Beranda blog Halaman 4

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Digital

Ketua Umum DPP Hidayatullah K.H. Nashpi Arsyad, Lc., bersama Direktur Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Maybank Indonesia Tbk., Romy Hardiansyah Buchari, menunjukkan simbolis peluncuran Aplikasi Sedekah Subuh, hasil kolaborasi DPP Hidayatullah, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), dan Maybank Syariah, dalam peluncuran Gerakan Subuh Bersedekah (GSB)
(Foto: Billy via Tadz Media Pro/ Hidayatullah.or.id)

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — DPP Hidayatullah bersama Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan Maybank Syariah resmi meluncurkan Gerakan Subuh Bersedekah (GSB) yang ditandai dengan hadirnya Aplikasi Sedekah Subuh. Inovasi digital ini dihadirkan untuk memudahkan masyarakat menunaikan sedekah secara rutin, praktis, dan aman hanya melalui satu sentuhan di gawai.

Peluncuran berlangsung di Bangi Kopi, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026), bertepatan dengan 1 Safar 1448 Hijriah. Mengusung tagline “Satu Klik Sedekah Subuh, Sejuta Manfaat untuk Umat”, aplikasi ini memungkinkan pengguna menentukan komitmen sedekah harian, mingguan, setiap Jumat, maupun bulanan, dengan nominal yang dapat disesuaikan serta pembayaran melalui QRIS.

Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, mengatakan lahirnya Gerakan Subuh Bersedekah merupakan ikhtiar memaksimalkan potensi besar masyarakat Indonesia yang memiliki budaya gemar bersedekah. Menurutnya, kolaborasi antara Hidayatullah, BMH, dan Maybank Syariah telah dipersiapkan sejak beberapa bulan terakhir hingga akhirnya diwujudkan dalam bentuk aplikasi digital.

“Modal sosial masyarakat Indonesia sangat kuat. Hal itulah yang ditangkap oleh kawan-kawan BMH dan kemudian didukung oleh Maybank Syariah sehingga lahirlah Gerakan Subuh Bersedekah ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, KH Naspi menegaskan bahwa sedekah subuh hendaknya dipahami sebagai jalan membuka pintu-pintu keberkahan, bukan sekadar rutinitas atau beban pengeluaran.

“Jangan sampai kita membayangkan sedekah subuh sebagai beban atau rutinitas semata. Justru melalui sedekah subuh kita berharap Allah membukakan kunci-kunci kebaikan dan kelapangan dalam kehidupan,” tuturnya.

Direktur Laznas BMH, Supendi, menjelaskan bahwa digitalisasi sedekah subuh dilakukan agar masyarakat semakin mudah berpartisipasi kapan saja dan di mana saja.

“Kalau selama ini kita harus datang ke masjid atau tempat tertentu untuk bersedekah, kini melalui aplikasi ini masyarakat dapat berdonasi setiap saat. Bahkan ketika terlewat di waktu subuh, kesempatan bersedekah tetap terbuka,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Maybank Syariah, Romy Hardiansyah, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan sosial syariah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Kami meyakini pemanfaatan teknologi dapat mempermudah masyarakat bersedekah secara aman, transparan, praktis, dan konsisten,” katanya.

Ia juga berharap sinergi antara Maybank Syariah, DPP Hidayatullah, dan BMH dapat terus berkembang, tidak hanya pada aspek layanan pembayaran digital, tetapi juga melalui berbagai program literasi keuangan syariah bagi jamaah dan pengurus Hidayatullah maupun BMH.

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: Sedekah-Subuh-Kini-Cukup-Satu-Klik-Hidayatullah-scaled.jpg
Foto: Ketua Pengurus Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Supendi, S.Kom., M.M., Ketua Umum DPP Hidayatullah K.H. Naspi Arsyad, Lc., Direktur Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Maybank Indonesia Tbk., Romy Hardiansyah Buchari, dan Bendahara Umum DPP Hidayatullah Dr. Suwito Abdul Fatah, S.Pd., M.M., berfoto bersama usai peluncuran Aplikasi Sedekah Subuh, hasil kolaborasi DPP Hidayatullah, BMH, dan Maybank Syariah untuk mendukung Gerakan Subuh Bersedekah (GSB).

Usai peluncuran, DPP Hidayatullah bersama BMH akan melakukan sosialisasi Aplikasi Sedekah Subuh ke seluruh jaringan Hidayatullah di Indonesia. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam Gerakan Subuh Bersedekah sekaligus meningkatkan penghimpunan dana untuk berbagai program kemaslahatan umat.

Peluncuran aplikasi ini turut dihadiri jajaran Pengurus Tingkat Pusat Hidayatullah, Jajaran Pengurus BMH, Direksi Maybank Syariah, serta para tamu undangan.

