PALU (Hidayatullah.or.id) — Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1444 H, Yayasan Pondok Pesantren Hidayatulla yang menaungi Lembaga Pendidikan Integral Hidayatullah (LPIH) Kota Palu menggelar Pawai Syi’ar Ramadhan, Senin, 28 Sya’ban 1444 (20/03/2023).
Pawai syiar itu digelar dengan diikuti 500 murid. Pawai keliling dimulai dan berakhir di Pesantren Hidayatullah, Jalan Uwe Buro Kota Palu.
Ketua LPIH Palu Ust. Muhajirin mengatakan pawai ramadhan ini dalam rangka menyambut bulan puasa.
“Setelah pandemi ini pertama kali setelah sekian tahun absen pasca pandemi juga ini merupakan momen pertama untuk mengadakan syiar Ramadhan terbuka di jalan umum,” katanya.
Iring-iringan pawai syiar mengambil rute Jalan Uwe Buro, Jalan Trans Sulawesi, Jalan Untad 1, Jalan Soekarno Hatta, Bundaran Untad, Jalan Pendidikan dan finis di Jalan Uwe Buro.
Pawai ini diikuti dari berbagai tingkatan pendidikan yang ada di Ponpes Hidayatullah Palu terdiri dari, KB, Paud, TK, SD, SMP dan SMK. Sebagian wali murid juga ikut serta dalam pawai ini.
“Ini sangat direspon bagi masyarakat Kota Palu khususnya masyarakat Tondo apalagi masyarakat setempat terlibat dalam pawai ini dan mudah-mudahan kedepannya kegiatan ini tetap berlanjut,” ucap salah satu orangtua siswa, Jubain.*/Fathun Mubin
BALIKPAPAN (Hidayaullah.or.id) — Pemimpin Umum Hidayatullah Ust. H. Abdurrahman Muhammad mengisi taujih pada helatan Tarhib Ramadhan Nasional Hidayatullah bertajuk “Talaqqi Al-Qur’an Tebar Kebaikan” yang digelar hybrid berpusat di Kampus Induk Ummul Quro Hidayatullah Balikpapan, Kaltim, Ahad, 27 Sya’ban 1444 (19/3/2023).
Pada kesempatan itu ia mengatakan kaum muslimin khususnya kader dan jamaah Hidayatullah hendaknya memanfaatkan betul bulan suci Ramadhan untuk lahirnya guru dan pemimpin peradaban.
“Mulai Ramadhan ini sampai 25 Ramadhan ke depan, masyarakat Ilahiyah ini akan mengantarkan lahirnya generasi guru dan pemimpin peradaban. In syaa Allah,” katanya.
Pada kesempatan itu ia juga mencetuskan istilah yang menggambarkan spirit dan historis perjuangan yang ada dengan “sakralisasi dan pemodernan”.
“Gerakan kita ini gerakan yang profetik dan profesional,” katanya menegaskan seraya menyebutkan Masjid Ar-Riyadh Gunung Tembak Hidayatullah Balikpapan memberikan gambaran obsesi bahwa Gunung Tembak akan melahirkan para alim, dan melahirkan para pemimpin.
“Alhamdulillah, obsesi besar ini kita harapkan dapat mengambil alih bukan saja pemimpin-pemimpin lokal di Hidayatullah. Tapi (juga siap) menjadi pemimpin-pemimpin umat,” terangnya.
Semangat itu sesuai dengan visi Hidayatullah, yaitu membangun peradaban Islam, maka misi yang harus diemban oleh Hidayatullah, misi besar yang harus kita emban, melahirkan pemimpin dan alim-alim.
Kata dia, kalau Hidayatullah dapat melahirkan pemimpin dan melahirkan alim-alim, berarti Hidayatullah harus menjadi guru peradaban. “Dan, Hidayatullah harus menjadi pemimpin peradaban,” urainya mengingatkan dengan tegas.
Pada kesempatan itu, ia memaparkan perihal profil alumni Ramadhan. Katanya, lulusan Ramadhan menghasilkan pribadi yang menarik, penuh daya pesona, dan menjadi maghnet yang luar biasa.
“Ramadhan adalah percepatan, karena hanya bagi yang beriman, maka bersungguh-sungguhlah,” katanya.
