Beranda blog Halaman 313

Rakerdagab Kepton, Ketua DPRD Baubau Apresiasi Kiprah Hidayatullah Berbagai Bidang

0

BAUBAU (Hidayatullah.or.id) — Sejumlah daerah di Kepulauan Buton (Kepton) meliputi DPD Hidayatullah Baubau, Buton, Buton Selatan, dan Wakatobi melaksanakan Rapat Kerja Daerah Gabungan (Rakerdagab) Hidayatullah Provinsi Sulawesi Tenggara, Sabtu, 6 Rajab 1444 H (28/1/2023).

Rakerdagab zona 5 yang dilaksanakan di Aula SD Integral Hidayatullah Baubau ini dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Kota Baubau.

Menyambut gelaran tersebut, Ketua DPRD Kota Baubau H. Zahari, S.E. mengapresiasi kiprah Hidayatullah di berbagai bidang. Menurutnya, geraka Hidayatullah sangat dinamis dan berkembang pesat di seluruh Indonesia. Hal ini ia dapatkan melalui literatur yang setiap bulan ia terima dengan berlangganan Majalah Suara Hidayatullah dan interaksi secara langsung dengan para dai Hidayatullah.

“Bukan hanya di bidang pendidikan, tapi ternyata Hidayatullah bergerak di segala bidang, ada pendidikan, dakwah, sosial, usaha ekonomi, kemudian ada pertanian, dll. Jadi serba kompleks apa yang dilakukan oleh Hidayatullah. Inilah yang perlu kita support,” pesannya.

Dia berharap dengan adanya lembaga seperti Hidayatullah ini menjadi salah satu lembaga yang bisa menggugah generasi-generasi muda yang ada di Kepulauan Buton.

“Harapan saya, Hidayatullah semakin eksis, semakin besar, dan Hidayatullah sangat berperan penting mengawal pembangunan yang ada di Kota Baubau khususnya pendidikan buat generasi muda untuk menyambut tahun keemasan Republik Indonesia di tahun 2045 nanti,” tutupnya yang membuka secara resmi helatan tahunan Hidayatullah ini seraya mengucap ‘Bismillahirrahmanirrahim’.

Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Tenggara (Sultra), Ust. Ahmad Syahroni, S.H.I., S.Pd.I. dalam sambutan sebelumnya mengungkapkan, bahwa Hidayatullah telah hadir di 17 kabupaten/kota se-Sultra dengan 29 kampus pesantren yang menjadi konsen program bagaimana menguatkan tarbiyah dengan lahirnya kampus-kampus pendidikan dan dakwah.

“Insya Allah di Rakerdagab di Kepulauan Buton ini mudah-mudahan membawa arah kebaikan bagi para dai untuk bersamasama memiliki spirit kebersamaan. Bersama semuanya kita berkolaborasi dan bersinergi untuk menghadirkan kebaikan-kebaikan dimanapun berada,” kata Syahroni.

Pembukaan Rakerdagab Hidayatullah Kepton sendiri bertema “Konsolidasi Jatidiri, Wawasan, dan Organisasi Menuju Terwujudnya Standardisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik” serta turut dihadiri Ketua DMW Hidayatullah Sultra Ust. Ahmad MS., Kadept. Perkaderan DPW Hidayatullah Sultra Ust. Ghiro Amrullah, S.Sos.I.

Hadir pula Kapolres Baubau diwakilkan KBO Satbinmas Polres Baubau Ipda Laede, PW Mushida Sultra, PD Mushida Baubau, Posdai Hidayatullah Kepton, Pemuda Hidayatullah, Mitra Zakat Hidayatullah, dan sejumlah warga pesantren.*/Noer Akbar

Gembiranya para Orangtua dengan Diadakannya Khitan Massal Gratis IMS dan MTT

BOGOR (Hidayatullah.or.id) — Lembaga layanan sosial kesehatan masyarakat Islamic Medical Service (IMS) bersama Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) kembali menggelar kegiatan khitan massal secara gratis yang bertempat di Komplek Sentraland Boulevard Blok J 17 No. 25, Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 6 Rajab 1444 (28/1/2023).