Hidayatullah dan Wahdah Islamiyah Perkuat Sinergi Dakwah, Pendidikan, dan Pelayanan Umat

0
Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: Hidayatullah-dan-Wahdah-Islamiyah-Perkuat-Sinergi-1-1.jpeg
Foto: Ketua Umum DPP Hidayatullah K.H. Nashpi Arsyad, Lc. (tengah), didampingi Wakil Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah Ustaz Muhammad Isneni (kiri) dan Dr. H. Rahmat Abdurrahman, Lc., M.A. (kanan), memimpin pertemuan silaturahmi bersama jajaran DPP Wahdah Islamiyah di Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Selasa (15/7/2026).

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menerima kunjungan silaturahmi jajaran Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah di Pusat Dakwah Hidayatullah (PDH), Jakarta Timur, Rabu. Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antarlembaga dalam bidang dakwah, pendidikan, pelayanan umat, serta pengembangan sumber daya manusia.

Mengawali pertemuan, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Hidayatullah, Muhammad Isneni, menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua Harian DPP Wahdah Islamiyah, Dr. Rahmat Abdul Rahman, Lc., M.A., beserta rombongan. Ia berharap silaturahmi tersebut semakin mempererat ukhuwah Islamiyah dan melahirkan kolaborasi yang lebih erat antara kedua organisasi dalam membangun peradaban Islam.

“Kami bersyukur atas kehadiran para asatidz dan para kiai di Pusat Dakwah Hidayatullah. Mudah-mudahan pertemuan ini dipenuhi keberkahan Allah SWT. Harapan kami, kolaborasi, sinergi, dan silaturahmi ini dapat berbuah manis dalam ikhtiar bersama mewujudkan peradaban Islam,” ujar Isneni saat membuka acara.

Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH. Naspi Arsyad, Lc., mengatakan hubungan Hidayatullah dan Wahdah Islamiyah telah terjalin sejak lama dan memiliki sejarah panjang dalam perjalanan dakwah di Indonesia.

“Sesungguhnya hubungan antara Hidayatullah dan Wahdah Islamiyah telah terjalin sejak puluhan tahun silam. Beberapa tokoh Wahdah Islamiyah pernah hadir di Gunung Tembak dan menjadi bagian dari perjalanan sejarah Hidayatullah. Spirit persaudaraan itulah yang ingin terus kita rawat dan kuatkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Naspi memperkenalkan struktur kepemimpinan dan sejumlah bidang yang berada di bawah DPP Hidayatullah, mulai dari Bidang Pelayanan Umat, Pendidikan, Perkaderan dan Rekrutmen, Ekonomi, hingga Organisasi. Ia juga menjelaskan bahwa di kompleks Pusat Dakwah Hidayatullah berkantor berbagai unsur kepemimpinan organisasi, termasuk Majelis Syura, Majelis Penasihat, Dewan Murobbi Pusat, Dewan Mudzakarah, Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah, Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah, serta Amal Usaha dan Badan usaha tingkat pusat.

Menurutnya, dinamika dakwah yang terus berkembang menuntut setiap organisasi Islam untuk memperkuat kolaborasi sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai perjuangan.

“Kami mengucapkan jazakumullahu khairal jaza’ kepada seluruh guru dan asatidz dari Wahdah Islamiyah yang telah berkenan hadir bersilaturahmi. Semoga ukhuwah yang telah terbangun selama ini semakin kokoh dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat,” katanya.

Naspi juga menyampaikan apresiasi dan doa bagi penyelenggaraan Muktamar Wahdah Islamiyah ke-5 yang akan berlangsung pada 18–19 Juli 2026 di Makassar.

“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, perlindungan, dan keberkahan sehingga muktamar tersebut berjalan sukses serta semakin menguatkan kontribusi Wahdah Islamiyah bagi umat dan bangsa,” ucapnya.

Ketua Harian DPP Wahdah Islamiyah Dr. H. Rahmat Abdurrahman, Lc., M.A. memberikan sambutan saat kunjungan silaturahmi.

Sementara itu, Ketua Harian DPP Wahdah Islamiyah, Dr. Rahmat, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mempererat hubungan kelembagaan sekaligus menyampaikan undangan resmi kepada keluarga besar Hidayatullah untuk menghadiri pembukaan Muktamar Wahdah Islamiyah.

Ia menilai Hidayatullah dan Wahdah Islamiyah memiliki kedekatan historis serta kesamaan perhatian dalam bidang dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat.

“Di berbagai forum nasional, Hidayatullah dan Wahdah Islamiyah sering dianggap memiliki kedekatan yang sangat erat. Hal itu menunjukkan bahwa kedua organisasi memiliki banyak kesamaan dalam perhatian terhadap dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat,” ujarnya.

Menurut Rahmat, luasnya wilayah Indonesia dan besarnya jumlah umat Islam menjadikan kolaborasi antarlembaga sebagai kebutuhan yang tidak dapat dihindari.

