Beranda blog Halaman 308

Inilah 5 Rumus Kemenangan

0

ALLAH Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian berjumpa dengan pasukan (musuh di medan perang), maka teguhkanlah hati kalian dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu mendapat kemenangan. Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kalian bertengkar (diantara sesama kalian) yang menyebabkan kalian menjadi gentar dan kehilangan kekuatan kalian, serta bersabarlah sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal: 45-46)

Ayat ini turun dalam momen yang berkaitan dengan rentetan jihad di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana isi kandungan surah al-Anfal pada umumnya. Tentu saja, ia juga bisa berlaku di zaman kapan pun dan tempat mana pun, ketika situasi dan kondisinya terulang.

Hanya saja, bila direnungkan lebih jauh, ternyata rumus-rumus kemenangan yang Allah beberkan di dalamnya juga bisa berlaku di luar medan perang dan dalam suasana damai. Logikanya sederhana. Jika rumus-rumus itu bisa efektif dalam suasana genting maka ia pasti lebih efektif lagi dalam suasana stabil.

Dengan kata lain, jika kita – sebagai pribadi, jamaah, organisasi, umat – ingin mendapat kesuksesan dan kemenangan dalam urusan-urusan kita, maka inilah rumusnya.

Rumus pertama, teguh hati. Tidak ada masalah yang akan selesai jika kita tidak memiliki mental tangguh untuk menuntaskannya. Sebentar lagi Ramadhan dan biasanya selalu ada kesyahduan pulang kampung berlebaran bersama keluarga. Bayangkanlah suasana Mudik Lebaran, dimana jutaan orang harus menempuh ribuan kilometer untuk mencapai kota-kota tujuannya.

Banyak diantara mereka yang menggunakan mode transportasi pribadi roda dua, mulai dari Jakarta sampai ke kepulauan Nusatenggara atau ujung jazirah Sumatera. Lelah, cemas, panas, debu, asap mesin, lapar, haus, ancaman kecelakaan dan kejahatan, serta stres oleh lalu-lintas, adalah menu sepanjang jalan. Tetapi, apakah mereka berhenti? Tidak! Mereka meneruskan perjalanan hingga sampai di tujuan, atau terhenti oleh sebab-sebab yang di luar kendali mereka.

Mengapa mereka terus maju diatas seluruh kesulitan yang menghadang? Itulah keteguhan hati, yang lahir dari harapan dan keinginan kuat di dalam dada.

Lantas bagaimana aplikasinya dalam aspek-aspek kehidupan yang lain? Seharusnya, seorang muslim memiliki keteguhan lebih hebat dalam menghadapi persoalan-persoalan hidupnya, karena harapannya lebih tinggi dan keinginannya lebih besar, yaitu keridhaan Allah dan surga-Nya. Apakah keduanya bisa diraih dengan kemalasan dan tekad asal-asalan? Jelas mustahil!

Rumus kedua, banyak berdzikir, yaitu menyebut nama Allah, membaca Al-Qur’an, dan berdoa, sebagaimana disitir al-Hafizh Ibnul Jauzi dalam Tafsir Zaadul Masir. Dalam surah ar-Ra’du: 28 dinyatakan bahwa dengan banyak mengingat Allah maka hati akan menjadi tenang.

Ketika menafsirkan ayat tersebut, Imam al-Biqa’iy berkata, “(Pengertian) dzikir adalah hadirnya suatu makna ke dalam jiwa, dan ini merupakan isyarat bahwa siapa saja yang tidak bisa merasa tenang dengan dzikir, maka sebenarnya ia tidak mempunyai hati, dan tentu saja tidak mungkin ada akal di dalamnya. Bahkan, sebenarnya dia adalah benda mati belaka.”

Dengan kata lain, ketika hati seseorang tidak tenang, maka ia sebenarnya tidak memiliki akal sempurna yang akan membimbingnya untuk berpikir secara jernih dan menimbang segala sesuatu dengan bijak. Keputusan-keputusan yang dibuatnya hanya bersandar pada emosi dan nafsu sesaat. Ada kemungkinan besar ia akan terjatuh dalam penyesalan berkepanjangan.

Jelasnya, jika kita tidak tenang maka kemenangan akan jauh dari genggaman. Banyak perlombaan dan kejuaraan yang mempertemukan para jagoan di bidangnya, dan di puncak kompetisi yang sangat ketat itu, ternyata faktor terbesar yang menentukan kemenangan mereka adalah ketenangan, fokus, dan konsentrasi; bukan lagi kecerdasan dan ketrampilan.

Rumus ketiga, taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah menjamin bahwa kemenangan pasti berpihak kepada hizbullah (lihat surah al-Ma’idah: 56 dan al-Mujadilah: 22). Siapakah hizbullah itu? Ayat-ayat lain di depan dan belakang kedua ayat tersebut menunjukkan bahwa mereka adalah orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, yaitu beriman, menegakkan shalat, menunaikan zakat, loyal dan komit kepada agama Allah, rendah hati kepada sesama muslim, tegas kepada kaum kafir, dst. Alhasil, semakin baik ketaatan kita dalam menjalankan syariat Islam, maka semakin besar pula peluang untuk sukses dan menang.