Ada sebanyak 50 peserta khitan yang menjadi penerima manfaat dari kegiatan ini. Kegiatan amal bakti ini mendapat sambutan penuh antusias dari para orangtua yang menyertakan anak anaknya dalam program khitan gratis ini.

Pak Ujang, salah seorang kakek yang cucunya ikut dikhitan, mengaku amat senang dengan adanya kegiatan ini sebab ia dapat mengkhitan cucunya tanpa harus mengeluarkan biaya. Sebagai warga pra sejahtera, ia mengaku bersyukur dengan kegiatan yang sangat membantu tersebut.

“Saya banyak mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada IMS, MTT Majelis Telkomsel Taqwa atas berlangsungnya khitan cucu saya,” kata kakek dari Rafa ini.

Mewakili orangtua lainnya yang berada di lokasi, Pak Ujang menyampaikan ucapkan terima kasih rasa gembira yang mendalam atas diadakannya kegiatan tersebut. “Mudah mudahan terus akan dilanjutkan untuk menolong orang-orang yang kurang mampu,” tuturnya sambil menahan tangis dan menengadahkan tangannya untuk berdoa.

Wujud kepedulian

Kegiatan ini dimulai dari pukul 07.00 WIB hingga selesai. Antusiasme peserta ditandai dengan kedatangan mereka ke tempat acara sejak dari pukul 06.00 pagi. Peserta khitan langsung didampingi oleh orang tua atau walinya masing masing.

Dalam prosesinya, para peserta dipanggil secara berurutan sesuai dengan waktu kedatangan dan langsung diarahkan ke ruang tindakan. Berbagai macam ekpresi ditampakan oleh mereka. Ada yang sudah benar benar siap untuk dikhitan, namun tak sedikit yang masih takut, menangis, memilih menutup mata saat proses khitan dimulai.

Direktur IMS Imran Faizin mengatakan, program khitan gratis sinergi IMS dan MTT ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian lembaga terhadap kesehatan masyarakat. “Selain itu, sebagai bentuk syiar ajaran Islam dan menjalankan syariatnya,” kata Imran.

Imran menyebutkan, tim medis yang ditugaskan terdiri dari 2 orang dokter, 2 bidan, dan 3 perawat. Setelah proses khitan selesai dilaksanakan, para penerima manfaat diberikan santunan berupa uang tunai.

Orang tua wali yang ikut hadir mendampingi peserta khitan mengucapkan terima kasih dengan adanya kegiatan khitan massal gratis ini. Menurut mereka, kegiatan ini sudah sangat membantu anak dan cucu mereka yang kurang mampu.

Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan menghadirkan senyum kebahagiaan kepada penerima manfaat. Imran berharap, semoga IMS dapat memberikan manfaat yang lebih besar lagi untuk masyarakat di seluruh penjuru Indonesia.

“Kita akan terus berupaya memberikan manfaat dengan bersinergi bersama lembaga lembaga lainnya, salah satunya Majelis Telkomsel Taqwa yang sudah menjadi sponsor utama untuk kegiatan ini,” tandas Imran.*/Yacong B. Halike

Kiprah Hidayatullah Perekat Persatuan bagi Keragaman Bangsa

0

KEEROM (Hidayatullah.or.id) — Ketua Departemen Hukum dan Advokasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr. Dudung A. Abdullah, mengatakan keberadaan dan kiprah Hidayatullah dimanapun berada termasuk di Papua selalu mendaraskan gerakannya pada upaya penguatan ukhuwah Islamiyah dan persatuan bangsa dengan segala keragamannya.

Insya Allah, Hidayatullah dimanapun akan menjadi perekat bagi elemen bangsa yang beraneka warna budaya dan corak adat istiadat,” kata Dudung dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Papua di Hotel Arso Grande, Jln Yuwanaim, Kecamatan Arso, Kabupaten Keerom, Papua, Sabtu, 6 Rajab 1444 (28/1/2023).

Dudung menyampaikan, Hidayatullah sebagai sebuah ormas yang ada di Indonesia selama ini sudah bersinergi dengan berbagai elemen umat termasuk dengan pemerintah.

