
SORE itu saya berbincang dengan seorang pemuda di halaman masjid. Wajahnya ramah, namun tampak sedikit pemalu.
“Saya Tino,” katanya memperkenalkan diri.
Saya tersenyum lalu menebak,
“Martino ya?”
Ia langsung terkejut. Matanya membesar.
“Lho… kok tahu nama saya?” tanyanya heran.
Saya tertawa kecil.
“Biasanya Tino itu singkatan dari Martino.”
Ia mengangguk sambil tersenyum, masih tampak kagum.
Saya lalu bertanya dengan penasaran,
“Kalau boleh tahu, sejak kapan kamu masuk Islam?”
Tino menjawab pelan namun mantap,
“Tahun 1444 Hijriah.”
Saya semakin tertarik dengan kisahnya.
“Bagaimana Allah memberikan hidayah kepadamu?”
Ia terdiam sejenak, lalu mulai bercerita.
“Sejujurnya… saya di sini hampir tidak pernah bertemu orang Islam. Keluarga saya semuanya Katolik. Tapi suatu hari saya menonton YouTube… ceramah-ceramah tentang akhir zaman.”
“Saya jadi takut,” lanjutnya.
“Lalu saya mulai berpikir… apakah agama yang saya jalani ini benar? Saya terus menonton ceramah-ceramah itu sampai akhirnya muncul keinginan untuk mencari orang Islam.”
“Padahal sebelumnya kamu belum kenal Muslim?” tanya saya.
“Belum,” jawabnya.
“Karena itu saya mulai berjalan-jalan di kota, bertanya kepada banyak orang: di mana saya bisa bertemu orang Islam di Dili?”
Beberapa orang akhirnya memberi jawaban yang sama.
“Mereka berkata, di Dili hanya ada satu masjid besar… yaitu Masjid An-Nur.”
Maka dengan tekad kuat, ia pun datang ke masjid itu.
“Saya datang ke masjid,” kata Tino.
“Saya katakan kepada orang-orang di sana bahwa saya ingin masuk Islam.”
Saya menatapnya dengan haru.
“Jadi kamu datang sendiri?” tanya saya.
“Iya,” jawabnya tenang.
“Saya datang sendiri… lalu saya menyerahkan diri kepada Allah dan memeluk Islam.”
Kami pun terdiam sejenak.
Di tengah kota yang mayoritas non-Muslim, Allah menghadirkan hidayah kepada seorang pemuda hanya melalui video ceramah di internet—lalu menuntunnya langkah demi langkah sampai ke pintu masjid.
Benarlah firman Allah:
“Sesungguhnya engkau tidak dapat memberi hidayah kepada siapa yang engkau cintai, tetapi Allah memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki.”
(QS. Al-Qashash: 56)
Kisah Tino mengingatkan kita:
Hidayah bisa datang dari arah yang tidak pernah kita sangka.
Bahkan dari sebuah video di YouTube… lalu berakhir di pintu masjid.
*) Ust. Jumardi, penulis dai Hidayatullah di Timor Leste






