Beranda blog Halaman 576

MPR RI Sosialisasi 4 Pilar di Munas VI Syabab Hidayatullah

dsc_3854Hidayatullah.or.id – Sosialisasi Empat Pilar MPR RI digelar sebagai rangkaian acara Musyawarah Nasional VI Syabab Hidayatullah yang digelar di Kampus II Hidayatullah Jl Brigjen Katamso, Tanjung Uncang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (27/12/2016).

Hadir sebagai narasumber utama anggota MPR RI dari kelompok DPD Muhammad Asri Anas. Acara didesain dalam format dialog yang menampilkan panelis Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah Naspi Arsyad, mantan anggota DPD RI Nursyamsa Hadits yang juga senior pemuda Hidayatullah dan dipandu oleh Pimpinan Redaksi Majalah Mulia Imam Nawawi.

Pada kesempatan tersebut Asri Anas mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila sebagai ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara dan Ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Acara yang dihadiri oleh Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah Naspi Arsyad beserta jajaran dan diikuti sedikitnya 400 peserta ini mengangkat tema ‘Penajaman Gerakan Pemuda Menuju NKRI Bermartabat’.

Mengawali pemaparannya, Asri Anas mengatakan di tangan pemudalah bangsa ini akan bangkit. Karena itu, kata Asri, ia sering berharap agar konsolidasi pemuda muslim bisa dimulai dan diciptakan dan sekaranglah momentumnya.

“Pemuda muslim jangan sampai salah paham terhadap Pancasila. Karena itu adalah dasar negara kita dan tidak satupun bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Bahkan umat Islamlah yang menjadikan Pancasila itu eksis,” tegas Asri melanjutkan.

Asri menuturkan, pemuda sebagai pelanjut estafeta kepemimpinan di masa mendatang mesti mampu mengaktualiasi pemahaman empat pilar kebangsaan.

“Saya meminta generasi muda Hidayatullah mendorong lahirnya gerakan cinta tanah air, cinta NKRI dari kelompok generasi Islam,” lanjut Asri.

Menurutnya, sosialisasi empat pilar menjadi penting dilakukan dan diketahui dengan benar, yang selanjutnya dapat diamalkan dan diimplementasikan dalam kehidupan. Pemahaman yang benar tersebut akan melahirkan kecintaan terhadap Indonesia dan lebih dari itu kian menumbuhkan semangat kebangsaan.

“Aksi damai yang digelar pada tanggal 2 Desember misalnya, itu sebenarnya menunjukkan kedewasaan dan dan kematangan masyarakat dalam memahami empat pilar kebangsaan. Penistaan agama memang rentan merusak bangunan keindonesiaan,” kata Asri Anas.

Menurut Asri, rekonstruksi sejarah dalam mengejawantah empat pilar kebangsaan ini akan menegaskan kembali peran umat Islam dalam merawat Pancasila dan muatan-muatan pilar lainnya.

“Kalau dia tidak menjalankan perintah agama berarti tidak menjaga Pancasila sebagai pilar bangsa. Menjalankan perintah agama, shalat lima waktu, shalat dhuha, menolong orang lain, ini menjalankan Pancasila Ketuhanan yang Maha Esa. Menjalankan perintah agama itulah pengamalan Pancasila,” katanya.

Pimpinan Badan Anggaran (Banggar) MPR RI ini mendorong Syabab Hidayatullah untuk terus terlibat secara aktif dalam mensosialisasikan empat pilar kebangsaan menuju Indonesia maju dan bermartabat.

Ketum PP Syabab Hidayatullah Naspi Arsyad menambahkan, empat pilar kebangsaan dalam bingkai Islam keindonesiaan merupakan imunitas untuk menangkal gejala dekonstruksi sosial yang ditandai dengan maraknya permisifisme, kriminalitas, dan radikalisme.

“Dengan pemahaman yang baik dan benar tentang empat pilar bangsa, kita akan semakin memahami arah perjalanan kita. Ini seperti orang menikah yang semakin hari kian sayang pasangannya walaupun pada awalnya menikah karena terpaksa,” pungkas Naspi berseloroh. (ybh/hio)

Suhardi Sukiman Ketua Umum Pemuda Hidayatullah Masa Bakti 2016-2019

dsc_3970 dsc_3925 dsc_3904Hidayatullah.or.id – Setelah melalui proses yang cukup panjang, gelaran Musyawarah Nasional (Munas) VI Syabab Hidayatullah akhirnya menentukan nahkodanya.