“Dimanapun Hidayatullah berada, termasuk di Papua, nilai sinergitas dan penguatan persatuan umat selalu menjadi perhatian,” katanya.

Hidayatullah, lanjut Dudung, tidak saja ingin meluaskan dakwah dan khidmat keumatan ke penjuru Nusantara, melainkan juga diharapkan dapat menjangkau masyarakat di berbagai penjuru dunia sehingga umat semakin tercerahkan dengan ajaran luhur Islam yang rahmatan lil ‘aalamiin.

Ia menyebutkan, dalam skala nasional Hidayatullah kini sudah hadir di 34 provinsi dan sekarang sedang menyiapkan kepengurusan baru untuk empat provinsi baru yang kebetulan berada di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

Sementara itu, KH. Muallimin Amin, Sos.I selaku ketua DPW Hidayatullah Papua menyampaikan ucapan terima kasih atas support dari Pemda Provinsi Papua selama ini untuk mendukung khidmatnya di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial.

Pada kesempatan itu, Muallimin juga melaporkan perkembangan berbagai kinerja DPW Hidayatullah Papua, satu diantaranya capaian Sekolah Sepakbola (SSB) Hidayatullah Jayapura dimana pada tahun lalu sukses mewakili Provinsi Papua dalam Liga Santri nasional yang diselenggarakan di Bandung.

“Alhamdulillah di Liga Santri, tim Hidayatullah Papua tembus hingga babak 16 besar tingkat nasional,” kata Muallimin yang pada kesempatan itu juga mengapresiasi kepelatihan tangan dingin legenda sepakbola nasional Elie Aiboy yang menukangi Sekolah Sepakbola (SSB) Hidayatullah Jayapura.

Muallimin menerangkan, Rakerwil ini selain sebagai kegiatan evaluasi juga untuk menderivasi program kerja nasional. Dia mengatakan, hasil Rakernas dan kesepakatan Rakernas yang dilakukan di Jakarta pada Desember 2022 lalu menjadi acuan penyusunan program di seluruh wilayah termasuk di Papua.

Peserta Rakerwil yang hadir adalah pendamping dari DPP Hidayatullah, unsur DMW, pengurus DPW, organisasi pendukung tingkat DPW, amal usaha tingkat DPW, utusan kampus utama dan utusan DPD se Papua berjumlah 100 orang.

Peresmian Rakerwil Hidayatullah Papua itu ditandai dengan pemukulan tifa, alat musik tradisional Papua, oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Sekda Provinsi Papua Doren Wakerkwa, SH, MH, mewakili Plh Gubernur Papua, DR. M Ridwan Rumasukun, SE, MM, bersama Ketua Departemen Hukum dan Advokasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, DR. Dudung A. Abdullah, SH, MH, Ketua DPW Hidayatullah Papua KH. Muallimin Amin, Sos.I, Ketua Dewan Murabbi Wilayah Papua KH. Sudirman Yambal, dan sejumlah jajaran pengurus.

Hadi pula pada kesempatan itu peserta unsur 29 DPD, unsur organisasi pendukung, unsur badan/ amal usaha Hidayatullah se-Papua, dan hadir pula bintang tamu legenda sepakbola nasional Elie Aiboy yang juga merupakan pelatih Sekolah Sepakbola (SSB) Hidayatullah Jayapura, serta undangan dari Kemenag, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, dan tokoh masyarakat setempat.*/Yacong B. Halike

Buka Rapat Kerja Wilayah Papua, Pemerintah Provinsi Apresiasi Kiprah Hidayatullah

KEEROM (Hidayatullah.or.id) — Asisten I Bidang Pemerintahan Sekda Provinsi Papua Doren Wakerkwa, SH, MH, mewakili Plh Gubernur Papua, DR. M Ridwan Rumasukun, SE, MM, mengapresiasi kiprah Hidayatullah di Provinsi Papua saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Papua.

