
TANGERANG (Hidayatullah.or.id) — Ketua Bidang Ekonomi Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Wahyu Rahman menyampaikan dakwah adalah platform yang menampung seluruh aspirasi, potensi, dan pengabdian para kader dalam satu gerak langkah terorganisasi. Oleh karena itu, Hidayatullah menjadikan dakwah sebagai poros utama bagi setiap programnya dalam berbagai ranah kehidupan termasuk ekonomi.
Hal itu disampaikan Wahyu Rahman saat menyampaikan taushiyah dalam acara Silaturrahim Syawal Hidayatullah Provinsi Banten yang digelar di Yayasan Al Firdaus, Pondok Pesantren Hidayatullah Kampung Jaletreng, Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Ahad, 16 Syawal 1447 (5/4/2026).
Wahyu menekankan bahwa keberhasilan kolektif hanya dapat diraih melalui kepatuhan terhadap garis kepemimpinan dan komitmen yang tulus terhadap tujuan bersama. Ketaatan yang dibangun di atas kesadaran ideologis, jelasnya, diharapkan mampu menciptakan stabilitas organisasi yang tahan lama.
“Dengan menjadikan dakwah sebagai wadah perjuangan, setiap kader diharapkan memiliki orientasi yang jelas dalam memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan umat, khususnya di wilayah Banten, sehingga peran organisasi semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” katanya.
Dalam taushiyahnya, Wahyu juga menyentuh dimensi spiritualitas personal kader pasca-Ramadan. Ia mengingatkan para hadirin untuk menjaga konsistensi amal ibadah setelah berlalunya bulan suci.
Wahyu menekankan perlunya kesadaran penuh bahwa periode pelatihan spiritual Ramadan telah usai secara formal, namun implementasi nilai-nilainya harus terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita harus benar-benar meyakini Ramadan sejatinya sudah meninggalkan kita, namun kebaikan dan terus berbuat kebaikan serta mempererat ukhuwah antara kader harus tetap dipelihara,” katanya, seraya mengingatkan kualitas seorang kader diuji pada masa transisi setelah Ramadan.
Jika selama bulan puasa intensitas ibadah dan kepedulian sosial meningkat, maka pada bulan-bulan berikutnya, semangat tersebut harus ditransformasikan ke dalam aksi-aksi dakwah yang berkelanjutan. Transformasi ini menjadi kunci bagi keberlangsungan peradaban yang dicita-citakan oleh organisasi.
Mempererat ukhuwah pasca-Ramadan bukan sekadar rutinitas formalitas dalam acara seremonial, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga momentum kebaikan yang telah terbina agar tidak luntur oleh arus rutinitas.
Dia mendorong Silaturahmi Syawal ini juga menjadi ruang bagi pengurus wilayah untuk melakukan evaluasi dan proyeksi program kerja ke depan. Dengan berkumpulnya para penggerak dakwah dari berbagai daerah di Banten, terjadi dialog konstruktif dan pertukaran pengalaman yang dapat memperkaya strategi operasional di lapangan.
“Dengan mengedepankan prinsip ketaatan dan ukhuwah, kita berikhtiar bahwa dakwah ini menyatukan seluruh energi kita untuk mencapai kemaslahatan yang lebih luas. Kesinambungan antara nilai spiritualitas Ramadan dan aktivitas pada bulan Syawal diharapkan mampu membawa perubahan positif yang signifikan bagi perkembangan dakwah dan penguatan umat di masa mendatang,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Banten, Dadan Abdul Fattah, melaporkan dalam sambutannya bahwa pihaknya menggelar agenda Silaturahmi Syawal 1447 ini sebagai upaya memperkuat integrasi organisasi dan memantapkan orientasi dakwah pasca-Ramadan.
“Pertemuan tahunan ini berfungsi sebagai sarana penyelarasan visi antar-kader di wilayah Banten guna menghadapi tantangan dakwah yang semakin dinamis dan kompleks,” kata Dadan.
Dia merinci, tema yang diusung dalam pertemuan kali ini adalah Eratkan Ukhuwah, Kuatkan Dakwah Hidayatullah Banten. Tema tersebut, jelasnya, menegaskan bahwa jalinan persaudaraan yang kokoh merupakan modalitas utama dalam menjalankan misi organisasi.
Dadan menegaskan, tanpa ukhuwah yang solid, struktur organisasi akan menjadi rapuh, sehingga efektivitas gerakan dakwah di tengah masyarakat tidak akan tercapai secara optimal.
“Oleh karena itu, penguatan ikatan emosional dan spiritual antar-kader menjadi prioritas utama dalam agenda konsolidasi ini demi mewujudkan visi besar lembaga,” pungkas Dadan.






