AdvertisementAdvertisement

Lailatul Ijtima NTB Serap Refleksi Politik Silaturrahim Hadapi Pemilu 2024

Content Partner

LOMBOK TENGAH (Hidayatullah.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menggelar kegiatan pengajian gabungan triwulan dalam suasana helatan Lailatul Ijtima bertajuk “Merawat Harmoni Kebangsaan dengan Politik Silaturrahim”, Sabtu malam, 8 Rajab 1445 (20/1/2024).

Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Lombok Tengah menjadi tuan rumah berlangsungnya Lailatul Ijtima Hidayatullah yang diikuti oleh kader dari berbagai daerah se-Pulau Lombok ini.

Kegiatan yang diadakan pertiga bulan ini kian terasa istimewa dengan kehadiran Ketua DPW Hidayatullah NTB, Ust. H. Muslihuddin Mustaqim, M.Pd.I. Tampak pula hadir membersamai yaitu para perintis dan senior lembaga.

Tak ketinggalan, hadir narasumber memberikan petikan hikmah yaitu unsur Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah NTB yaitu Ust. Ismuji Ibnu Kastiran, S.Pd.I, Ust. Muzakkir Khalil Khayyath, M.HI, dan Ust. Muhammad Syamsul Bahri, M.HI

Pada refleksi malam dalam pembukaan rangkaian agenda ini yang berlangsung hingga Ahad besok, Ust. Muzakkir Khalil Khayyath, menyampaikan perihal politik silaturrahim. Dalam taushiahnya, ia menyoroti pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai silaturrahim dalam dunia politik.

“Silaturrahim bukan sekadar seremonial, ia juga merupakan fondasi yang kuat dalam membangun hubungan antarindividu dan kelompok masyarakat dalam bingkai ukhuwah,” kata Muzakkir Khalil.

Ia menegaskan, silaturrahim sebagai bagian dari ajaran Islam Ini adalah pondasi utama yang harus dijaga dan diperkuat, terutama dalam konteks berpolitik.

Muzakkir juga menekankan bahwa Hidayatullah sebagai elemen penting dari Negara Kesatuan Republik Indonesia terus mendorong para anggotanya untuk memperkuat jalinan silaturrahim dalam menghadapi Pemilu 2024.

Menurutnya, nilai-nilai ini bukan hanya menjadi pijakan moral, tetapi juga strategi yang efektif dalam membangun kebersamaan dan solidaritas di tengah masyarakat.

“Politik harus dijalankan dengan integritas dan penuh kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Silaturrahim adalah kunci untuk memahami aspirasi rakyat secara mendalam,” tambahnya.

Ketua DPW Hidayatullah NTB, Ustadz Muslihuddin Mustaqim, dalam sambutannya, menekankan pentingnya menginternalisasi nilai politik yang luhur dimana setiap kader Hidayatullah hendaknya hadir merangkul dengan nilai nilai silaturrahim.

Disamping itu, Muslihuddin juga menekankan pentingnya peran para kader, ulama, dan tokoh agama dalam memberikan arahan moral dan spiritual dalam dinamika politik.

Dia menambahkan, selain sebagai ajang untuk konsolidasi dalam menguatkan arus utama gerakan di bidang dakwah dan tarbiyah, kegiatan rutin Lailatul Ijtima Hidayatullah NTB kali ini juga sebagai wadah untuk memperkuat ikatan sosial dan politik yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Ia pun berharap Pondok Pesantren Hidayatullah Lombok Tengah sebagai tuan rumah menjadi pusat harmonisasi spiritual dan politik, di mana peserta dapat meresapi nilai-nilai yang menjadi landasan perjuangan Hidayatullah di panggung politik Indonesia.*/Agus Adnan

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Rekonstruksi Peradaban Islam Pasca Ramadhan: Menjemput Kejayaan dari Syawal

RAMADHAN, bulan penuh berkah dan ampunan, telah sepekan lebih meninggalkan jejak takwa dalam sanubari kita. Takwa bagaikan benih yang...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img