Beranda blog Halaman 5

HISUF Solo Bekali Santri Hadapi Dunia Kampus dan Tantangan Era Digital

0

SOLO (Hidayatullah.or.id) — Hidayatullah Student Forum (HISUF) Solo membekali santri kelas XII dengan kesiapan menghadapi dunia perkuliahan, menjaga identitas diri, dan menyikapi tantangan era digital. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian roadshow HISUF setelah sebelumnya berlangsung di Yogyakarta dan Magelang.

HISUF Solo digelar di aula Kampus MA Nurul Iman, Surakarta, Senin (5/10/2026), dengan melibatkan santri kelas XII MA Al Kahfi Hidayatullah Surakarta dan santriwati kelas XII MA Nurul Iman Yayasan Al Kahfi Hidayatullah Surakarta.

Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Departemen Rekrutmen DPP Hidayatullah Imam Nawawi dan Ketua Pemuda Hidayatullah DIY-Jateng Bagian Selatan Mir Fakhri Ahmad. Para peserta mengikuti materi dan diskusi mengenai kehidupan mahasiswa, jati diri, komitmen berjamaah, serta tantangan media sosial.

Kepala MA Nurul Iman, Ustaz Suyatman, mengapresiasi pelaksanaan HISUF. Menurutnya, pembinaan semacam ini penting bagi santri kelas XII sebelum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

“Kegiatan Hidayatullah Student Forum ini sangat dibutuhkan bagi santri yang hendak lulus,” kata Suyatman.

Ia berharap pembekalan tersebut membantu santri menjaga istiqamah dan mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun selama menempuh pendidikan di pesantren.

Perkuat Jati Diri dan Komitmen Berjamaah

Salah seorang peserta, Ghulam Reza, santri MA Al Kahfi Surakarta, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi HISUF bermanfaat untuk mempersiapkan diri memasuki dunia perkuliahan sekaligus menjaga komitmen berjamaah.

“Saya bersyukur forum ini diadakan di ma’had kami karena materi yang disampaikan sangat bermanfaat bagi saya sebagai bekal dalam mengarungi dunia perkuliahan kelak. Materi ini juga dapat memandu saya untuk tetap berkomitmen dalam berjamaah meskipun sudah berada di kampus,” ungkap Ghulam.

Hal senada disampaikan Alya Annisa, santriwati MA Nurul Iman Surakarta. Ia menilai HISUF relevan sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan kampus.

“Setelah mengikuti HISUF ini, saya berkomitmen untuk terus menerapkan nilai-nilai Islam yang sudah menjadi rutinitas saat berada di pondok. Nantinya pasti akan ada rintangan yang bisa menggoyahkan prinsip berislam dan berjamaah saat di kampus,” ujarnya.

Alya berharap kegiatan pembinaan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. “Harapannya acara ini terus berlangsung, mungkin tiga bulan sekali atau kalau bisa sebulan sekali, karena seru dan sangat bermanfaat,” imbuhnya.

Siapkan Santri Hadapi Tantangan Digital

Imam Nawawi menegaskan bahwa menjaga nilai dan kebiasaan positif pesantren saat memasuki dunia kampus membutuhkan ilmu dan komitmen yang kuat. Mahasiswa akan menghadapi lingkungan pergaulan, arus informasi, serta berbagai tantangan yang lebih beragam.

“Tentu rintangan di dunia kampus sangat beragam. Karena itu, sejak dini mereka harus mempersiapkan ilmu dan komitmen yang kuat untuk menghadapinya. Mereka harus terus belajar dan berprestasi, menguatkan berjamaah, serta memiliki strategi menghadapi algoritma yang berkembang di media sosial saat ini melalui semangat Hidayatullah,” terang Imam.

Sementara itu, Mir Fakhri Ahmad mengajak peserta mengenali tren negatif di media sosial dan menyiapkan langkah konkret untuk menghadapinya. Menurutnya, santriwan maupun santriwati sama-sama perlu memahami risiko yang muncul seiring perkembangan dunia digital.

“Tren negatif ini berjalan seimbang antara santri maupun santriwati. Semua memiliki risiko yang sama. Dengan berbagai macam dinamikanya, santri Hidayatullah harus mengerti apa saja tren negatif itu. Mereka juga harus memiliki langkah konkret yang bisa menyelamatkan diri dari tren negatif yang berkembang,” jelas Mir Fakhri.