“Pemerintah Provinsi memberikan apresiasi atas kiprah ormas Hidayatullah di Papua khususnya. Program programnya dalam bidang pendidikan dan sosial sangat dirasakan oleh masyarakat. Ini program sinergis dan strategis dengan Pemda yang sangat positif,” kata Doren Wakerwa saat membuka Rakerwil Hidayatullah Papua di Hotel Arso Grande, Jln Yuwanaim, Kecamatan Arso, Kabupaten Keerom, Papua, Sabtu, 6 Rajab 1444 (28/1/2023).

Pada kesempatan itu, Doren Wakerkwa juga mendorong Hidayatullah untuk terus membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah, termasuk jika Hidayatullah memiliki program yang sulit direalisasikan.

“Silakan bicarakan dengan Pemda Provinsi, pasti ada solusi dan sinergi saling bantu. Pokoknya, jika program untuk Tuhan, tidak boleh minder dan takut,” katanya.

Dalam pada itu, Doren Wakerkwa yang membacakan sambutan tertulis Plh Gubernur Papua, DR. M Ridwan Rumasukun, SE, MM, mengharapkan Hidayatullah Papua terus mengembangkan diri baik dari sektor ekonomi, media, termasuk sektor pendidikan guna membantu pemerintah dalam mencerdaskan bangsa melalui pondok pondok pesantren, termasuk yang ada di Kabupaten Keerom telah berdiri lembaga pendidikan atau sekolah tingkat SD.

“Saya atas nama Pemerintah Provinsi Papua mengapresiasi keberadaan organisasi yang ada di Papua yang merupakan wadah untuk saling mempererat silarurrahim dan Tanah Papua. Dengan organisasi ini dapat mendukung dan mensukseskan program program yang akan dilakukan oleh Pemerintah Papua,” katanya.

Seraya itu, Pemprov juga mengharapkan semoga Rakerwil Hidayatullah kali ini dapat melahirkan program program yang dapat menjadi acuan dasar dalam 5 tahun kedepan kepengurusan Hidayatullah Provinsi Papua, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua Selatan.

“Semoga akan banyak lahir kegiatan kegiatan positif lainnya yang dapat dilakukan dan dapat memotivasi dan memberikan kontribusi nyata untuk kita semua,” tandasnya.

Peresmian Rakerwil Hidayatullah Papua itu ditandai dengan pemukulan tifa, alat musik tradisional Papua, oleh Doren Wakerkwa bersama Ketua Departemen Hukum dan Advokasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, DR. Dudung A. Abdullah, SH, MH, Ketua DPW Hidayatullah Papua KH. Muallimin Amin, Sos.I, Ketua Dewan Murabbi Wilayah Papua KH. Sudirman Yambal, dan sejumlah jajaran pengurus.

Hadi pula pada kesempatan itu peserta unsur 29 DPD, unsur organisasi pendukung, unsur badan/ amal usaha Hidayatullah se-Papua, dan hadir pula bintang tamu legenda sepakbola nasional Elie Aiboy yang juga merupakan pelatih Sekolah Sepakbola (SSB) Hidayatullah Jayapura, serta undangan dari Kemenag, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, dan tokoh masyarakat setempat.*/Yacong B. Halike

“Para Penghina Islam Inilah Teroris yang Sesungguhnya”

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Aksi membakar al-Qur’an yang dilakukan salah seorang warga asal Denmark yang tinggal dan berkewarganegaraan Swedia beberapa waktu lalu, menurut Ketua Umum DPP Hidayatullah, Dr. Nashirul Haq, adalah bukti betapa frustasi mereka kepada Islam.

“Mereka tak punya cara lain untuk menghentikan berkembangnya Islam selain lewat tindakan pengecut seperti itu,” jelas Nashirul ketika dihubungi di Jakarta, Jumat sore, 5 Rajab 1444 H (27/1/2023).

Islam ini, kata Nashirul lagi, adalah agama yang haq karena berasal dari wahyu Tuhan. Sejak zaman dahulu kala hingga sekarang tak ada satu pun manusia yang bisa membantah kebenarannya, termasuk para pembenci Islam seperti orang yang membakar al-Qur’an di Swedia tersebut.