Selain menunjukkan profil alumni Ramadhan, KH. Abdurrahman Muhammad juga menerangkan apa itu “hudan” (petunjuk).
“Al Quran itu hudan, itu petunjuk, peta hidup, peta jalan kemenangan, kompas kehidupan,” ungkapnya.
Dalam pandangan ulama memang demikian, hudan, berarti petunjuk menuju jalan kebenaran dengan jalan yang metodis.
Ibn Katsir dan At-Thabari memaknai hudan sebagai sanjungan Allah kepada Alquran, yang mana Alquran bisa membuat hati manusia merasa aman, tenang terhadap kebenaran dan senang mengikuti petunjuk Alquran.
Doa, Sabar, Syukur, dan Ikhlas
Masih dalam taushiahnya, Pemimpin Umum Hidayatullah menyebutkan 4 bekal menghadapi bulan suci Ramadhan yaitu doa, sabar, syukur, dan ikhlas.
“Kunci sukses Ramadhan adalah doa. Kalau tidak ada semangat, aih, mengeluh melulu. Harus Istiqomah, jangan panas panas tai ayam. Benar benar teriakkan kepada Allah SWT, ihdinasshirathal mustaqim!,” katanya.
Bekal penting menjalani Ramadhan berikutnya adalah sabar. Sabar dalam berbagai aspeknya. “Harus sabar. Kalau tidak sabar, kucing pun bisa kena tendang. Istri kena omelan. Puasa itu sabar. Lihatlah Allah yang memiliki sifat Ash Shabuur,” imbuhnya.
Dia menegaskan sabar erat kaitannya dengan ibadah dab zikir kepada Allah. Hal itu ia kemukakan sambil mengutip Al Qur’an surah al-Ahdzab ayat 42 yang menurutnya menjadi insfirasi bagi Hidayatullah menjadikan kegiatan zikir dan wirid sebagai hal mendasar.
“Makanya saya tidak setuju kalau kerja bakti tapi tidak wirid dulu. Oleh sebab itu, sebuah gerakan harus serasi dan paralel. Semuanya harus wirid sambil jalan, sambil kerja bakti. Harus latihan,” katanya.
Dengan bekal tersebut, output Ramadhan seharusnya adalah keluaran yang menarik memiliki pesona yang luar biasa, karena puasa itu mengeluarkan pelakunya memiliki pesona yang luar biasa. “Apa zikirnya mempesona, Subhaanaka Allaahumma wa Hihamdika, Asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, Astaghfiruka, wa Aatuubu ilaik,” katanya.
Selain mempesona, ouput madrasah Ramadhan melahirkan manusiia yang memiliki gagasan dan obsesi yang dijiwai oleh nilai burhani. “Dengan burhani, Hidayatullah harus memiliki obsesi menjadi pemimpin dan guru peradaban,” ujarnya.
Bekal penting menjalani Ramadhan selanjutnya adalah bersyukur. “Tidak ada perjalanan rohani seorang muslim selain meninggikan rasa syukur yang dengannya ia memiliki hikmah. Bukan iqra’ biasa ini. Ini metode tilawah, kemudian tazkiah,” katanya yang kemudian membacakan Surat Al-Baqarah Ayat 151.
Kemudian bekal penting terakhir untuk menjalani Ramadhan adalah ikhlas. Untuk menakar yang terakhir ini, Ust. Rahman mengajak untuk mengacu pada metodologi yang ditawarkan oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah Ust. Dr. H. Nashirul Haq pada sambutan ia sebelumnya yaitu membangun komitmen (mu’ahadah), kesungguhan menjalankan (mujahadah), memeriksa rutin (mutaba’ah), melakukan evaluasi (muhasabah), menerapkan sangsi dengan kesadaran diri (mu’aqabah), dan meneladankan sejak dini (musabaqah).
