AdvertisementAdvertisement

‎Audiensi dengan Menteri Kebudayaan RI, Hidayatullah Siap Bersinergi Lestarikan Warisan Budaya Indonesia

Content Partner

JAKARTA (hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah melakukan audiensi dengan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon, di kantor Kementerian Kebudayaan RI, Jakarta, Kamis (10/9/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang sinergi dalam pemajuan dan pelestarian kebudayaan Indonesia, khususnya melalui jaringan pendidikan dan pesantren Hidayatullah di berbagai daerah.

‎Ketua Umum DPP Hidayatullah, K.H. Naspi Arsyad, Lc., menyampaikan bahwa Hidayatullah berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun Indonesia yang semakin bermartabat, termasuk melalui penguatan kebudayaan.

‎“Hidayatullah tetap pada komitmennya, membangun Indonesia yang bermartabat, salah satunya dengan menjaga dan melestarikan warisan budaya dari para pendiri Bangsa. Sehingga kami siap menjadi mitra pemerintah termasuk Kementerian Kebudayaan RI,” ujar Kiai Naspi.

‎Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat luas dan banyak di antaranya memiliki nilai yang sejalan dengan ajaran Islam. Karena itu, warisan budaya tersebut perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

‎Kiai Naspi menambahkan, Hidayatullah memiliki jaringan sekolah dan pesantren yang tersebar di 37 provinsi di Indonesia. Jaringan tersebut dinilai dapat menjadi ruang strategis untuk ikut melestarikan warisan ulama dan kekayaan budaya lokal.

‎“Masih banyak budaya kita yang sejalan dengan nilai-nilai agama Islam. Warisan para ulama juga perlu dilestarikan dan diwariskan melalui sekolah-sekolah Hidayatullah di seluruh Indonesia,” jelas Anggota Dewan Pertimbangan MUI Pusat tersebut.

‎Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Hidayatullah tengah mempersiapkan program pendidikan bahasa daerah di sekolah-sekolah Hidayatullah. Program ini diarahkan untuk memperkenalkan dan menjaga bahasa daerah sebagai bagian penting dari identitas kebudayaan Indonesia.

Selain bahasa daerah, Hidayatullah juga mempersiapkan seni bela diri pencak silat yang diharapkan menjadi salah satu ciri khas Hidayatullah. Seni bela diri tersebut direncanakan akan diperkenalkan secara resmi dalam Rakernas Hidayatullah yang akan digelar pada 1–3 Desember 2026 di Semarang, Jawa Tengah.

‎Dalam audiensi tersebut, Dr. Dudung Amadung Abdullah sebagai Ketua Pelaksana Rapat Kerja Nasional juga menyampaikan harapan agar Menteri Kebudayaan RI berkenan hadir membuka Rakernas sekaligus meluncurkan secara resmi seni bela diri khas Hidayatullah tersebut.

‎Fadli Zon Usulkan Nama “Satria Hidayatullah”

‎Menteri Kebudayaan RI, Dr. Fadli Zon, menyambut positif rencana sinergi tersebut. Ia menjelaskan bahwa Kementerian Kebudayaan memiliki jaringan 33 Balai Pelestarian Kebudayaan yang dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam pemajuan kebudayaan.

‎Fadli Zon menyebut pemajuan kebudayaan mencakup berbagai aspek, antara lain bahasa, tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, seni, hingga berbagai bentuk ekspresi budaya masyarakat.

‎Dalam konteks tersebut, ia melihat jaringan pesantren dan sekolah Hidayatullah memiliki potensi besar untuk menjadi mitra Kementerian Kebudayaan.

‎“Pondok pesantren Hidayatullah bisa menjadi mitra Kementerian Kebudayaan dalam mengembangkan kebudayaan Indonesia,” kata Fadli Zon.

‎Ia membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, mulai dari pelestarian bahasa, seni, pencak silat, hingga bidang perfilman.

‎“Mulai dari bahasa, seni, pencak silat, film, musium bersejarah dan berbagai bidang kebudayaan lainnya,” ujarnya.

‎Menariknya, terkait rencana seni bela diri pencak silat khas Hidayatullah, Fadli Zon memberikan usulan nama “Satria Hidayatullah.” Nama tersebut diharapkan dapat merepresentasikan karakter generasi muda yang memiliki ketangguhan, kedisiplinan, keberanian, sekaligus nilai-nilai luhur.

‎Terkait agenda Rakernas Hidayatullah di Semarang, Fadli Zon menyampaikan bahwa pihaknya akan mengagendakan kehadiran tersebut.

‎“Insya Allah kami agendakan hadir membuka acara Rakernas Hidayatullah di Semarang,” ungkapnya.

‎Fadli Zon juga menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan mengajak Hidayatullah untuk membangun sinergi dalam menjaga sekaligus mengembangkan warisan kebudayaan Indonesia.

‎“Kementerian Kebudayaan mengajak Hidayatullah untuk bersinergi dalam mengembangkan dan menjaga warisan kebudayaan,” tegasnya.

‎Audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara Hidayatullah dan Kementerian Kebudayaan dalam menjadikan pendidikan, pesantren, dan komunitas keagamaan sebagai bagian dari ekosistem pemajuan kebudayaan nasional.

‎Melalui jaringan pendidikan dan pesantren yang tersebar di berbagai daerah, Hidayatullah berkomitmen ikut menjaga kekayaan budaya lokal sekaligus memastikan nilai-nilai luhur tersebut tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda Indonesia.

‎Agenda audiensi turut dihadiri oleh Bunda Neno Warisman, Tenaga Ahli Kementerian Kebudayaan RI. K.H. Drs. Hamim Thohari, M.Si., Ketua Pimpinan Majelis Syuro Hidayatullah. Dr. Dudung Amadung Abdullah, S.H., M.H., Ketua DPP Hidayatullah Bidang Organisasi. Dr. Abdul Ghofar Hadi, M.Si., Ketua DPP Hidayatullah Bidang Rekrutmen dan Pembinaan Anggota. Adam Sukiman Lenggu, S.Pd., Sekretaris Jenderal PP Pemuda Hidayatullah. Dadang Kusmayadi, S.Sos., Redaktur Majalah Suara Hidayatullah.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

HiSuF Dorong Santri Jadi Pemimpin dan Berpikir Ilmiah

PEKANBARU (Hidayatullah.or.id) — Hidayatullah Student Forum (HiSuF) wilayah Pekanbaru-Dumai resmi bergulir pada Rabu (09/09/2026). Kegiatan yang diikuti sejumlah santri...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img