Beranda blog Halaman 200

Pemkab Gelar Halalbihalal di Ponpes Hidayatullah Mimika Papua Tengah

TIMIKA (Hidayatullah.or.id) — Mempererat silaturahmi serta memupuk kebersamaan, Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika menggelar halal bihalal bersama anak-anak penghuni Pondok Pesantren Hidayatullah Timika, Papua Tengah.

Halal bi halal yang mengusung tema “Dengan Halal Bihalal Kita Tingkatkan Tali Silaturahmi dan Kepedulian Antara Sesama”, dihadiri oleh Asisten Bidang Administrasi Umum pada Setda Mimika, Anace Hambore, S.E., M.Si., turut hadir Ketua MUI Kabupaten Mimika, KH. Muhammad Amin AR, S.Ag., S.Pd., MM., serta undangan.

Gelaran halal bi halal bertempat di halaman Masjid Pondok Pensantren Hidayatullah yang berada di KM 9, Kampung Kadun Jaya, Distrik Wania, Rabu, 29 Syawal 1445 (8/5/2024).

Muhammad Amin, Ketua MUI Kabupaten Mimika dalam ceramahnya mengatakan, intisari dari halal bi halal adalah saling memaafkan.

Memaafkan itu ditandai dengan berjabatan tangan dengan orang lain, tangan saudara kita sesama muslim maupun tangan yang non muslim.

“Melalui halal bi halal kita ambil hikmah bahwa Timika adalah rumah kita bersama yang menaungi semua agama, semua bahasa, dan suku,” ujar Amin.

Dikatakan Amin, halal bi halal pasca lebaran Idul Fitri bertujuan untuk saling maaf memaafkan dalam menyambut kebersamaan sekalipun berbeda agama.

“Disinilah pentingnya yang namanya halal bi halal untuk sama-sama saling memaafkan,” tandas Amin.

Sebagai Ketua MUI, Amin mengapresiasi moderasi beragama di Kabupaten Mimika yang selama ini terbangun sangat baik.

Karenanya kata toleransi yang digaungkan oleh pemerintah perlu dipahami dan dilaksanakan dalam kehidupan sehar-hari.

Sambutan Bupati

Dalam kesempatan tersebut, Asisten Setda Mimika Anace Hambore saat menyampaikan sambutan Bupati Mimika mengatakan dengan ini kami menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada semua pihak yang telah berpatisipasi ikut turut serta berperan dalam pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan ini.

“Terima kasih atas partisipasinya sehingga rangkaian kegiatan ini, mulai dari Safari Ramadhan hingga pada penghujung kegiatan yang kita tutup dengan acara Halalbihalal ini,” kata Anace.

“Semoga apa yang dikerjakan penuh demgan rasa ikhlas dan tanggungjawab ini mendapatkan pahala dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutur Anace, seperti dilansir laman resmi Kabupaten Mimika.

Anace mengungkapkan, Halalbihalal memang bukan kewajiban namun dengan dilaksanakan kegiatan ini kita dapat menjaga silahturahmi dan saling memaafkan antar sesama.

“Harapannya, acara ini bukanlah sekedar seremonila belaka melainkan dapat mampu menumbuhkan nilai-nilai keimanan, ukhuwah islamiyah dan mensyiarkan Agama Islam yang Rahmatan Lil’alamin yang mana akan mempererat silahturahmi,” harapnya.

Menutup sambutannya, Anace mengajak semua untuk hidup rukun antar umat beragama, terutama mari kita pupuk terus rasa toleransi di Kabupaten Mimika yang kita cintai. (ybh/hidayatullah.or.id)

Mahladi Murni Tutup Bimtek Pengelolaan Multimedia

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Kepala Biro Humas Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Mahladi Murni, menutup acara Pelatihan Dai Muda Jakarta – Bimtek Pengelolaan Konten Multimedia dalam rangka menguatkan dakwah di ranah digital, di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Jum’at, 2 Dzulqaidah 1445 (10/5/2024).

Mahladi berharap pelatihan ini terus dilakukan berkelanjutan baik dengan melalui inisiatif individu masing masing untuk terus meningkatkan skil maupun melalui kegiatan formal yang digelar.

“Jangan berhenti di sini. Pelatihan ini adalah awal dari pelatihan yang terus kita lakukan berikutnya,” katanya yang menutup kegiatan usia menyajikan materi pengantar jurnalistik dasar untuk peserta.

Dia berharap kegiatan yang mengangkat tema “Dakwah Generasi Muda Berbasis Jurnalisme Data” ini menjadi medium yang senantiasa mengasah inisiatif diri untuk berkecimpung di bidang dakwah digital.

“Diantara kerja kerja jurnalisme adalah bagaimana menyusun kata dan data menjadi sebuah materi menarik yang disajikan kepada pemirsa, inilah model dakwah masa kini,” kayanya memotivasi.

Acara ini berlangsung dengan sebanyak empat sesi yang terangkai secara intensif 2 hari dalam dua pekan di hari Jum’at. (ybh/hidayatullah.or.id)

Pemimpin Umum Hidayatullah Tekankan Pentingnya Generasi Cinta Bermunajat

0

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) – Pemimpin Umum Hidayatullah, KH Abdurrahman Muhammad, menegaskan pentingnya generasi muda memiliki semangat cinta dalam ibadah munajat.

Hal ini disampaikannya dalam Musyawarah Khusus Kampus Induk dan Kampus Utama di Kampus Utama Pondok Pesantren Al Bayan Hidayatullah Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 29 Syawal 1445 (8/5/2024).

KH Abdurrahman Muhammad ingin melihat anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang shaleh. Mereka harus aktif dalam beribadah, berdoa, berpikir, dan berdzikir.

“Bagaimana melihat keshalehannya? Terlihat dari munajat. Ia bolak-balik (ke) masjid melakukan shalat. Ia berdoa dan mengangkat tangannya. Munajat itu berpikir dan berdzikir. Sisanya itu (ia gunakan) jihad mewujudkan ketaatan dan ketaatan mewujudkan kebaikan dan kebaikan,” tegasnya.

Menurut pria yang pernah tugas dakwah di Jayapura, Papua itu, hidup ini hanya ada dua.

“Hanya ada dua, yaitu munajat dan berjuang (berjihad),” tegasnya.

Hal itu memberikan sebuah isyarat mendasar bahwa kampus-kampus Hidayatullah, yang tersebar di seluruh Indonesia, harus menjadi episentrum lahirnya generasi Islam yang sadar akan kebutuhan utamanya. Yakni bermunajat kepada Allah, memiliki karakter ulul albab, dan tidak punya agenda utama selain mentaati Allah, mentaati Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Musyawarah Khusus KI/KU 2024 berlangsung di Kampus Utama Ponpes Al Bayan Hidayatullah Makassar dan di agrowisata spiritual Wadi Barakah kawasan Ponpes Pucak Kabupaten Maros selama 4 hari (6-9/5/2024).

Musyawarah Khusus KI/KU Hidayatullah merupakan kegiatan tahunan DPP Hidayatullah, membahas perkembangan dan evaluasi kinerja KIKU se-Indonesia. KIKU merupakan badan usaha yang pengelolaannya di bawah koordinasi DPP Hidayatullah.

Turut hadir Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad, Ketua Dewan Pertimbangan KH Hamim Thohari MSi, dan Ketua Dewan Murrabi Pusat DR KH Tasrif Amin MPdI.* (Herim/MCU)

Detoksifikasi Organisasi: Membersihkan Racun Menuju Masa Depan Gemilang

0

DETOKSIFIKASI adalah salah satu istilah medis, yang barangkali sering kita dengar, yaitu proses yang umumnya terkait dengan membersihkan tubuh manusia dari racun atau zat-zat berbahaya yang terakumulasi di dalamnya.

Dalam konteks kesehatan manusia, detoksifikasi biasanya mengacu pada upaya untuk membersihkan sistem pencernaan, ginjal, hati, dan organ tubuh lainnya dari zat-zat beracun seperti polutan lingkungan, residu obat-obatan, dan bahan kimia berbahaya lainnya.

Dalam hal ini, yang menjadi tujuan utama dari proses ini adalah untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan dengan memastikan bahwa tubuh berfungsi secara optimal dan terbebas dari beban toksik (beracun) yang dapat mengganggu proses fisiologisnya. Dan berdampak terhadap Kesehatan secara umum.

Disisi lain, detoksifikasi juga dapat dianalogikan dengan sebuah organisasi. Di mana dengan menghadirkan konsep detoksifikasi sebagaimana tersebut di atas, maka akan terjadi sebuah  proses yang komprehensip dalam rangka membersihkan, memperbaiki, dan mengoptimalkan sistem internal organisasi.

Sehingga, tak ubahnya seperti tubuh manusia, organisasi juga dapat terakumulasi dengan “toksin” dalam berbagai bentuk seperti kebiasaan kerja yang tidak produktif, komunikasi yang tidak sehat, konflik interpersonal, proses yang tidak akuntabel, atau bahkan kebijakan yang usang atau tidak relevan serta kepemimpinan yang tidak efektif dan tidak visioner.

Oleh karenanya, detoksifikasi organisasi menjadi penting untuk menjaga kesehatan dan kinerja optimal, serta meningkatkan adaptabilitas dan daya saingnya di lingkungan yang terus berubah.

