Beranda blog Halaman 302

[Download Khutbah Jumat] Menyambut Ramadhan dengan 5 Persiapan

BEBERAPA hari lagi kita akan dipertemukan dengan bulan Ramadhan dan itu menjadi doa harapan kita semua untuk bisa bertemu dengan Ramadhan. Doa harapan untuk bertemu Ramadhan itu sangat penting, karena banyak dari saudara, teman dan tetangga yang tahun lalu bersama-sama kita shalat tarawih, buka bersama dan iktikaf di masjid. Namun tahun ini, sebelum masuk Ramadhan mereka sudah dipanggil oleh Allah SWT.

Ramadhan sebagai tamu tentu jauh lebih mulia karena Ramadhan menjanjikan banyak kemuliaan dunia dan akherat. Janjinya lebih pasti dan janjinya manusia yang terkadang masih lupa. Ada 5 persiapan yang harus kita siapkan untuk menyambut bulan Ramadhan.

Dapatkan teks Khutbah Jum’at Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) ini selengkapnya ditulis oleh Ust. Dr. Abdul Ghofar Hadi, S.Pd.I, M.Si., Unduh sekarang:

Bersiap dan Tekadkan Diri Maksimal Penuh Selama Ramadhan

0

PAREPARE (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Murobbi Pusat (DMP) Hidayatullah yang sekaligus Dewan Pembina Yayasan Pesantren Hisayatullah Parepare Dr KH Tasyrif Amin MPdI gelaran tarhib Ramadhan menyambut bulan suci Ramadhan di Masjid Al-Mubarak, Ponpes Hidayatullah Parepare, Selasa, 22 Sya’ban 1444 (14/03/2023).

Pada kesempatan itu lelaki bernama asli Tasmin Latif ini menyampaikan pentingnya persiapan untuk menang di bulan Ramadhan.

Dia mengatakan bulan suci Ramadhan tinggal beberapa hari lagi, maka sangat pentingnya bagi kita ummat Islam berupaya mempersiapkan diri dan mentekadkan diri agar maksimal dalam satu bulan penuh di bulan Ramadhan nanti.

“Untuk meraih predikat taqwa, agar menjadi pemenang,” tegasnya.

Ia menyebutkan, dalam rukun Islam semua amalannya dipersaksikan oleh orang lain, kecuali puasa. Puasa menjadi istimewa sebab hanya dipersaksikan langsung oleh Allah Subhana wa Ta’ala.

“Orang berpuasa umumnya melakukan amalan ini dengan kejujuran dan akan melatih iman. Sesungguhnya kejujuran akan memberikan petunjuk dan mengarahkan pada kebaikan. Sehingga tidak berguna apabila puasa dilakukan karena ingin diketahui orang lain,” imbuhnya.

Kata dia, apabila latihan kejujuran ini bisa dibangun pada seluruh aspek kehidupan, tentu akan menggambarkan hasil utama dari puasa.

“Serta memaknai Ramadhan dengan target bahwa puasa itu bagaimana mengembalikan fitrah dengan iman dan mengendalikan nafsu,” ujarnya.

Sebab, lanjutnya, nafsu manusia senantiasa timbul dari tiga hal lawan jenis, harta dan kekuasaan. Ketika iman turun dan nafsu akan meningkat, namun saat iman naik maka nafsu akan terkendalikan. Sehingga akan merasakan kenikmatan ibadah.

Karena kerja nafsu sangat halus dari dalam, begitupun godaan syetan dari luar. Maka Allah Subhana wa Ta’ala menurunkan al-Qur’an sebagai hudan (petunjuk) dan furqon yaitu bisa memproteksi dari keburukan-keburukan manusia.

“Maka perlu diupayakan untuk memperbanyak membaca al-Qur’an serta mentadabburinya, mendalami maknanya dengan mengkhatamkan sekali dengan membaca terjemahnya, ditambah membaca tafsirnya,” katanya seperi dilansir laman Hidayatullah Sulsel.

Selain dari penguatan untuk menjaga puasa dan membaca al-Qur’an juga pada Ramadhan ini kita memaksimalkan Qiyamu Ramadhan, infak dan I’tikaf. Munajat yang semakin menanjak di penghujung Ramadhan.