Munas Pemuda Hidayatullah yang digelar di Kota Batam, Kepulauan Riau, ini menetapkan Suhardi Sukiman sebagai Ketua Umum baru yang akan memimpin organisasi ini periode masa bakti berikutnya, 2016-2019.

Suhardi Sukiman dalam pidato sambutannya usai dilantik mengaku sangat berat menerima amanah kepemimpinan tersebut.

Namun, kata dia, dalam tradisi gerakan Hidayatullah, kader tidak boleh meminta amanah namun tidak boleh menolak jika mendapatkan amanah, maka ia menerima mengemban untuk amanah tersebut.

“Amanah yang sangat berat mengingat pekerjaan-pekerjaan tidak ringan yang akan dipikul ke depan. Tanpa kolektifivitas gerak, mustahil kita bisa memacu langkah organiasi ini. Karena itu kami berharap langkah kita ke depan semakin padu,” kata Suhardi usai dilantik dan dikukuhkan melalui surat keputusan dibacakan Ketua Bidang Organisasi DPP Hidayatullah dilansir Kamis (29/12/2016).

Suhardi mengatakan sebagai manusia biasa ia memiliki banyak kekurangan, karena itu ia berharap dengan berpaduan dan kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi, ia berharap Syabab Hidayatullah dapat semakin menguatkan kiprahnya.

“Mari kita bekerja dan terus opitmis memperbaiki organisasi agar lebih bermanfaat bagi umat serta bangsa tercinta ini,” kata Suhardi.

Suhardi Sukiman kelahiran Tolitoli, Sulawesi Tengah, 37 tahun silam ini adalah jebolan Pondok Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan, Kaltim. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta.

Selama kuliah, Suhardi berkecimpung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan terlibat dengan berbagai diskusi dan interaksi dengan gerakan lainnya.

Nakhoda Syabab Hidayatullah ini didampingi oleh Sekretaris Jenderal Imam Nawawi

Munas bertema “Penajaman Gerakan Pemuda untuk NKRI Bermartabat” ini digelar di Kampus Hidayatullah Batam, jalan Brigjen Katamso, Tanjung Uncang, Batam, Riau, selama 3 hari (26-28/12) yang dibuka oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan turut digelar Sosialisasi Empat Pilar MRI RI oleh anggota MPRI dari unsur DPD, Muhammad Asri Anas.

Munas ini juga menghadirkan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam sesi sharing dan dialog kepemudaan mengangkat tema “Pemuda Islam Indonesia Merawat NKRI” yang dipanel dengan pengusaha nasional, Heppy Trenggono yang membahas tema “Kebangkitan Ekonomi Umat”. (ybh/hio)

Ketum Narasumber Seminar “Uang Panai” di Tadulako

ustadz-nashirul-narasumber-seminar-uang-panai-di-tadulakoHidayatullah.or.id – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Ust Nashirul Haq, menjadi narasumber dalam acara seminar sehari digelar di Auditorium Universitas Tadulako (Untad), Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (17/12/2016).

Agenda yang digelar oleh Pondok Pesantren Mahasiswa (Ponpesma) Liwa’ul Haq dengan mengusung tema “Uang Panai: Antara Budaya Gengsi dan Tuntunan Syariat” ini diikuti oleh sedikitnya 400 peserta.

Dalam pennyampaiannya, Ust Nashirul Haq, menjelaskan agama Islam adalah agama fitrah. Manusia diciptakan Allah SWT sesuai dengan fitrah ini.

Beliau menguraikan, pernikahan adalah fitrah kemanusiaan, (gharizah insaniyah) maka Islam mensyariatkannya.

Dijelaskan dia, Islam menolak sistem ke-rahib-an karena bertentangan dengan fitrah kemanusiaan, maka dari itu pernikahan adalah kebutuhan dan syariat.

“Mahar atau mas kawin adalah hak seorang wanita yang harus dipenuhi oleh laki-laki yang akan menikahinya. Mahar menjadi hak milik seorang isteri dan tidak boleh siapapun mengambilnya kecuali bila isteri ridha memberikannya kepada orang lain,” terangnya.

Sementara itu, moderator sekaligus pembina Ponpesma Liwa’ul Haq, Hartono M Yasin, sebelum memulai materi, menyampaikan pentingnya seminar ini.

Menurutnya di zaman yang semakin modern sekarang, semakin banyak orang yang menganggap uang panai sebagai kewajiban mutlak yang harus dipenuhi oleh pihak pria kepada pihak wanita.

“Inilah yang menyebabkan banyak pria yang takut menikah sehingga banyak kerugian terjadi di pihak wanita yang akhirnya wanita tersebut menjadi perawan tua karena syarat yang diberikan oleh keluarga wanita tersebut kepada pihak pelamar terlalu memberatkan,” kata Hartono.

Masalah ini, lanjut Hartono, banyak terjadi di sebagian wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan, terutama sebagian besar orang-orang suku Bugis dan para bangsawan yang ada di daerah-daerah di Indonesia.

Dalam agenda ini, juga menghadirkan pemateri dai kondang di Sulawesi Tengah, Ustadz Yusuf Lauma Lc SH.I.

Menambahkan pemaparan sebelumnya, Ustadz Yusuf menerangkan mahar adalah pemberian suami pada isterinya berkenaan sebab adanya akad nikah antara keduanya.

Dia menjelaskan, mahar hukumnya wajib di setiap pelaksanaan akad nikah sesuai dengan bunyi ayat Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 24 yang menyebutkan bahwa mahar adalah prasyarat di balik kehalalan pernikahan.

“Dalam ayat tersebut tertulis, dan dihalalkan bagimu selain (perempuan-perempuan) yang demikian itu jika kamu berusaha dengan hartamu untuk menikahinya,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa semua yang dapat dijadikan harga (seperti uang tunai) atau yang dihargai (seperti barang atau perhiasan), atau yang bisa disewakan (pendapat jumhur ulama) bisa menjadi mahar.

Yusuf menjelaskan, bolehnya mahar itu dengan sesuatu yang bermanfaat, seperti memanfaatkan rumah, kendaraan atau budak yang dimiliki, atau membantunya ia dalam mengolah pertanian, membangun rumah, menjahitkan baju atau membantu safar perjalanan haji sebagaimana pendapat jumhur mazhab. */Adi Nur Alim

Santri Hidayatullah Didorong Berdakwah di Luar Negeri

img-20161221-wa049Hidayatullah.or.id – Ketua Yayasan UICCI se-Asia Pasifik, Hakan Soydemir, yang membawahi Yayasan Sulaimaniyah, mendorong santri Hidayatullah terus semangat memburu ilmu pengetahuan agar kelak dapat berdakwah tidak saja di tanah air melainkan juga bisa menjangkau daratan Asia, Eropa, dan belahan dunia lainnya.

Hal itu diungkapkan Hakan Soydemir di hadapan ratusan santri saat berkunjung ke Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (21/12/2016) .

Dalam pertemuan itu, Hakan Soydemir juga berkesempatan waktu bertaaruf di hadapan jamaah dan santri usai shalat Dzuhur di Masjid Ummul Quro Pesantren Hidayatullah Depok.

Di hadapan ratusan santri Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Hakan Soydemir memberikan motivasi. Ia mendorong para santri selalu mendasarkan kegiatannya di pesantren semata-mata karena Allah Ta’ala.

“Jangan hanya bercita-cita jadi pengusaha. Jangan bercita-cita jadi pejabat. Tapi bercita-citalah menjadi ustadz. Insya Allah dunia akan ikut,” kata Hakan dalam bahasa Indonesia yang fasih.

Hakan mengungkapkan kebutuhan akan ustadz terus meningkat khususnya di negara-negara Asia Fasifik, Eropa, dan juga Afrika.

Karena itu, Hakan berharap santri Hidayatullah Depok dapat menjadi bagian penerima beasiswa pendidikan dari lembaganya sehingga kelak dapat menguatkan dakwah di berbagai penjuru dunia.

Disampaikan Hakan, Yayasan Sulaimaniyah bergerak di bawah Yayasan United Islamic Cultural Center of Indonesia (UICCI).

UICCI ini juga secara resmi telah bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) RI memberikan pendidikan gratis untuk mencetak dai-dai dengan pengalaman pendidikan di Indonesia dan Turki.

Saat ini Sulaimaniyah telah membuka lebih dari 20 cabang di berbagai kota di Indonesia. Mulai dari pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa bisa mengenyam pendidikan di situ. Ada pula pesantren khusus tahfidz dan tadris

Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Depok terus melakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk menguatkan dan meluaskan peranannya khususnya di bidang dakwah dan pengembangan pendidikan.

Berkaitan dengan upaya tersebut, Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Depok menerima kunjungan Yayasan Sulaimaniyah, sebuah organisasi asal Turki, dalam rangka menjajaki kerjasama dakwah dan pendidikan.

Rombongan dari Yayasan Sulaimaniyah Turki yang dipimpin Hakan Soydemir ini, diterima oleh Pembina Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Depok Ustadz Abdul Mannan dan Ketua Yayasan Hidayatullah Kota Depok Ustadz Lalu Mabrul yang didampingi sejumlah jajarannya.

Pertemuan berlangsung di Meeting Room, Gedung Hidayatullah Islamic Center (HiTC), Jalan Raya Kalimulya, Cilodong, Kota Depok, Rabu (21/12/2016).

Dalam pertemuan tersebut dilakukan perkenalan dan saling tukar informasi seputar yayasan masing-masing kedua lembaga.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok Ustadz Lalu Mabrul kepada media ini mengungkapkan kunjungan rombongan Yayasan Sulaimaniyah dalam rangka silaturahmi dan menjajaki kejasama pendidikan kader ulama yang di selenggarakan oleh Yayasan Sulaimaniyyah di Turki.

“Yayasan Sulaimaniyyah membuka peluang kerjasama beasiswa pendidikan untuk santri Hidayatullah guna dididik menjadi calon-calon dai yang hafid, mujahid untuk berdakwah di seluruh dunia,” kata Ustadz Lalu.

Silaturrahim ini ditutup dengan ramah tamah dan berfoto bersama. Turut dalam pertemuan tersebut pengurus Yayasan Marhamah Jakarta dan Ketua DPD Hidayatullah Jakarta Timur Ustadz Mahmud Effendi beserta rekan sejawatnya. (ybh/hio)

Ikrar Syahadat 200 Warga Suku Wana

0

Sekitar 200 orang suku Wana dari beberapa dusun di Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah menyatakan memeluk agama Islam.

[youtube width=”100%” height=”300″ src=”XfuH05XIJ00?rel=0&autoplay=1″][/youtube]

Gelar Training Kader Menuju Dakwah Inovatif di Bali

0

img_5989 img_5847 img_6035Hidayatullah.or.id – Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Bali kembali menggelar acara training perkaderan Marhalah Ula dirangkai dengan pelatihan pembelajaran Al Qur’an metode GRAND MBA yang diikuti oleh perwakilan utusan dari berbagai Dewan Pengurus Daerah (DPD) di Pulau Destinasi Wisata tersebut yang berlangsung di Kampus Pesantren Hidayatullah Denpasar, beberapa waktu lalu.

Ketua DPW Hidayatullah Bali, Ustadz Abdullah Salim, M.Pd.I, dalam sambutannya mengatakan dalam suatu masyarakat perubahan sosial budaya akan selalu ada dan terjadi silih berganti karena masyarakat selalu melakukan interaksi dengan masyarakat lain.

Perubahan itu, lanjut Abdullah Salim, dapat disebabkan karena adanya faktor dari dalam kebudayaan masyarakat itu sendiri yaitu seperti bertambah dan berkurangnya penduduk, penemuan-penemuan baru dan pertentangan antar masyarakat itu sendiri.

“Selain faktor dari dalam masyarakat itu sendiri, juga ada faktor dari luar yang mempengaruhi perubahan dalam masyarakat misalnya pengaruh dari kebudayaan lain. Adanya pengaruh dari kebudayaan yang menimbulkan perpaduan dan percampuran kebudayaan,” kata Salim.

Berangkat dari kesadaran akan tantangan dakwah itu, maka menurut Salim, kiprah dakwah yang inovatif di Bali harus terus digalakkan. Tantangan ini menjadi “vitamin’ bagi para aktivis dakwah terkhusus Hidayatullah Bali.

“Beragam aktivitas dakwah terus digelar untuk lebih memperluas jangkauan dan kuantitas binaan. Karena itu diperlukan langkah-langkah rekrutmen dan pembinaan. Salah satu langkah pembinaan yakni melakukan pengkaderan,” imbuhnya.

Menurut Salim, pengkaderan inilah yang akan menjadi spirit baru bagi jamaah yang telah bergabung dan terlatih. Salah satu langkah kongkrit dalam menata jamaah dalam bingkai daurah. Daurah inilah yang baru-baru ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Hidayatullah Denpasar.

Abdullah Salim mengajak kepada para kader dan Muallim MBA untuk senantiasa mengasah diri, bermuhasabah dan banyak-banyak berinteraksi dengan Al-Qur’an, karena Al Qur’an merupakan petunjuk hidup orang-orang beriman,

Sementara itu, Ustadz Sakhnan, Lc selaku Instruktur pelatihan Muallim MBA, menjelaskan dua pelaksanaan kegiatan ini merupakan langkah taktis untuk memberikan pemahaman kepada kader akan pentingnya mengenali lebih jauh akan kelebihan Sistematika Wahyu yang menjadi landasan pelayanan kepada ummat.

“Juga dikuatkan oleh kiranya setelah ini hadir, muallim-muallim khususnya untuk Ibu-Ibu dan remaja putri yang sangat terbatas dan banyak permintaan,” kata Sakhnan.

Dalam sambutan pembukaan dan penutupan, Ustadz Fery Indarto selaku Pembina Yayasan Al Islam Hidayatullah Bali, mengajak kepada peserta Marhala Ula dan Muallim MBA untuk terus istiqomah dalam mempelajari Al Qur’an.

Beliau mencontohkan saat ini di salah satu masjid di Kota Denpasar, ia punya halaqah MBA yang istiqomah sampai saat ini sudah masuk Surah Ar-Ra’du.
“Istiqomahlah dalam berdakwah, karena hidup ini hanya sekali dan kematian merupakan sebuah keniscayaan, Hiduplah dengan perbanyak amal shaleh, Itulah bekal kita ketika menghadapi pengadilan yang Maha Adil dari Allah SWT di Yaumil Akhir,” tutur beliau.

Ustadz Ahkom, seorang dai asal Kabupaten Jembrana yang didaulat panitia untuk menyampaikan pesan dan kesan selama mengikuti dauroh berkisah.

“Saya sudah agak lama bergabung dengan Hidayatullah, tetapi baru di Marhala Ula ini mengetahui mengapa setiap kajian-kajian di Hidayatullah selalu diulang-ulang Iqra dan Sistematika Wahyu,” aku Ahkom.

“Saya secara pribadi menyampaikan terima kasih kepada para ustadz yang mengisi jadwal dalam pelatihan ini. Karena dengan ikutnya saya disini sehingga saya lebih termotivasi lagi untuk bergabung dan siap berjamaah dengan segala konsekuensinya. Pemaparan dalam setiap sesi itulah yang memberikan gambaran utuh tentang manhaj ini,” ujar Ahkom dengan serius.

Acara ini terlaksana berkat kerjasama pengurus DPW Hidayatullah Bali dan Pengurus DPD Hidayatullah Kota Denpasar yang didukung oleh Baitul Maal Hidayatullah, Yayasan Al Islam, Jaringan Pendidikan Integral Hidayatullah, Syabab Hidayatullah, Mushida dan Kophida.

Kegiatan ini berlangsung selam tiga hari sejak hari Sabtu dan berakhir pada hari Senin yang diikuti sebanyak 62 orang yang terdiri dari Peserta Marhala Ula 23 orang, dan Muallim MBA sebanyak 39 orang dengan rincian muallim ikhwan 21 orang dan muallim akhwat sebanyak 18 orang. */ Yusran Yauma

Mushida dan Wanita ISMA Eratkan Persaudaraan Indonesia-Malaysia

img-20161218-wa044 img-20161218-wa054Hidayatullah.or.id – Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah (PP Mushida) menerima anjangsana silaturrahim rombongan Jawatan Kuasa Pusat Wanita Ikatan Muslimin Malaysia (Wanita ISMA) di Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu (17/12/2016).

Kedatangan rombongan Jawatan Kuasa Pusat Wanita Ikatan Muslimin Malaysia dipimpin oleh Ketua Wanita ISMA, Dr Norsaleha Mohd Salleh. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah Reny Susilowati berserta jajarannya.

Forum silaturrahim yang khidmat dan penuh ukhuwah ini berlangsung selama dua hari. Reni Susilowati mengungkapkan rasa harunya atas kunjungan para tokoh muslimah dari Malaysia tersebut.

“Wanita ISMA layaknya saudara sekandung Muslimat Hidayatullah untuk bersama sepadu hati menyemai kebaikan dunia akhirat,” kata Reni kepada Nasional.news, Sabtu.

Pada kesempatan tersebut Reni memperkenalkan organisasi yang dipimpinnya. Diterangkan dia, Muslimat Hidayatullah adalah organisasi otonom pendukung (orpen) yang berada di bawah koordinasi ormas induknya, Hidayatullah.

Reni menyebutkan, Muslimat Hidayatullah memfokuskan diri pada program dakwah dan pendidikan sebagaimana telah menjadi mainstream organisasi. Pihaknya juga turut berkecimpung dalam pengentasan beragam problem semasa khususnya tentang isu-isu kewanitaan.

“Mushida turut mencermati fenomena LGBT, liberalisme, dan juga isu-isu feminisme yang cukup memprihatinkan,” tukasnya.

Reni menambahkan, dalam isu terkini Mushida juga terlibat dalam mendukung Uji Materi KUHP Pasal 284,285 dan 292 ke Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia tentang perzinahan, perkosaan, dan pencabulan.

Pengajuan uji materil 240, Pasal 284, Pasal 285, dan Pasal 292 KUHP dinilai sangat penting untuk menjadikan identitas diri bangsa Indonesia tetap hidup dan menerangi sejarah perjalananan bangsa ke depan.

Dalam pada itu, Reni menyebutkan Mushida telah berkedudukan hampir di semua wilayah dan daerah di Indonesia dengan mengambil peran-peran kemuslimatan seperti operasionalisasi pendidikan anak usia dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD).

Reni berharap jalinan silaturrahim tersebut dapat semakin meningkatkan jalinan sinergi yang tidak saja akan bermanfaat untuk keduanya, melainkan juga semakin meneguhkan persaudaraan Indonesia dengan Malaysia.

“Silaturrahim dan sinergi dakwah ini semakin meneguhkan persaudaraan antara Indonesia dan Malaysia,” kata Reni.

Sementara itu, Ketua Wanita ISMA, Dr Norsaleha Mohd Salleh, dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Muslimat Hidayatullah dan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok yang telah menerima mereka dengan istimewa.

Pada kesempatan tersebut Norsaleha mengutarakan profil Wanita ISMA yang dipimpinnya. Meskipun relatif masih muda, Wanita ISMA telah memiliki jaringan cabang (cawangan) di sejumlah besar kawasan di Malaysia.

Dia menjelaskan organisasi yang dipimpinnya adalah salah satu biro dalam struktur organisasi Ikatan Muslimin Malaysia (ISMA) yang merupakan wadah aspirasi ISMA dalam membangun ketokohan dan kepimpinan wanita serta membina jaringan dengan agensi-agensi wanita di Malaysia.

Wanita ISMA memiliki motto menguatkan kepimpinan wanita muslimah dan saat ini pihaknya mempunyai gerakan nasional pembangunan ketahanan keluarga dengan tagline “1 Tokoh, 1 Taman, 1 Usrah”. Pihaknya juga secara reguler menggelar seminar Fiqh Wanita yang seing mengupas isu-isu wanita semasa, feminisme, dan liberalisme.

Jalin Kerjasama

Forum silaturrahim itu dibarengi dengan kegiatan tanya jawab untuk menggali pengalaman masing-masing kedua negara dalam banyak hal serta berbagi informasi seputar lembaga masing-masing.

Selain itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Muslimat Hidayatullah dengan Wanita ISMA yang diantara kesepakatannya adalah mengukuhkan akidah dan jatidiri Muslimah, media silaturrahim dan ukhuwah Islamiyah, serta jalinan pertukaran informasi dan saling menguatkan dalam dakwah Muslimah serta kerjasama antara organisasi dalam membangun peradaban Islam.

Hadir juga dalam kesempatan tersebut jajaran pengurus PP Muslimat Hidayatullah diantaranya Sekretaris Jenderal Lenny Syahnidar, anggota MPP Mushida Sabriati Aziz dan Irawati Istadi serta Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Ust Lalu Mabrul.

Sementara dari Wanita ISMA hadir mendampingi Ketua Wanita ISMA yakni Naib Ketua Wanita Dr Norzila Baharin, Bendahara Wanita ISMA Puan Siti Affiza Mohammad, dan Ketua Wanita Wanita ISMA Cawangan Kuantan Norhayati Ahmad Salleh. (ybh/hio)

TNI Berbagi Bahagia dengan Santri Hidayatullah Kupang

korem-161-ws-berbagai-bahagia-dengan-santri-hidayatullah-kupang3 korem-161-ws-berbagai-bahagia-dengan-santri-hidayatullah-kupang2 korem-161-ws-berbagai-bahagia-dengan-santri-hidayatullah-kupangHidayatullah.or.id – Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dalam hal ini Komando Resort Militer (Korem) 161/Wira Sakti menggelar acara bakti sosial kesehatan, pengobatan dan khitanan massal menjadi salah satu rangkaian kegiatan dari beberapa kegitan lainnya yang dilaksanakan dalam rangka menyongsong Hari Juang Kartika TNI AD Ke 71 Tahun 2016.

Kegiatan bakti sosial ini bertempat di Pondok Pesantren Hidayatullah Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (09/12/2016)

Pembukaan kegiatan ini dilakukan oleh Kasipers Korem 161/Wira Sakti Letkol Inf Apriadi Dirbas yang sekaligus membacakan sambutan Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Heri Wiranto, S.E., M.M., yang antara lain mengatakan bahwa kegiatan Bhaksos Kesehatan yang dikoordinir oleh Denkesyah 09.04.01 Wira Sakti Kupang, bekerjasama dengan intansi terkait Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, khususnya Puskesmas Baktate.

Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dalam rangka menyambut peringatan Hari Juang Kartika TNI AD Ke 71 Tahun 2016, yang bertujuan untuk membantu meringankan beban permasalahan yang dihadapi masyarakat dan juga merupakan wujud partisipasi Korem 161/Wira Sakti dalam mendukung program pemerintah NTT di bidang pembangunan kesehatan.

Sementara Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Baktate yang juga sekaligus pengasuh pondok ini, Ustadz Usman Mamang menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Korem 161/Wira Sakti dalam menyongsong Hari Juang Kartika TNI AD ke 71 Tahun 2016.

Ustadz Usman Mamang menyampaikan pelayanan kesehatan seperti ini sangat dibutuhkan oleh warga Pondok Pesantren dan masyarakat sekitarnya

“Dengan kegiatan seperti ini kami di sini dengan keterbatasan fasilitas kesehatan merasa sangat terbantu untuk perbaikan dan pembinaan kesehatan masyarakat khususnya warga Pondok Pesantren,” kata Ustadz Usman.

Dia berharap kedepannya kegiatan sejenis dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Koordinator kegiatan Bhaksos ini, Dandenkesyah 09. 04. 01 Wira Sakti Kupang Letkol Ckm Prabowo Effendi mengatakan ada tiga kegiatan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan antara lain, pengobatan umum, khitanan massal dan pemeriksaan buta warna.

Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang selaras dengan apa yang menjadi tujuan pembangunan di bidang kesehatan.

Muaranya masyarakat kita benar-benar memahami arti kesehatan secara utuh, ungkapnya.

Ditambahkan kegiatan kali ini menargetkan sekitar 250 orang untuk pengobatan umum, 25 orang untuk khitanan massal serta 65 orang untuk pemeriksaan buta warna.

Pantauan di lapangan masyarakat begitu antusias dan merasa terbantu dengan pelaksanaan kegiatan seperti ini.

“Kami senang dilayani dengan ramah dan gratis, ungkap salah satu warga bernama Narti yang merupakan warga asli Kelurahan Baktate, serta berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan secara rutin,” tukasnya. (kor/ybh)

Wagub Bengkulu Tanam Pohon di Kampus Ponpes Hidayatullah

wakil-gubernur-tanam-pohon-di-kampus-hidayatullah-bengkulu2 wakil-gubernur-tanam-pohon-di-kampus-hidayatullah-bengkuluHidayatullah.or.id – Wakil Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA melakukan penanaman pohon di komplek Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Bengkulu, beberapa waktu lalu (9/12).

Penanaman pohon itu merupakan seremoni memperingati Hari Menanam Pohon yang bertepatan dengan Hari Juang Kartika.

Wakil Gubernutr dibersamai oleh Korem 041/Gamas bersama Dinas Kehutanan. Rombongan melakukan penanaman 1000 bibit pohon di lingkungan Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Bengkulu.

Komadan Korem (Danrem) 041/Gamas Kolonel Inf Andi Muhammad mengatakan, penanaman pohon yang dilakukan di Pondok Pesantren Hidayatullah merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka Hari juang Kartika sekaligus mendukung program penghijauan nasional yang digalakan oleh Pemerintah Daerah.

“Tanam 1000 pohon ini untuk penghijauan sekaligus bentuk dukungan kita kepada pemerintah daerah,” jelasnya.

Dampak negatif dari perubahan iklim dan pemanasan gelobal, lanjutnya, mengakibatkan bencana seperti banjir dan tanah longsor, sehingga peru diadakan pengijauan.

“Kita harapkan aksi ini bisa mengatasi apa yang tidak kita inginkan,” ungkapnya.

Kegiatan juga diharapkan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, serta pohon yang telah ditanam harus dirawat dengan sungguh-sungguh. “Sehingga apa yang yang kita lakukan hari ini dapat memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” tandasnya.

Sementara itu Wakil Gubernur mengapresiasi Pesantren Hidayatullah yang menurutnya sebagai pesantren yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pelestarian alam yang merupakan ajaran Islam.

Dia mengatakan, penanaman pohon secara besar-besaran ini dilakukan untuk mewujudkan Bengkulu sebagai pusat iklan dunia. Dia mengimbau penanaman pohon di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu gencar dilakukan.

Wagub Rohidin menyebutkan, setidaknya tahun 2016 ini sudah ada sekitar 4,3 juta pohon telah ditanam di kawasan tersebut.

“Bengkulu harus hijau dan mampu menciptakan kenyamanan iklim dunia,” ungkap Wagub Rohidin.

Menurut Wagub, kesadaran menanam pohon harus dipupuk secara terus menerus. Baik menanam pohon di lahan kosong, tandus, bantaran sungai, pekarangan rumah hingga wilayah lainnya. Sehingga lahan yang kosong menjadi tempat tumbuhnya pohon sebagai sumber oksigen untuk pernapasan manusia.

“Kesadaran ini harus kita lestarikan. Karena tanpa kita menyayangi lingkungan, maka lingkungan itu akan menjadi rusak,” tambahnya.

Tak hanya itu, penanaman 4,3 juta pohon ini melibatkan semua kalangan. Baik TNI, Polri, instansi pemerintah, swasta, pelajar hingga kalangan lainnya.
Disamping itu, lanjut dia, jutaan pohon ini juga diberikan kepada masyarakat secara gratis untuk ditanam.

“Semua pohon ini gratis dari pemerintah. Silahkan yang ingin meminta bibit pohon untuk datang ke instansi terkait. Sehingga semua pohon yang ada dapat tertanam semua,” beber Rohidin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Bengkulu, Ir Risman Sipayung mengatakan, tahun 2016 ini kuota bibit pohon sekitar 200 ribu pohon yang bersumber dari APBD Provinsi Bengkulu. Sementara jutaan pohon seperti pohon mahoni, sengon hingga pohon hutan lainnya berasal dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI.

“Tahun depan, kita rencanakan 300 ribu pohon sediakan. Kalau dari kementerian jumlahnya jutaan tetap kita usulkan,” ujar Risman.

Risman menjelaskan, animo masyarakat Bengkulu sangat tinggi untuk melakukan penanaman pohon. Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk terus mengusulkan bibit pohon. Sehingga penanaman pohon dapat lebih banyak lagi dari tahun sebelumnya.

“Silahkan diusulkan. Semua pohon kita gratiskan, berapapun permintaannya akan kita coba akomodir nantinya,” tandasnya.

Selain dihadiri Wagub, peringatan Hari Menanam Pohon Indonesai (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional tahun 2016 di Pondok Pesantren Hidayatullah Kota Bengkulu ini diharidi juga oleh Ketua DPW Hidayatullah Bengkulu, Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu Ir Abu Bakar, Danrem 041/Gamas Bengkulu Kolonel Inf Andi Muhammad diwakili oleh Kasintel Letkol Inf Imam Priharso SH, perwakilan Polda Bengkulu dan para tamu penting lainnya. (ybh/hio)

[BERITA FOTO] Sidang Pleno Pengurus Pusat Hidayatullah

0

img-20161209-wa001 img-20161209-wa033Hidayatullah.or.id – Dewan Pengurus Pusat (DPP) menggelar Sidang Pleno dan Musyawarah Majelis Syura Hidayatullah yang berlangsung selama 4 hari sejak tanggal 9-12 Desember 2016.

Acara ini berlangsung intensif di Gedung Badan Penelitian Dan Pengembangan, Pendidikan Dan Pelatihan Dan Informasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi (Balilatfo Kemendesa), Ciracas, Jakarta Timur.

Acara yang diikuti oleh seluruh unsur pengurus DPP Hidayatullah ini selain membahas dan mengesahkan berbagai agenda serta program yang telah dirumuskan, acara ini juga untuk konsolidasi akhir tahun. (riz/ybh)