Rumus keempat, tidak bertengkar dengan teman sendiri. Akibat dari perpecahan dan perselisihan dengan kawan sendiri sudah sangat jelas, yaitu menggentarkan hati dan melenyapkan kekuatan.

Jika umat atau organisasi mendapat tantangan dari luar, biasanya mereka cenderung solid dan merapatkan barisan. Hasilnya: mereka semakin kokoh dan berlipat ganda kekuatannya. Namun, ketika mereka berselisih secara internal, pasti goyah dan bahkan hancur berantakan. Maka, kaum kafir tahu persis bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan dari kaum muslimin selama kita masih belum bersatu dan gemar berselisih dengan teman sendiri.

Realitas menunjukkan bahwa kita memang belum benar-benar berpadu sebagai umat yang satu (ummatan wahidah). Kita masih terjerat meninggikan bendera-bendera kesukuan, ormas, partai, madzhab, atau jamaah pengajian, dibanding bendera Islam. Subhanallah.

Rumus kelima, sabar. Berulangkali Allah menyatakan bahwa Dia bersama orang-orang yang sabar (lihat surah al-Baqarah: 153 dan 249, serta al-Anfal: 46 dan 66). Tidak perlu dipertanyakan lagi bagaimana efektifitas rumus terakhir ini.

Siapakah yang sanggup mengalahkan pribadi atau umat yang disertai dan didukung oleh Allah, Tuhan semesta alam? Jadi, ketika kesabaran telah tertanam, maka tidak ada lagi yang bisa mengalahkannya. Wallahu a’lam.

Ust. M. Alimin Mukhtar

Takziah Selamat Jalan, Pak Aden Syuhada!

0

DALAM rutinitas kesehariannya, pada pagi hari, tentu sebelum jam pelajaran awal dimulai. Kerapkali terlihat pemandangan seorang bapak sembari membonceng anak.

Dengan menggunakan motor matic-nya, ia mengantar si anak yang juga tercatat sebagai murid dari sekolah dimana Beliau diberikan amanah sebagai kepala sekolah.

Namanya Aden bin Syuhada. Beliau biasa disapa Pak Aden, Kepala Sekolah SD Integral Hidayatullah Kendari.Penampilannya sangat bersahaja, dengan baju dinas yang selalu nampak dikenakannya.

Stelan pakaian, baju, dan celana berwarna coklat muda menjadi pemandangan sehari-hari pada setiap jam dinas sekolah.

Baju dinas keseharian yang sering Pak Aden kenakan, ternyata Allah pun berkehendak menjadikan pakaian dinas tersebut sebagai saksi terakhir pengabdiannya saat menutup usia.

Sebagai orang yang diberikan amanah penanggung jawab institusi lembaga pendidikan formal, Pak Aden dengan penuh tanggung jawab besar menahkodai dengan seluruh problematika dan dinamika yang tentu tantangannya tidak ringan.

Penuh tanggung jawab

Suatu ketika, pernah Pak Aden menyampaikan kepada saya, saat duduk-duduk di dalam ruang masjid, betapa rumit dan kompleksitas persoalan yang dihadapinya di sekolah.

Ia menyampaikan berbagai kerumitan dimana beliau mendapatkan amanah sebagai kepala sekolahnya.

Kendati dalam keadaan nampak pada kerutan wajahnya, atas problematika yang dihadapi. Namun bersamaan dengan itu juga terlihat tanggung jawabnya untuk mendapatkan solusi terbaik.

Selain itu, Pak Aden sudah sekian lama Allah mengujinya dengan penyakit. Namun bukan menjadi penghalang baginya untuk tetap melakukan aktivitas. Baik tanggung jawabnya sebagai kepala sekolah, maupun aktivitas lainnya di organisasi Hidayatullah.

Informasi dari rekannya yang satu halaqah dengan Pak Aden, bersamaan dalam kondisi sedang mengidap penyakit, Pak Aden tetap semangat dan terus berusaha untuk menghadiri aktivitas halaqah rutin sepekan sekali.

Saat Pak Aden akan menghadiri acara rapat bersama Kepala Sekolah se-Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Pelaksanaannya diadakan di SD Integral Hidayatullah Kendari.

Seperti biasa, dengan menggunakan sepeda motor maticnya menuju pertemuan tersebut. Qadarullah, Pak Aden merasa sesak nafas dan perasaannya terasa dingin.

Oleh karena itu Pak Aden memutuskan untuk mampir istirahat. Bersamaan dengan itu, lewat mobil Ustadz Amin Suharman dengan rombongan yang kebenaran juga sedang menuju ke sekolah.

Maka diajaklah Pak Aden ikut serta bersama. Setibanya di sekolah, Pak Aden mengikuti rapat.

Tepat pukul 12.00 WITA, sedang mengikuti rapat. Pak Aden mengeluhkan perasaan dingin dan nafasnya yang semakin sesak.