Ia berharap para santri terus mengembangkan prestasi dan menjaga prinsip hidup ketika menjadi mahasiswa. Dengan demikian, perpindahan dari pesantren menuju kampus dapat menjadi kesempatan memperluas ilmu, pengalaman, dan pengabdian tanpa kehilangan nilai-nilai Islam yang telah dibangun.

Melalui HISUF Solo, para santri diajak mempersiapkan diri menghadapi dunia kampus dengan kesiapan akademik, keteguhan jati diri, kemampuan menyikapi perubahan zaman, serta komitmen untuk tetap berislam dan berjamaah.

KH Naspi Arsyad Tekankan Pentingnya Kualitas SDM dalam Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi

0

DEPOK (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah KH Naspi Arsyad, Lc., menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama dalam keberhasilan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Perguruan Tinggi Hidayatullah (PTH).

Hal tersebut disampaikan Naspi dalam Workshop Penguatan dan Implementasi Penjaminan Mutu Internal yang diikuti unsur pimpinan PTH di Aula STIE Hidayatullah, kawasan terpadu Kampus Hidayatullah Depok, Jawa Barat, Senin (12/10/2026).

Menurut Naspi, keberhasilan penjaminan mutu tidak cukup ditopang oleh dokumen dan mekanisme administratif, tetapi juga membutuhkan pemahaman serta komitmen seluruh pihak yang menjalankan sistem tersebut.

Ia menekankan pentingnya kesamaan pemahaman mengenai tujuan SPMI agar kebijakan, perencanaan, dan evaluasi mutu benar-benar mendorong perbaikan pendidikan secara berkelanjutan.

“Tanpa kesamaan pemahaman di antara para pengelola, penjaminan mutu berisiko berhenti sebagai pemenuhan prosedur, bukan menjadi instrumen perbaikan berkelanjutan terhadap proses pendidikan dan hasil pembelajaran,” terangnya.

Dalam pengembangan SDM, Naspi mengingatkan agar pengelola tidak terburu-buru menghakimi kualitas kader. Menurutnya, kapasitas kader juga dipengaruhi oleh sistem pembinaan, pendidikan, dan pengembangan kompetensi yang dibangun organisasi.

Karena itu, evaluasi perlu menyasar individu sekaligus sistem yang membentuknya. Hal ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya insani di lingkungan perguruan tinggi Hidayatullah.

Naspi juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan paradigma Sistematika Wahyu ke dalam pengelolaan perguruan tinggi, mulai dari arah pendidikan, kurikulum, dan pembelajaran hingga pembentukan karakter peserta didik.

“Sistem nilai yang menjadi landasan organisasi hendaknya mampu diterjemahkan secara konsisten ke dalam arah pendidikan, kurikulum, pembelajaran, dan pembentukan karakter peserta didik,” katanya.

Ia mengingatkan agar pengelola PTH tidak hanya berfokus pada struktur dan infrastruktur, tetapi juga memberikan perhatian terhadap suprastruktur, termasuk nilai, paradigma, dan orientasi pendidikan. Keselarasan seluruh aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membangun mutu institusi.

Naspi juga meminta pimpinan PTH agar tidak cepat berpuas diri atas capaian yang masih terbatas. Menurutnya, keberhasilan tidak cukup diukur dari angka atau pemenuhan target administratif, tetapi harus terlihat dari peningkatan kualitas pendidikan, kapasitas SDM, penerapan nilai organisasi, dan manfaat bagi masyarakat.

Ia menambahkan bahwa zona nyaman dapat menghambat kemajuan karena melemahkan dorongan untuk berinovasi dan memperbaiki sistem. Karena itu, pengelola perguruan tinggi perlu memperkuat profesionalisme, perencanaan, dan tata kelola agar mampu merespons tantangan zaman.

“Kita harapkan, workshop penguatan SPMI Perguruan Tinggi Hidayatullah ini menjadi proses pembaruan institusi yang berorientasi pada kualitas dan kemajuan pendidikan,” pesannya di hadapan pimpinan jaringan PTH se-Indonesia.