Mereka juga tak berani mengajak debat para ulama karena tahu bakal kalah. Mereka tak bisa menyingkirkan Islam lewat cara-cara intelektual. Satu-satunya yang bisa mereka lakukan lewat cara-cara pengecut seperti menghina kitab suci Islam atau menghina Rasulullah SAW sambil berlindung di bawah undang-undang negaranya sendiri.

“Para penghina Islam inilah teroris yang sesungguhnya,” jelas Nashirul lagi.

Namun, umat Islam tentu tak boleh berdiam diri dengan penghinaan ini. Umat Islam harus menunjukkan pembelaan manakala agamanya dihina. Ini akan menjadi bukti kecintaan kita kepada Allah yang menurunkan agama yang haq ini, juga kecintaan kita kepada Rasulullah SAW yang menjadi perantara turunnya Kalam ilahi.

Hanya saja, aksi pengecut seperti mereka tak boleh kita balas dengan aksi pengecut pula seperti tindakan anarkhis. Sebab, jelas Nashirul, ini akan merugikan umat Islam itu sendiri.

Di sisi lain, umat Islam di Indonesia sulit sekali menghentikan secara langsung aksi penghinaan yang mereka lakukan di negara-negara yang menjunjung tinggi kebablasan berekpresi seperti Swedia. Sebab, mereka dilindungi oleh undang-undang negara mereka.

Yang bisa kita lakukan saat ini, jelas Nashirul, adalah mendesak pemerintah Indonesia agar memutuskan hubungan diplomatik dengan pemerintah Swedia sampai mereka meminta maaf secara resmi kepada seluruh umat Islam atas perlakuan salah seorang warganya.

Selain itu, kata Nashirul, kita juga bisa memboikot semua produk Swedia; tidak membelinya, menjualnya, apalagi mengonsumsinya.

Jika gerakan ini masif, apalagi bila meluas ke seluruh dunia, maka Swedia atau negara-negara lain yang juga memuja kebebasan berekspesi, akan berpikir dua kali untuk mengabaikan tuntutan kaum Muslim, atau untuk melakukan hal serupa di kemudian hari.*/Mahladi Murni

SAR Hidayatullah Narsum Workshop Kebencanaan di Universitas Budi Luhur

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Komandan Pusat Search and Rescue (SAR) Hidayatullah, Irwan Harun, menjadi narasumber dalam acara Workshop Relawan Kebencanaan bertajuk “Membentuk Relawan Muda yang Berkarakter” di Jakarta, Rabu, 3 Rajab 1444 (25/1/2023).

Workshop yang digelar Universitas Budi Luhur (Budiluhur) kerjasama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) itu berlangsung di Aula Budi Luhur Jl. Ciledug Raya, Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Irwan Harun dalam pemaparannya mengatakan penanganan bencana perlu dilakukan secara sinergis kolaboratif dibawah dengan pengelolaan potensi yang baik sehingga dapat berjalan efektif.

“Banyak hal yang perlu disinergikan untuk terus membentuk generasi kader melalui tanggap tangguh aman bencana,” katanya.

Pada kesempatan itu, Irwan menguatkan seluruh relawan pemuda Indonesia agar bisa menjadi relawan kebencanaan yang memiliki karakter peduli sebagaimana diajarkan oleh para Nabi dan selalu menumbuhkan jiwa kerelawanan untuk menolong siapapun yang membutuhkan.

“Karena menjadi penolong sejatinya adalah pekerjaan para Nabi,” tandas Irwan Harun.

Acara yang berlangsung semarak ini didukung BitDefender beserta lembaga lainnya yang dihadiri sejumlah narasumber yaitu Direktorat Bina Potensi Basarnas Hesti Marlina, Founder Yayasan Rumah Cakrawala Indonesia Agus Wiradi, Basarnas Jakarta Muhammad Fazry dan dimodeatori oleh dosen Universitas Budi Luhur Dr. Didik Hariyadi Raharjo, S.Pd., M.Pd.*/Yacong B. Halike

LBH Hidayatullah dan DPW Papua Gelar Training Paralegal Aktifis Keagamaan

JAYAPURA (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah bergandeng tangan dengan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Provinsi Papua menggelar training ilmu hukum dan paralegal yang diikuti oleh perwakilan dai dan aktivis keagamaan se Papua di Kota Jayapura.

Kegiatan yang digelar selama 2 hari, 3-4 Rajab 1444 (25-26/1/2023) ini diselenggarakan di di Aula Miftahul Jannah, Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Holtekam Kota Jayapura.

Dalam sambutannya memulai acara, Ketua DPW Hidayatullah Papua KH. Mualimin Amin berpesan kepada sedikitnya 35 orang peserta pelatihan ini untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik baiknya untuk menyerap dan menyadap ilmu tentang hukum dan paralegal sebagai bekal dalam mengemban tugas dakwah dan pengadian ditengah masyarakat.

“Dengan kegiatan ini, diharapakan para dai di Papua semakin cerdas hukum serta turut bertanggungjawab dalam memberikan pendampingan hukum ditengah masyarakat,” kata KH. Muallimin.

Sementara itu Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah, Dr. Dudung A. Abdullah, MH, menyatakan bahwa dengan bertambahnya paralegal di lingkungan LBH Hidayatullah, berharap bisa menjadi kekuatan bagi upaya penegakan hukum di Indonesia.

“Sehingga kontribusi LBH Hidayatullah dalam membantu mewujudkan negara hukum yang berkeadilan bisa terasa ditengah umat,” kata Dudung yang turut didampingi rekan sejawat advokat yang juga sebagai salah satu narasumber, Ahmad Hidayatullah, MH.

Sementara Ust. Maryudi, M.Pd selaku ketua Panitia penyelenggara berharap dengan adanya pelatihan paralegal ini dapat menambah wawasan hukum para dai di lingkungan Hidayatullah Papua. “Selanjutnya agar dapat menjadi rambu rambu bagi para dai dalam berdakwah dan bermuamalah,” tukasnya.

Salah seorang peserta utusan dari Kabupaten Mimika, Abdul Sakir, mengaku senang dan bersyukur dapat menjadi bagian peserta dari kegiatan yang berlangsung secara intens selama 2 hari.

“Alhamdulillah selama mengikuti kegiatan Diklat Paralegal Dai Hidayatullah Papua ini saya mendapatkan banyak tambahan ilmu yang bermanfaat dan wawasan tentang hukum,” kata Syakir.

“Kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Direktur LBH Hidayatullah yang sangat luar biasa dalam pendampingan hukum dan berbagi ilmu kepada kami. Semoga LBH Hidayatullah tetap Istiqamah dalam melindungi dai dan ulama serta menjunjung tinggi keadilan,” katanya menandaskan.

Pada pelatihan ini peserta mendapatkan materi wawasan hukum serta melakukan praktik dalam membuat kronologi kejadian, teknik wawancara dalam menangani kasus, surat somasi, laporan polisi dan surat kuasa.

Juga ada pemaparan mengenai penggunaan media digital dengan cermat, cerdas, dan proporsional seraya lebih berhati hati dalam dunia ITE untuk share and share yang bisa menjerat diri dalam proses hukum.*/Yacong B. Halike

[Download Khutbah Jumat] Kuasanya Allah, dan Lemahnya Manusia

ALLAH Subhanahu Wata’ala perintahkan seluruh manusia untuk memasang telinga baik baik, mendengarkan perumpamaan ini, bahwa sekiranya Tuhan yang mereka sembah selain Allah tidak akan mampu menciptakan seekor lalat walaupun mereka bersekutu satu sama lain.

Lalu Allah lanjutkan, bahkan jika lalat itu mengambil hak mereka, Tuhan Tuhan sesembahan itu pun tidak akan mampu untuk mengambil kembali makanan yang telah dicicip atau dicuri oleh lalat tersebut. Sebesar dan sekuat apa pun bentuk Tuhannya, kalau lalat itu sudah mengambil makanannya, mereka tidak akan mampu mengambilnya dari lalat tersebut. Sebuah perumpamaan yang sangat intelektual dari Allah swt untuk menunjukkan betapa kuasanya Allah, sehingga tidak ada satu alasan pun untuk menyekutukan Allah dengan segala sesuatu.

Dapatkan teks Khutbah Jum’at Korps Muballigh Hidayatullah (KMH) ini selengkapnya ditulis oleh Ust. Dr. Muzakkir Usman. Unduh sekarang:

Rakerwil Kalteng, Kabid PPO Ajak Kader Angkat Program Besar

PULANG PISAU (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kalimantan Tengah (Kalteng) telah melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Pondok Pesantren Hidayatullah Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, pada Jum’at-Sabtu, 28-29 Jumadil Akhir 1444 (21-22/1/2023).

Ust. Asih Subagyo, M.Kom, sebagai utusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah dalam pidato pembukaan mewakili Ketua Umum, menjampaikan betapa pentingnya kader untuk mengangkat program-program besar sambil menyitir statemen Pimpinan Umum Hidayatullah, “Mari kita mengangkat program besar, sebagai bukti bahwa Allah maha besar”.

“Dengan adanya program besar maka kita akan mengedepankan prinsip plan your work, work your plan (rencanakan apa yang akan dikerjakan dan kerjakan apa yang direncanakan),” katanya.

Sebab, menurut Ust. Asih menjelaskan, seringkali dijumpai dalam jaringan organisasi yang tidak tertib dalam melaksanakan program yang telah direncanakan, bahkan mengangkat program baru yang tidak direncakanan, akibatnya program yang telah direncanakan gagal, dan program barupun tidak berjalan optimal.

Oleh karenanya, ditekankan pula bahwa setelah musyawarah berlangsung dengan merumuskan program-program kerja yang disepakati, dilanjutkan dengan mujahadah yang maksimal dengan menerapkan kaidah manajemen modern dan diakhiri dengan munajat, dimana berharap bimbingan dan hidayah Allah dalam setiap melaksanakan program dan juga aktifitas lainnya.

Akhirnya Ust. Asih juga menyampaikan pentingnya doa jamaah, sehingga tidak gampang mengklaim bahwa keberhasilan yang telah dilakukan itu karena kecerdasan, kepandaian, kepintaran diri sendiri atau hanya sekelompok orang.

“Tetapi, bisa jadi keberhasilan DPW Kalteng dan seluruh jaringannya itu, berkat doa doa dari berbagai wilayah, dan terutama doa dari Bapak Pimpinan Umum,” katanya.

Selain dihadiri 7 pengurus dari Dewan Pengurus Daerah Hidayatullah (DPD) se Kalteng, juga dihadiri unsur Dewan Pengurus Pusat, Dewan Murabbi Wilayah (DMW), Muslimat Hidayatullah, Pemuda Hidayatullah, BMH, Posdai dan Kampus Madya Palangkaraya.

Selain itu juga mengundang Bupati Pulang Pisau yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesra H. Edy Purwanto Casmani, Kapolres Pulang Pisau AKBP Kurniawan Hartono, Ketua PDM Pulang Pisau H. Supardi, Ketua PCNU Ust. Nasrun Rambe, Camat Kahayan Hilir dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, H. Edi Casmani yang mewakili Bupati Pulang Pisau, menyampaikan betapa pentingnya membangun kehidupan beragama di Pulang Pisau.

Sehingga, lanjut dia, kehadiran ormas Islam termasuk Hidayatullah merupakan wahana untuk menciptakan keharmonisan kehidupan berbangsa dan dalam rangka mendukung pembangunan Kabupaten Pulang Pisau pada khususnya, dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Sementara itu Ust. H. Muhyidin Nur Rabbani, Ketua DPW Hidayatullah Kalteng dalam sambutannya juga menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi agar, semua program yang akan disusun nanti merupakan ikhtiar bagi segenap jajaran pengurus dan kader di Kalteng untuk merealisasikan kebijakan yang telah digariskan di pusat.

Sedangkan Ketua DMW Kaltim, Ust. Kisman, juga menekankan berapa pentingnya menjaga ibadah dan ruhiyah bagi semua kader, serta senantiasa melaksanakan Gerakan Nawafil Hidayatullah, sebasgai benteng untuk mengarungi hidup dan kehidupan.