“Dengan luasnya Indonesia dan besarnya jumlah umat Islam, tidak mungkin seluruh kebutuhan dakwah ditangani oleh satu organisasi saja. Karena itu, kolaborasi antarlembaga merupakan sebuah keniscayaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, hubungan kedua organisasi bukan hanya didasarkan pada kedekatan geografis, tetapi juga karena memiliki corak perjuangan yang serupa. Bahkan, hubungan kekeluargaan dan perpindahan kader di antara kedua organisasi telah menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan dakwah masing-masing.

Gambar saat ini tidak memiliki teks alternatif (alt). Nama berkas: Hidayatullah-dan-Wahdah-Islamiyah-Perkuat-Sinergi_.jpeg
Foto: Al-Qo’im Biamrillah / Hidayatullah.or.id

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kedua belah pihak sepakat untuk terus memperkuat komunikasi dan memperluas kerja sama pada berbagai bidang strategis sebagai bagian dari ikhtiar bersama membangun umat dan menghadirkan kontribusi yang lebih besar bagi bangsa.

Kunjungan Baitul Wakaf ke Al Firdaus Tangsel Perkuat Sinergi Filantropi dan Pendidikan Pesantren

0

SERANG (Hidayatullah.or.id) –– Baitul Wakaf melakukan kunjungan sekaligus menyalurkan bantuan kepada Yayasan Al Firdaus di Komplek Kampus Pratama Pondok Pesantren Hidayatullah, Kampung Jaletreng, Jalan Raya Serpong, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, pada Rabu, 30 Muharam 1448 (15/7/2026).

Pada kesempatan tersebut, Baitul Wakaf menyalurkan bantuan kepada 50 santri putra dan putri yang menempuh pendidikan di Yayasan Al Firdaus. Penyaluran bantuan dirangkaikan dengan silaturahmi dan dialog bersama pengurus yayasan serta para santri.

Manajer Program Baitul Wakaf, Ahmad Juliriadin, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh pihak yayasan. Menurutnya, kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan menyalurkan bantuan, tetapi juga mempererat kolaborasi dalam mendukung pendidikan berbasis pesantren.

“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Yayasan Al Firdaus yang telah menerima kunjungan kami. Momentum ini juga kami jadikan sebagai kesempatan untuk berbagi bersama 50 santri putra dan putri,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan berbagi merupakan bagian dari komitmen Baitul Wakaf dalam mendukung keberlangsungan pendidikan serta memperluas manfaat wakaf bagi masyarakat. Melalui kemitraan dengan lembaga pendidikan, program filantropi diharapkan dapat menjangkau penerima manfaat secara lebih luas dan berkelanjutan.

Sementatra itu Ketua Yayasan Al Firdaus, Muhammad Irwan, menimpali bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antara lembaga filantropi dan lembaga pendidikan dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui lingkungan pesantren.

Dia menyampaikan penghargaan atas kunjungan dan kepedulian Baitul Wakaf kepada para santri. Menurutnya, dukungan berbagai pihak memiliki arti penting dalam memperkuat proses pembinaan di lingkungan pesantren.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Baitul Wakaf atas kunjungan, perhatian, dan motivasi yang diberikan kepada para santri. Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan, keberkahan umur, dan menjadikan Baitul Wakaf terus bertumbuh sebagai lembaga filantropi umat,” katanya.

Dia berharap, silaturrahim ini semakin memantapkan peran kolaboratif antara lembaga filantropi dan institusi pendidikan dalam membangun ekosistem pemberdayaan yang berorientasi pada penguatan sumber daya manusia.

Melalui sinergi tersebut, Irwan menambahkan, dukungan kepada santri tidak hanya diwujudkan dalam bentuk bantuan, tetapi juga melalui penguatan semangat belajar, kepedulian sosial, dan pembangunan karakter yang berkelanjutan.

Hidayatullah PPU Perkuat Sinergi Orang Tua dan Sekolah melalui Seminar Parenting

0

PENAJAM (Hidayatullah.or.id) — Penguatan kolaborasi antara keluarga dan sekolah menjadi salah satu kunci dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an. Berangkat dari semangat tersebut, Lembaga Pendidikan Integral Hidayatullah Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Seminar Parenting yang diikuti ratusan orang tua dan peserta didik dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA Integral Al Muzzammil.