Bupati Donggala Salurkan Rp50 Juta untuk Pembangunan Masjid Hidayatullah di Desa Tibo

0

DONGGALA (Hidayatullah.or.id) — Pembangunan Masjid Pesantren Hidayatullah di Desa Tibo, Kecamatan Sindue Tombusabora, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, resmi dimulai melalui peletakan batu pertama pada Kamis (08/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Donggala Vera Elena Laruni, S.E., memberikan bantuan sebesar Rp50 juta untuk pembangunan masjid.

Peletakan batu pertama dihadiri Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Tengah Ustadz Sarmadani Karani, S.E., Kepala Kejaksaan Negeri Donggala Ikram Mhd. Saleh, S.H., M.H., serta Kasat Binmas Polres Donggala IPTU Hizbullah Bustamin, S.H., yang mewakili Kapolres Donggala.

Turut hadir jajaran pemerintah kecamatan dan desa, Kantor Urusan Agama (KUA), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pengurus dan kader Hidayatullah.

Selain Bupati Donggala, sejumlah pejabat yang hadir juga memberikan bantuan dana untuk pembangunan masjid. Kepala Kejaksaan Negeri Donggala Ikram Mhd. Saleh memberikan bantuan sebesar Rp5 juta, sedangkan Kasat Binmas Polres Donggala IPTU Hizbullah Bustamin, yang mewakili Kapolres Donggala, turut memberikan bantuan sebesar Rp5 juta.

Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Tengah Ustadz Sarmadani Karani menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pembangunan masjid, khususnya Pemerintah Desa Tibo dan masyarakat yang telah mewakafkan tanah untuk lokasi pembangunan.

Ia berharap dukungan pemerintah dan masyarakat terus mengalir agar pembangunan masjid berjalan lancar. Masjid tersebut diharapkan menjadi pusat ibadah, pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat di Desa Tibo dan sekitarnya.

Sementara itu, Bupati Donggala Vera Elena Laruni menegaskan pentingnya pendidikan religius dalam membentuk generasi yang berkarakter dan mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan daerah.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Donggala terus mengupayakan program “Satu Desa, Satu Hafiz Al-Qur’an” sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan keagamaan dan membentuk generasi Qur’ani di setiap desa. Ia berharap keberadaan Masjid Pesantren Hidayatullah dapat turut mendukung pelaksanaan program tersebut.

Bupati mengajak seluruh pihak untuk bergotong royong membantu pembangunan masjid. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan sarana ibadah dan pendidikan keagamaan.

Peletakan batu pertama ini menjadi langkah awal pembangunan Masjid Pesantren Hidayatullah yang diharapkan dapat memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dakwah, dan pembinaan generasi Qur’ani bagi masyarakat Desa Tibo dan sekitarnya.

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: IMG-2026-10-13-at-14.21.22-2.jpeg

Mentoring dan Coaching DPW Banten, Mochammad Chofadz Dorong Kapasitas Membaca Perubahan

0

TANGSEL (Hidayatullah.or.id) — Ketua Departemen Pembinaan dan Pengembangan Organisasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Mochammad Chofadz, mengatakan organisasi yang tangguh tidak menunggu persoalan membesar untuk berbenah. Ia mendorong kemampuan membaca perubahan, mengidentifikasi kebutuhan, dan menyiapkan solusi sebelum risiko mengganggu keberlangsungan gerak kelembagaan.

Demikian ditegaskan Chofadz saat menjadi narasumber dalam program Mentoring & Coaching Departemen Sumber Daya Insani (SDI) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah bagi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Banten pada 12–14 Oktober 2026 di Kantor DPW Hidayatullah Banten.

Chofadz yang turut dibersamai Ketua Departemen Sumberdaya Insani (SDI) Sumariadi dan Direktur Hidayatullah Institute (HI) Samsul Bahri ini juga menekankan pentingnya dilakukan pembenahan sistem organisasi, pengembangan kualitas kader, dan penguatan kapasitas kepemimpinan.

Chofadz menegaskan bahwa kedatangan tim coaching dan mentoring bukan karena adanya persoalan di tingkat wilayah. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah antisipatif untuk membaca kebutuhan organisasi, merumuskan formulasi pengembangan, serta menyiapkan solusi sebelum suatu persoalan berkembang menjadi gangguan terhadap stabilitas kelembagaan.

Menurutnya, mentoring dan coaching tidak semata-mata menjadi instrumen koreksi ketika kinerja menurun, melainkan ruang dialog untuk menguji efektivitas sistem kerja, mengenali kesenjangan kapasitas, dan memperjelas arah pengembangan sebagai bagian dari penguatan tata kelola.

