AdvertisementAdvertisement

Ramadhan Saatnya Tangan di Atas

Content Partner

SALAH satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah mengantar dan mengkondisikan orang-orang beriman untuk dermawan atau mudah berbagi. Baik dengan sedekah, infak, zakat, memberikan buka puasa, bingkisan lebaran, Tunjangan Hari Raya.

Rasulullah sendiri juga telah memberikan teladan sebagaimana hadist yang diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas raldhiallahu ‘anhuma, ia berkata:

“Nabi adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan, saat beliau ditemui Jibril untuk membacakan kepadanya Al-Qur’an. Jibril menemui beliau setiap malam pada bulan Ramadhan, lalu membacakan kepadanya Al-Qur’an. Rasulullah ketika ditemui Jibril lebih dermawan dalam kebaikan daripada angin yang berhembus”.

Pernahkah kita merasakan embusan angin yang sejuk di tengah terik yang membakar? Begitulah para sahabat menggambarkan kedermawanan Rasulullah ﷺ saat memasuki bulan suci.

Beliau bukan sekadar memberi; beliau adalah “angin yang berembus”yaitu cepat, merata, dan membawa kesejukan bagi siapa pun yang ditemuinya.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tapi tentang mengasah rasa agar kita “mudah patah” melihat kesulitan sesama. Jika Allah, Sang Maha Pemurah, melipatgandakan kedermawanan-Nya di bulan ini, pantaskah kita yang mengharap ampunan-Nya justru menggenggam erat harta kita?

Mengapa Ramadan Harus Menjadi Pesta Berbagi?

Pertama, Menabung Pahala di balik senyum orang berpuasa. Setiap sebutir kurma, sepotong kue, sesuap nasi atau seteguk air yang kita berikan kepada mereka yang berpuasa adalah investasi abadi.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, baginya pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.” (HR. Ahmad & At-Tirmidzi).

Bayangkan, kita tidak hanya memanen pahala puasa kita sendiri, tapi juga pahala dari jiwa-jiwa yang kita kuatkan fisiknya untuk beribadah kepada Allah. Inilah cara paling cerdas untuk menjadi “kaya” di akhirat.

Kedua, memancing belas kasih langit dengan kasih di bumi. Ramadhan adalah masa di mana Allah menebar rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Namun, tahukah kita rahasianya? Allah hanya akan merahmati hamba-Nya yang penyayang.

Saat kita berderma kepada hamba-Nya di bumi, saat itulah kita sedang mengetuk pintu langit agar Allah berderma kepada kita dengan ampunan-Nya. Balasan itu selalu selaras dengan perbuatan. Ingin dimaafkan? Maka mudahkanlah urusan orang lain.

Ketiga, penambal retakan ibadah kita. Jujurlah pada diri sendiri: seberapa sempurna puasa kita? Mungkin ada lisan yang belum terjaga, atau mata yang sesekali melirik yang sia-sia. Sedekah hadir sebagai “jahitan” bagi ibadah kita yang robek.

Ia adalah pembersih, penyempurna, dan penutup kekurangan. Itulah mengapa di ujung jalan nanti ada Zakat Fitrah, sebuah pesan bahwa tak ada puasa yang benar-benar suci tanpa tangan yang memberi.

Keempat, ekspresi syukur atas nikmat yang sering kita sepelekan. Hanya orang yang pernah merasakan perihnya dahaga dan lapar yang benar-benar tahu mahalnya segelas air.

Berbagi di bulan Ramadan adalah cara kita berbisik kepada Allah: “Yaa Allah, hamba sadar betapa nikmatnya makanan ini, maka izinkan hamba membaginya dengan saudaraku yang mungkin jarang merasakannya.”

Tamparan Bagi Hati

Jika di bulan seindah Ramadhan ini tangan kita masih sulit untuk memberi, jika hati kita masih sempit untuk bersedekah, dan jiwa kita masih dingin atau cuek melihat kemiskinan, maka ada yang salah dengan iman kita. Periksalah kembali motivasi hidup kita.

Kapan lagi kita akan berbagi jika tidak di bulan Ramadan? Waktu terus berlari. Usia kita kian menipis. Jangan sampai kita dipanggil pulang oleh Allah dalam keadaan membawa harta yang menumpuk, namun miskin dari bukti cinta kepada sunnah Rasul-Nya.

Jadikan setiap rupiah yang keluar dari saku kita sebagai washilah untuk mendapatkan pengakuan sebagai umat Nabi Muhammad ﷺ dan meraih syafaatnya di hari yang tiada pertolongan selain pertolongan-Nya.

Ramadan sebentar lagi berlalu. Jangan biarkan ia pergi tanpa meninggalkan jejak kebaikan dengan berbagi

ABDUL GHOFAR HADI

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Ketua Umum DPP Hidayatullah Tinjau Implementasi Program Recovery dan Bantuan Kemanusiaan di Aceh

ACEH TAMIANG (Hidayatullah.or.id) -- Di tengah suasana penghujung bulan suci Ramadhan yang penuh dengan pesan keberkahan, Ketua Umum Dewan...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img