Sebelum penutupan hadir Ust. Muhammad Arfan AU, Ketua Silatnas 2023 yang sedang menyelesaikan Desertasinya di UIN Antasari, meluangkan waktu melakukan sosialisasi terkait dengan Silatnas 2023. Arfan hadir bersama Ust. H. Zulkifli Mansur Salbu (Ketua DPW Kalsel), dimana jarak Kabupaten Pulang Pisau dengan Banjarbaru hanya 2,5 jam.*/Yacong B. Halike

Buka Rakerwil Sumsel, Ust Shohibul Anwar Tekankan 4 Target Capaian Penting

PALEMBANG (Hidayatullah.or.id) —– Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sumatera Selatan melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Sumatera Selatan tahun 2023. Rakerwil kali ini ini dilaksanakan di Kantor DPW Hidayatullah Sumatera Selatan, Jln. Torpedo No. 1 RT/RW 32/03 Skip Ujung, Kelurahan 20 Ilir, Kec. Kemuning, Palembang, selama 2 hari yang dibuka pada Sabtu, 27 Jumadil Akhir 1444 (21/2/2023).

Dalam sambutan dan sekaligus membuka secara resmi Rakerwil Hidayatullah Sumatera Selatan, Kadep Komunikasi dan Penyiaran DPP Hidayatullah Ust. Drs. Shohibul Anwar, M.Pd.I, memberikan pesan kepada para peserta Rakerwil Hidayatullah tentang 4 target capaian penting.

“Ada empat target yang ingin dicapai dalam rakerwil ini, yakni Quwwah Ruhiyyah (kekuatan ruhiyyah), Quwwah Aqliyah (kekuatan intelektual), Quwwah Maaliyah (kekuatan ekonomi), dan kekuatan manajerial”, ujar Shohibul Anwar.

Dia menjelaskan, Quwwah Ruhiyah, bisa dicapai melalui halaqah dan Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH). Quwwah Aqliyah melalui pembelajaran, peningkatan literasi, seminar, dan sejenisnya. Quwwah Maaliyah, peningkatan ekonomi para kader. Quwwah Manajerial dengan mengikuti diklat di Hidayatullah Institute (HI).

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Sumatera Selatan, Ust. Lukman Hakim, M.H.I dalam sambutannya menyatakan, masih banyak PR yang belum diselesaikan baik di DPD yang sudah eksis maupun perintisan.

“Berbagai tantangan dan persoalan harus kita hadapi, bukan kita hindari, harus kita diskusikan, kita bicarakan, untuk menghasilkan program kerja yang berbobot dalam Rakerwil,” kata Lukman.

Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Hidayatullah Sumatera Selatan yang bertema “Konsolidasi Jati diri, Wawasan, dan Organisasi untuk Terwujudnya Standardisasi, Sentralisasi, dan Integrasi Sistemik” merupakan agenda tahunan yang dihadiri oleh seluruh pengurus DPW, DPD, unsur organisasi pendukung, amal-amal usaha, dan unsur dari DPP Hidayatullah sebagai pendamping untuk merumuskan program kerja dengan memperhatikan hasil evaluasi program kerja tahun sebelumnya.

Dalam pembukaan Rakerwil tersebut, diserahkan secara simbolis motor dai dari Posdai Pusat kepada dai yang bertugas di Sumatera Selatan.

Sebagai rangkaian dari pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah Hidayatullah Sumatera Selatan ini, pada malam sebelum pembukaan juga dilakukan Halaqoh Kubro dengan mengambil tema “Mengokohkan Jati Diri, Membangun Dakwah Wasathiyah” yang diisi oleh pemateri dari Dewan Murobbi Wilayah, Ust. Joko Mustafa, S.Sos.I, Kadep Komunikasi dan Penyiaran DPP Hidayatullah, Ust. Drs. Shohibul Anwar, M.Pd.I dan Ketua DPW Hidayatullah Sumatera Selatan, Ust. Lukman Hakim, M.H.I.

Materi yang disampaikan dalam Halaqah Kubra kali ini oleh masing masing pembicara secara berurutan adalah Makna Wasathiyah Menurut Al-Quran, Fiqih Dakwah, dan materi Urgensi Dakwah oleh Ust. Lukman Hakim, M.H.I.*/Kosim Abu Aziyz