Akhirnya Pak Arsyad dan Pak Karim bergegas membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari. Sesampainya di rumah sakit, Pak Aden dibantu pernapasannya. Namun Pak Aden, tetap mengeluhkan akan semakin sesaknya bernafas.

Dalam kondisi sudah semakin payah, sempat Pak Arsyad meminta Pak Karim agar melafazkan istighfar dan menuntun bersyahadat. Maka serta merta Pak Karim membisikkan ke Pak Aden dan Pak Aden merespon dengan anggukan.

Pak Aden sempat berkata, “Pak Arsyad, saya semakin susah bernafas, astaghfirullah, astaghfirullah“, ucap Pak Aden.

Dan, Inna lillahi wainnailaihi raji’un.

Berlakulah ketentuan Ilahi Rabbi, Pak Aden menghembuskan nafasnya yang terakhir menghadap kepada Allah ‘Azza wajalla, pada hari Senin, 29 Rajab 1444 H bertepatan 20 Februari 2023 pada pukul 12.28 WITA.

Selamat jalan Pak Aden, semoga akhir hidup yang dilalui dalam keadaan husnul khatimah.

Semoga dosa-dosa sepanjang perjalanan hidup di dunia, Allah berkenan memberikan ampunan-Nya.

Semoga Allah memberikan rahmat-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkannya, semoga tabah dalam menghadapi ujian ini.

Dan kami seluruhnya bisa menjadikan sebagai ibrah, bahwa kematian sewaktu-waktu akan tiba, tinggal menanti giliran daftar tunggu yang sudah ditetapkan bagi setiap orang.

Dan menjadi pengingat bagi kami agar tumbuh “ghirah” dalam menyiapkan diri menuju episode tahapan perjalanan berikutnya.

*) Ust. Ahmad MS, penulis Ketua Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Sultra. Ditulis di Gouse House Hidayatullah Muna Barat, Senin 20 Februari 2023 Pukul 23.15 WITA

Rasfiuddin Sabaruddin Ketua Umum Pemuda Hidayatullah Periode 2023 – 2026

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Forum Musyawarah Nasional (Munas) VIII Pemuda Hidayatullah menetapkan Rasfiuddin Sabaruddin, S.Sy. MIRK, sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah periode 2023-2026 yang ditetapkan di Jakarta, Ahad, 28 Rajab 1444 (19/2/2023).

Dalam sambutan pengukuhannya usai dilantik oleh Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH. Dr. Nashirul Haq, MA, pria kelahiran Desa Walasiho, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, ini mengatakan tantangan Pemuda Hidayatullah kedepan tidak ringan sehingga membutuhkan kerja bersama dan berjamaah.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri sendiri sehingga kita harus bersinergi. Dan, sekarang fasilitas sudah tersedia untuk kita semakin menguatkan kerja bersama dan kerja berjamaah,” kata Rasfiuddin dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut ia pula menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada pengurus Pemuda Hidayatullah periode sebelumnya yang telah bekerja maksimal dan meninggalkan jejak jejak kebaikan. “Kita akan terus lanjutkan kebaikan ini,” katanya.

Rasfiuddin sendiri sudah berkecimpung cukup lama di Pemuda Hidayatullah, terutama saat ia menempuh pendidikan Universitas Ibn Khaldun Bogor (UIKA) dimana ia secara rutin membina sejumlah kegiatan kajian mahasiswa dan memperkenalkan pemuda Hidayatullah di lingkungan kampus berlambang kerang mutiara emas tersebut.

Sebelum menapaki tugas sebagai Ketua Umum ini, Rasfiuddin mengemban amanah sebagai Ketua Departemen Perkaderan Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta.

Suami Nurul Qalbi Tasyrif ini menuntaskan pendidikan sekolah dasar di kampung kelahirannya. Ia kemudian melanjutkan pendidikan SMP di Pondok Pesantren Hidayatullah Ulukalo, Sulawesi Utara. Setamat SMP, dia dikirim belajar keluar pulau tepatnya di SMA Hidayatullah Bontang, Kalimantan Timur.

Setelah itu, ia kembali ditugaskan belajar menempuh pendidikan D3 di Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) Ma’had Ar-Raayah Sukabumi, lalu lanjut menyelesaikan SI di UIKA Bogor dan meraih gelar Master of Islamic Revealed of Knowledge (MIRK) pada program studi pemikiran Islam di International Islamic University Malaysia (IIUM).

Lebih lanjut, dalam sambutannya, Rasfiuddin berharap terus adanya dukungan dan doa dari para senior agar dimampukan mengemban amanah memimpin Pemuda Hidayatullah.

“Bimbingan dan doa selalu diharapkan. Kami juga mengucapkan terima kasih sebesarnya kepada pengurus sebelumnya juga kepada para peserta yang penuh semangat. Berbagai usaha teman teman untuk hadir di Munas ini merupakan bentuk komitmen luar biasa,” imbuh anak muda yang sedang dalam proses menyelesaikan pendidikan doktoralnya di IIUM ini.

