
LINGGA (Hidayatullah.or.id) — Sebanyak 13 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam (IAI) Hidayatullah Batam resmi diterima Pemerintah Kabupaten Lingga dalam seremoni penyambutan di Ruang Rapat VIP Kantor Bupati Lingga, Kepulauan Riau, Rabu (22/7/2026). Penerimaan tersebut menandai dimulainya misi pengabdian mahasiswa di kawasan pulau-pulau terluar yang masih membutuhkan penguatan pendidikan dan pembinaan keagamaan.
Penerimaan mahasiswa dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Lingga, Gandime Diyanto, S.T., M.IP. Turut hadir Tenaga Ahli Bupati Lingga, H. Abdullah, S.Th.I., M.Si., C.EAA., serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga, Jhoni Indra MS, S.T., M.M.
Selama menjalankan program pengabdian, para mahasiswa akan didampingi Mutawali dan Umair Al Amin.
Dalam sambutannya, Gandime Diyanto mengapresiasi kepercayaan IAI Hidayatullah Batam yang kembali menjadikan Kabupaten Lingga sebagai lokasi pelaksanaan KKN selama empat tahun berturut-turut.
“Kepercayaan ini menjadi kehormatan bagi Kabupaten Lingga. Kami berharap kehadiran adik-adik mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari program akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan ikut mendukung pembangunan daerah melalui pengabdian yang tulus,” ujarnya.
Menurut Gandime, Kuliah Kerja Nyata merupakan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam kehidupan masyarakat. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat kehidupan sosial sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan keagamaan di daerah.
Sementara itu, H. Abdullah menegaskan bahwa fokus utama pengabdian mahasiswa adalah memperkuat pendidikan Islam di tengah masyarakat.
Ia berpesan agar mahasiswa mengajarkan dasar-dasar keislaman, seperti membaca Al-Qur’an, rukun iman, rukun Islam, serta membimbing praktik ibadah yang benar. Di sisi lain, ia mengingatkan agar para mahasiswa menghindari perdebatan khilafiyah yang berpotensi memecah persatuan masyarakat.
“Datanglah untuk menyatukan, bukan mempertentangkan. Jadikan dakwah sebagai jalan menghadirkan kasih sayang, hikmah, dan keteladanan,” pesannya.
Pesan serupa disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga, Jhoni Indra MS. Ia menilai keberhasilan pengabdian tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga oleh akhlak para mahasiswa selama berinteraksi dengan masyarakat.
“Jagalah adab, sopan santun, dan keramahan dalam menyampaikan ajaran agama. Di mana pun kalian berada, masyarakat akan menerima dengan baik apabila kalian hadir dengan akhlak yang mulia,” katanya.
Adapun lokasi pengabdian mahasiswa tahun ini difokuskan pada kawasan Komunitas Adat Terpencil (KAT), khususnya di kampung-kampung mualaf Selat Kongki, Pulau Buluh, dan Kentar. Ketiga wilayah tersebut berada di kawasan kepulauan dengan akses transportasi yang cukup menantang dan masih memerlukan pendampingan dalam bidang pendidikan serta pembinaan keagamaan.
Pendamping mahasiswa, Umair Al Amin, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lingga atas dukungan yang diberikan terhadap pelaksanaan program KKN.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lingga atas sambutan dan dukungannya. Insya Allah mahasiswa akan mengabdikan diri dengan sungguh-sungguh di Selat Kongki, Pulau Buluh, dan Kentar, membawa semangat melayani masyarakat melalui pendidikan dan pembinaan agama,” ujarnya.
Program KKN ini menjadi wujud komitmen IAI Hidayatullah Batam dalam menghadirkan pengabdian yang menjangkau wilayah-wilayah terdepan dan terluar Indonesia. Melalui pembelajaran Al-Qur’an, penguatan akidah, pendampingan ibadah, serta pembinaan masyarakat, para mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata sekaligus mengasah kepedulian sosial sebagai bekal pengabdian kepada umat dan bangsa.

Mengusung semangat “Selamat Datang di Bunda Tanah Melayu”, Pemerintah Kabupaten Lingga berharap seluruh mahasiswa menjadikan masa KKN sebagai momentum mengamalkan ilmu, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta meninggalkan jejak pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat di wilayah kepulauan terluar.