Kegiatan yang berlangsung di Musala Putri Pondok Pesantren Hidayatullah PPU, Kelurahan Girimukti, Kecamatan Penajam, menghadirkan pakar parenting dan keluarga, Ustaz Fauzil Adhim, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Fauzil Adhim menekankan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembentukan karakter anak. Menurutnya, di tengah tantangan era digital, orang tua tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga harus membangun kedekatan emosional dan menghadirkan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

“Rumah harus menjadi tempat terbaik bagi anak untuk bertumbuh dengan iman, adab, dan karakter yang kuat. Kedekatan emosional serta komunikasi yang hangat menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan anak lahir dari keselarasan peran antara keluarga dan sekolah. Karena itu, komunikasi yang baik serta kesamaan visi dalam mendidik perlu terus dibangun agar proses pembinaan berlangsung secara utuh dan berkesinambungan.

Ketua Yayasan Hidayatullah PPU, Ustaz Taufikurrahman Sakka, mengatakan bahwa seminar tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi tiga pilar pendidikan, yakni yayasan, sekolah, dan keluarga.

“Sinergi ini penting demi mewujudkan generasi masa depan di Penajam Paser Utara yang tidak hanya berilmu dan berakhlak mulia, tetapi juga memiliki ketangguhan dalam menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Hal senada disampaikan Humas Panitia yang juga Kepala SMP Integral Al Muzzammil, Ustaz Wiji Wajihuddin. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif orang tua dalam proses pendampingan di rumah.

“Keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi dan membimbing anak di lingkungan keluarga merupakan kunci keberhasilan pendidikan yang menyeluruh,” ujarnya.

Seminar berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang membahas berbagai tantangan pola asuh di era digital. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai persoalan yang dihadapi dalam mendampingi anak, sementara narasumber memberikan berbagai solusi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga.

Melalui kegiatan ini, Lembaga Pendidikan Integral Hidayatullah PPU berharap terbangun kesamaan visi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik generasi Qurani yang berakhlak mulia, berilmu, serta siap menghadapi dinamika perkembangan zaman.

Kampus Pendidikan Integral Hidayatullah PPU yang berlokasi di Jalan Silkar Km 2,5, Kelurahan Girimukti, Kecamatan Penajam, menaungi empat jenjang pendidikan, yakni TK Islam Hidayatullah, SD Islam Al Muzzammil, SMP Integral Al Muzzammil, dan SMA Integral Al Muzzammil.

Hidayatullah Sulbar Hadiri Forum Strategis Kemenag, Perda Zakat dan Ketahanan Sosial Jadi Sorotan

0

MAMUJU (Hidayatullah.or.id) — Penguatan kerukunan umat, pemberdayaan ekonomi berbasis zakat, hingga percepatan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Zakat menjadi sejumlah agenda strategis yang mengemuka dalam forum silaturahmi lintas lembaga yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Barat di Mamuju, Selasa (14/7/2026).

Forum tersebut dihadiri berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, BIN Daerah (BINDA) Sulawesi Barat, Polda Sulawesi Barat, Densus 88 AT Polri, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulawesi Barat turut ambil bagian sebagai bentuk komitmen memperkuat sinergi dalam pembangunan kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Berbagai isu strategis menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut, di antaranya penguatan layanan keagamaan berbasis masjid, pengembangan early warning system untuk mengantisipasi potensi konflik sosial, pencegahan perkawinan usia dini dan meningkatnya angka perceraian, penguatan ekoteologi melalui dakwah berwawasan lingkungan, moderasi beragama, pemberdayaan UMKM, peningkatan literasi keuangan syariah dan zakat produktif, serta perlindungan perempuan dan anak.

Salah satu kesepakatan penting yang dihasilkan adalah mendorong percepatan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Zakat sebagai instrumen untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Forum juga mendorong setiap organisasi kemasyarakatan Islam untuk mengembangkan masjid binaannya sebagai pusat pembinaan keagamaan, pendidikan keluarga, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ketahanan sosial.

Selain itu, peserta menyepakati pentingnya penyusunan tema-tema dakwah yang selaras pada momentum tertentu agar pesan keagamaan yang disampaikan kepada masyarakat lebih efektif dan mampu memperkuat persatuan umat.

Di tingkat desa, sinergi antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah desa, dan penyuluh agama akan terus diperkuat sebagai bagian dari sistem deteksi dini dan penyelesaian persoalan sosial-keagamaan di tengah masyarakat.

Dalam bidang ekonomi, forum menegaskan pentingnya penguatan UMKM, peningkatan literasi keuangan syariah, serta optimalisasi zakat produktif sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.

Untuk memastikan keberlanjutan koordinasi, seluruh peserta juga menyepakati penyelenggaraan rapat koordinasi lintas lembaga secara berkala setiap dua bulan dengan sistem tuan rumah bergiliran. Pertemuan berikutnya dijadwalkan diselenggarakan oleh Muslimat Nahdlatul Ulama.

Ketua DPW Hidayatullah Sulawesi Barat, Najamuddin, M.Pd., menyatakan bahwa keikutsertaan Hidayatullah dalam forum tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, aparat keamanan, dan berbagai elemen umat Islam.