Tarhib Ramadhan Nasional Hidayatullah bertajuk “Talaqqi Al-Qur’an Tebar Kebaikan” ini juga dihadiri dan diisi tausiah oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ust. H. Dr. Nashirul Haq, MA dan Ketua Yayasan Ummul Quro Hidayatullah Balikpapan Ust. H. Hamzah Akbar serta diikuti oleh ribuan pemirsa secara online yang menggelar nonton bareng dari berbagai titik di Tanah Air.*/Imam Nawawi, Yacong B. Halike
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ust. H. Dr. Nashirul Haq, MA, mengisi taujih singkat dalam helatan Tarhib Ramadhan Nasional Hidayatullah bertajuk “Talaqqi Al-Qur’an Tebar Kebaikan” yang digelar hybrid berpusat di Kampus Induk Ummul Quro Hidayatullah Balikpapan, Kaltim, Ahad, 27 Sya’ban 1444 (19/3/2023). Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum menyampaikan beberapa pesan.
“Kita bersyukur, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menganugerahkan satu karunia besar berupa bulan suci Ramadhan sebagai wasilah untuk kita terus meningkatkan kualitas iman dan takwa kita,” katanya.
Ia mengatakan Ramadhan adalah momen istimewa yang patut kita bersyukur, bergembira, dan berbahagia menyambutnya. “Qul bifadhlillahi wa birohmatihi,” terangnya yang menguraikan kandungan makna Al Qur’an Surat Yunus Ayat 58.
“Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan,” nukilnya.
Ia menegaskan, Ramadhan merupakan momentum yang selalu berulang, maka jangan sampai prestasi yang kita raih pada Ramadhan kali ini sama saja. Bahkan jangan sampai menurun kualitasnya dibanding momen Ramadhan sebelumnya.
“Untuk itu, perlu persiapan yang mantap, yang matang, dan tentu kita semua sudah melewatinya dalam beberapa bulan terakhir ini. Mari kita kuatkan dalam beberapa hari kedepan,” imbuhnya online dari Pusat Dakwah Hidayatullah Jakarta.
Ia berpesan, diantara yang perlu dipersiapkan dengan sangat baik adalah bekal mental yang memadai dengan berpikir positif, berprasangka baik, serta merasa senang dan gembira dengan kedatangan Ramadhan. “Sehingga kita menjalaninya dengan penuh kenikmatan dan kelezatan,” katanya.
Persiapan yang tak kalah penting lainnya adalah ilmu agar ibadah Ramadhan yang kita jalani lebih berkualitas. Dengan ilmu, kita bisa membedakan mana yang fardhu dan mana yang nawafil, mana yang wajib mana yang sunnah, serta mengetahui mana yang lebih utama.
“Sehingga bukan hanya jumlahnya yang banyak tetapi juga berkualitas, dan inilah yang dimaksud dengan ahsanu ‘amala dalam beberapa firman Allah Ta’ala,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Ketum, menghadapi Ramadhan juga penting sekali persiapan fisik agar selalu fit dan kuat dalam menjalani ibadah dan berbagai macam bentuk kebaikan dalam bulan Ramadhan.
Lebih jauh, terangnya, dibutuhkan pula sarana bahkan materi agar juga bisa berinfaq bersedekah. Demikian pula kebutuhan terhadap sarana sarana yang sifatnya fisik meskipun hal sederhana namun akan sangat mendukung dalam mencapai target Ramadhan.
Sukses Ramadhan menurutnya memerlukan perencanaan mulai dari perencanaan pribadi, domestik keluarga, maupun institusi. Masing masing mesti punya perencanaan dalam Ramadhan dan hal ini sebaiknya dicatat agar dapat dicek dan dijalankan dengan baik.
“Kita semua perlu merencanakan agar apa yang ditargetkan dapat dicapai dengan maksimal. Gagal merencanakan adalah sama merencanakan kegagalan,” katanya.
Target ini harus diseriusi baik pada bidang ibadah, tarbiyah, dakwah, maupun pelayanan umat. Semuanya harus sejalan secara paralel dan simultan, tidak ada yang terabaikan.
“Jangan sampai ada yang merasa terganggu baca Qur’annya karena ada tugas lembaga, ada tugas keumatan, ada tugas dakwah, dan tugas pelayanan umat. Jangan sampai Ramadhan ini terlewatkan tidak maksimal untuk tarbiyah tsaqofiyah dan tarbiyah jasadiyah,” katanya.
Ketum mendorong agar bagaimana pada bulan Ramadhan ini iman semakin meningkat, ilmu bertambah, amal berkualitas, kemudian fisik juga semakin sehat.