“Pengelolaan organisasi bertaut dengan prinsip amanah, musyawarah, dan tanggung jawab. Amanah menuntut pengurus menjalankan mandat secara sungguh-sungguh,” kata Chofadz.

Karenanya, dia mendorong melalui forum ini untuk dikuatkannya tradisi musyawarah yang membuka ruang evaluasi dan perbaikan dimana tanggung jawab mengharuskan setiap keputusan mempertimbangkan kepentingan bersama. Nilai-nilai ini dinilai relevan ketika diterjemahkan menjadi sistem kerja yang terukur dan pembinaan kader yang berkelanjutan.

Dalam konteks keindonesiaan, Chofadz menekankan bahwa Hidayatullah sebagai organisasi kemasyarakatan Islam juga dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan sosial tanpa kehilangan orientasi nilai.

“Kapasitas sumber daya insani, ketepatan koordinasi, dan ketahanan kelembagaan menjadi modal untuk menjaga kontribusi organisasi dalam kehidupan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua DPW Hidayatullah Banten, Dadan Abdul Fattah, menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas perhatian dan arahan tim DPP Hidayatullah dalam kegiatan pendampingan ini.

Menurut Dadan, agenda tiga hari ini menjadi modal penting dalam penguatan organisasi dan pengembangan SDI sebagai investasi jangka panjang.

“Semoga DPW Banten semakin baik dalam kemampuan wilayah mengelola amanah, mengantisipasi tantangan, dan memastikan gerak organisasi berlangsung secara terarah serta berkesinambungan,” tandasnya.

DPP Hidayatullah Nikahkan Tujuh Pasang Da’i dalam Pernikahan Mubarak

0
Tujuh mempelai pria Pernikahan Mubarak Hidayatullah di Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta Timur, Sabtu 10/10/2026. (Foto: Billy via Tadz Media Pro / Hidayatullah.or.id)

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Sebanyak tujuh pasang da’i dan da’iyah Hidayatullah mengikuti Pernikahan Mubarak yang diselenggarakan di Masjid Baitul Karim, Kompleks Pusat Dakwah Hidayatullah, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan yang bertepatan dengan 28 Rabiul Akhir 1448 Hijriah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Hidayatullah dalam membina keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah sekaligus menyiapkan generasi Qur’ani sebagai penerus perjuangan dakwah Islam.

Acara ini dihadiri Ketua Majelis Syura Hidayatullah KH Hamim Thohari, Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Naspi Arsyad, serta perwakilan Wali Kota Administrasi Jakarta Timur melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Ian Murdian. Hadir pula keluarga besar kedua mempelai, jajaran pengurus Hidayatullah, tokoh masyarakat, dan tamu undangan.

Ketua panitia, Dr. Abdul Ghofar Hadi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Pernikahan Mubarak merupakan salah satu program khas Hidayatullah yang dirintis sejak 1977 oleh pendiri Hidayatullah, Ustaz Abdullah Said.

Menurutnya, program ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi kader dakwah yang hendak membangun rumah tangga, sekaligus menghadirkan alternatif terhadap budaya pernikahan yang kerap dibebani tuntutan biaya tinggi.

“Tujuannya adalah memberikan solusi terhadap budaya pacaran, pergaulan bebas, dan anggapan bahwa menikah harus mahal,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pernikahan Mubarak juga menjadi ikhtiar untuk memfasilitasi para santri putra dan putri yang selama ini berkonsentrasi menuntut ilmu serta mengembangkan dakwah agar dapat membangun kehidupan keluarga tanpa meninggalkan orientasi perjuangan.

Lebih dari sekadar prosesi pernikahan, program tersebut diarahkan untuk melahirkan keluarga-keluarga Qur’ani yang mampu mendidik generasi saleh dan salehah serta berkontribusi dalam melanjutkan risalah Islam.

Melalui Proses Pembinaan dan Seleksi

Abdul Ghofar menjelaskan, panitia semula merencanakan keikutsertaan sepuluh pasangan untuk menyesuaikan dengan tanggal pelaksanaan, yakni 10 Oktober 2026. Namun, setelah melalui proses verifikasi, seleksi, dan pembekalan, tujuh pasangan ditetapkan mengikuti Pernikahan Mubarak tahun ini.