Menurutnya, sinergi lintas lembaga menjadi modal penting dalam menghadirkan program-program keagamaan dan pemberdayaan masyarakat yang berdampak luas, sekaligus menjaga kehidupan sosial yang rukun, harmonis, aman, dan sejahtera di Sulawesi Barat.

Hidayatullah Banten Intensifkan Koordinasi Regional untuk Penguatan Dakwah dan Layanan Umat

0

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Banten melakukan roadshow sehari penuh ke Jakarta sebagai bagian dari penguatan koordinasi kelembagaan dan pengembangan program dakwah. Rangkaian agenda yang berlangsung pada Selasa, 29 Muharam 1448 (14/7/2026) itu diawali dengan rapat koordinasi tiga DPW penyangga, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jalan Cipinang Cempedak, Otista, Polonia, Jakarta.

Forum tersebut membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan penguatan dakwah, pelayanan umat, dan sinergi antardaerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat di kawasan penyangga ibu kota. Pertemuan ini juga menjadi ruang koordinasi untuk menyelaraskan program lintas wilayah agar pelaksanaannya lebih terintegrasi.

Pada hari yang sama, rombongan DPW Hidayatullah Banten dipimpin Ketua Dadan Abdul Fattah, didampingi Sekretaris Muhammad Irwan, Bendahara Gunawan, serta para kepala departemen, diterima oleh Ketua Departemen Sosial Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Imran Faizin. Pertemuan tersebut membahas penguatan tata kelola pelayanan sosial di Provinsi Banten.

Imran Faizin menegaskan bahwa pelayanan sosial memerlukan kolaborasi yang terencana agar manfaatnya semakin luas. Ia juga menyampaikan sejumlah arahan dan peluang kolaborasi yang dapat diimplementasikan dalam pengembangan program sosial Hidayatullah di Banten

“Penguatan layanan sosial harus dibangun melalui tata kelola yang baik serta sinergi antarlembaga sehingga berbagai potensi kerja sama dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian roadshow kemudian dilanjutkan dengan audiensi ke kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Hidayatullah Pusat di kawasan Poltangan, Jakarta Timur. Pertemuan bersama Ketua Yayasan LBH Hidayatullah, Syaefullah Hamid, Direktur Eksekutif LBH Hidayatullah, Hidayatullah Sakdon Arif, Kepala Bidang Advokasi Maswiyana, dan jajaran advokat membahas isu-isu hukum yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan serta pengelolaan lembaga.

Salah satu agenda yang dijajaki adalah penyelenggaraan edukasi hukum bagi pendidik dan pengelola yayasan di Banten melalui pelatihan dan program pendampingan. Menurut Dadan Abdul Fattah, penguatan kapasitas kelembagaan memerlukan dukungan lintas bidang agar tata kelola organisasi semakin baik.

“Kolaborasi dengan berbagai unit di lingkungan Hidayatullah menjadi langkah penting untuk memperkuat pelayanan, pendidikan, dan tata kelola organisasi secara berkelanjutan,” kata Dadan dalam keterangannya.

Melalui rangkaian koordinasi ini, Dadan menambahkan, DPW Hidayatullah Banten berupaya untuk terus memperluas jejaring sinergi dengan berbagai unsur termasuk eksternal dan di lingkungan Hidayatullah sebagai bagian dari upaya memperkuat dakwah, pelayanan sosial, dan edukasi hukum yang saling mendukung dalam pengembangan organisasi di tingkat wilayah.

Dari Kalbar Gelorakan Dakwah Al-Qur’an sebagai Kontribusi bagi Kemajuan Bangsa

0

PONTIANAK (Hidayatullah.or.id)— Ketua GranD MBA Pusat, Muhdi Muhammad, menyampaikan bahwa Daurah Muallim GranD MBA Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kalimantan Barat digelar sebagai ikhtiar untuk mencetak muallim yang berkarakter, berilmu, dan mampu menghidupkan dakwah Al-Qur’an sebagai kontribusi bagi kemajuan umat, agama, dan bangsa.

Kegiatan yang mengusung tema Mencetak Muallim Berkarakter Berilmu dan Berdakwah tersebut berlangsung pada Senin-Selasa, 13-14 Juli 2026 atau bertepatan dengan 28 Muharram 1448 H di Aula Kampus Hidayatullah, Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak.

Pelatihan yang diselenggarakan Departemen Dakwah dan Pelayanan Umat DPW Hidayatullah Kalimantan Barat ini diikuti peserta yang merupakan utusan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah dan Muslimat Hidayatullah (Mushida) dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.

Selain Muhdi Muhammad, forum tersebut menghadirkan Ahmad Faris Al-Haq selaku Ketua Divisi Standardisasi dan Didasmen Badan Koordinasi Pengembangan Tilawah Al-Qur’an (BKPTQ) Hidayatullah, serta Sholihun sebagai instruktur wilayah Kalimantan Barat.