“Kita sering mendengar testimoni dari para orangtua yang masih fit dan kuat dalam beramal shaleh, salah satu kunci utamanya adalah karena mengurangi makan dengan banyak berpuasa. Tentu selain itu juga pikiran dan hati selalu tenang dan bahagia,” imbuhnya.
Dari Mu’ahadah Hingga Musabaqah
Lebih jauh ia menekankan pentingnya perencanaan target. Target ibadah ini, kata beliau, jika perlu, harus ditulis atau dicatat. “Dan, diawali dengan mu’ahadah,” katanya.
Mu’ahadah, terang dia, yakni ada komitmen atau janji setia di hadapan Allah SWT bahwa kita menargetkan pada bulan Ramadhan ini lebih baik dari sebelumnya.
Setelah mu’ahadah, dilanjutkan dengan mujahadah, yaitu keseriusan penuh sungguh dalam menjalankan komitmen.
Lalu untuk menjaga kesungguhan ini maka perlu mutaba’ah atau monitoring yang sifatnya rutin. Setelah itu dilakukan muhasabah, atau evaluasi.
“Setiap hari yang dilewati harus dilakukan evaluasi, setiap pekan dievaluasi. Sepuluh hari pertama evaluasi, sepuluh hari kedua, hingga puncaknya pada sepuluh hari terakhir. Kita perlu melihat bagaimana progress dan grafiknya, tentu harus terus meningkat,” katanya.
Bahkan, jika dibutuhkan, setelah muhasabah ada proses mu’aqabah, yakni ada sangsi yang diberikan kepada diri sendiri ketika lalai menjalankan komitmen di awal (mu’ahadah).
“Mu’aqabah diterapkan agar kelalaian tidak terus terulang yang dengan demikian maka kita bisa terus terjaga dan termotivasi,” katanya.
Berikutnya adalah musabaqah, yakni adanya kompetisi khususnya bagi anak anak kita dengan pola reward bagi yang tekun menjalankan ibadah sebagai madrasah pendidikan bagi mereka.
Doa sebagai Tumpuan
Dan inti dari inti dari semua upaya yang dilakukan adalah doa. Kata Nashirul, doa adalah tumpuan utama dalam melakukan apa saja. Ia pun menyebutkan satu doa yang masyhur yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan Imam Abu Dawud dan Imam Nasa’i untuk selalu dilafazkan dalam momen istimewa ini, yaitu:
Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatika. Maknanya, “Wahai Allah, aku mohon pertolongan agar aku selalu ingat (dzikir) kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah yang baik kepada-Mu)”.
“Selamat menyambut bulan suci Ramadhan, semoga Allah SWT senantiasa memberikan taufiq, inayah, dan maunahnya agar kita menjalani sebaik baiknya dan mari saling memaafkan. Putih warnanya bunga melati, harum semerbak di Taman Mini. Persiapkan diri bersihkan hati menyambut bulan yang mulia ini,” imbuhnya yang menutup taujih dengan sebait pantun.
Tarhib Ramadhan Nasional Hidayatullah bertajuk “Talaqqi Al-Qur’an Tebar Kebaikan” ini juga dihadiri dan diisi tausiah oleh Pemimpin Umum Hidayatullah Ust. H. Abdurrahman Muhammad dan Ketua Yayasan Ummul Quro Hidayatullah Balikpapan Ust. H. Hamzah Akbar serta diikuti oleh ribuan pemirsa secara online yang menggelar nonton bareng dari berbagai titik di Tanah Air.*/Yacong B. Halike
BANDUNG (Hidayatullah.or.id) — Laznas BMH dengan beragam unsur gerakan dakwah di Jawa Barat, seperti DPD Hidayatullah, Pos Dai, dan Pemuda Hidayatullah, sinergi menghadirkan gelaran Tarhib Ramadhan yang diikuti oleh seluruh dai di Jawa Barat.
“Alhamdulillah hadir Gubernur Jawa Barat 2008-2018 yaitu Bapak Ahmad Heryawan memberikan inspirasi dan semangat ibadah serta dakwah untuk seluruh dai tangguh se-Jawa Barat,” terang Kepala BMH Perwakilan Jawa Barat, Makhfud, Sabtu, 26 Sya’ban 1444 (18/3/2023).
Dalam acara yang berlangsung di Masjid Al Imtiyaz Surapati Core Jl. PHH Mustopa, Pasir Layung Kec. Cibenying Kidul Kota Bandung itu juga dilaksanakan program tebar dai Ramadhan.
“Para dai ini bertugas selama Ramadhan, baik mengisi ceramah atau kultum, menjadi imam sholat fardhu dan tarawih sebagai syiar Islam dalam melaksakan dakwah di berbagai masjid dan mushola di titik yang telah ditetapkan di Jawa Barat,” imbuh Makhfudz.
Ahmad Heryawan memberikan inspirasi kepada seluruh hadirin bahwa menghadapi Ramadhan harus perkuat niat dan jauhi perbuatan buruk.
“Penting kita melakukan persiapan dari awal dengan perencanaan secara aktual, dalam pelaksanaan yang akurat dan diakhiri secara cantik alias khusnul khotimah.
Artinya perlunya menanamkan niat yang kuat dalam meraih kemenangan dan menjaga diri dari hal hal yang dapat mengurangi nilai puasa seperti berkata kotor dan melakukan perbuatan maksiat atau kemubadiran. Lebih jauh kita penting mampu mengatur pola makan sehat saat sahur dan buka puasa, karena esensi puasa juga membuat hidup lebih sehat,” tuturnya.*/Herim
MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Laznas BMH hadirkan program layanan kesehatan jelang Ramadhan. Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Sulawesi Selatan, Bashori, mengatakan program ini diberi nama Sehat Sambut Ramadhan.
“Aktivitasnya berupa layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para dai dan peserta Tarhib Ramadhan yang berlangsung di Pesantren Al-Bayan, Hidayatullah Makassar,” terang Bashori, Sabtu, 26 Sya’ban 1444 (18/3/2023).
Sejumlah 200 dai hadir dan menerima manfaat dari program ini. Usai mendengar tausiyah dari Ustadz DR. Aziz Qahar Muzakkar dan beberapa pemateri lainnya, para dai langsung melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Para dai dapat melakukan kontrol terhadap kadar gula darah, kolesterol, maupun asam urat,” imbuh Bashori.
Para dai menilai program ini sangat bagus.
“Alhamdulillah fasilitas layanan pemeriksaan kesehatan ini sangat baik, karena kita bisa memastikan kesehatan sebelum masuk bulan Ramadhan. Dengan mengetahui kondisi kita bisa maksimal dalam menjalankan ibadah Ramadhan,” ujar Ustadz Edy yang juga pengurus Masjid Al Mujahidin Pattalasang, Gowa, Sulsel.
Hadirnya program ini diharapkan menjadikan para dai lebih siap untuk berdakwah pada Ramadhan 1444 H ini dengan kondisi sehat, lahir dan batin.*/Herim
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Hidayatullah mendapat kehormatan luar biasa dengan kunjungan Ketua Utama Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Habib Sayyid Alwi bin Saggaf Aljufri, yang bersilaturrahim dengan Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah yang diterima di Pusat Dakwah Hidayatullah, Jln Cipinang Cempedak I/14, Otista, Polonia, Jatinegara, Jakarta, Kamis, 24 Sya’ban 1444 (16/3/2023).
Habib Sayyid Alwi bin Saggaf Aljufri diterima langsung oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah Ust. Dr. H. Nashirul Haq, MA, yang turut didampingi Kabid Dakwah dan Pelayanan Umat Drs. H. Nursyamsa Hadis.
Ust. Dr. H. Nashirul Haq, MA, mengatakan pertemuan antara dua organisasi Islam ini menjadi sangat penting untuk membangun ukhuwah dan sinergi di tengah umat.
“Menjadi teladan bagi umat, bahwa sesama organisasi Islam saling membangun sinergi dan bersatu untuk menghindari sekat-sekat perbedaan yang bisa menjadi penghalang terbangunnya ukhuwah,” katanya.
Akhir dari kunjungan silaturrahim Ketua Utama Alkhairaat bersama rombongan di kantor DPP Hidayatullah ditutup dengan shalat Zuhur berjamaah dan ikut memimpin doa bersama jamaah di Masjid Baitul Karim yang juga berada satu kompleks dengan kantor Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta Timur.*/Ahmad
JAYAPURA (Hidayatullah.or.id) — Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN (d/h YBM BRI) yang menggandeng Persaudaraan Dai Indonesia (Posdai) meluncurkan program Mustahik Income Generating Program (MIGP) berupa bantuan peternakan kambing Posdai Hidayatullah di Komplek Sekolah Dai Posdai Papua, Jln Abepura-Keerom, Swakarsa Pertanian, Koya Barat, Distrik Muaratami, Kota Jayapura, Provinsi Papau, Ahad, 20 Sya’ban 1444 (12/3/2023).