Kebiasaan Buruk: Racun yang Menggerogoti Organisasi

Kebiasaan buruk dalam organisasi, bagaikan racun yang secara perlahan menggerogoti budaya dan kinerja. Kebiasaan itu dengan cepat akan mencadi racun dalam tubuh organisasi. Bahkan jika tidak segera diatasi akan menyebabkan terjadinya kanker dan tumor dalam organisasi. Dan tidak menutup kemungkinan organisasi akan mengalami stroke yang menyebabkan kelumpuhan organisasi itu sendiri.

Sayangnya, seringkali organisasi (terutama di level pemimpin puncak) seringkali tidak menyadari bahwa dalam tubuh organisasinya terdapat toksin, meskipun bisa jadi nampaknya sepele, akan tetapi dampaknya cukup dirasakan orlah segenap komponen dalam tubuh organisasi tersebut. Beberapa racun tersebut diantaranya adalah :

Pertama, Komunikasi yang buntu:  kurangnya komunikasi yang terbuka dan transparan, sehingga aliran informasi terutama dari bawah ke atas tersumbat, miskomunikasi merajalela, dan feedback minim. Disisi lain, komunikasi cenderung satu arah yang sifatnya top-down. Organisasi tidak membuka kanal/kran saluran informasi yang dialogis dan bertanggungjawab. Hal ini memicu kebingungan, frustasi, dan konflik internal.

Kedua,, Kurangnya akuntabilitas: Anggota dan pemimpin organisasi yang tidak bertanggung jawab atas tugas dan kewajibannya dapat menciptakan budaya kerja yang tidak disiplin dan menurunkan kepercayaan baik dari internal maupun eksternal organisasi. Pekerjaan hanya dikerjakan untuk menggugurkan kewajiban, bukan sebuah passion apalagi sebagai ibadah yang pertanggungjawabannya bukan hanya urusan dunia, akan tetapi hingga akhirat.

Ketiga, Kebijakan yang Usang dan Kurangnya inovasi: Kebijakan dalam organisasi out of date, sudah tidak relevan dengan perkembangan jaman, serta tuntutan internal dan dinamika eksternal organisasi. Disisi lain, banyak yang mempertahankan comfort zone, yang ditandai dengan leengganan untuk berinovasi dan keluar dari zona nyaman dapat membuat organisasi tertinggal di belakang pesaing dan kehilangan relevansi di era yang dinamis ini.

Keempat, Budaya kerja yang negatif:  Kerja hanya dimaknai hanya sebagai hubungan transaksional belaka, bukan berbasis nilai dan jatidiri organisasi. Budaya organisasi hanya sebatas slogan dan kalimat indah yang tanpa makna, sehingga kehilangan ruh sebagai nyawa dan penggerak organisasi.  Tidak ada kebersaamaan dalam organisasi, sehingga melemahnya kerja tim, aibatnya terjadi kurangnya kolaborasi dapat membangun lingkungan kerja yang tidak sehat dan menghambat produktivitas.

Kelima, kepemimpinan yang tidak efektif dan tidak visioner: Kepemimpinan yang lemah, kurangnya visi dan strategi yang jelas, serta kurangnya motivasi dan inspirasi bagi anggota dapat menghambat kemajuan organisasi dan mencapai tujuannya.  Kepemimpinan bersifat kaku dan cenderung strukturalis belaka. Hal ini menyebabkan elemen organiasi tidak dipandu untuk menuju sebuah arah yang sudah digariskan oleh organisasi.

Jika diuraikan lebih jauh, masih banyak lagi toksik yang ada dalam tubuh setiap organisasi, sebab masing-masing organisasi punya kelemahan dari beberapa aspek, misalnya : keuangan, sumberdaya manusia, struktur organisasi, pemanfaatan teknologi, dan lain sebagainya. Akan tetapi, setidaknya lima hal di atas menjadi point utama racun dalamtubuh organisasi.

Kebiasaan Baik: Vitamin dan Suplemen bagi Organisasi

Seperti tubuh manusia yang membutuhkan vitamin dan suplemen untuk menjaga kesehatan, demikian halnya dengan organisasi, ia juga membutuhkan kebiasaan baik untuk berkembang dan mencapai kejayaan. Viamin dan suplemen bagi organisasi tersebut, sesungguhnya antitesa dari racun yang ada dalam organisasi, meliputi:

Pertama, Komunikasi yang terbuka dan transparan: Komunikasi yang terbuka dan transparan antar anggota dan pemimpin organisasi membangun kepercayaan dan meningkatkan kolaborasi.

Kedua, Meningkatkan akuntabilitas: Menegakkan akuntabilitas untuk setiap anggota dan pemimpin organisasi memastikan semua pihak bertanggung jawab atas tugas dan kontribusinya.

Ketiga, Menciptakan budaya kerja yang positif: Budaya kerja yang positif, seperti saling menghargai, saling mendukung, dan mendorong kolaborasi, meningkatkan semangat kerja dan produktivitas.

Keempat, Membudayakan inovasi: Mendorong budaya inovasi dengan memberikan ruang bagi ide-ide baru, eksperimen, dan pembelajaran terus menerus membantu organisasi tetap relevan dan kompetitif.

Kelima, Memperkuat kepemimpinan yang efektif: Kepemimpinan yang kuat dengan visi yang jelas, strategi yang tepat, dan kemampuan untuk memotivasi dan menginspirasi anggota menjadi kunci utama kemajuan organisasi.

Mengapa Detoksifikasi Organisasi Penting?

Dengan memperhatikan keberadaan racun dan juga vitamin dan suplemen dalam sebuah organisasi, maka tidak ada alasan lagi bahwa, detoksifikasi organisasi penting untuk dilakukan. Hal ini untuk tetap menjaga eksistensi dan keberlangsungan organisasi tersebut, dengan beberapa alasan, diantaranya :

Pertama, Meningkatkan Produktivitas: Detoksifikasi yang tepat akan menghilangkan hambatan dan penghalang yang menghambat produktivitas seluruh elemen organisasi dan proses kerja utuk mencapai visi dan misinya.

Kedua, Meningkatkan Keseimbangan dan Kesehatan Mental: Rutiitas dalam organisasi akan menimbulkan kejenuhan, sehingga detoksifikasi dapat mengurangi stres, konflik, dan ketegangan di tempat kerja, serta menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan mental dan emosional eluruh elemen organisasi.

Ketiga, Meningkatkan Inovasi dan Kreativitas: Organisasi tidak boleh jumud dan stagnan, oleh karenanya, detoksifikasi akan dapat membuka ruang bagi ide-ide baru dan inovasi dengan membersihkan jalan dari kebiasaan lama dan pola pikir yang kaku.

Keempat, Meningkatkan Daya Saing: Dengan detoksifikasi maka organisasi akan memiliki budaya organisasi yang lebiuh progresif dan inovatif. Sehingga, mendorong meningkatknya daya saing organisasi dengan menjadi lebih responsif, adaptif, dan efisien dalam menghadapi perubahan pasar dan lingkungan bisnis.

Kelima, Meningkatkan Citra dan Reputasi: Detoksifikasi organisasi akan melahirkan wajah baru organisasi, yang lebuh produktif, transparan dan inovarif. Sehingga organisasi akan secara tidak langsung akan meningkatkan citra dan reputasi organisasi dengan menunjukkan komitmen terhadap praktik yang sehat, etis, dan berkelanjutan.

Langkah-langkah Detoksifikasi Organisasi

Sebagai sebuah proses, maka detoksifikasi organisasi bukan merupakan langkah instan yang datang tiba-tiba. Dia hadir setidaknya karena beberapa hal, yaitu : 1) Organisasi mengalami stagnasi atau penurunan performa, 2) Munculnya pola perilaku atau praktik yang merugikan, 3) Terjadi perubahan signifikan dalam lingkungan eksternal atau pasar. 4) Kepemimpinan tidak efektif atau masuknya pimpinan baru yang ingin membawa perubahan. 5) Kurangnya akuntabilitas dalam organisasi, 6) Melemahnya budaya organisasi, 7)Terjadi konflik Internal dalam organisasi

Sedangkan langkah-langkah yang perlu diambil dalam melakukan detoksifikasi organisasi, dapat diuraikan sebagai berikut :

Pertama, Evaluasi Mendalam: Melakukan audit manajemen dan kinerja secara menyeluruh, meliputui : keuangan, budaya, struktur, kebijakan, dan praktik organisasi untuk mengidentifikasi area-area yang memerlukan perubahan.

Kedua, Komunikasi Terbuka: Mendorong komunikasi terbuka dan jujur antara pimpinan dan seluruh elemen organisasi, dengan membuka berbagai kanal dan saluran yang kondusif serta transparan untuk mengidentifikasi masalah dan mencari solusi bersama.

Ketiga, Pengembangan Kebijakan dan Prosedur Baru: Membuat kebijakan dan prosedur baru yang mendukung kesehatan organisasi dan kebutuhan seluruh elemen organisai. Sebagai bagian dalam membangun tata kelola dan pola hubungan dalam organisasi yang lebih sehat.

Keempat, Pelatihan dan Pengembangan: Memberikan pelatihan dan pengembangan kepada seluruh elemen organisasi untuk meng-upgrade pengetahuan dan pemahaman berkenaan dengan dinamika organisasi, sekaligus membantu mereka beradaptasi dengan perubahan dan meningkatkan keterampilan mereka.

Kelima, Penerapan Perubahan Bertahap: Tidak mungkin perubahan terjadi seketikam akan tetapi dalam mengimplementasikan perubahan perlu dilakukan secara bertahap untuk mengurangi resistensi dan memberikan waktu bagi seluruh elemen organisasi untuk beradaptasi.