Forum Musyawarah Nasional VIII Pemuda Hidayatullah ini berlangsung dinamis yang berhasil menghimpun sejumlah nama sumber daya potensial lainnya yang masuk dalam tim formatur dijaring hasil dari aspirasi peserta sidang yaitu Rizky Kurnia Sah, Haniffudin Chaniago, Imam Muhammad, J. Haryanto Solin, Kamilul Khuluq, Refra Elthanimbary, dan Bustanol Arifin

Berikut struktur Pengurus Pusat (PP) Pemuda Hidayatullah Periode 2023-2026:

Ketua Umum
Rasfiuddin Sabaruddin

Sekretaris Jenderal
Bustanol Arifin

Bendahara Umum
Kamilul Khuluq

Ketua Departemen Organisaai & Pengembangan
Hanifuddin Chaniago

Ketua Departemen Dakwah & Pembinaan Anggota
Imam Muhammad

Ketua Departemen Perkaderan
J. Harianto Solin

Ketua Departemen Ristek
Refra

Ketua Departemen Ekonomi & Kewirausahaan
M. Deden Sugianto

.*/Azim, Yacong B. Halike

Pemimpin Umum Pesan Pemuda Hidayatullah Harus Cintai Indonesia

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Pemimpin Umum Hidayatullah, KH. Abdurrahman Muhammad mengungkapkan misi 50 tahun kedua Hidayatullah adalah menyongsong kemajuan Indonesia memimpin peradaban dunia. Oleh sebab itu, ia berpesan para pemuda hendaknya mencintai dan “menggendong” Indonesia.

“Cintai dan gendonglah Indonesia. Cintai, ini milik kita,” ungkapnya saat saat mengisi sesi pada sesi Taujih Rabbani dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) VIII Pemuda Hidayatullah di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah Jakarta, Ahad, 28 Rajab 1444 (19/2/2023).

Ia mengungkapkan misi 50 tahun kedua Hidayatullah adalah menyongsong kemajuan Indonesia memimpin peradaban dunia. Hal ini, terangnya, merupakan obsesi 50 tahun kedua menyongsong berjuang Indonesia maju memimpin peradaban dunia.

“Pergantian generasi demi generasi ini, berproses perjalanan ini menaik menaik dan menaik. Alhamdulillah, saya bersama sesepuh Hidayatullah bersyukur ada kesadaran ini,” ujarnya.

Ia menerangkan, semua isi dalam Pancasila terkandung makna Islam. Dengan begitu wajar Indonesia memimpin umat Islam di dunia dengan adanya peran penting para pemuda. “Pemuda itu penakluk dan penantang. Maka kita ini harus memahami keindonesiaan,” ungkapnya.

Karena itu, ia mengingatkan, tema Munas Pemuda Hidayatullah terdepan progresif dan beradab teman jangan hanya jadi embel-embal belaka dengan adanya kesungguhan membangun karakter petarung tersebut. “Bangun manusia-manusia progresif, manusia manusia bertangung jawab,” tegasnya.

Jaminan Ber-Islam dan Ber-Qur’an

Lebih jauh ia mengungkapkan, generasi yang ada hari ini harapan besar Hidayatullah. Oleh sebab itu, generasi yang diproses ini harus sadar dengan peran dan amanahnya. Lebih lanjut, prinsip dasar yang harus terpatri yakni perintah Al-Qur’an dan Sunnah.

Sebagaimana dalam Bayani 3 di Hidayatullah, Abdrurahman menegaskan, jaminan ber-Islam ber-Qur’an pasti benar dan mutlak benarnya, yang tidak pernah berubah serta sampai akhir zaman tidak pernah salah.

“Hanya saja, manusia dalam pendekatan Al-Qur’an biasa salah. Dia (manusia) yang salah, bukan Qur’an yang salah,” ungkapnya.

Beliau menambahkan, karakter pemuda kalau sudah mengikuti perintah Qur’an pasti beradab. Maka selanjutnya, pesan dia, jangan membanding-bandingkan bahwa ada orang hebat secara intelektual dan membaca ayat Iqra (Al-Qur’an) tidak terlalu intelektual.

“Iqra itu super intelektual,” tegasnya lagi seraya mengimbuhkan ilmu manusia itu melakukan perubahan-perubahan memberi nilai manfaat. Maka Pemuda harus bermanfaat dan baik, sebab orang beriman pasti bermanfaat juga baik.

“Apa yang dilakukan orang Islam dan orang beriman itu pasti baik. Lakukan saja yang diperintahkan (Al-Qur’an) Allah, disitu ada banyak kekuatan dan kekayaan,” jelasnya.*/Azim Arrasyid, Yacong B. Halike

PP Pemuda Hidayatullah Luncurkan Buku Songsong 2045

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Indonesia akan memasuki 1 abad kemerdekaan pada 2045. Karena itu, Ketua Umum Pemuda Hidayatullah, Imam Nawawi mewanti-wanti para kadernya untuk siap menyongsong tahun itu. Pemuda harus berperan aktif, terus menerus diskusi dan melakukan pembaharuan.