Dalam keterangannya, Muhdi Muhammad menegaskan bahwa pengajaran Al-Qur’an perlu dikembangkan sebagai gerakan yang menjangkau masyarakat secara luas. “Jadikan GranD MBA sebagai gerakan mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa GranD MBA merupakan akronim dari Gerakan Nasional Dakwah Mengajar dan Belajar Al-Qur’an yang dirancang untuk memperkuat kualitas pembelajaran Al-Qur’an sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur’an yang terarah dan sistematis.

Menurut Muhdi, keberadaan muallim memiliki peran strategis dalam membangun budaya literasi Al-Qur’an. Oleh karena itu, penguatan kompetensi pengajar tidak hanya mencakup penguasaan metode, tetapi juga pembentukan karakter pendidik yang mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia menjelaskan bahwa daurah ini menjadi bagian dari proses standardisasi kompetensi pengajar Al-Qur’an yang dicanangkan oleh Hidayatullah melalui PosDai sebagai penggerak program ini. “Agenda ini merupakan salah satu kegiatan serap ilmu untuk mencetak muallim yang terstandard dalam mengajarkan Al-Qur’an dengan metode GranD MBA,” katanya.

Pelaksanaan kegiatan mendapat sambutan positif dari peserta. Arif Subagio, utusan DPD Hidayatullah Kabupaten Sintang, menyampaikan bahwa materi yang disampaikan mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan pembinaan masyarakat. “Acaranya menyenangkan, seru, pematerinya asyik, dan kita perlu kegiatan seperti ini untuk menambah wawasan pengajaran Al-Qur’an di masyarakat,” ujarnya.

Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Barat, Muhyidin Nur Rabbani, menjelaskan bahwa melalui daurah ini, pihaknya memperkuat upaya peningkatan kualitas muallim dengan mengintegrasikan penguasaan metode pembelajaran, standardisasi kompetensi, dan penguatan dakwah Al-Qur’an sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia yang berkontribusi bagi kehidupan keagamaan dan masyarakat.

“Ini adalah upaya kita dalam meningkatkan kualitas muallim melalui penguasaan metode pembelajaran, standardisasi kompetensi, dan penguatan dakwah Al-Qur’an sebagai bagian dari pengembangan sumber daya manusia yang berkontribusi bagi kehidupan keagamaan dan masyarakat,” pungkas Muhyiddin yang sudah malang melintang sebagai dai dan guru ngaji di berbagai daerah di Indonesia ini.

SAR Hidayatullah Perkuat Kapasitas dan Jejaring Kemanusiaan melalui IISAR 2026

0

TANGERANG (Hidayatullah.or.id)— SAR Hidayatullah berpartisipasi aktif dalam Indonesia International Search and Rescue (IISAR) 2026 yang diselenggarakan di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya organisasi memperkuat kapasitas sumber daya manusia, memperluas jejaring kemitraan, serta mengikuti perkembangan teknologi dan inovasi di bidang pencarian dan pertolongan (Search and Rescue).

Sejak pembukaan hingga penutupan kegiatan, delegasi SAR Hidayatullah mengikuti rangkaian agenda yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di bidang kebencanaan dan kemanusiaan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Dalam ajang tersebut, SAR Hidayatullah berpartisipasi pada dua agenda utama, yakni International Search and Rescue Forum serta Search and Rescue Exhibition. Forum ini menjadi ruang bertukar pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik dalam penanganan operasi SAR, sekaligus membahas perkembangan kebijakan, tantangan, dan inovasi di bidang pencarian dan pertolongan.

Sementara itu, pameran SAR menghadirkan berbagai lembaga pemerintah, organisasi kemanusiaan, institusi pendidikan, unsur TNI dan Polri, komunitas relawan, hingga perusahaan penyedia teknologi dan peralatan SAR dari berbagai negara. Melalui keikutsertaan tersebut, SAR Hidayatullah memperoleh kesempatan untuk memperluas kolaborasi sekaligus mengenal berbagai inovasi yang dapat mendukung peningkatan kualitas layanan kemanusiaan di lapangan.

Partisipasi dalam IISAR 2026 diharapkan semakin memperkuat kapasitas SAR Hidayatullah sebagai organisasi kemanusiaan yang profesional, adaptif, dan siap bersinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung upaya pencarian, pertolongan, serta penanggulangan bencana di Indonesia.

Wisuda Sarjana Pendidikan STIT Mumtaz, Ketum DPP Hidayatullah Tekankan Sinergi dan Kolaborasi Harga Mati

0

KARIMUN (hidayatullah.or.id) — Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Mumtaz Karimun menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana (S-1) Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Angkatan VII Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Nasional Tanjungbalai Karimun, Sabtu (11/7/2026). Sebanyak 33 wisudawan dan wisudawati dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung khidmat tersebut.

