AdvertisementAdvertisement

Pernikahan Mubarak di Hidayatullah Makassar 18 Juni Diikuti 20an Pasang

Content Partner

MAKASSAR (Hidayatullah.or.id) — Yayasan Albayan Hidayatullah kampus utama Makassar dan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Sulsel akan kembali melaksanakan Pernikahan Mubarak 2022.

“Pernikahan Mubarak Hidayatullah insyallah direncanakan pelaksanaan pada 18 Juni mendatang,” ungkap Ketua Steering Committe (SC) Ust Abd Qadir Mahmud MA di Makassar, seperti dikutip media ini dari laman Hidayatullahmakassar.id, Sabtu, 12 Syawal 1443 (14/5/2022).

Pernikahan Mubarak merupakan agenda rutin tahunan Hidayatullah di setiap kepengurusan wilayah dan daerah bekerjasama pelaksanaanya dengan kampus utama maupun kampus madya.

Kegiatan ini menikahkan para kader Hidayatullah secara bersamaan. Prosesnya dilakukan dengan standar ketat sesuai syariat Islam. Telah menjadi tradisi dilaksanakan hampir seusia Hidayatullah, 50 tahun.

Ketua Departemen Dakwah dan Layanan Ummat Yayasan Albayan tersebut mengungkapkan, pihaknya menargetkan Pernikahan Mubarak 2022 ini akan mengikutkan 20-an pasangan ustadz dan ustazah muda Hidayatullah.

Untuk itu pihaknya berharap bagi keluarga dan kader atau pihak lain yang telah memiliki niat untuk menjadi peserta Pernikahan Mubarak agar dapat menghubungi pihak panitia bagi SC maupun OC.

Ketua Organizing Committe Ust Muh Alyas menjelaskan, sebagaimana pelaksanaan Pernikahan Mubarak Hidayatullah selama ini, akan diawali dengan menjaring kader yang dianggap sudah layak nikah, perjodohan sekufu sesuai syari’at, proses khitbah (pelamaran), hingga walimah (acara pernikahan). Seluruh rangkaian proses tersebut diusahakan sesuai dengan tuntunan sunnah Nabi.

Yang tak kalah penting, tambahnya, pasangan calon pengantin akan mengikuti pembekalan pra nikah atau karantina. Pembekalan akan diadakan selama 10 atau 14 hari berturut-turut.

“Selama masa karantina, berbagai bekal ilmu telah disiapkan oleh panitia. Mulai dari kesiapan mental, penguatan visi misi Pernikahan Mubarakah hingga kedudukan nikah dalam syariat Islam. Tak ketinggalan beberapa adab fiqh dan doa-doa juga diajarkan kepada calon mempelai, terkait adab penyerahan mahar, etika malam pertama, hingga teori komunikasi bertemu dengan calon mertua,” urai Ketua Dept Ekonomi Yayasan Albayan tersebut.*/Firmansyah Lafiri

- Advertisement -spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Rekonstruksi Peradaban Islam Pasca Ramadhan: Menjemput Kejayaan dari Syawal

RAMADHAN, bulan penuh berkah dan ampunan, telah sepekan lebih meninggalkan jejak takwa dalam sanubari kita. Takwa bagaikan benih yang...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img