Ia menyebut penetapan tersebut merupakan hasil dari proses yang dijalankan panitia dengan mempertimbangkan kesiapan para calon mempelai.

Sebelum pelaksanaan, para peserta mengikuti pembekalan dan pendampingan sebagai bagian dari persiapan memasuki kehidupan rumah tangga. Panitia juga melakukan koordinasi administratif dengan pihak terkait agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik.

Abdul Ghofar menyampaikan apresiasi kepada jajaran pemerintah setempat, pengurus DPP Hidayatullah, tim panitia, serta para orang tua dan wali yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia berharap ketujuh pasangan yang mengikuti Pernikahan Mubarak dapat menjaga keistikamahan, membangun keluarga yang harmonis, serta menjadikan rumah tangga sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah SWT.

Menguatkan Tradisi Pernikahan Mubarak

Pernikahan Mubarak memiliki sejarah panjang dalam perjalanan Hidayatullah. Program ini menjadi bagian dari pembinaan kader, khususnya dalam mempersiapkan kehidupan keluarga yang sejalan dengan nilai-nilai Islam dan tanggung jawab dakwah.

Dalam sambutannya, panitia juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan Pernikahan Mubarak dengan tujuh pasangan mengingatkan kembali pada kegiatan serupa yang pernah diselenggarakan di kawasan Cipinang Cempedak sekitar tiga dekade lalu.

Tradisi tersebut menunjukkan perhatian Hidayatullah terhadap pembentukan keluarga sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat Islami.

Melalui Pernikahan Mubarak, Hidayatullah berharap lahir keluarga-keluarga yang tidak hanya menghadirkan ketenteraman bagi anggotanya, tetapi juga mampu menjadi lingkungan pendidikan pertama bagi generasi penerus dakwah.

Pernikahan ini sekaligus menjadi momentum bagi para kader untuk meneguhkan komitmen bersama dalam membangun rumah tangga yang berlandaskan iman, kasih sayang, dan tanggung jawab.

Dengan terbentuknya tujuh keluarga baru tersebut, Hidayatullah berharap nilai-nilai Al-Qur’an terus tumbuh dalam kehidupan keluarga dan menjadi bekal dalam melanjutkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan agama.

Sponsor

Baitul Maal Hidayatullah (BMH).
Lembaga Pemeriksa Halal Hidayatullah (LPH).
Kelas Intensif Sirah Nabawiyah (KISN).
Muslimat Hidayatullah (Mushida).
Baitut Tamwil Hidayatullah (BTH).
Bank Syariah Indonesia (BSI).
PONPES Hidayatullah Depok.
Anandaya Home Resort.
Pemuda Hidayatullah.
Aleenahoz Beauty.
Roemah Polonia.
Quran Cordoba.
Santri Grafika.
Taz Media Pro.
Ummu Maher.
Dapur Santri.
Bubah Oyah.
Melek Emas.
Al Jazeerah.
HOZLÉE.
Wardah.
Sunrise.
Nahra.
Layali.
SOKA.

Hidayatullah Jajaki Kolaborasi dengan Iqra Arabia, Perkuat Kompetensi Guru Bahasa Arab

0
Ketua DPP Hidayatullah Bidang Pendidikan Muzakkir Usman menerima cendera mata dari CEO Iqra Arabia, Sheikh Abdullah Ali Bawazir, dalam pertemuan di Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta.

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menjajaki kerja sama dengan Iqra Arabia, inisiatif pengembangan bahasa Arab yang berafiliasi dengan Universitas Umm Al-Qura, Makkah, Arab Saudi, untuk meningkatkan kompetensi guru dan memperkuat kualitas pembelajaran bahasa Arab di lingkungan pendidikan Hidayatullah.

Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Departemen Hubungan Antarbangsa (HAB) DPP Hidayatullah dan CEO Iqra Arabia, Sheikh Abdullah Ali Bawazir, di Kantor Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Selasa (06/10/2026).

Pertemuan itu dihadiri Ketua DPP Hidayatullah Bidang Pendidikan, Muzakkir Usman, S.S., M.Ed., Ph.D., serta Ketua Departemen Hubungan Antarbangsa DPP Hidayatullah, Rasfiuddin Sabaruddin, S.Sy., MIRK.

Salah satu fokus pembahasan ialah peluang pelatihan dan peningkatan kapasitas guru, khususnya pendidik bahasa Arab. Pertemuan tersebut juga membuka peluang pengembangan metode pembelajaran dan penjajakan hubungan pendidikan dengan Universitas Umm Al-Qura.

Dalam pertemuan tersebut, Abdullah Bawazir menawarkan program pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi guru Hidayatullah, terutama para pendidik yang mengampu mata pelajaran bahasa Arab.

Tawaran itu mendapat respons positif dari Muzakkir Usman. Menurutnya, jaringan pendidikan Hidayatullah yang tersebar di berbagai wilayah menjadi modal strategis untuk mengembangkan model pembelajaran bahasa Arab secara bertahap.

“Hidayatullah memiliki banyak lembaga pendidikan, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Kita bisa memulai dengan memilih beberapa sekolah sebagai role model atau sekolah percontohan. Setelah modelnya berjalan dan memberikan hasil yang baik, insya Allah dapat dikembangkan ke sekolah-sekolah Hidayatullah lainnya,” ujar Muzakkir.

Ia menilai peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu kunci dalam memperkuat kualitas pembelajaran bahasa Arab. Bagi lembaga pendidikan Islam, bahasa Arab memiliki kedudukan strategis sebagai sarana untuk memahami Al-Qur’an, Sunnah, dan khazanah keilmuan Islam.

Karena itu, peningkatan kapasitas pendidik perlu mencakup penguasaan materi sekaligus metode pengajaran yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Penjajakan kerja sama tersebut juga membuka peluang pengembangan hubungan pendidikan yang lebih luas, termasuk kesempatan bagi santri dan kader Hidayatullah untuk melanjutkan studi di Arab Saudi.

Ketua Departemen Hubungan Antarbangsa DPP Hidayatullah, Rasfiuddin Sabaruddin, berharap hubungan dengan Iqra Arabia dapat berkembang melampaui program pelatihan bahasa Arab.

“Kita tentu berharap hubungan ini terus berkembang. Selain penguatan bahasa Arab bagi guru dan santri, ke depan kami juga berharap semakin terbuka kesempatan bagi santri dan kader Hidayatullah untuk melanjutkan studi di Arab Saudi, khususnya di Universitas Umm Al-Qura,” ujar Rasfiuddin.

Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan komitmen Departemen HAB DPP Hidayatullah untuk memperluas jejaring internasional dan membuka akses pendidikan bagi kader serta generasi muda Hidayatullah.

Ia menambahkan, komunikasi dengan berbagai lembaga pendidikan internasional akan terus dijajaki sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas kontribusi Hidayatullah di tingkat global.

Dalam kesempatan tersebut, Abdullah Bawazir memaparkan visi Iqra Arabia untuk mengembangkan bahasa Arab di tingkat internasional. Menurutnya, bahasa Arab tidak semestinya hanya dipelajari dalam lingkungan pendidikan Islam, tetapi juga perlu dikembangkan sebagai bahasa komunikasi dan keilmuan yang dapat menjangkau masyarakat dunia.

“Iqra Arabia memiliki visi untuk membawa bahasa Arab menjadi bahasa dunia,” ungkap Abdullah.

Visi tersebut diwujudkan melalui program-program yang berorientasi pada peningkatan kualitas pengajaran, penguatan kompetensi guru, serta perluasan akses pembelajaran bahasa Arab bagi masyarakat non-Arab.

Pertemuan DPP Hidayatullah dan Iqra Arabia diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan. Peluang tindak lanjut yang mengemuka meliputi pemetaan lembaga pendidikan Hidayatullah yang berpotensi menjadi lokasi awal program, pelatihan guru bahasa Arab, pengembangan metode pembelajaran, serta penjajakan hubungan pendidikan dengan Universitas Umm Al-Qura.

Melalui penjajakan tersebut, Hidayatullah berharap pembelajaran bahasa Arab di lingkungan pendidikannya semakin terarah dan mampu meningkatkan mutu pendidikan.

Penguatan bahasa Arab juga diharapkan membekali santri dan kader dengan kecakapan bahasa sekaligus memperluas akses terhadap khazanah keilmuan Islam, pendidikan internasional, dan peluang melanjutkan studi ke luar negeri.

Hidayatullah Sumut Jajaki Sinergi dengan Kadin Medan, Kembangkan Ekonomi Berbasis Potensi Kader Muda

Foto: Pengurus Hidayatullah Sumut bersama Kadin Medan dalam pertemuan penjajakan kerja sama, Kamis (8/10/2026).

MEDAN (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sumatera Utara menjajaki kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Medan untuk mengembangkan potensi ekonomi kader muda, memperkuat kewirausahaan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Penjajakan tersebut berlangsung dalam pertemuan silaturahmi dan diskusi di Kantor Kadin Kota Medan, Kamis (08/10/2026). Rombongan Hidayatullah Sumatera Utara dipimpin Ketua DPW Hidayatullah Sumatera Utara, Syukron Khairi Nasution, M.Pd., bersama jajaran pengurus, termasuk unsur sekretaris, bendahara, dan Pemuda Hidayatullah Sumatera Utara.

Rombongan diterima Ketua Kadin Kota Medan, Arman Chandra, S.E., M.Pd., bersama Tedja Somantri dari Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah.

Salah satu fokus pembahasan ialah pemetaan potensi kader Hidayatullah yang tersebar di berbagai daerah. Pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar untuk mengidentifikasi kemampuan, keahlian, dan peluang pengembangan usaha yang dapat ditindaklanjuti melalui program pemberdayaan ekonomi.

Arman Chandra menyambut baik silaturahmi tersebut. Ia menilai jaringan organisasi Hidayatullah yang tersebar di berbagai daerah memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pemetaan potensi kader dinilai penting agar peluang kerja sama antara organisasi kemasyarakatan dan dunia usaha dapat diarahkan sesuai kemampuan serta kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut juga membuka ruang bagi pengembangan kewirausahaan dan peningkatan keterampilan kader di sektor ekonomi produktif.

Sementara itu, Tedja Somantri menekankan pentingnya memperluas jejaring dengan berbagai sektor agar generasi muda Hidayatullah memiliki kesempatan untuk berkembang, baik dalam bidang kewirausahaan, profesi, maupun pengabdian sosial.

Penguatan jaringan dengan kalangan industri, akademisi, dan pemerintah menjadi salah satu peluang yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Kemampuan beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja dan kebutuhan industri juga dinilai penting untuk meningkatkan kapasitas generasi muda.

Ketua DPW Hidayatullah Sumatera Utara, Syukron Khairi Nasution, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan langkah awal untuk membuka peluang kerja sama di bidang pemberdayaan ekonomi, kewirausahaan, penguatan SDM, dan perluasan jejaring kemitraan di Sumatera Utara.

Selain pengembangan ekonomi, kedua pihak turut menyoroti peluang penguatan mutu lembaga pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas SDM.

Secara umum, peluang kolaborasi yang dijajaki mencakup empat bidang utama, yakni pemberdayaan ekonomi dan kewirausahaan, pemetaan potensi kader muda, pengembangan SDM, serta perluasan jejaring kemitraan dengan dunia usaha dan berbagai pihak terkait.

Pertemuan tersebut masih berada pada tahap penjajakan. Belum ada rincian mengenai bentuk program, alokasi pendanaan, maupun jadwal pelaksanaan kerja sama yang diumumkan.

Bagi DPW Hidayatullah Sumatera Utara, perluasan jejaring merupakan bagian dari ikhtiar mengembangkan potensi kader, memperkuat kemandirian, dan meningkatkan kontribusi organisasi bagi masyarakat.

Melalui silaturahmi dan penjajakan kolaborasi dengan Kadin Kota Medan, Hidayatullah Sumatera Utara berharap dapat membuka ruang pengembangan potensi kader muda sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Wagub Jateng Ajak Hidayatullah Bersinergi, Siap Dukung Pembukaan Rakernas

0
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menerima audiensi DPW Hidayatullah Jawa Tengah, Semarang (8/10/2026).

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak Hidayatullah bersinergi mendukung program-program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Selain membuka peluang kolaborasi, Taj Yasin menyatakan kesediaannya mendukung pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah 2027, termasuk menyediakan gedung milik pemerintah provinsi untuk acara pembukaan.

Hal tersebut disampaikan Taj Yasin saat menerima audiensi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Tengah di Kantor Wakil Gubernur Jawa Tengah, Kamis (08/10/2026).

