AdvertisementAdvertisement

Hidayatullah Kecam Teror Air Keras Terhadap Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Insiden kekerasan brutal yang menimpa dunia aktivisme hak asasi manusia di Indonesia kembali terjadi dan memicu keprihatinan mendalam dari berbagai lapisan masyarakat. Wakil Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman cairan kimia yang diduga kuat merupakan air keras pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Peristiwa tragis ini berlangsung di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, tepatnya setelah korban menyelesaikan agenda diskusi publik.

Menanggapi fenomena kekerasan yang mengkhawatirkan ini, Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Muhammad Isnaeni, memandang bahwa serangan fisik terhadap para pembela HAM bukan sekadar tindakan kriminal biasa, melainkan sebuah ancaman serius terhadap integritas ruang dialektika dalam sistem demokrasi yang sedang diupayakan oleh bangsa Indonesia.

Isnaeni menekankan bahwa tindakan semacam ini menciptakan preseden buruk bagi kebebasan berpendapat di tanah air.

Menurut Isnaeni, teror yang terjadi terhadap Andrie Yunus merupakan gejala yang sangat mengkhawatirkan, terutama karena sasarannya adalah individu yang sedang aktif bersuara demi kepentingan publik.

“Teror yang terjadi kemarin menimpa saudara kita aktivis KontraS ini tentu adalah sebuah fenomena atau gejala yang sangat mengkhawatirkan. Aksi brutal ini mencederai proses pertukaran gagasan yang sehat dalam kehidupan bernegara” katanya dalam keterangan kepada media ini, Sabtu, 24 Ramadhan 1447 (14/3/2026).

Lebih lanjut, Muhammad Isnaeni memberikan sorotan khusus pada momentum terjadinya peristiwa ini yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Dia menilai aksi kekerasan tersebut sangat kontradiktif dengan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas yang seharusnya dijunjung tinggi.

“Yang pertama, tentu kita mengecam dan mengutuk terhadap tindakan ini. Hal ini mencederai proses dialektika yang dibangun dalam suasana demokrasi yang sedang kita rawat di tengah-tengah atau sedang berlangsungnya bulan suci Ramadan. Ini tentu satu hal yang sangat menyedihkan dan mengkhawatirkan,” tutur Isnaeni.

Berdasarkan fakta-fakta yang dihimpun dari kronologi kejadian, serangan tersebut terjadi sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I. Andrie Yunus yang baru saja meninggalkan kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) usai merekam podcast bertajuk Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI diserang oleh dua orang tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor dari arah berlawanan.

Pelaku menyiramkan cairan kimia menggunakan gelas berbahan stainless steel yang mengenai wajah, mata, dada, serta tangan korban. Serangan ini mengakibatkan luka bakar serius sebesar 24 persen pada tubuh Andrie, hingga pakaian yang dikenakannya pun meleleh akibat reaksi kimia tersebut.

Melihat tingkat kekejaman dan dampak yang ditimbulkan, Isnaeni mendesak pemerintah dan aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas aktor di balik serangan ini. Ia menengarai adanya maksud tertentu untuk menyebarkan pesan ketakutan bagi para aktivis lainnya.

Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Muhammad Isnaeni (Foto: Bilal Tadzkir/ hidayatullah.or.id)

“Oleh karena itu, poin kedua kita mendesak kepada pemerintah, dalam hal ini aparat keamanan untuk sesegera mungkin mengungkap siapa pelaku, siapa dalang di balik teror yang sengaja untuk kemudian mengirimkan pesan agar ketakutan itu menjadi sesuatu yang hinggap di tengah-tengah masyarakat khususnya para aktivis yang ingin bersuara terhadap sesuatu dan fenomena atas kebijakan atau apapun yang terjadi di republik ini,” tegasnya.

Isnaeni juga mengimbau agar aparat keamanan bertindak secara profesional dan cepat agar keresahan di tengah masyarakat tidak semakin meluas. Profesionalisme aparatur dalam mengungkap dalang intelektual di balik teror ini dianggap krusial untuk mengembalikan rasa aman publik.

“Karenanya, kita meminta kepada aparat keamanan, ya, minta pemerintah khususnya aparat keamanan bertindak secara profesional dan secepatnya mengungkap dalang di balik ini karena ini tentu sangat meresahkan,” katanya.

Selain menyampaikan kecaman, Wasekjen DPP Hidayatullah ini juga menunjukkan empati yang mendalam atas musibah yang menimpa Andrie Yunus.

Saat ini, Andrie tengah mendapatkan penanganan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) oleh enam dokter spesialis dan dijadwalkan menjalani operasi transplantasi membran amnion pada jaringan matanya yang rusak. Isnaeni mendoakan agar korban segera diberikan kesembuhan dan pemulihan total.

Muhammad Isnaeni berharap agar Andrie Yunus tetap memiliki keberanian untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan setelah pulih nanti.

Dia mengingatkan bahwa data yang valid dan argumentasi yang kuat harus tetap menjadi landasan dalam berdialektika agar ruang demokrasi tetap terjaga dengan sehat dan produktif bagi kemajuan bangsa.

Hal ini dianggap dia sangat penting untuk menjaga kohesivitas antar anak bangsa agar tetap harmonis dan tidak terpecah oleh teror-teror fisik yang berusaha membungkam nalar kritis.

“Kita berharap agar ruang dialektika ini betul-betul bisa kita jaga dengan baik agar kondisivitas ya kohesivitas antar anak bangsa ini sehat dan bisa lebih produktif atau lebih menghasilkan yang baik bagi negara,” tandasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Pemuda Diajak Memaknai Ramadhan sebagai Ruang Refleksi dan Perbaikan Diri

TOLITOLI (Hidayatullah.or.id) -- Pentingnya pemuda memaknai Ramadhan sebagai ruang refleksi untuk semakin progresif dan beradab menjadi pesan utama dalam...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img