“Dalam sebuah diskusi dikatakan pemateri bahwa Pemuda Hidayatullah harus mampu memberikan kader-kadernya untuk bangsa dan memajukan umat Islam. Sesuatu yang kita upayakan, kita bicarakan dan secara konsisten kita kerjakan,”ujar Imam dalam sambutan di Munas VIII Pemuda Hidayatullah di Jakarta, Jumat 17 Februari 2023.

Dalam memperkuat itu, Pemuda Hidayatullah di periode 2020-2023 menerbitkan satu buku pedoman untuk bekal kader menyambut tahun tersebut. “Kita beri judul Pemuda Menuju 2045 dengan judul kecil Pemuda Hidayatullah Songsong Indonesia Emas,” ungkap Imam.

Memantik semangat pemuda hari ini, ia mengatakan tidak peduli pemuda hari ini seperti apa, tidak peduli tantangannya bagaimana, Tapi sejauh manhaj dan jatidiri Hidayatullah itu tertaman kuat dan cinta serta menjadi pengangan hari kemenangan itu tinggal menunggu waktunya. “Insyaallah janji Allah itu akan datang,” tukasnya.

Seperti yang selalu disampaikan oleh senior Hidayatullah, Dr. Abdul Mannan dalam surat Al-Ankabut ayat 69. “Bahwa siapa yang bersungguh-sungguh menuju jalan kami, pasti Allah akan berikan pertolongan,” nukil Imam.

Imam bersyukur, sebab sudah ada 15 penulis yang eksis di kalangan Pemuda. Ia bertekad jumlah ideal yakni satu kota/kabupaten satu penulis.

“Ini program yang harus terus ditingkatkan. Kenapa demikian, karena media ini adalah legecy dari pendiri Allahuyarham Abdullah Said yang harus kita perjuangkan,” katanya penuh semangat.

Hari ini dengan sistem online, dan digital mengharuskan setiap wilayah, daerah memiliki kontriubutor ataupun reporter yang itu mestinya datang dari Pemuda Hidayatullah.

“Dengan keterlibatan banyak penulis, media Hidayatullah dapat menjadi rujukan umat Islam dalam mengakses informasi dan kebenaran,” tandas Imam.*/Azim Arrasyid

Sukses RAT Perdana, KSPPS BTH Dapat Apresiasi Bintang Lima

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Setelah tutup buku tahun 2022, Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Baitut Tamwil Hidayatullah (KSPPS BTH) atau yang lebih dikenal dengan BTH telah sukses menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) perdana secara online pada hari Sabtu, 26 Rajab 1444 (17/2/2023). 

RAT merupakan forum tertinggi di BTH dimana pengurus, pengawas dan DPS memaparkan laporan pertanggungjawaban dan kinerjanya kepada anggota. Hadir dalam acara RAT tersebut para anggota, pengurus, pengawas dan dewan pengawas syariah BTH. 

Selain itu juga hadir memberi sambutan Ketua Umum DPP Hidayatullah KH. DR.Nashirul Haq, Lc, MA dan Nasrun Siagian, S.Sos. MAB, Asisten Deputi Pengembangan SDM Perkoperasian dan Jabatan Fungsional Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.

Dalam sambutannya Saiful Anwar selaku ketua menyampaikan bahwa BTH sedang berada pada fase peletakan fondasi pertumbuhan atau perintisan, telah menuntaskan serangkaian proses mulai pembentukan tim pendirian, penjaringan anggota, penghimpunan modal, dan pengurusan legalitas hingga membuka kantor layanan. 

“Kami sampaikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada segenap stakeholder baik Kementerian Koperasi, DPP Hidayatullah maupun anggota atas dukungan dan partisipasi aktifnya di awal pendirian BTH,” kata Anwar.

Sementara itu Ketua Umum DPP Hidayatullah Nashirul Haq dalam sambutannya mengaku sangat antusias mengikuti RAT BTH meski di sela kegiatan yang sangat padat. 

Ia juga mengapresiasi peran dan kontribusi para pengurus dan seluruh pihak yang telah sukses menghadirkan BTH di lingkungan Hidayatullah. 

“Karena itu BTH sebagai lembaga keuangan syariah harus tumbuh berkembang besar, dikelola secara profetik dan profesional, Amanah dan menjaga akuntabilitas. Bahkan kedepan harus juga diwujudkan Bank Syariah Hidayatullah,” harapnya menegaskan. 

Diketahui BTH yang baru berdiri pada tahun 2021, kini telah memiliki 615 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. Per Desember 2022 BTH telah membukukan aset sebesar 5,3M dengan jumlah modal sendiri sebesar 926 juta dan dana simpanan anggota sebesar 4,2M. 

Pada aspek pembiayaan BTH telah membukukan outstanding pembiayaan sebesar 4,3M. Sedangkan pada aspek rasio keuangan tercatat ROA di angka 3,49%, ROE 19,95%, CAR 17,74%, FDR 102,80%, NPF 0,07% dan BOPO diangka 69,75%. Ini merupakan pencapaian yang sangat baik dan kabar gembira bagi segenap anggota. Selain kinerja 2022, forum RAT juga membahas program kerja dan target pertumbuhan pada tahun 2023. 

Firman ZA sebagai bendahara BTH memaparkan bahwa pada aspek keuangan, BTH menargetkan pertumbuhan aset menjadi 11,7M dengan komposisi modal sendiri 1,1M,  simpanan anggota sebesar 8,6M dan outstanding pembiayaan ditargetkan menjadi 9,7M. 

“Hal ini diupayakan dengan strategi penambahan jumlah pegawai, penambahan anggota dan jaringan kantor layanan,” kata Firman.

RAT diakhiri dengan pengarahan dari Nasrun Siagian selaku Asisten Deputi Pengembangan SDM Perkoperasian dan Jabatan Fungsional Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Nasrun menyampaikan bahwa pemerintah sangat mendorong pengembangan koperasi di Indonesia dengan berbagai kebijakan dan regulasi. 

“Hal ini dimaksudkan agar koperasi dapat bertumbuh sehat dan kuat,” katanya. 

Selain itu, setelah membaca laporan dan mencermati proses RAT dari awal hingga akhir, Nasrun merasa bahwa BTH merupakan cikal bakal lembaga yang akan bertumbuh besar.

Menurutnya, meski baru RAT perdana sudah bisa dilihat bahwa BTH ini dikelola oleh orang orang hebat, laporannya bagus, dan pengurusnya professional. 

“RAT sudah memenuhi semua ketentuan yang berlaku. Kalau boleh saya kasih apresiasi bintang, RAT KSPPS BTH ini saya kasih bintang lima,” tandasnya.*/Yacong B. Halike

KH Nashirul Haq Buka Munas VIII Pemuda Hidayatullah

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Ketua Umum Hidayatullah, KH. Nashirul Haq membuka Musyawarah Nasional (Munas) VIII Pemuda Hidayatullah di Jakarta pada Jumat, 17 Februari 2023. Munas ini mengambil tema “Kokohkan Karakter Pemuda Progresif Beradab Untuk Indonesia Bermartabat 2045.”

Dalam sambutan itu, Ust Nashirul mengemukakan bagaimana kita mengambil spirit dari para pemuda hebat yang kisahnya diabadikan dalam Al-Qur’an. Ia menyebutkan, paling tidak ada empat keperibadian utama yang harus dimiliki pemuda.

“Pertama adalah teguh memegang keyakinan. Pemuda Ashabul Kahfi rela meninggalkan segala-galanya. Untuk mempertahankan keimanannya,” kata Ust Nashirul Haq sambil mengutip sebuah ayat.

Kedua, kata beliau memiliki keberanian untuk melakukan perlawanan terhadap penyelewengan dalam bentuk penyembahan. Itu dilakukan oleh nabi Ibrahim.

Kemudian, Ketiga, pemuda itu memiliki idealisme. Dan siap bertahan meski ditawarkan berbagai macam penawaran. Jika tidak sesuai syariat tidak ada kompromi. Itu Nabi Yusuf. Keempat, Pemuda itu sangat produktif, karena masih kuat fisiknya dalam segala hal.

Pemuda Progresif dan Beradab

Sementara berkaitan dengan tema Munas, Ust Nashirul menjelaskan bahwa karakter itu terbagi dua. Ada yang sifatnya moral itulah beradab, ada karakter yang sifatnya kerja, itulah profesional. “Itu harus keduanya berjalan tidak bisa hanya salah satu,”ujarnya.

Menurut beliau membangun profesionalitas itu lebih mudah dari pada membangun karakter. Kalau profesionalitas itu bisa dilatih dalam waktu yang tidak singkat kalau intens Insyaallah bisa. Tapi yang namanya karakter itu susah.

“Kalau sejak kecil udah malas, itu akan terbawa tidak disiplin, apalagi kalau sudah punya karakter curang,”jelasnya.

Adapun konteks hari ini kerja cerdas itulah yang harus lebih dominan. Bagaimana bisa melakukan inovasi dan kreativitas. Menyelesaikan berbagai agenda-agenda yang memang dibutukan oleh zaman.

“Kerja keras itu tidak lagi identik dengan cangkul. Tapi bagaimana dia bekerja dengan seluruh potensi yang diamanahkan kepadanya,”tuturnya.

Ustadz Nashirul pun turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus pusat Pemuda Hidayatullah periode 2020-2023. Yang sudah bersungguh-sungguh bekerja dan pengorbanannya untuk memajukan Pemuda.

Sementara dalam laporan singkatnya, Ketua Umum Pemuda Hidayatullah Periode 2020-2023, Imam Nawawi melaporkan beberapa pencapaian selama menjabat. Adanya peningkatan dari yang sebelumnya 36 persen menjadi 95 persen dalam hal kesekertariatan, surat menyurat. Dari Kepengurusan Pemuda yang periode sebelumnya hanya 7 wilayah menjadi 30 wilayah. Ada 160 Daerah yang sudah tersebar.

Hadir dalam pembukaan Munas Pemuda, jajaran pengurus DPP Hidayatullah, Dewan Murobbi, hingga Dewan Muzakaroh Hidayatullah. Adapun kegiatan akan terlaksana selama 3 hari ke depan. Di hari terakhir Munas akan menentukan Ketua Umum baru periode 2023-2026.*/Azim Arrasyid

Inilah 4 Kepribadian Utama harus Dimiliki Pemuda Hidayatullah

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Ketua Umum Hidayatullah, KH. Nashirul Haq membuka Musyawarah Nasional (Munas) VIII Pemuda Hidayatullah di Jakarta pada Jumat, 17 Februari 2023. Munas ini mengambil tema “Kokohkan Karakter Pemuda Progresif Beradab Untuk Indonesia Bermartabat 2045.”

Dalam sambutan itu, Ust Nashirul mengemukakan bagaimana kita mengambil spirit dari para pemuda hebat yang kisahnya diabadikan dalam Al-Qur’an. Ia menyebutkan, paling tidak ada empat keperibadian utama yang harus dimiliki pemuda.

“Pertama adalah teguh memegang keyakinan. Pemuda Ashabul Kahfi rela meninggalkan segala-galanya. Untuk mempertahankan keimanannya,” kata Ust Nashirul Haq sambil mengutip sebuah ayat.

Kedua, kata beliau memiliki keberanian untuk melakukan perlawanan terhadap penyelewengan dalam bentuk penyembahan. Itu dilakukan oleh nabi Ibrahim.

Kemudian, Ketiga, pemuda itu memiliki idealisme. Dan siap bertahan meski ditawarkan berbagai macam penawaran. Jika tidak sesuai syariat tidak ada kompromi. Itu Nabi Yusuf. Keempat, Pemuda itu sangat produktif, karena masih kuat fisiknya dalam segala hal.

Pemuda Progresif dan Beradab

Sementara berkaitan dengan tema Munas, Ust Nashirul menjelaskan bahwa karakter itu terbagi dua. Ada yang sifatnya moral itulah beradab, ada karakter yang sifatnya kerja, itulah profesional. “Itu harus keduanya berjalan tidak bisa hanya salah satu,”ujarnya.

Menurut beliau membangun profesionalitas itu lebih mudah dari pada membangun karakter. Kalau profesionalitas itu bisa dilatih dalam waktu yang tidak singkat kalau intens Insyaallah bisa. Tapi yang namanya karakter itu susah.

“Kalau sejak kecil udah malas, itu akan terbawa tidak disiplin, apalagi kalau sudah punya karakter curang,”jelasnya.

Adapun konteks hari ini kerja cerdas itulah yang harus lebih dominan. Bagaimana bisa melakukan inovasi dan kreativitas. Menyelesaikan berbagai agenda-agenda yang memang dibutukan oleh zaman.

“Kerja keras itu tidak lagi identik dengan cangkul. Tapi bagaimana dia bekerja dengan seluruh potensi yang diamanahkan kepadanya,”tuturnya.

Ustadz Nashirul pun turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus pusat Pemuda Hidayatullah periode 2020-2023. Yang sudah bersungguh-sungguh bekerja dan pengorbanannya untuk memajukan Pemuda.

Sementara dalam laporan singkatnya, Ketua Umum Pemuda Hidayatullah Periode 2020-2023, Imam Nawawi melaporkan beberapa pencapaian selama menjabat. Adanya peningkatan dari yang sebelumnya 36 persen menjadi 95 persen dalam hal kesekertariatan, surat menyurat. Dari Kepengurusan Pemuda yang periode sebelumnya hanya 7 wilayah menjadi 30 wilayah. Ada 160 Daerah yang sudah tersebar.

Hadir dalam pembukaan Munas Pemuda, jajaran pengurus DPP Hidayatullah, Dewan Murobbi, hingga Dewan Muzakaroh Hidayatullah. Adapun kegiatan akan terlaksana selama 3 hari ke depan. Di hari terakhir Munas akan menentukan Ketua Umum baru periode 2023-2026.*/Azim Arrasyid, Yacong B. Halike

Bupati Ony Anwar Sambut Ceria Anak KBTK Yaa Bunayya Hidayatullah Ngawi

NGAWI (Hidayatullah.or.id) — Bupati Kabupaten Ngawi H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H, menyambut penuh kecerian studi rekreatif anak anak cilik siswa KBTK Yaa Bunayya Hidayatullah Ngawi di Kantor Bupati, Jl. Teuku Umar No.12, Kluncing, Ketanggi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu, 24 Rajab 1444 (15/2/2023).

Pagi hari itu, puluhan siswa-siswi KBTK Yaa Bunayya Hidayatullah Ngawi mengadakan acara study rekreatif ke kantor Bupati Ngawi. Anak-anak dengan didampingi para guru dan wali murid berkesempatan bertemu langsung dengan Bapak Bupati beserta Ibu.

Humble dan ramah anak. Itulah kesan pertama yang ditangkap dari sosok Ony Anwar Harsono, Bupati kabupaten Ngawi saat menerima kunjungan dari siswa-siswi KB TK Yaa Bunayya Ngawi.

“Kegiatan ini sebagai puncak tema profesi yang bertujuan mengenalkan anak anak tentang profesi bupati sekaligus agar anak mengetahui siapa pemimpin daerahnya sehingga timbul motivasi untuk lebih rajin belajar agar kelak bisa menjadi pemimpin masa depan,” kata Kepala Sekolah KBTK Yaa Bunayya Hidayatullah Ngawi Siti Umayah.

Dalam kegiatan yang berlangsung hampir 1,5 jam , dengan telaten dan sabar, Bupati dan Ibu memandu langsung anak anak berkeliling di area kantor. Bahkan anak-anak diijinkan masuk ke ruang kerjanya dan mencoba duduk di kursi kerja Bupati.

Selain itu, Bupati yang akrab disapa Mas Ony, juga mengenalkan tentang Pendopo Kabupaten. Kemudian ia juga mengenalkan sosok para pemimpin daerah Ngawi sebelumnya melalui foto-foto para Bupati terdahulu yang terpasang rapi.

Di akhir acara Bupati berpesan kepada anak-anak agar selalu rajin belajar, membantu orang tua, berakhlak mulia agar kelak bisa menjadi pemimpin berikutnya.

Kebahagiaan terpancar di wajah anak-anak ketika Ibu Ana Ony memberikan hadiah goodie bag kepada semua anak saat mereka berpamitan pulang.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin bagi lembaga kami,” pungkas Dewi Winarni, salah seorang ustadzah TKBTK Yaa Bunayya Hidayatullah Ngawi selaku penanggung jawab kegiatan ini.*/Galih Pratama Yoga

DPP Hidayatullah Anjangsana Silaturrahim ke Ar-Raayah Sukabumi

SUKABUMI (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah melakukan anjangsana silaturrahim ke Ma’had Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) Ar-Raayah, Jl. Perintis Kemerdekaan, Kampung Cimenteng, Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu, 24 Rajab 1444 (15/2/2023).

Dalam kunjungan silaturrahim ini, rombongan DPP Hidayatullah diwakili oleh Wakil Sekretaris Jenderal Ust. Abdul Ghofar Hadi, Ketua Departemen Sumber Daya Insani (SDI) Ust. Muhammad Arfan AU, Ketua Departemen Rekrutmen dan Pembinaan Anggota Ust. Iwan Abdullah, turut dibersamai juga oleh pengurus Hidayatullah Institute, Ada Syariful Allam, dan Direktur Pesmadai Ahmad Muzakky.

Kedatangan rombongan disambut langsung dengan penuh kehangatan di kantornya oleh Direktur STIBA Ar Raayah DR. H. Syirojul Husa Ma’mun, Lc., M. Ag dan sekretarisnya, Ust. Abdul Halim Muhammad, S.Pd., M.Pd.

Kunjungan Pengurus DPP Hidayatullah ke Ma’had Ar Raayah Sukabumi bertujuan untuk menguatkan jalinan silaturahim sekaligus sharing program dalam pembinaan santri-santri Hidayatullah yang belajar di STIBA Ar Raayah.

Pada kesempatan tersebut, rombongan juga berkesempatan menyapa para mahasiswa dan santri-santri Hidayatullah yang belajar di Ar Raayah yang digelar usai shalat Ashar dengan peserta 54 santri dari berbagai daerah dan santri putri juga berjumlah 30 yang mengikuti pertemuan melalui zoom meeting.

Dalam kesempatan menyapa mahasiswa tersebut, Muhammad Arfan memaparkan informasi perkembangan Hidayatullah. Kemudian ditambahkan Abdul Ghofar yang menguatkan idealisme sebagai orang beriman dan Iwan Abdullah menyampaikan kebutuhan SDI untuk pengembangan dakwah ke depan yang dilanjutkan dialog.

Dalam dialog, santri santri putri Hidayatullah berharap dari pengurus Muslimat Hidayatullah juga bisa silaturahim ke Ar Raayah untuk melakukan pembinaan langsung ke mereka. Adapun dari santri-santri putra, berharap para ustadz atau pengurus DPP Hidayatullah bisa secara rutin menyapa dan membina.

“Banyak informasi dan inspirasi dari sharing selama dua jam hingga shalat dhuhur. Mulai dari suka duka sejarah, sistem pendidikan, kurikulum, program pengembangan dan kiprah alumni,” kata Abdul Ghofar tentang pertemuan tersebut.

Sementara itu, Direktur STIBA Ar Raayah DR. H. Syirojul Husa Ma’mun menyebutkan saat ini Ar Raayah memiliki dua prodi yaitu Pendidikan Bahasa Arab dan Komunikasi Penyiaran. “Kami juga menyiapkan seratus beasiswa bagi mahasiswa hafidz 30 juz dan mahasiswa berprestasi,” katanya.

Ia menambahkan, ada kesamaan pemahaman untuk melahirkan sumber daya insani muslim yang berkualitas untuk mendidik umat dengan dakwah dan pendidikan. Di samping itu, masyarakat merindukan pendidik atau ustadz muda yang memiliki kompetensi diniyyah untuk mendidik putra-putri mereka. (ybh/hio)