Hadir pada kesempatan launching Mustahik Income Generating Program YBM BRILian Regional Office Jayapura ini Pimpinan BRI Regional Jayapura Wilayah Papua dan Papua Barat Hery Noercahya, dan Ketua Badan Pengurus YBM BRILiaN RO Jayapura Yusuf Widiasmoro.
Hadir pula Wakil Ketua Badan Pengurus YBM BRILiaN RO Jayapura H. Nuklis, Ketua Posdai Papua yang juga pimpinan Pondok Sekolah Dai Posdai Hidayatullah Provinsi Papua Ust. Musmulyadi, dan Ketua Departemen Ekonomi DPW Hidayatullah Papua Ust. Jamaluddin.
Dalam sambutannya Hery Noercahya mengatakan MIGP adalah merupakan bagian program ekonomi YBM BRILiaN yang berfokus pada peningkatan keterampilan bekerja dengan cara memanfatkan potensi setempat melalui pemberian stimulus (modal) dan pendampingan usaha kepada penerima manfaat.
Dia berharap, dengan bantuan ini akan menopang kiprah dan kian menguatkan kiprah dai dalam membangun Papua melalui program dakwah dan pembinaan masyarakat, disamping diharapkan menunjang kemandirian pondok pesantren dan kewirausahaan santri.
“Semoga dengan diberinya bantuan ini kepada Posdai Hidayatullah khususnya para santri dan dai bisa hidup mandiri. Berkembang, maju dan sukses ke depannya,” kata Heri Noercahya.
Ketua Departemen Ekonomi DPW Hidayatullah Papua Ust. Jamaluddin menyambut baik dukungan penguatan kemandirian ekonomi dai dan pesantren ini.
“Tugas kami sekarang adalah bagaimana para dai di Hidayatullah Papua ini menajdi terampil dalam mengembangkan perekonomiannya melalui sektor sektor yang sudah disiapkan,” katanya.
Menurut Jamaluddin, disamping fokus berdakwah dan melayani kebutuhan umat terhadap pengajaran agama, dai juga tetap perlu mengusahakan kemandiriannya.
“Begitulah saking pentingnya kemadirian ekonomi agar dai menjadi mandiri, berdaya, dan berwibawa di masa yang akan datang,” katanya seraya berharap para dai dapat menangkap peluang dalam program program pemberdayaan yang ada.
Sementara itu, mewakili para penerima manfaat program MIGP ini, pimpinan Pondok Sekolah Dai Posdai Hidayatullah Provinsi Papua Ust. Musmulyadi mengatakan sebagai penerima manfaat program MIGP pihaknya berkomitmen untuk menjaga dan bersungguh-sungguh.
“Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada YBM BRILiaN RO Jayapura atas bantuan ini tentu bantuan ini sangat bermanfaat sekali untuk kami,” kata Ustadz Musmulyadi.
Ia pun mengharapkan terus ada pendampingan terutama dalam menjalankan program kemandirian tersebut. “Sehingga usaha ini dapat berhasil dan berkembang sebagaimana tujuan dari program ini dan keinginan kita bersama,” tandas Musmulyadi yang juga ketua Posdai Papua ini.*/Yacong B. Halike
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Menyambut semarak ibadah Ramadhan 1444, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (Laznas BMH) menggelar Public Expose Ramadhan 1444H berajuk “Bukti Nyata Kebaikan” di Sofyan Hotel, Tebet, Jakarta, Kamis, 24 Sya’ban 1444 (16/3/2023).
Direktur BMH Pusat Supendi dalam keterangannya mengatakan Public Expose BMH dalam rangka menyamut Ramadhan ini sebagai momen untuk meneguhkan bukti nyata kebaikan zakat.
Dia menjelaskan, tema “Bukti Nyata Kebaikan” dipilih karena dua alasan utama. Pertama, pada tahun 2022, bersama Laznas BMH umat Islam telah hadirkan begitu banyak kebaikan, meski kala itu suasana pandemi masih menyelimuti negeri.