Sebelum melakukan langkah-langkah tersebut diatas, perlu dilakukan identifikasi masalah, termasuk melakukan daftar inventarisir masalah, untuk menemukan sekaligus mengklasifikasikan tingkat urgensi masing-masing masalah dan langkah-langkah yang diambil.

Perspektif Islam: Panduan Menuju Organisasi yang Sehat dan Bermartabat

Islam, dengan nilai-nilai luhurnya, menawarkan panduan berharga untuk membangun organisasi yang sehat dan sukses. Untuk menjadi organisasi yang awehat sdan bermartabat, setidaknya Organisasi Islam mesti berpegang teguh dalam prinsip berikut :

Pertama, Prinsip syura (musyawarah): Membiasakan musyawarah dalam pengambilan keputusan melibatkan semua pihak dan menghasilkan solusi yang lebih bijaksana dan adil.

Kedua, Prinsip Kepemimpinan dan Ketaatan : Dalam perspektif Islam ketaatan terhadap pemimpin itu merupakan harga mati, ketika pemimpinnya juga taat kepada Allah ta’ala dan rasulnya.

Ketiga, Prinsip taqwa (ketakwaan): Menanamkan nilai-nilai ketakwaan mendorong anggota untuk bekerja dengan etos kerja yang tinggi dan menjunjung tinggi moralitas.

Keempat, Prinsip wasathiyah (pertengahan) : Prinsip wasathiyah adalah konsep dalam Islam yang menekankan pada keseimbangan, yang mengajarkan untuk menghindari ekstremisme dan fanatisme, serta mendorong untuk menjalani kehidupan yang seimbang, proporsional, dan berdasarkan pada nilai-nilai Islam yang universal.

Kelima, Prinsip amanah (kepercayaan): Menanamkan budaya amanah mendorong setiap anggota untuk bertanggung jawab atas tugas dan kontribusinya.

Selain hal tersebut di atas, sesungguhnya masih banyak sekali prinsip Islam yang dapat menjadi penduan dalam membangun organisasi yang sehat dan bermartabat.

Penutup

Di era modern yang penuh tantangan, organisasi yang sehat dan adaptif menjadi kunci untuk bertahan dan berkembang. Detoksifikasi organisasi, dengan menumbuhkan kebiasaan baik dan berlandaskan nilai-nilai Islam, akan mempersiapkan organisasi untuk menghadapi berbagai tantangan dan mencapai kejayaan di masa depan.

Dengan demikian maka, detoksifikasi organisasi bukan sekadar membersihkan kebiasaan buruk, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan baik yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Dengan organisasi yang sehat dan bermartabat serta  adaptif, umat Islam dapat berkontribusi secara optimal dalam membangun peradaban yang bermartabat dan membawa kemajuan bagi Peradaban Islam.[]

*) ASIH SUBAGYO, penulis peneliti senior Hidayatullah Institute (HI)

Penyaluran 600 Kg Beras untuk 235 Anak Yatim dan Dhuafa di Panti Asuhan

0

BONTANG (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Kaltim Gerai Bontang kembali menyalurkan kebutuhan pokok bagi para santri di dua panti asuhan, yaitu Panti Asuhan Rahmatullah Putri di Jl. Imam Bonjol, RT.04, No. 33, Api-Api, Kec. Bontang Utara dan Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Mawaddatullah di Jl. Gamelan RT 15. No. 08. kel, Bontang Baru, Kec. Bontang Utara.

Program Beras Santri ini merupakan wujud komitmen BMH dalam memastikan kebaikan terus mengalir kepada mereka yang membutuhkan.

Sebanyak 235 anak yatim dan duafa menjadi penerima manfaat dari program ini, dengan total 600 kg beras yang didistribusikan pada Senin, 27 Syawal 1445 (6/5/2024).

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan program beras santri tahfiz dari BMH ini. Terima kasih sebanyak-banyaknya kepada para donatur dan BMH. Semoga Allah limpahkan keberkahan rezeki,” tutur Ustadz Marzuki, pengurus Panti Asuhan Rahmatullah Putri.

Agus Suwandi dari BMH Kaltim Gerai Bontang mengungkapkan rasa syukur atas dukungan para donatur dalam program ini.

“Jazakumullah bapak ibu donatur atas keterlibatan dalam program Beras Santri tahfiz ini,” kata Agus.

Agus menambahkan, program ini bukan hanya memenuhi kebutuhan pangan para santri, tetapi juga untuk menguatkan mereka dalam menjalankan Islam secara berkesinambungan. “Semoga bapak ibu mendapat pahala jariyah dan keberkahan hidup,” ujarnya.

BMH Kaltim Gerai Bontang terus berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim dan duafa. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka dan membantu mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari.*/Herim

Ketua Umum Hidayatullah Apresiasi Al Bayan Tuan Rumah Musyawarah Kampus Induk dan Utama

0

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Ust. Dr. H. Nashirul Haq Lc MA memberikan apresiasi khusus dan doa keberkahan atas upaya Yayasan Al Bayan Hidayatullah Makassar sebagai tuan rumah penyelenggaraan musyawarah khusus kampus induk dan kampus utama Hidayatullah se-Indonesia.

“Terima kasih atas upaya maksimal dari pembina dan pengurus serta warga Al Bayan untuk menjadi tuan rumah musyawarah khusus kampus induk dan kampus utama. Hasilnya bisa kita rasakan fasilitas untuk penyelenggaraan kegiatan ini,” tuturnya.

Hal itu disampaikan dia saat sambutan membuka musyawarah KIKU di aula Al Bayan, Ponpes Al Bayan Hidayatullah Makassar, BTP Tamalanrea, Makassar, pagi ini Selasa, 28 Syawal 1445 (7/5/2024).

“Untuk itu kita doakan agar Allah menambah keberkahan bagi Al Bayan,” tambahnya.

Doa dan apresiasi yang sama dari Ketua Departemen Tarbiyah DPP Hidayatullah KH Abu a’la Abdullah MSi di kesempatan yang sama.

Sebelumnya Pemimpin Umum Hidayatullah KH Abdurrahman Muhammad juga menyampaikan langsung kepada Ketua Yayasan Al Bayan Hidayatullah Makassar Ust Suwito Fatah MM apresiasi terkait pembangunan guest house Paviliun Al Bayan yang menjadi akomodasi peserta.

“Konsep (guest house) yang bagus untuk dikembangkan di kampus lain,” ujarnya.

Paviliun Al Bayan dua lantai itu dibangun disamping Masjid Umar Al Faruq diklaim menjadi yang terbaik dengan standar mengadopsi pelayanan hotel.

Ketua Yayasan Al Bayan Hidayatullah Makassar Suwito Fatah menjelaskan pihaknya sengaja menjadikan musyawarah khusus kampus induk dan kampus utama Hidayatullah se-Indonesia untuk menstimulus perkembangan infrastruktur di Ponpes Al Bayan di BTP dan Ponpes Ummul Qura (kawasan wisata halal Wadi Barakah) di Pucak.

“Alhamdulillah penghijauan dan penataan keindahan serta kebersihan yang diterapkan jelang dan selama kegiatan ini semoga menjadi kedisiplinan santri/siswa, guru, pengurus dan warga untuk selanjutnya,” harapnya. (AMC/Firmansyah Lafiri)

Pemaparan KIKU, Dari Menghiburnya Medan, Ngototnya Surabaya Hingga Rayuan Timika

0

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id — Pemaparan laporan kampus induk dan kampus utama (KIKU) dilangsungkan secara singkat pada Musyawarah Khusus KIKU di kampus Al Bayan Hidayatullah Makassar, kali ini. Acara yang dibuka kemarin tersebut kembali memasuki sesi berikutnya hari ini, Rabu, 29 Syawal 1445 (8/5/2024).

Pembina dan Ketua pengurus yayasan KIKU hanya diberi kesempatan menyampaikan laporan masing-masing 15 menit.

Menurut Kadep Kepesantrenan DPP Hidayatullah yang juga moderator sesi pemaparan KIKU, Ust. H. Muhammad Syakir Syafii, format pemaparan laporan sengaja dipersingkat karena laporan tertulis masing-masing KIKU sudah ada diserahkan ke DPP.

“Pembina dan pengurus KIKU kita minta untuk memaparkan program strategis dan pengembangannya saja,” jelasnya.

Hal tersebut membuat sesi laporan KIKU berlangsung meriah dan menghibur karena kreativitas masing-masing pembina dan pengurus KIKU untuk memanfaatkan waktu yang singkat.

Dibuka oleh pemaparan kampus induk Hidayatullah Balikpapan dan dilanjutkan kampus utama Hidayatullah Timiki yang menonjol dengan rayuan Ketua Dewan Pembinanya Ust. Dr. H. Tasrif Amin MPdI agar memberikan kesempatan kepada kampus Timika untuk menjadi tuan rumah melaksanakan musyawarah khusus KIKU tahun depan.

“Kiranya jangan di Makassar diakhiri penyelenggaraan Musyawarah KIKU (dengan format lama) tapi sebaiknya di Timika. Karena saat ini seluruh pengurus dan warga masing-masing telah menyiapkan 5 ayam untuk dipotong tahun depan,” ujarnya disambut riuh tawa.

Sementara pengurus KIKU Surabaya, Ust. Samsudin, yang paling ngotot untuk memanfaatkan sesinya lebih panjang. “Sayang kerja-kerja kita setahun dan pemaparan yang susah disiapkan tak bisa dipresentasikan dengan rinci,” alasannya.

Yang paling menghibur, pemaparan ketua pengurus yayasan kampus utama Hidayatullah Medan, Ust. Ali Akbar, yang atraktif dan heboh. Gaya dan intonasi pemaparannya tak henti membuat peserta terkekeh.

“Kami telah sukses meraih segudang prestasi. Ini Medan Bung,” pekiknya.

Sementara Ust. Lalu Mabrul dari kampus utama Hidayatullah Depok menegaskan komitmen untuk selalu menjadi pilot projects program kerja DPP Hidayatullah.

Dan, tuan rumah kampus utama Hidayatullah Makassar tampil menutup pemaparan laporan oleh Ketua Badan Pembina DR KH Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar MSi dan Ketua Yayasan Ust Suwito Fatah MM.

Al Bayan memaparkan dua keunggulan program pengembangan kawasan wisata halal Wadi Barakah dan kerjasama program dakwah bersama Pemkot Makassar.(AMC/ Firmansyah Lafiri)

Ketua Umum Tegaskan Lagi Kewajiban PTH Cetak Kader Terbaik

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah Ust. Dr. H. Nashirul Haq Lc MA kembali memastikan kewajiban dan tanggungjawab perguruan tinggi Hidayatullah (PTH).

Hal ini ditegaskan pada Rapat Koordinasi PTH se-Indonesia dalam rangkaian Musyawarah Khusus kampus induk dan kampus utama (KIKU) di kampus utama Al Bayan Hidayatullah Makassar, BTP Tamalanrea, Makassar, Rabu, 29 Syawal 1445 (8/5/2024).

“Peran PTH sangat dibutuhkan dalam menghasilkan kader, leader (pemimpin) dan ulama. Di PTH dengan Panca Dharma , sebagai proses untuk mewujudkan profil output dimaksud,” ujarnya di hadapan forum Rapat Koordinasi PTH se-Indonesia tersebut.

Hidayatullah memiliki delapan perguruan tinggi yang tersebar di sejumlah kampus induk dan kampus utama, STIK Ash Shiddiq Hidayatullah Medan, IAI Abdullah Said Hidayatullah Batam, STIK Mumtaz Hidayatullah Karimun Kepri, STIS Hidayatullah Balikpapan, STAIL Hidayatullah Surabaya, STIKMA Hidayatullah Malang, STIE Hidayatullah Depok, STAI Albayan Hidayatullah Makassar dan STIK Hisyam Hidayatullah Samarinda.

Nashirul menegaskan Hidayatullah saat ini dan kedepan membutuhkan sosok kader yang “teacher” berkapasitas sebagai murabbi, guru, da’i, leader untuk menjadi manajer dan pemimpin serta entrepreneur.

Menurutnya Rasulullah telah Allah siapkan setidaknya 27 tahun sebagai pedagang (entrepreneur) dan leader untuk menjadi pemimpin umat.

Untuk itu, rincinya PTH harus menjadi pusat studi dan penelitian, pusat pengkaderan, dan pusat rekrutmen.

“Maka idealnya semua dosen sebelum diterima sebagai dosen perlu diorientasi untuk dapat merubah worldview menjadi islamic worldview,” ujar Nashirul.

Rapat Koordinasi Nasional Perguruan Tinggi Hidayatullah di kampus STAI Al Bayan, jelas Ketua STAI Al Bayan Hidayatullah Makassar Ust Abdul Kadir Mahmud sebagaib panitia pelaksana, mengangkat tema Konsolidasi Jatidiri, Organisasi, dan Wawasan. Mewujudkan Integrasi Pancadharma menuju PTH Unggul dan Berdaya Saing Menyongsong Visi Hidayatullah 50 Tahun Kedua.(AMC/Firmansyah Lafiri)

Hadirkan Prof Sigit Iko, Upgrading BMH Perkuat Marketing dan Layanan

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) Pusat Operasional menggelar Upgrading Marketing pada di ruang rapat kantor Baitul Maal Hidayatullah Kalibata, Jakarta, Selasa, 28 Syawal 1445 (7/5/2024).

Upgrading ini bertujuan untuk mendukung dan memperkuat tim marketing dari berbagai divisi BMH.

Acara Upgrading ini dihadiri oleh Zaenal Abidin selaku Direktur Marketing BMH Pusat, para kepala divisi marketing, dan perwakilan dari Departemen Program.

Zaenal Abidin mengatakan agenda penguatan ini sudah lama direncanakan dan baru hari ini terlaksana.

“Saya harap para peserta dapat fokus dan serius menyimak materi yang akan disampaikan, mengingat narasumber kita sudah mengalokasikan waktu terbaiknya untuk berbagi ilmu dengan kita,” ujar Zaenal dalam sambutannya.

Pada kesempatan ini, forum menghadirkan praktisi pemberdayaan masyarakat Prof Sigit Iko Sugondo sebagai narasumber tunggal dalam upgrading ini.