Audiensi dihadiri Ketua DPP Hidayatullah Bidang Organisasi, Dr. Dudung Amadung Abdullah, S.H., M.H., bersama jajaran pengurus DPW dan anggota Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Jawa Tengah. Wakil Gubernur didampingi jajaran Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Jawa Tengah.

Dalam pertemuan tersebut, Taj Yasin menyampaikan bahwa sejumlah program pemerintah daerah terbuka untuk dikolaborasikan dengan Hidayatullah. Ajakan ini menjadi peluang bagi organisasi dakwah tersebut untuk berkontribusi melalui jaringan pesantren, lembaga pendidikan, dan amal usaha yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Tengah.

Salah satu perhatian yang disampaikan Wakil Gubernur ialah dukungan terhadap program trauma healing bagi korban perundungan di lingkungan pesantren. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap pemulihan psikologis korban sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi santri.

Selain membahas peluang kolaborasi program pemerintah, audiensi tersebut juga menjadi ajang penyampaian rencana pelaksanaan Rakernas Hidayatullah 2027 di Jawa Tengah. Agenda nasional ini direncanakan berlangsung pada 1–3 Desember 2026 di Hotel Grasia, Semarang.

Rakernas tersebut akan menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus penyelarasan program kerja Hidayatullah untuk tahun 2027. Jawa Tengah dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan agenda nasional tersebut.

Taj Yasin menyatakan siap mendukung pelaksanaan Rakernas dan bersedia hadir dalam kegiatan tersebut. Dukungan berupa penyediaan tempat untuk pembukaan diharapkan dapat membantu kelancaran persiapan panitia.

Dalam kesempatan itu, DPW Hidayatullah Jawa Tengah menyerahkan buku 50 Tahun Hidayatullah dan Majalah Suara Hidayatullah kepada Wakil Gubernur. Penyerahan cenderamata tersebut menjadi bagian dari silaturahmi untuk memperkenalkan perjalanan dan kiprah Hidayatullah.

Audiensi ditutup dengan foto bersama. Kedua pihak sepakat melanjutkan komunikasi untuk menindaklanjuti persiapan Rakernas serta menjajaki peluang sinergi program antara Hidayatullah dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Hidayatullah Jateng Matangkan Rakernas, Wagub Siapkan Dukungan Pembukaan

0
Foto bersama Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, dan jajaran pengurus DPW Hidayatullah Jawa Tengah.

SEMARANG (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Jawa Tengah memaparkan rencana pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hidayatullah pada 1–3 Desember 2026 kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dalam audiensi di Kantor Wakil Gubernur Jawa Tengah, Kamis (08/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur menyatakan dukungannya dengan menyediakan gedung milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk lokasi pembukaan Rakernas.

Paparan rencana kegiatan disampaikan Ketua DPP Hidayatullah Bidang Organisasi, Dr. Dudung Amadung Abdullah, S.H., M.H., bersama jajaran pengurus DPW dan anggota Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Jawa Tengah. Wakil Gubernur didampingi jajaran Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Jawa Tengah.

Rakernas yang direncanakan berlangsung di Hotel Grasia, Semarang, tersebut bertujuan mengonsolidasikan jati diri dan transformasi organisasi menuju Hidayatullah yang mandiri dan berpengaruh, sekaligus menyinkronkan program kerja organisasi untuk tahun 2027.

Selain sidang-sidang organisasi, Rakernas akan menghadirkan dua agenda terbuka, yakni Seminar Nasional bertema “Ketahanan Keluarga Berperadaban” dan Diskusi Publik bertema “Sinergi Umat Islam Membangun Indonesia”. Kedua agenda ini diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai penguatan ketahanan keluarga dan sinergi umat Islam dalam pembangunan bangsa.

Dukungan fasilitas dari Pemprov Jawa Tengah menjadi bagian dari persiapan penyelenggaraan Rakernas. Sebelumnya, panitia telah menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan berbagai kebutuhan teknis kegiatan.

Audiensi juga membahas isu kebudayaan di Jawa Tengah. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan menjadi ruang komunikasi antara Hidayatullah dan pemerintah daerah.

Rombongan DPW Hidayatullah Jawa Tengah menyampaikan terima kasih atas penerimaan Wakil Gubernur. Kedua pihak sepakat melanjutkan komunikasi untuk menindaklanjuti persiapan Rakernas, termasuk koordinasi teknis penggunaan gedung untuk acara pembukaan.