“Apabila berhasil dari lima hal utama itu maka akan menghantarkan pada taqwa. Menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi yang dilarang,” tandasnya.*/Sahlah al-Ghumaishaa

Tarhib Ramadhan Hidayatullah Parepare, Ketua DMP Hidayatullah Beri Tausiyah

0

PAREPARE (Hidayatullah.or.id) — Yayasan Pesantren Hidayatullah Parepare menggelar tarhib Ramadhan menyambut bulan suci Ramadhan di Masjid Al-Mubarak, Ponpes Hidayatullah Parepare, Selasa, 22 Sya’ban 1444 (14/03/2023).

Ketua Yayasan Pesantren Hidayatullah Parepare, Ust Abdul Jabbar, membuka kegiatan dan berharap spirit yang disampaikan dari kegiatan tarhib menjadi bekal menyemangati diri dan keluarga untuk menjadi pemenang pada Ramadhan tahun ini.

Tarhib bertema, “Menjadi Pemenang di Bulan Ramadhan.” itu dihadiri Ketua Dewan Murobbi Pusat (DMP) Hidayatullah Ustadz Dr KH Tasyrif Amin MPdI.

Dalam tausiyahnya, Kerja Dewan Pembina Yayasan Ponpes Hidayatullah Parepare tersebut menyampaikan pesan akan pentingnya upaya maksimal di bulan Ramadhan ini untuk meraih predikat taqwa agar menjadi pemenang.

Kegiatan yang berlangsung setelah waktu sholat Ashar ini dihadiri oleh warga, santri, dan jama’ah dari beberapa Rumah Qur’an Hidayatullah Parepare.*/Sahlah al-Ghumaishaa

Kiprah Dai Memberi Makna dan Teguhkan Peran Membangun Negeri

0

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta Prof. Dr. Drs. H. Muhammad Amin Suma, BA, MA, MM, mengatakan kiprah dai telah memberi makna bagi Indonesia yang selalu meneguhkan perannya dalam membangun negeri.

“Memberi makna untuk Indonesia sebagai tanggung jawab kita sebagwai warga negara. Kiprah dai telah memberi makna bagi Indonesia yang selalu meneguhkan perannya dalam membangun negeri,” katanya pada penutupan workshop dan bimtek Dai Tangguh yang digelar oleh Laznas BMH dan YBM BRILiaN bertajuk “Dai Tangguh Membangun Negeri, Memberi Makna untuk Indonesia” di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Rabu, 23 Sya’ban 1444 (15/2/2023).

Ketua Dewan Syariah YBM BRILiaN ini mengatakan sebagai warga negara, kita wajib memberi makna yang positif kepada bangsa Indonesia dalam berbagai bidang.

“Bagi dai berdakwah memberi makna dalam penyampaian bidang keagamaan, bagi pengusaha memberi makna di bidang ekonomi, bagi guru dalam bidang pendidikan. Semua memberikan makna yang bermuara kepada hal positif,” katanya.

Ia pun mengharapkan kepada para dai untuk tak henti hentinya berdakwah menyampaikan pesan keagamaan, kebangsaan, dan moralitas yang selaras kondisi masyarakat setempat.

Menurutnya, berdakwah memang tak mudah sebab pekerjaan mengubah manusia menjadi baik merupakan hak prerogatif Allah Ta’ala sebagai penguasa alam semesta. Kita hanya dituntut menjalani proses ini dengan penuh ketekunan dan kesabaran.

“Membangun kultur itu tidak sederhana dan membutuhkan proses, membutuhkan waktu yang tidak sebentar, maka pesan saya ikuti proses itu. Tidak tergesa gesa, kepengen baru 2 atau 3 hari sudah tampak hasilnya,” katanya.

Ketua Umum Himpunan Ilmuwan dan Sarjana Syariah Indonesia (HISSI) ini mengungkapkan, membangun negeri ini bukan satu hal yang bisa dilakukan oleh kelompok kecil apalagi seorang diri, tetapi memerlukan semua komunitas yang ada di masyarakat Indoensia.

“Itulah sebabnya sampaikan agama itu bil hikmah dan mauidlatul hasanah. Hindari yang menimbulkan berbantah bantahan atau gontok gontokan,” tukasnya.

Amin Suma berharap workshop dan bimtek dai ini terus berkelangsungan untuk peningkatan mutu dan wawasan serta skil dai dalam berdakwah. Disamping itu, hal ini juga menurutnya seyogyanya menambah kesinambungan dakwah.

“Mana dakwah yang sudah berhasil ditindaklanjuti, yang belum berhasil dievaluasi, dan tentu saja perlu ada pembaharuan demi pembaharuan yang menuju ke arah pembangunan anak negeri ini lebih baik lagi,” tandasnya berpesan.

Penutupan workshop dan bimtek Dai Tangguh yang digelar oleh Laznas BMH dan YBM BRILiaN bertajuk “Dai Tangguh Membangun Negeri, Memberi Makna untuk Indonesia” juga dihadiri oleh Direktur BMH Supendi, Direktur Program dan Pemberdayaan BMH Pusat, Zainal Abidin, Ketua Yayasan Hidayatullah Depok Tgb. Lalu Mabrul, dan perwakilan direksi dari YBM BRILiaN.

Kesempatan tersebut juga dipilih tiga terbaik yang mendapat penghargaan yaitu Ustadz Fahrurrozi yang tugas di Bintuni Papua Barat, Ustadz Ali Imron yang bertugas di Riau. Dan, Ustadz Bima Ardiansyah yang tugas di Suku Anak Dalam.*/Yacong B. Halike

Prof Muhammad Amin Suma Tutup Workshop Dai Tangguh Membangun Negeri

0

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Ketua Dewan Syariah YBM BRILiaN, Prof. Dr. Drs. H. Muhammad Amin Suma, BA, MA, MM, menutup secara resmi workshop dan bimtek Dai Tangguh yang digelar oleh Laznas BMH dan YBM BRILiaN bertajuk “Dai Tangguh Membangun Negeri, Memberi Makna untuk Indonesia” di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Rabu, 23 Sya’ban 1444 (15/2/2023).

Dalam sambutannya, Guru Besar UIN Syarief Hidayatullah yang juga pakar Syariah dan Hukum Islam ini, mengapresiasi program peningkatan mutu dan wawasan serta skil dai dalam berdakwah ini.

“Saya merasa dai-dai ini orang yang cerdas. Jadi saya tidak perlu untuk berpanjang lebar di kesempatan ini. Tetapi satu hal, bahwa dalam berdakwah kita berada dalam negara yang majemuk. Oleh karena itu para dai dalam dakwah hendaklah dengan kesantunan, mencegah perdebatan yang tidak perlu serta mengutamakan akhlak,” urainya di hadapan 27 dai se-Indonesia dan tamu undangan.

Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI menekankan bahwa dai memiliki peran utama dalam membangun negeri melalui kiprah dakwahnya di penjuru negeri yang memberi makna yang sangat berarti bagi Indonesia.

“Kita adalah umat Islam yang cinta NKRI, mari berdakwah dengan lembut untuk kemajuan. Apalagi kita punya tema memberi makna untuk Indonesia, ini memang tanggung jawab kita kepada negeri ini,” imbuhnya yang didampingi Direktur Program dan Pemberdayaan BMH Pusat, Zainal Abidin.

Dalam kesempatan tersebut dipilih tiga terbaik yang mendapat penghargaan yaitu Ustadz Fahrurrozi yang tugas di Bintuni Papua Barat, Ustadz Ali Imron yang bertugas di Riau. Dan, Ustadz Bima Ardiansyah yang tugas di Suku Anak Dalam.

Pada momen tersebut tampil juga dai dari Kepulauan Mentawai, Ledival Fahruddin. Ia menyampaikan terimakasih atas dukungan untuknya dalam berdakwah di wilayah pesisir kepulauan itu.

“Saya sangat merasakan manfaat berupa bantuan motor dakwah dari YBM BRILiaN dan juga BMH,” katanya.

Tantangan dakwah dihadapi Ledival di Mentawai terbilang unik. Setiap kali ia harus berkejaran dengan waktu, disamping ia musti menghadapi kenyataan medan jalan yang tidak mudah dilalui. Ia pun memiliki kisah menarik soal ini.

Belum lama ini ia bertugas menjadi khatib Jumat di daerah binaan muallaf. Saat itu, ia harus menempuh perjalanan laut dari Kota Padang ke Mentawai. Kebetulan ia membersamai teman amil BMH.

“Bang Syam (amil BMH) gelisah soal waktu Jumatan. Saya bilang, santai saja, Bang. Tidak ada itu shalat Jumat kalau saya belum datang,” tuturnya yang disambut tawa hadirin.

Ledival Fahrudin memang biasa membina masyarakat mualaf Mentawai. Dan, kala shalat Jum’at ia memimin dengan jama’ah kadang-kadang hanya 3 atau 4 orang.*/Herim

Hadir di Kampus Hidayatullah Magetan, Bupati Ajak Remaja Bangun Budaya Tulis

MAGETAN (Hidayatullah.or.id) – Orang boleh pintar setinggi langit, tapi bila tidak menulis akan hilang dari sejarah. Sebab, menulis adalah pekerjaan yang abadi. Oleh sebab itu, bangunlah selalu tradisi membaca dan budaya menulis.

Pesan ini disampaikan Bupati Kabupaten Magetan, Suprawoto, pada acara bedah buku bertema “Remaja Anti Gabut” di Kampus 1 Pondok Pesantren Hidayatullah Magetan, Jl. Kawi No.08, Bulukerto, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Ahad, 20 Sya’ban (12/03/2023).

“Bangunlah tradisi membaca dan budaya menulis,” katanya.

Bupati yang hobi menulis itu juga berpesan, kita jangan menjadi orang biasa saja. Kalau ingin maju harus bertindak dan berpikir satu langkah didepan.

Menurut dia, kita bisa dikenal orang dengan cara yang elegan. Yaitu, menulis. “Dengan menulis memonopoli kebenaran, menulis bisa menembus ruang dan waktu,” terang Suprawoto.

Kegiatan ini mengundang ratusan remaja guna memberikan pengetahuan dalam menghadapi permasalahan remaja dengan tetap menerapkan norma Agama Islam dengan benar.

“Di Magetan perlu adanya acara dan kegiatan positif seperti ini dalam mengembangkan serta menanamkan pengetahuan tentang agama dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Bupati Suprawoto dalam sambutanya.

Menurutnya, anak-anak dan para remaja adalah generasi emas yang juga sebagai generasi penerus dalam kemajuan Negeri. Maka, terang dia, perlu ilmu dan pembelajaran tentang akidah dan adab yang baik serta norma yang baik dalam kehidupannya sehari-hari.

“Adik-adik para remaja, gunakan waktu luang dengan hal-hal positif, ikuti kajian demi masa depan sesuai dengan norma agama,” tandasnya berpesan.

Sementara itu, acara bedah buku ini bertujuan dakwah yang diperuntukkan bagi remaja dan ibu-ibu untuk membentuk perkumpulan yang positif, berinovasi, serta memotivasi agar tidak mengisi kegabutan dengan hal-hal negatif.

Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Magetan, Ustadz Ainur Rofiq berharap, acara ini dapat memberikan ilmu yang bermanfaat dan menambah keimanan serta ketaqwaan kepada Allah SWT.

“Terima kasih kepada Al-Ustadz Burhan Sodiq yang sudah menyempatkan diri hadir di tempat yang barokah ini untuk memberikan kita wawasan dan pengetahuan tentang permasalahan para remaja,” ucapnya.

Selaku pengasuh pondok Ustadz Ainur mengucapkan terima kasih atas terselenggararnya acara bedah buku Remaja Anti Gabut.

“Kita ingin membangun sebuah kampus yang semangatnya berkontribusi yang terbaik untuk umat. Siapa saja bisa memanfaatkan kampus ini untuk kemaslahatan umat,” terangnya.