Prof Sigit membagi materi menjadi dua sesi. Sesi pertama fokus pada penguatan layanan donatur dan berbagai strateginya, sedangkan sesi kedua yang digelar setelah shalat Dzuhur fokus pada penguatan marketing korporasi.

Dalam sesi ini, Prof. Sigit mengupas tuntas rahasia sukses menjadi mitra para korporasi dalam menunaikan tanggung jawab sosial dan lingkungan operasionalnya.

“Sosial mapping adalah salah satu kunci sukses dalam membangun kemitraan dengan korporasi. Kemampuan membangun isu dan menyelaraskan mazhab program lembaga dengan keinginan korporasi adalah kunci utamanya,” jelas Prof. Sigit.

Para peserta mengikuti upgrading ini dengan penuh semangat, mencatat, dan berdialog dengan narasumber. Mereka tampak haus akan ilmu pengetahuan terkini yang dapat meningkatkan kualitas dan wawasan untuk meningkatkan produktivitas para Amil.

“Ilmu ini sangat penting bagi saya. Selama 3 tahun saya ditugaskan di marketing CSR, baru kali ini saya mendapatkan ilmu standar terkait CSR,” ujar Ikhwannuddin, salah satu peserta yang membidani CSR BMH.

“Saya yakin setelah ini performa Tim CSR akan lebih baik lagi. Karena selama ini dengan pengetahuan yang tidak standar pun Alhamdulillah ada saja yang closing. Tapi setelah tahu ilmunya, Insya Allah makin semangat,” tutup Ikhwan penuh optimis.*/Herim

Sarasehan dan Silaturrahim Dai untuk Perkuat Dakwah di Sumatera Utara

MEDAN (Hidayatullah.or.id) — Puluhan dai dari berbagai daerah mengikuti Sarasehan dan Silaturrahim Dai Tangguh se-Sumatera Utara di Deli Serdang berlangsung di Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat, 24 Syawal 1445 (3/5/2024).

Kegiatan yang didukung oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) ini bertujuan untuk memperkuat dakwah di berbagai daerah pedalaman di Sumatera Utara.

Sebanyak 27 dai Hidayatullah dari berbagai daerah tugas di Sumatera Utara hadir dalam acara ini. Mereka melaporkan beragam kegiatan dakwah yang telah dilakukan selama bulan Ramadhan, termasuk kondisi masyarakat binaan mereka.

“Warga desa sangat haus pembinaan. Mereka tidak melaksanakan sholat taraweh bila tidak ada ustaz yang datang, begitu pun ibadah lainnya,” ujar Syamsul Hadis, Dai yang bertugas di Desa Lau Gambir dan Telun Kenas Kabupaten Deli Serdang.

Bahkan lebih ironisnya lagi, Syamsul menyebutkan, ada belasan warga muallaf yang masih mengkonsumsi makanan yang telah diharamkan dalam Islam. “Begitulah kondisinya, mereka membutuhkan dai yang rutin membimbing,” katanya.

Kepala BMH Sumut, Lukman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi para dai untuk berbagi informasi tentang kegiatan dakwah selama bulan Ramadhan dan menjadi inspirasi bagi sesama dai.

Peran Retas Problematika Umat

Ustaz Ali Hermawan, salah satu dai senior Hidayatullah, dalam taushiyahnya menginjeksi kader dai yang hadir untuk menjadi bagian dari peretas berbagai problem yang dihadapi umat dewasa ini.

“Peran yang kalian berikan kepada Islam dengan menjadi dai adalah hal yang sangat luar biasa. Begitulah semestinya insan beriman, memiliki kontribusi yang konkret kepada agama ini,” kata Ali.

Ali pun mengutarakan perasaan mendalam tentang betapa bahagia hati apabila menyaksikan kiprah para dai yang masih muda telah menjadi bagian dari solusi problematika keummatan.

“Bila bukan kita siapa lagi yang akan memperjuangkan dakwah Islam ini,” tegas Ustaz Ali Hermawan yang didampingi Ketua DPW Hidayatullah Sumut Ust. H. Subur Pramudya.

Abdul Hamid Aceh, salah satu dai yang bertugas di Desa Lingga Raja Kabupaten Dairi, merasa antusias dan bahagia mengikuti kegiatan ini.

“Dari kegiatan ini, kami mendapatkan banyak hal, tentu menjadikan kami lebih bersemangat lagi dalam berdakwah. Kami bahagia. Terima kasih atas pengetahuan dan motivasi yang diberikan,” tuturnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para dai untuk saling menguatkan dan meningkatkan kualitas dakwah mereka.

Lukman dari BMH Sumut pun berkomitmen untuk terus mendukung para dai dalam menyebarkan Islam di berbagai pelosok Sumatera Utara.*/Herim