Kedua, tahun 2023 sekalipun pandemi telah pergi, namun Indonesia masuk ancaman resesi yang banyak menjadikan ekonomi berbagai negara dalam kondisi lesu, bahkan mungkin gelap.
“Sukses tahun 2022 dan tahun sebelumnya, mendorong kita melanjutkan program guna mengisi tahun 2023 dengan kebaikan yang lebih konkret, lebih luas dan tentunya berkelanjutan,” Suspendi.
Diakui Suspendi kehadiran BMH yang sudah tersebar di 34 provinsi dengan 118 kantor layanan di Indonesia akan memudahkan para muzzaki untuk menyampaikan zakat, infaq dan sodakohnya melalui BMH. Terlebih saat ini BMH tidak hanya membuka saluran ZIS secara konvensional tetapi juga menggunakan aplikasi digital.
Menurutnya luasnya jaringan ini bukan semata-mata kepentingan himpunan. Perluasan jaringan BMH merupakan bagian dari upaya bagaimana keberkahan kebaikan zakat bisa menyentuh, bisa menjangkau para mustahik di berbagai pelosok Nusantara.
Dengan segala kemudahan dan perluasan jaringan pembayaran ZIS BMH, Suspedi optimis bahwa BMH akan terus bertumbuh.
“Insyaallah, kami targetkan pertumbuhan 12 persen atau 315 miliar dari tahun sebelumnya,” lanjutnya.
BMH sendiri memiliki core program BMH pada dakwah dan pendidikan dengan 4 program utama yaitu dakwah, pendidikan, ekonomi dan sosial kemanusiaan.
Bukti Nyata Kebaikan
Dalam konteks inilah “Bukti Nyata Kebaikan” yang telah ditorehkan secara sinergi dan kolaborasi pada tahun 2022 dan tahun-tahun sebelumnya penting menjadi kesadaran, spirit dan gerakan kolaboratif untuk mengisi tahun 2023 dengan kebaikan yang lebih konkret, lebih luas dan lebih berkelanjutan.
Upaya ini Laznas BMH hadirkan dengan melakukan public expose yang dirangkai dengan literasi zakat dengan mengundang pihak-pihak kompeten untuk menajamkan literasi umat akan peran strategis zakat.
Dalam acara ini hadir, beberapa narasumber diantaranya Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Tarmizi Tohor; Deputi Penghimpunan Baznas, Arifin Purwakananta; Maman Suherman, penulis best seller Indonesia; Ketua Pengurus Laznas BMH, Firman; dan Direktur Utama Laznas BMH, Supendi,
Dalam public expose kali ini Laznas BMH juga akan memberikan laporan secara terbuka kepada publik perihal kiprah dan kinerja Laznas BMH selama ini. Mulai dari laporan keuangan, annual report, hingga program yang berlangsung pada Tahun 2022 dan yang akan diusung pada Tahun 2023, terutama pada bulan suci Ramadhan.
Pada kesempatan tersebut diberikan apresiasi dan penghargaan kepada mitra zakat atas kiprah kolaboratifnya dalam meluaskan manfaat zakat hingga pelosok guna mengokohkan peran sentral Laznas BMH dalam kiprah dakwah, mitigasi bencana, dan pendidikan, utamanya di titik-titik pedalaman NKRI.*/Yacong B. Halike
BANTEN (Hidayatullah.or.id) — Bulan Ramadhan 1444 H sudah kini hampir tiba, kedatangannya disambut dengan suka cita oleh umat Islam seluruh dunia.
Untuk menyempurnakan kebahagiaan itu Laznas BMH kembali melakukan program ekspedisi kebaikan zakat dari Sabang sampai Merauke.
Aksi yang dilakukan adalah mengirimkan kebutuhan sembako untuk persediaan sahur dan buka puasa selama Ramadhan kepada santri-santri di seluruh pesantren binaan se-Indonesia.
Tak hanya itu, program ini juga menyasar yatim dhuafa, janda, lansia dan penerima manfaat lainnya.
