
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pengurus Wilayah Muslimat Hidayatullah (PW Mushida) DKI Jakarta sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada Kamis, 26 Dzulqo’dah 1447 H bertepatan dengan 14 Mei 2026, bertempat di Aula Yayasan Marhamah Hidayatullah Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyelaraskan arah perjuangan, serta merumuskan langkah akseleratif dalam menjalankan dakwah Muslimat Hidayatullah di wilayah Ibukota.
Rakerwil dihadiri oleh jajaran pengurus PW, DPW, serta para pengurus daerah dan majelis Muslimat Hidayatullah se-DKI Jakarta. Dengan semangat kebersamaan dan visi perjuangan, forum ini menegaskan pentingnya penguatan jati diri organisasi, transformasi kelembagaan, serta perluasan kontribusi dakwah yang lebih inklusif di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua PW Muslimat Hidayatullah DKI Jakarta menegaskan bahwa Rakerwil bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momen penting untuk memperkuat barisan, menyatukan langkah, dan memastikan seluruh program kerja dapat terlaksana secara optimal.
“Periode Mei 2026 hingga Juni 2027 adalah periode konsolidasi dan akselerasi. Kita memiliki tantangan sekaligus peluang besar untuk menggerakkan dakwah Muslimat di Ibukota,” ungkapnya.
Beliau memaparkan sejumlah program unggulan yang menjadi fokus utama PW Mushida DKI Jakarta ke depan, di antaranya konsolidasi jati diri dan organisasi melalui halaqah pengurus rutin, Rakerwil Mushida, serta koordinasi yang lebih erat antara PW, DPW, dan MMW. Selain itu, penguatan perkaderan menjadi perhatian serius melalui peningkatan Marhalah Ula dan Wustha, pembentukan halaqah taklim baru, serta pembinaan keputrian dan alumni anak putri Hidayatullah.
Di bidang dakwah, PW Mushida DKI Jakarta berkomitmen memperluas jangkauan melalui pendirian RQM-MQM baru, dakwah lansia, dakwah di lembaga pemasyarakatan, workshop janazah, dan penguatan dakwah digital. Sementara di sektor pendidikan, langkah strategis diarahkan pada pendirian PAUD, pengembangan pojok literasi, studi banding TK unggulan, serta penguatan parenting keluarga Qur’ani.
Adapun dalam bidang ekonomi dan sosial, fokus diarahkan pada penguatan UMKM, pendirian koperasi berbasis kader, sedekah Jumat, trauma healing, Pelita Senja (sekolah lansia), pembinaan spiritual di lapas, serta berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya. Seluruh program tersebut ditopang oleh komitmen kuat terhadap tertib administrasi dan keuangan sebagai fondasi organisasi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP Muslimat Hidayatullah, Zahratun Nahdah, S.H.I., M.Pd., yang hadir mewakili Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah, menekankan bahwa konsolidasi jati diri merupakan fondasi utama dalam menjaga arah perjuangan organisasi agar tetap selaras dengan visi nubuwwah.
Menurutnya, jati diri Hidayatullah berakar pada aqidah yang shahih, manhaj nabawi, dan komitmen amar ma’ruf nahi munkar. Karena itu, seluruh lini organisasi harus terus memperkuat internalisasi nilai-nilai tersebut.
“Transformasi menuju Muslimat Hidayatullah yang mandiri dan berpengaruh adalah langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa transformasi organisasi bukan sekadar restrukturisasi, tetapi juga reorientasi strategi tarbiyah dan dakwah agar lebih adaptif terhadap perubahan sosial, ekonomi, dan budaya. Kemandirian organisasi, lanjutnya, harus tercermin dalam kapasitas finansial, intelektual, dan jaringan sosial yang kuat, sehingga Muslimat Hidayatullah mampu memberi pengaruh nyata dalam kebijakan publik, pendidikan, dan pemberdayaan umat.
Rakerwil secara resmi dibuka oleh Ketua DPW Hidayatullah DKI Jakarta, Ustadz Suhardi Sukiman, S.Th.I. Dalam arahannya, beliau menegaskan pentingnya dakwah inklusif sebagai orientasi utama perjuangan Muslimat Hidayatullah.
“Jangan hanya sibuk dengan internal saja. Selain melaksanakan konsolidasi internal, Muslimat Hidayatullah juga harus aktif menyapa umat, memahami dinamika dan problematika masyarakat, serta hadir berdakwah di tengah-tengah mereka,” pesannya.
Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara Mushida dengan DPW Hidayatullah sebagai induk organisasi. Menurutnya, terdapat banyak ruang dakwah strategis di masyarakat yang membutuhkan peran aktif Muslimat.
“PW Muslimat Hidayatullah DKI adalah tolok ukur bagi wilayah lain karena berada di Ibukota. Maka Mushida DKI harus aktif, optimal, dan menjadi contoh dalam menjalankan program,” ujarnya.
Sebagai bagian dari ikhtiar pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga, pada kesempatan ini PW Muslimat Hidayatullah DKI Jakarta juga mempersembahkan program “Eco Creative Movement for Muslimah” melalui Pelatihan Furoshiki bertema “Kreatif, Elegan, dan Ramah Lingkungan untuk Muslimah Berdaya.”
Pelatihan ini menjadi inovasi menarik yang mengintegrasikan kreativitas, kepedulian lingkungan, dan pemberdayaan perempuan dalam kehidupan keluarga. Melalui pendekatan ini, Muslimah diharapkan mampu membangun ketahanan keluarga dari aspek ekonomi kreatif, gaya hidup berkelanjutan, dan peran strategis perempuan dalam masyarakat.