Ketua STIT Mumtaz Karimun, Dr. H. Sumarno, M.Pd  mengatakan wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan titik awal pengabdian para lulusan kepada masyarakat. Karena itu, tema wisuda tahun ini, “Dari Batas Negeri, STIT Mumtaz Bersinergi”, dipilih sebagai penegasan bahwa perguruan tinggi harus mampu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak demi menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

“Sinergi harus menjadi kekuatan bersama. Perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah, dunia pendidikan, lembaga sosial, dan masyarakat menjadi kunci agar ilmu yang dimiliki para lulusan benar-benar memberi manfaat,” kata Sumarno.

Sementara itu, Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole,S.Sos, M.M  menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada civitas akademik  STIT Mumtaz Karimun atas konsistensi mencetak lulusan yang berkualitas, cerdas, dan berdaya saing.

“Kelulusan ini adalah bukti nyata dedikasi Bapak dan Ibu dosen serta pengelola kampus dalam mendidik putra-putri daerah,” tutur Rocky.

Kepada para wisudawan, ia mengingatkan hari ini bukanlah titik akhir, melainkan gerbang awal menerapkan ilmu yang didapat.

“Kabupaten Karimun terus berbenah dan sangat membutuhkan pemikiran serta inovasi dari kalian. Jangan berhenti belajar, terus asah keterampilan, dan jadilah agen perubahan yang membawa kemajuan bagi daerah, bangsa, dan negara,” pesannya.

Momen sakral tersebut pula dihadiri Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, K.H Naspi Arsyad, Lc yang menyampaikan orasi ilmiah berisi  pesan reflektif bagi para lulusan, kisah perjalanan hidupnya, hingga pesan moral untuk senantiasa mengenang jasa orang tua.

“Tema Dari Batas Negeri, STIT Mumtaz Bersinergi  bukan sekadar slogan, tetapi bersinergi merupakan keharusan bagi alumni STIT Mumtaz  dan para kader Hidayatullah dimanapun dan kapanpun berada sehingga dapat memberi manfaat serta bermakna luas di tengah masyarakat,” jelasnya.

Dari tema sinergi tersebut, K.H. Naspi Arsyad kemudian menyampaikan sebuah renungan bahwa tidak selamanya perhitungan dalam hidup dilakukan dengan logika dan akal semata, karena ada kalanya manusia harus menyerahkan perhitungan tersebut kepada Allah ‘Azza wa jalla.

Ia menceritakan, sepulangnya menempuh pendidikan di Timur Tengah, tidak sedikit pihak yang melontarkan pertanyaan kepadanya lantaran melihat gaji yang diterima saat itu tidak sebanding dengan pengeluaran hidup sehari-hari. Menanggapi hal tersebut, K.H. Naspi Arsyad menyampaikan bahwa kebanyakan manusia terbiasa menggunakan logika untuk berhitung, padahal ada perhitungan yang tidak bisa dijangkau oleh akal semata dan hanya bisa dipahami melalui keyakinan serta keikhlasan menjalani jalan dakwah dan pendidikan.

Ia menuturkan bahwa dari kesadaran tersebutlah tumbuh keyakinan bahwa perjuangan mendirikan lembaga pendidikan dan dakwah tidak bisa semata diukur dengan kalkulasi materi, melainkan harus dilandasi keikhlasan dan keyakinan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala akan membukakan jalan. Kisah inilah yang kemudian ia kaitkan dengan sejarah awal berdirinya Hidayatullah, yang bermula dari sebuah pesantren sederhana yang didirikan oleh para pendahulu, hingga tumbuh menjadi jaringan lembaga pendidikan dan dakwah di berbagai daerah, termasuk STIT Mumtaz Karimun.

Di sela-sela orasi, Ketua Umum Hidayatullah juga memperkenalkan filosofi Is-Al, yaitu Issengngi Alemu, sebuah ungkapan dalam bahasa Bugis yang bermakna “Ketahuilah Dirimu, Tahu Diri, Sadar Diri”. Ia menekankan bahwa filosofi ini penting dihayati oleh para wisudawan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan setelah menyandang gelar sarjana. Menurutnya, seseorang yang mengenal dan menyadari dirinya dengan baik akan lebih mampu menempatkan diri secara tepat di tengah masyarakat, memahami peran dan tanggung jawabnya, serta tidak semata bersandar pada logika perhitungan duniawi sebagaimana renungan yang telah disampaikannya.

Di penghujung orasinya, K.H. Naspi Arsyad turut berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati agar tidak pernah melupakan jasa dan pengorbanan orang tua. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar sarjana tidak terlepas dari doa dan dukungan orang tua selama ini, sehingga sudah sepatutnya para lulusan menjadikan hal tersebut sebagai motivasi untuk terus berbakti dan berkarya di tengah masyarakat.