“Ada 200 santri di pesantren binaan se-Banten dan 100 penerima manfaat lainnya yang akan kita support persediaan logistiknya untuk sahur dan buka puasa selama Ramadhan,” terang Roni Hayani selaku Kadiv Prodaya BMH Perwakilan Banten.
Kebahagiaan ini juga dirasakan oleh Nenek Kelinah, lansia berumur 100 tahun, namun masih terlihat tangguh.
Mukanya berurai air mata ketika BMH mendatangi rumahnya untuk memberikan paket sembako ekspedisi kebaikan zakat.
“Terima kasih, rupanya masih ada yang peduli kepada nenek. Alhamdulillah nenek jadi tenang sudah punya bekal untuk sahur dan buka puasa,” ungkapnya haru.
BMH Perwakilan Banten akan terus melakukan aksi kebaikan ini hingga di bulan suci Ramadhan dengan sebaik-baiknya.*/Herim
SURABAYA (Hidayatullah.or.id) — Sebanyak 30 santri dan musyrif Hidayatullah diberangkat tugas dakwah di kawasan Asia Tenggara dan Jepang selama Bulan Ramadhan. Mereka akan menjadi imam di beberapa masjid untuk menyemarakkan bukan Ramadhan.
Para santri dan musyrif akan ditempatkan di berbagai daerah di Jepang, Thailand, Kamboja, Vietnam dan Timor Leste untuk berdakwah dan memberikan pengajaran tentang Islam.
“Mereka menjadi Imam Tarawih, menyelenggarakan daurah tahsin tilawah (memperbaiki bacaan) dan (tahfizh) menghafal Al-Quran, bergembira bersama anak-anak lewat Festival Al-Quran, serta mengunjungi para ulama, tokoh masyarakat dan keluarga-keluarga Muslim Thailand, Kamboja, Vietnam, Filipina, dan Timor Leste,” ujar Ketua Departemen Hubungan Antarbangsa DPP Hidayatullah, Dzirullah W. Pramudya, saat acara pelepasan di Masjid Aqshal Madinah, Surabaya, Kamis, 24 Sya’ban 1444 (16/3/2023).
“Dengan doa kita, semoga anak-anak ini bisa menyelesaikan misi dakwah. Semoga dengan Al-Quran menyejukkan dan mengguncang jiwa orang yang belum menerimanya,” ujar Dzikrullah.
“Mudah-mudahan dengan wasilah ini, dan langkah kecil di bulan Ramadhan, membuat Asia tenggara berada di bawah naungan Al-Quran,” tambahnya.
Menurut KH. Syamsuddin, Ketua YP Hidayatullah Surabaya, ke depan dakwah ini akan terus dilakukan secara berkala setiap tahun. Para santri diharapkan memanfaatkan waktu belajar bahasa dan budaya setempat.
”Selama berada di luar negeri, mereka juga akan memanfaatkan waktu untuk belajar bahasa dan budaya setempat agar bisa berinteraksi dengan masyarakat secara lebih efektif,” tambah dia.
Sementara itu, KH Abdul Rahman, Pembina Ma’had Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, mengatakan kegiatan penugasan ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi para santri untuk meningkatkan keterampilan berdakwah dan kemampuan berbahasa asing, serta menambah wawasan tentang budaya dan kehidupan masyarakat di negara-negara tersebut.
“Kami berharap para santri dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di tempat penugasan mereka, serta dapat menjadi duta yang baik bagi PP Hidayatullah Surabaya dan Indonesia secara umum,” ujar Kiai Abdur Rahman.
Untuk diketahui, para santri yang diberangkatkan dengan tajuk “SEA LOVES AL-QUR’AN 1444: Safari Al-Quran Ramadhan ke Negeri-negeri Asia Tenggara”, program ini diselenggarakan atas kerjasama; BMH, tiga pesantren Hidayatullah, Pemuda Hidayatullah dan Departemen Hubungan Antarbangsa DPP Hidayatullah.
Dari 30 musyrif dan santri yang dikirimkan ke 6 negara, PP Hidayatullah Surabaya mengirimkan 8 orang santri SMA Luqmanul Hakim dan 4 orang mahasantri STAI Luqmanul Hakim ke Kamboja, Jepang, dan Timor Leste. Empat santri dari Pesantren Darul Hijrah dan PP Rooihatul Jannah (ROJA) Sukoharjo ditugaskan ke Vietnam.*/