Acara bedah buku ini diikuti oleh 309 peserta putra, dan 123 peserta putri digelar oleh Lembaga Dakwah Remaja Griya Adzkia kerjasama Pondok Pesantren Hidayatullah dengan menghadirkan narasumber penulis buku dan motivator, Ustadz Burhan Sodiq.*/Yacong B. Halike

Ayahnya Katolik Fanatik, Putrinya Malah Masuk Islam

0

Ayahnya Katolik Fanatik, Putrinya Malah Masuk Islam, ikuti tayangan perbincangan dengan wanita ini selengkapnya di kanal Hidayatullah TV:

Tegas Tolak Timnas Israel, Pemuda Hidayatullah Minta Teladani Sikap Bung Karno

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pemuda Hidayatullah menolak kedatangan timnas Israel dan berharap pemerintah maupun PSSI mengindahkan suara penolakan masyarakat dunia terhadap kedatangan timnas Israel sebagai salah satu peserta Piala Dunia U-20 2023 yang merupakan edisi ke-23 turnamen Piala Dunia U-20 FIFA.

“Dengan diloloskannya timnas Israel, ini sama halnya menyakiti perasaan umat Islam di seluruh Indonesia dan dunia, khususnya bangsa Palestina yang saat ini sedang di jajah oleh Israel,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah Rasfiuddin Sabaruddin dalam keterangannya diterima di Jakarta, Selasa, 22 Sya’ban 1444 (14/3/2023).

Menurut Rasfiuddin, menerima Israel pada turnamen ini yang akan diselenggarakan di Indonesia pada tanggal 20 Mei hingga 11 Juni 2023 mendatang ini sama saja mendukung penjajahah. Hal itu juga bertentangan dengan amanat UUD 45 yang dengan tegas menolak segala bentuk penjajahan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia, untuk sama-sama menolak kehadiran Timnas U-20 Israel ke bumi Pertiwi, Indonesia sebagai salah satu peserta Piala Dunia U-20 ini.

Dia menegaskan, pemerintah begitupun PSSI sebagai penyelenggara Piala Dunia U-20 hendaknya meneladani sikap tegas Bung Karno yang melarang Timnas Indonesia bertanding melawan Israel pada Kualifikasi Piala Dunia 1958, serta tidak mengundang Timnas Israel pada Asian Games 1962 di Jakarta.

“Sikap pendiri bangsa tersebut senafas dengan Makna Pembukaan UUD 1945 Alinea Pertama dan menegaskan posisi Indonesia yang mendukung kemerdekaan bagi Palestina,” tandasnya.*/Yacong B. Halike

Laznas BMH-BSI Maslahat Adakan BBM di Dusun Palasari Pedalaman Sulbar

0

PASANGKAYU (Hidyatullah.or.id) — Aksi bersih-bersih masjid (BBM) Laznas BMH gelar bersama BSI Maslahat di pelosok, yaitu sebuah masjid yang ada di Dusun Palasari, Desa Motu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, 19 Sya’ban 1444 (11/3/2023).

“Alhamdulillah kegiatan BBM berlangsung lancar, selain masjid, juga dilakukan bersih-bersih di tempat wudhu, MCK,” terang Kepala BMH Perwakilan Sulawesi Barat, Rahmat Wijaya.

Wijaya menambahkan, selanjutnya Laznas BMH berikan bantuan perlengkapan ibadah untuk fasiltas masjid, seperti karpet, mukena, kipas angin dan perlengakapan kebersihan. “Agar masjid terus terawat,” katanya.

Aksi itu menjadi kebahagiaan warga, sebagaimana disampaikan oleh Ustadz Burhanuddin yang merupakan ketua takmir Masjid Hidayatullah.

“Alhamdulillah kegiatan ini sangat positif, terutama menjelang datangnya bulan suci Ramadhan,” ungkap Bapak Burhanuddin.

“Dan, syiar seperti ini sangat penting, mengingat sudah seharusnya masjid itu indah, bersih dan cerah. BMH luar biasa,” sambungnya girang.*/Herim

XL Axiata Perluas Solusi Digital Berbasis IoT pada Budidaya Maggot Pesmadai

DEPOK (Hidayatullah.or.id) – Solusi digital berbasis Internet of Things (IoT) dari PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) semakin meluas, kali ini diimplementasikan pada budidaya Maggot kelolaan Pesmadai di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.

Program ini hasil Kerjasama XL Axiata bersama Pesantren Mahasiswa (Pesmadai), Pesantren Hidayatullah dengan timnya yaitu Laznas BMH Rumah Umat Mandiri (RUM), serta didukung juga oleh Benihbaik.com, Ngalup.co, TV9, PT. Xekar dan Majlis Taklim XL Axiata (MTXL).

Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata Feby Sallyanto mengatakan, melalui Program Pesantren Digital, XL Axiata menyediakan sejumlah solusi digital yang bisa dimanfaatkan oleh teman-teman pengelola pondok pesantren di seluruh Indonesia.

Penyediaan solusi IoT ini kata Feby juga merupakan implementasi beberapa dari sekian banyak hasil inkubasi IoT di Laboratorium XCamp XL Axiata.

“Dipilih beberapa solusi IoT yang memang cocok dan dapat diterapkan, sehingga diharapkan dapat tercipta pemberdayaan ekonomi di lingkungan Pesantren, seperti yang dilakukan di Ponpes Hidayatullah, Depok ini,” tuturnya pada Seremoni Pemanfaatan Teknologi IoT untuk Pemberdayaan Ekonomi Pesantren di Aula Sekolah Pemimpin, Kampus Hidayatullah Depok, Senin, 21 Sya’ban 1444 (13/3/2023).

Solusi IoT Maggot dikembangkan oleh XCamp sebagai laboratorium pengembangan solusi IoT milik XL Axiata untuk budidaya maggot, yang memiliki sejumlah fitur pemantauan lingkungan dan kontrol suhu atau kelembaban di lokasi peternakan Black Soldier Fly (BSF). BSF ini adalah jenis lalat yang telurnya kemudian menjadi larva Maggot.

Manfaat dari solusi ini adalah untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya operasional dan sumber data untuk keperluan Big Data dan Artificial Intelligent untuk mempermudah perencanaan, proyeksi, hingga perawatan.

Budidaya maggot ini secara tidak langsung juga mendukung program pengolahan dan pemberdayaan sampah organik dan non organik di pesantren tersebut.

Sementara itu untuk budidaya hidroponik, solusi IoT Hidroponik menyediakan manfaat berupa sistem memonitoring, auto feeding nutrisi, serta pemantauan suhu lingkungan tempat budidaya.

Faktor-faktor lingkungan dalam bertani hidroponik seperti suhu, kelembapan, cahaya matahari, kadar PH, cairan nutrisi, serta faktor terukur lainnya yang dapat menentukan keberhasilan bertani hidroponik dapat dimonitor dan diatur secara baik dansesuai kebutuhan melaui sarana IoT Hidroponik ini.

Solusi IoT untuk hidroponik ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas rata-rata lebih dari dua kali lipat. Sebelumnya, tanpa menggunakan alat ini, pengukuran nutrisi untuk tanaman dilakukan secara manual sehingga terdapat kecenderungan terjadi ketidakakuratan pengukuran dan keterlambatan penambahan nutrisi. Hal ini menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang konsisten dan mempengaruhi produktivitas.

Feby Sallyanto, menambahkan, melalui program Pesantren Digital, XL Axiata melakukan berbagai pelatihan digital guna meningkatkan skill santri dan santriwati dalam bidang digital, seperti pelatihan untuk menjadi content creator, website designer, pemanfaatan IoT &cyber security serta pemanfaatan 5G untuk kemajuan ummat.

Pada kesempatan tersebu hadir Staf Khusus Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin bidang Ekonomi dan Keuangan Syariah Dr. H. Lukmanul Hakim, M.Si, Pengurus BMH Pusat Firman ZA, Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah yang diwakili Ust Hafidz Bahar, M.M, Direktur Pesantren Mahasiswa Dai (Pemadai) Ust Ahmad Muzakki, Program Manager Progressive Studies and Empowerment Center (Prospect) Suhardi, dan founder Xekar Ria Putri Sekardiwati.

Hadir pula sejumlah tim XL Axiata seperti Grup Head Tehcnology strategy and Assurance Kustanto, Head of New Ventures and Technology Incubation XL Axiata Novi Arian, Head of sales XL Axiata area Depok dan Tangsel Dwiyanto Patria Awang Sisna, Group Head Regulatory & Gov. Relation Angga Agus Hudaya, Direktur Center of Enablement MTXL R. Gesit Prasasti Alam, dan Deni dari Yayasan Benih Baik.*/