Orasi ilmiah tersebut disampaikan di hadapan 33 wisudawan dan wisudawati Angkatan VII STIT Mumtaz Karimun. Turut hadir menyaksikan Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole, Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun Dr. Sularno, S.Sos., M.Si., Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun Datuk Wira Setia Utama Dr. Muhammad Firmansyah, M.Si., Ketua Badan Pembina Yayasan Hidayatullah Batam Dr. Khairul Amri, S.E., M.Pd., jajaran Forkopimda, civitas akademik STIT Mumtaz dan tamu undangan lainnya.

DPW Hidayatullah Kaltim Gelar Daurah Marhalah Wustha Perdana Periode Ini, Siapkan Kader Penggerak Peradaban Islam

0

BALIKPAPAN (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kalimantan Timur menyelenggarakan Daurah Marhalah Wustha (DMW) yang diikuti oleh 25 peserta utusan dari berbagai institusi, organisasi, dan amal usaha Hidayatullah se-Kalimantan Timur, serta beberapa peserta dari Kalimantan Utara. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai Jumat–Senin, 10–13 Juli 2026 M bertepatan dengan 25–28 Muharram 1448 H, bertempat di Ruang Rapat Yayasan WKP, Kampus Induk Ummul Qura Hidayatullah Balikpapan.

Mengusung tema “Terwujudnya Kader Penggerak Halaqah sebagai Wasilah Membangun Peradaban Islam,” Daurah Marhalah Wustha menjadi jenjang kaderisasi strategis dalam membentuk kader Hidayatullah yang memiliki kematangan pemikiran, kepemimpinan, serta kemampuan menggerakkan halaqah sebagai instrumen dakwah dan pembinaan umat.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional dari unsur pimpinan Hidayatullah, yaitu Ustadz Dr. Nashirul Haq, Lc., M.A. (Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah), Ustadz Drs. Nursyamsa Hadis (Anggota Majelis Penasehat Hidayatullah), Ustadz Dr. Tasyrif Amin, M.Pd.I. (Ketua Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah), serta Ustadz Drs. M. Nur Fuad, M.A. (Anggota Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah).

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Ummul Qura Balikpapan, Ustadz Dr. Arfan, M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya karena Kampus Induk Ummul Qura dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan DMW pertama pada periode kepengurusan saat ini. Beliau menegaskan bahwa seluruh civitas Kampus Ummul Qura sangat antusias mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, tema yang diusung sangat selaras dengan visi besar Ummul Qura untuk terus berbenah dalam mewujudkan cita-cita membangun peradaban Islam. Terlebih lagi, saat ini berkembang semangat dan optimisme bahwa kebangkitan Hidayatullah akan kembali dimulai dari Kampus Induk Ummul Qura Balikpapan.

Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Timur, KH. Hizbullah AS, S.Pd.I., menegaskan bahwa Daurah Marhalah Wustha bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari ikhtiar organisasi dalam menjaga ruh, semangat, dan kesinambungan perjuangan dakwah. “Agenda daurah ini merupakan wahana transformasi jati diri sekaligus penguatan ruh perjuangan. Melalui kaderisasi yang berkelanjutan inilah Hidayatullah akan terus melahirkan kader-kader yang siap mengemban amanah perjuangan di berbagai lini kehidupan,” ujarnya.
Adapun Ketua Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah, Ustadz Dr. Tasyrif Amin, M.Pd.I., yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menjelaskan bahwa Daurah Marhalah Wustha merupakan jenjang kaderisasi yang berada satu tingkat di atas Marhalah Ula.

Beliau menjelaskan bahwa apabila Marhalah Ula lebih berorientasi pada pemahaman normatif dan tekstual mengenai dasar-dasar Islam, maka alumni Marhalah Wustha dituntut memiliki kemampuan mendialogkan ajaran Islam secara terbuka, argumentatif, dan kontekstual di tengah masyarakat. Lebih lanjut, beliau berharap seluruh peserta yang mengikuti daurah ini dapat menjadi penggerak halaqah sekaligus calon pemimpin Hidayatullah di masa depan. Alumni DMW diharapkan mampu menjadi kader yang solutif, menghadirkan kontribusi nyata bagi umat dan organisasi, serta menjadi bagian dari penyelesaian berbagai persoalan, bukan justru menjadi sumber persoalan.

Melalui penyelenggaraan Daurah Marhalah Wustha ini, diharapkan lahir kader-kader Hidayatullah yang memiliki integritas keislaman, kedalaman pemahaman, kematangan kepemimpinan, serta kesiapan menjadi penggerak halaqah dalam mewujudkan peradaban Islam yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah.