Beranda blog Halaman 612

Wapres Akan Hadiri Munas IV Hidayatullah di Balikpapan

hidayatullahfoto_webHidayatullah.or.id — Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menerima Ketua Dewan Syura Hidayatullah Hamim Thohari, di Kantor Wakil Presiden, Rabu, 29 Juli 2015. Kedatangan Thohari untuk mengundang Wapres pada Musyawarah Nasional Hidayatullah yang ke-4 tanggal 7-10 November 2015 di Balikpapan.

Thohari menyampaikan Munas nanti akan fokus untuk membahas kegiatan-kegiatan dan program-program organisasi ini, bukan pemilihan ketua umum.

Thohari menjelaskan, program utama Hidayatullah adalah, pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat.

Dalam bidang pendidikan, jelas dia di hadapan Wapres, Hidayatullah telah membangun beberapa perguruan tinggi. Dan, kedepan berencana mencetak guru-guru yang tidak hanya fokus pada pendidikan Islam, tetapi juga pendidikan umum.

Sementara di bidang dakwah, menurut Thohari, Hidayatullah paling banyak mengirimkan dai-dai ke pelosok-plosok daerah tertinggal. Dan untuk bidang pemberdayaan umat, Hidayatullah fokus pada pembangunan ekonomi.

“Untuk itu kami berharap, Wapres berkenan memberikan nasehat terkait pemberdayaan ekonomi kemasyarakatan,” ucap Thohari.

Menanggapi hal tersebut, Wapres menyampaikan bahwa umat Islam banyak bahkan yang berkecimpung di dunia pendidikan, pemerintahan, dan lain sebagainya, namun hanya sedikit yang menjadi pengusaha.

Wapres mengibaratkan, jika ada 100 orang miskin, 90%-nya umat Islam, dan jika ada 100 orang, umat Islam hanya 10%. Wapres mencontohkan jika ada pembagian zakat, banyak yang mengantri bahkan sering terjadi insiden yang menyebabkan kematian.

“Itu karena muzakkinya kurang, mustahiqnya lebih banyak,” ungkap Wapres dikutip laman resmi Wapres RI, Rabu.

Oleh karena itu Wapres berharap dai-dai yang memberikan dakwah tidak hanya membicarakan masalah ibadah, tetapi juga muamalah.

Hal ini, lanjut Wapres, sesuai dengan Doa Sapu Jagat yang sering dibaca setelah sholat. Robbanaa AAtinaa Fid Dunya Hasanah, Wa Fil AAkhiroti Hasannah, Wa Qinaa ‘Azaban Naar.

“Doa ini berarti bagaimana kebaikan di dunia dan akhirat sama-sama seimbang. Tidak ada kebaikan dunia tanpa kebaikan akhirat,” tegas Wapres.

Di akhir pertemuan, Wapres berjanji akan menghadiri Munas Hidayatullah jika tidak ada halangan. Hadir mendampingi Thohari, Sekretaris Jenderal Hidayatullah Abu A’la Abdullah, Bendahara Umum Hasan Ibrahim, Ketua Bidang Pelayanan Umat Tasyrif Amin, Ketua Bidang Pengembangan Ekonomi Asih Subagio, dan anggota Dewan Syura Nursyamsa Hadis. (ybh/hio)

Wapres Dorong Dai Dakwahkan Pentingnya Wirausaha

jusuf kallaHidayatullah.com — Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI), Jusuf Kalla, mendorong para dai atau muballigh untuk juga mendakwahkan pentingya berwirausaha dalam rangka memajukan umat untuk kemandirian bangsa.

“Umat Islam banyak bahkan yang berkecimpung di dunia pendidikan, pemerintahan, dan lain sebagainya, namun hanya sedikit yang menjadi pengusaha,” kata Wapres saat menerima pengurus PP Hidayatullah di Kantor Wakil Presiden, Rabu (29/07/2015).

Kedatangan pengurus PP Hidayatullah yang dipimpin Ketua Dewan Syura Hidayatullah Hamim Thohari ini untuk mengundang Wapres pada Musyawarah Nasional Hidayatullah yang ke-4 tanggal 7-10 November 2015 di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Wapres berharap dai-dai yang memberikan dakwah tidak hanya membicarakan masalah ibadah, tetapi juga muamalah. Hal ini, kata dia, sesuai dengan doa Sapu Jagat yang sering dibaca setelah sholat. Robbanaa Aatinaa Fid Dunya Hasanah, Wa Fil Aakhiroti Hasanah, Wa Qinaa ‘Azaban Naar.

“Doa ini berarti bagaimana kebaikan di dunia dan akhirat sama-sama seimbang. Tidak ada kebaikan dunia tanpa kebaikan akhirat,” tegas Wapres.

Wapres mengibaratkan, jika ada 100 orang miskin, 90%-nya umat Islam, dan jika ada 100 orang, umat Islam hanya 10 persen.

Wapres mencontohkan jika ada pembagian zakat, banyak yang mengantri bahkan sering terjadi insiden yang menyebabkan kematian.

“Itu karena muzakkinya kurang, mustahiqnya lebih banyak,” ungkap Wapres.

Di akhir pertemuan, Wapres berjanji akan menghadiri Munas Hidayatullah jika tidak ada halangan. Hadir mendampingi Thohari, Sekretaris Jenderal Hidayatullah Abu A’la Abdullah, Bendahara Umum Hasan Ibrahim, Ketua Bidan Pengembangan Ekonomi Asih Subagio, dan anggota Dewan Syura Nursyamsa Hadis. (ybh/hio)

Pesantren Tidak Ajarkan Radikalisme

mohsen kemenagHidayatullah.or.id — Stigma pesantren radikalis yang terus-menerus timbul setiap kali terjadi konflik atau tindakan kekerasan yang dikaitkan dengan Islam membuat miris berbagai pihak. Misalnya saja Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Ditpdpontren) yang memang konsen dalam pemberdayaan pesantren.

Dalam paparannya, Direktur Pdpontren Mohsen menyampaikan bahwa pondok pesantren tidak pernah mengajarkan pemahaman dan tindakan radikalisme. Semua yang diajarkan di pesantren adalah Islam yang rahmatan lil’alamin.

Mohsen yang juga merupakan tokoh Pesantren Al-Khairat Palu menekankan perlunya Lembaga dan Badan yang menangani persoalan radikalisme membuat penelitian yang sangat akurat tentang keterkaitan pesantren.

“Seminar ini dilaksanakan bukan karena alasan keterkaitan pesantren dengan tindakan radikalisme, tapi justru sebagai upaya membantah tudingan selama ini”, tegas Mohsen dalam Seminar Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren dengan tema Peran Pesantren Dalam Menangkal Radikalisme Agama, Palu, Senin (27/07) lalu.

Mohsen menambahkan, pondok pesantren justru menjadi benteng dari setiap tindakan radikalisme. Semua yang diajarkan di pesantren adalah Islam nusantara, cinta tanah air.

“Pesantren justru hadir sebagai penyeimbang keharmonisan umat beragama”, tambahnya.

Jadi perlu dikaji kembali tudingan-tudingan itu. Sejauh mana Lembaga dan Badan yang memiliki otoritas tersebut membuat kriteria penilaian keradikalisasian pesantren.
Apakah memang selama ini pesantren ditemukan mengajarkan radikalisme, ataukah hanya secara kebetulan pelaku tindakan radikalisme tersebut merupakan lulusan dari pesantren. Ini yang perlu dikaji kembali.

Jika memang demikian, kata Mohsen, tentunya stigma tersebut tidak bisa dilekatkan dengan pesantren, karena dimungkinkan pelaku radikalisme tersebut mendapat pemahaman setelah keluar dari pesantren, Mohsen kembali menekankan.

“Kami para pelaku pesatren selama ini berupaya meyakinkan dan menghadirkan Islam yang damai dan mampu membawa rahmat bagi umat”, demikian diakhirinya. (kem/hio)

Wakil Presiden Terima Ketum PP Hidayatullah Hari Ini

Dalam sebuah kesempatan Wapres RI Jusuf Kalla menerima pengurus PP Hidayatullah, beberapa tahun silam . dok
Dalam sebuah kesempatan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menerima pengurus PP Hidayatullah di Istana Wapres, beberapa tahun silam . Doc

Hidayatullah.or.id — Wakil Presiden Jusuf Kalla hari ini dijadwalkan menerima Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Hidayatullah, Dr Abdul Mannan, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, pada pukul 14.00 WIB.

Sebelum menuju kantor, Rabu (29/7), JK dijadwalkan menyambangi kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) untuk memberikan arahan di kantor yang dipimpin Andrinof Chaniago.

Kantor ini kebetulan berada di jalan Taman Suropati dan berdekatan dengan kediaman Wakil Presiden di jalan Diponegoro.

Selang satu jam bertemu Dubes Australia yang juga dijadwalkan hari ini pukul 10.00, JK akan menghadiri penandatanganan kesepakatan bersama Pemprov Sulawesi Barat dan Pemprov Kalimantan Selatan soal pengelolaan sumber daya alam, minyak dan gas bumi.

Sebagaimana dilansir laman resmi Wakil Presiden RI, Ketua Umum PP Hidayatullah Abdul Mannan bertemu Wapres Selepas makan siang pukul 14.00 WIB di kantor Wapres. (ybh/hio)

Silaturahim Syawal Kader Hidayatullah se-Jawa Timur

syawal hidayatullah jatimHidayatullah.or.id – Bertempat di masjid Aqshal Madina Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, Kamis (23/07/2015), Pimpinan Wilayah Hidayatullah Jawa Timur mengadakan kegiatan Silaturahim Syawal yang dihadiri sekitar 1500 kader dan simpatisan Hidayatullah se-Jawa Timur.

Peserta tersebut merupakan kader dan simpatisan Hidayatullah dari 31 Perwakilan Daerah dan seluruh amal usaha yang ada di bawah naungan PW Hidayatullah Jawa Timur.

“Dari konfirmasi awal yang kita terima jumlah yang hadir sampai sekitar 1500 peserta,” ujar Ihya Ulumudin selaku ketua panitia.

Dalam kegiatan tersebut menghadirkan Ustadz Zainuddin Musaddad dari Hidayatullah Pusat, Gunung Tembak, sebagai pembicara. Selain itu, sebelumnya PW Hidayatullah Jatim juga memberikan apresiasi kepada Perwakilan Daerah yang berprestasi mengembangkan cabangnya.

Penilaian berprestasi kali ini bertema ‘Yang Muda Yang Berkarya’ dan diraih oleh tiga cabang, yakni PD Ponorogo, PD Mojokerto, dan PD Bojonegoro.

“Pemberian apresiasi ini bertujuan untuk memantik semangat para kader di daerah untuk bisa lebih berkarya dalam kinerjanya mengembangkan daerahnya” papar Amun Rowi selaku Sekjen PW Hidayatullah Jatim.

Selain merupakan agenda rutin tahunan, Saifuddin, selaku ketua PW Hidayatullah Jatim, dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini juga menjadi ajang membangun ikatan jama’ah yang lebih solid lagi. “Berkumpulnya kita semua disini untuk melahirkan kekuatan ukhuwah dan kekuatan imamah jamaah,” pungkasnya.*/Yahya G Nasrallah

Beginilah Nabi Mengamalkan Toleransi

toleransi beragamaOleh Imam Nawawi*

SEBAGAI penduduk suatu negeri, umat Islam patut bersedih hati, kecewa, bahkan mungkin marah dengan apa yang dialami saudara seiman di Karubaga Kabupaten Tolikara Papua. Terlebih, kezaliman itu terjadi disaat umat Islam sedang menjalankan ibadah Sholat Idul Fitri.

Namun demikian, perasaan itu tidak boleh menjadi rambu-rambu umat Islam dalam berbuat, sekalipun luka semacam itu sering dialami kaum Muslimin di negeri ini, seperti di Ambon, Poso, Bali, dan sekarang Papua. Umat Islam harus merujuk dan mengikuti apa yang telah Rasulullah ajarkan tentang bagaimana menyikapi orang yang menzalimi beliau.

Terhadap penduduk Thaif, yang tidak saja menolak, tetapi melukai fisik beliau yang disertai dengan cacian, beliau sama sekali tidak membenci penduduk Thaif. Meskipun, pada saat yang sama tawaran dari malaikat penjaga gunung datang untuk membinasakan kaum Thaif.

Rasulullah malah mendoakan kaum Thaif. Jika tidak sekarang, Islam diterima, semoga segenap keturunan mereka kelak mendapat hidayah. Di sini Rasulullah menunjukkan sikap toleransi yang sangat luar biasa.

Sebagai pemimpin negara, Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam juga menunjukkan bagaimana bersikap toleran.

Ketika terjadi keributan antara kaum Muslim dan kaum Quraisy serta Yahudi, Rasul menawarkan solusi dengan membuat Piagam Madinah untuk mencari kedamaian dan ketenteraman kehidupan di masyarakat. Seperti yang terdapat pada pasal 16 yang tertulis, “Sesungguhnya orang Yahudi yang mengikuti kita berhak atas pertolongan dan santunan, sepanjang (kaum mukminin) tidak terzalimi dan ditentang.”

Lebih memukau lagi kala umat Islam bersama Rasulullah berhasil membebaskan kota Makkah dari paganisme (Fathu Makkah), beliau menunjukkan toleransi yang sangat indah.

Penduduk Makkah yang selama ini memusuhi Rasulullah, ketakutan ketika umat Islam berhasil menaklukkan Kota Makkah. Sebab, sebelum penaklukan itu, umat Islam sering ditindas oleh kaum kafir Quraisy Makkah. Setiap saat mereka menghalang-halangi dakwah Islam dengan beragam cara, teror dan intimidasi.

Tetapi, apa yaang terjadi saat umat Islam menang? Rasulullah memaafkan sikap intoleran, barbarian dan teror mereka. Tidak ada kebencian apalagi balas dendam. Beliau malah bersabda, “Saya hanya katakan kepada kalian sebagaimana ucapan Nabi Yusuf kepada para saudaranya, ‘Tiada celaan atas kalian pada hari ini’. Pergilah! Kalian semua bebas.” (HR. Baihaqi).

Oleh karena itu, penting bagi umat ini kembali pada apa yang Rasulullah Shallallahu Alayhi Wasallam teladankan. Jangan terjebak perasaan, kebencian apalaagi kemarahan.

Hindari membuaat pernyataan yang menyakiti pihak lain, jauhi membuat status di media sosial yang menggambarkan kebencian kepada siapapun. Biarlah kasus ini menjadi tanggung jawab negara, sembari kita dorong untuk bisa tertuntaskannya kasus ini secara menyeluruh.

Tunjukkan saja sifat-sifat kasih sayang, meskipun kita tidak pernah berhenti dizalimi dan diintimidasi. Ini semata memang kita berbeda dengan agama lain.

Percayalah, agama (Islam) ini adalah milik-Nya. Pada saatnya, nurani mereka yang tertidur akan terjaga dan bersegera menangkap cahaya hidayah dari-Nya. Meskipun tak berarti umat Islam harus selalu diam tanpa pembelaan. Wallahu a’lam.*

__________
IMAM NAWAWI, penulis adalah santri Hidayatullah. Artikel ini juga telah dimuat di portal nasional www.hidayatullah.com

Pernyataan Sikap DPP Hidayatullah atas Insiden Tolikara Papua

0

Pernyataan Sikap DPP Hidayatullah atas Insiden Tolikara Papua

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalaamu ‘Alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

Kami, pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hidayatullah menyatakan sikap atas Insiden Tolikara Papua, sebagai berikut:

  1. Mengutuk keras kelompok penyerang yang telah mencederai prinsip kebebasan untuk menjalankan ibadah serta memporakporandakan hukum dan prinsip toleransi beragama di negeri ini. Mereka melakukan kekejian justru ketika umat Islam sedang menjalankan shalat Idul Fitri dan akan merayakan hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.
  2. Mendesak aparat keamanan untuk secepat mungkin menangkap para pelakunya dan memproses mereka secara hukum.
  3. Menghimbau kepada masyarakat Muslim di Indonesia agar menahan diri untuk tidak melakukan tindakan anarkis dan melanggar hukum di negara ini, serta mewaspadai adanya provokasi yang bisa menambah keruh suasana sehingga semakin jauh dari penyelesaian yang kita inginkan.
  4. Mendesak tokoh-tokoh Kristen agar serius mendidik umatnya untuk menghargai hukum dan  toleransi di negara ini. Insiden di Papua ini adalah bukti nyata bahwa ketika kaum Muslim berada dalam kondisi minoritas, mereka kerap terzalimi, bahkan terancam jiwanya.

 

Demikian pernyataan sikap kami, dan atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jakarta, 17 Juli 2015
Kepala Biro Humas PP Hidayatullah

Mahladi

Buletin Hidayatullah Edisi Juli 2015

BACA dan ikuti berita lengkap Buletin Hidayatullah edisi Juli 2015 ini. Bagi yang belum mendapatkan filenya dapat mengunduhnya di sini.

BULETIN HIDAYATULLAH adalah media informasi dan silaturrahim ormas Hidayatullah yang terbit reguler setiap bulan. Buletin ini diedarkan melalui saluran transimi virtual seperti email dan sejenisnya tanpa dikenakan biaya alias gratis bagi siapa saja yang ingin berlangganan.

Kami sangat merekomdendasikan supaya Anda menggunakan peramban (browser) Google Chrome atau Baidu Sparkketika mengunduh (download) Buletin Hidayatullah ini untuk mendapatkan akses cepat dan kustomasi tampilan yang lebih dinamis. Download Buletin Hidayatullah di bawah ini:

BACA SEKARANG BULETIN HIDAYATULLAH JULI 2015

Hidayatullah Mataram Sambut Hangat Rombongan Kemenag Provinsi NTB

hidyatullah mataramHidayatullah.or.id — Safari Ramadhan rombongan Kanwil Kementerian Agama Provinsi di malam ke enam belas Bulan Ramadhan di Pondok Pesantren Hidayatullah Mataram mendapat sambutan hangat dari jamaah dan pengurus serta para santri-santri Pondok Pesantren yang menurut Pimpinan Pondok Ustadz Muhammad Syamsul Bakhri yang selama berdirinya baru kali ini dikunjungi rombongan safari ramadhan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Warga, jamaah, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat sangat berbangda dan berbahagia menyambut kedatangan tim safari ramadhan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Prov. NTB. Drs. H. Sulaiman Hamid, SH, MH bersama Pejabat Eselon III dan IV Kanwil Kemenag Prov. NTB.
Ustadz Muhammad Syamsul Bakhri selaku Ketua Pondok Pesantren saat menyampaikan kata sambutan selamat datangnya yang dihadiri oleh Kepala Kemenag Kota Mataram, Kepala KUA Kecamatan se Kota Mataram dan Kepala Madrasah se Kota Mataram.

Sementara itu Kepala Kemenag Kota Mataram Drs. H. Burhanul Islam dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan safari ramadhan dimaksudkan dalam meningkatkan tali silaturahim serta menjalin komunikasi dua arah antara Pemerintah dan masyarakat.
“Membangun komunikasi dua arah sangatlah penting, karena komunikasi yang terjalin dengan baik serta jalinan silaturahim yang sangat erat menjadikan kita bisa bersama-sama melakukan tindakan untuk memajukan Madrasah/pondok pesantren kita kedepan” ujar H. Burhanul Islam.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. H. Sulaiman Hamid, SH, MH menyerahkan sumbangan dana sebesar Rp. 200.000.000,- (Dua ratus juta rupiah) kepada Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Mataram Ust. Muhammad Syamsul Bakhri untuk dimanfaatkan dalam memajukan Pondok Pesantren ini khususnya di bidang pendidikan.

Kegiatan safari ramadhan malam ke 16 yang Allah menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga ini, H. Sulaiman Hamid berpesan untuk kita selalu berbaik hati dan menjauhkan prasangka yang buruk. (kem/hio)

Menteri Yohana Dorong Hidayatullah Papua Terus Berkiprah

Ilustrasi
Ilustrasi

Hidayatullah.or.id — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof Yohana Yembise mengungkapkan provinsi Papua menduduki peringkat pertama kasus kekerasan dalam rumah. Pemicu utama kasus KDRT terhadap perempuan dan anak di wilayah Papua dominan disebabkan karena pengaruh mengkonsumsi minuman keras beralkohol.

“Kasus kekerasan terhadap anak di Papua mencapai 3.250 kasus sedangkan KDRT dialami perempuan angkanya cukup tinggi dibanding daerah lain di Indonesia,” ungkap Menteri Yohana Yembise usai melakukan kunjungan ke Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah dan Lapas Kelas IIB Biak, Senin (6/7) lalu.

Terkait hal tersebut, pemerintah kabupaten dan kota di Provinsi Papua dan Papua Barat diminta mengendalikan peredaran minuman keras beralkohol yang sangat marak bebas diperjualbelikan di berbagai tempat. Dia pun mendorong Pesantren Hidayatullah Papua dan lembaga-lembaga sosial dan keagamaan lainnya di wilayah tersebut untuk terus berkiprah dalam pembangunan yang salah satunya menekan KDRT.

“Bupati dan walikota di Papua dan Papua Barat harus dapat mengendalikan peredaran miras berlakohol sehingga dapat mencegah terjadi kasus KDRT di lingkungan keluarga setempat,” harap Menteri Yohana Yembise.

Ia berharap, perempuan dan anak yang mengalami KDRT di lingkungan keluarga untuk tidak takut melapor kepada aparat berwenang atau tempat terpadu pelayanan pemberdayaan perempuan dan anak Yang ada di kabupaten/kota.

Upaya pemerintah untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, menurut Menteri Yohana, sudah nyata dengan membuat berbagai produk undang-undang untuk melindungi anak dan perempuan dari korban kekerasan.

Diantara peraturan perundangan-undangan itu adalah Undang Undang Anti Pornografi, UU Perlindungan Anak, UU Pencegahan Perdagangan Manusia serta berbagai peraturan perundangan lain yang juga telah melindungi perempuan dan anak dari berbagai kasus kejahatan.

“Saya sangat prihatin dengan meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Papua, ya diperlukan keberanian dan ketegasan aparat penegak hukum untuk menindak pelakunya sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku,” demikian Yohana Yembise.

Berdasarkan data kasus KDRT terhadap perempuan berupa fisik kasus penganiayaan dengan senjata tajam dan tangan, kejahatan tindak pidana pelecehan seksual serta berbagai kasus kekerasan non fisik dialami perempuan dan anak dilakukan orang tua dan suami bersangkutan. (ybh/hio)