyampaikan harapan agar jurnal-jurnal yang dikelola setiap program studi mampu segera memperoleh akreditasi nasional dan berkembang menjadi rujukan ilmiah yang kredibel bagi masyarakat akademik maupun publik luas.

Sebagai narasumber utama, institusi menghadirkan Eko Wahyu Nur Sofianto, M.Pd., yang memiliki pengalaman dalam pendampingan pengelolaan jurnal ilmiah.

Materi yang disampaikan Eko berfokus pada aspek teknis pengelolaan jurnal, mekanisme editorial, hingga strategi pemenuhan standar akreditasi nasional.

Tiga Jurnal Prioritas

Sebelumnya, dalam sambutannya Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) IAI Hidayatullah Batam, Muthmainnah, M.Pd., memberikan penekanan khusus kepada pengelola tiga jurnal internal yang menjadi prioritas dalam proses pra-akreditasi.

Ketiga jurnal tersebut meliputi Jurnal Ta’limuna yang berada di bawah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Jurnal Al-Amal dari Fakultas Ekonomi Syariah, serta Jurnal Cerdas Hukum yang dikelola Fakultas Syariah.

Melalui kegiatan ini, Muthmainnah menjelaskan, IAI Hidayatullah Batam menempatkan publikasi ilmiah sebagai instrumen strategis dalam penguatan ekosistem akademik kampus.

“Akreditasi jurnal memiliki implikasi langsung terhadap pengembangan karier dosen, peningkatan kualitas penelitian, serta pengakuan institusi di tingkat nasional,” terang Muthmainnah.

Muthmainnah menegaskan, pelaksanaan workshop ini sebagai bagian dari komitmen institusi dalam membangun budaya riset yang terstruktur, profesional, dan berkelanjutan.

“Penguatan tata kelola jurnal tidak hanya diarahkan pada pencapaian administratif, tetapi pada upaya menghadirkan standar mutu akademik yang mencerminkan kapasitas keilmuan perguruan tinggi secara utuh,” imbuh Muthmainnah menandaskan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Makna Hidup di Tengah Budaya Validasi Sosial

SEBAGIAN orang mendambakan mobil, motor, atau gawai bermerek dengan harga tinggi. Jika itu untuk kebutuhan profesional dan efisiensi kerja,...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img