
YOGYAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Rabu (09/09/2026), rombongan Bidang Pendidikan DPP Hidayatullah melakukan kunjungan silaturahim sekaligus benchmarking ke SMA Praxis Yogyakarta, sebuah entitas pendidikan yang menarik perhatian para praktisi persekolahan melalui pendekatan pembelajaran yang dinilai berani dan distingtif.
Rombongan yang berjumlah 18 orang tersebut terdiri atas enam orang dari Bidang Pendidikan DPP Hidayatullah, pengelola pendidikan Hidayatullah wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta sejumlah pengurus DPP dari Jakarta.
Rombongan disambut langsung oleh Abdullah Soedarmo, founder sekaligus owner SMA Praxis. Sekolah tersebut tidak menampilkan fasilitas fisik yang mewah. Namun, di balik kesederhanaan sarana dan prasarananya, proses pembelajaran berlangsung secara aktif dan produktif.
SMA Praxis memilih format kelembagaan pendidikan nonformal dalam bentuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Pilihan legal formal tersebut memberikan fleksibilitas dalam pengembangan kurikulum sehingga SMA Praxis lebih leluasa menerapkan pembelajaran interdisipliner berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyaksikan langsung proses pembelajaran di kelas. Para siswa bertindak sebagai inisiator proyek dengan menerapkan project based learning (PBL). Mereka secara mandiri menginisiasi, merancang, mempresentasikan, hingga mengeksekusi proyek-proyek riset berbasis STEAM yang diarahkan untuk memecahkan persoalan nyata.
Proses pembelajaran tersebut didukung para pengajar yang disebut mentor. Mereka berasal dari kalangan praktisi dan akademisi di bidang masing-masing. Para mentor tidak menempatkan diri sebagai satu-satunya sumber pengetahuan, tetapi sebagai fasilitator riset sekaligus pendorong daya kritis siswa.
Pendekatan tersebut membuat sebagian besar siswa SMA Praxis berasal dari keluarga berpendidikan tinggi. Meskipun berstatus PKBM, orang tua siswa bahkan mengeluarkan investasi pendidikan yang tidak sedikit dan cenderung melebihi biaya di sejumlah sekolah unggulan lainnya.
Pilihan keluarga terpelajar tersebut menunjukkan bahwa kredibilitas lembaga pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh label formalitas, tetapi juga oleh kedalaman proses pembelajaran dan dampak yang dihasilkan.
Padahal, SMA Praxis baru berdiri secara resmi pada 2024. Namun, model pendidikan yang berfokus pada substansi pembelajaran tersebut telah melahirkan berbagai portofolio yang membanggakan.
Keberhasilan itu menunjukkan bahwa fleksibilitas ekosistem PKBM yang dipadukan dengan standar kedisiplinan intelektual mampu membentuk siswa yang kreatif, percaya diri, serta mampu menghadirkan solusi inovatif bagi berbagai kebutuhan kehidupan.
Hal tersebut turut terlihat ketika rombongan berdialog dengan sejumlah siswa. Mereka tampak percaya diri menceritakan proyek yang dikerjakan dan menyampaikan bahwa proses pembelajaran di SMA Praxis mendorong mereka untuk berpikir kreatif, kritis, dan terbuka.
Melalui pendekatan PBL, para siswa juga memperoleh beragam pengetahuan yang terintegrasi dalam proyek pembelajaran yang mereka kerjakan. Bahkan, salah seorang siswa pindahan dari sekolah lain memilih kembali memulai dari kelas X, meskipun sebelumnya telah naik ke kelas XI, karena ingin mengikuti pembelajaran berbasis proyek sejak awal.
Kunjungan tersebut memberikan inspirasi sekaligus bahan refleksi bagi para pengelola lembaga pendidikan modern. Di tengah kompetisi pembangunan gedung dan penyediaan fasilitas yang semakin megah, SMA Praxis menunjukkan bahwa esensi pendidikan juga terletak pada kualitas dan kedalaman pengalaman belajar (learning experience) yang dirasakan langsung oleh siswa.
Pelajaran dari Yogyakarta tersebut menjadi bahan evaluasi bagi DPP Hidayatullah untuk terus menyempurnakan kurikulum, meningkatkan kualitas pendidik, serta menghadirkan pengalaman belajar yang transformatif di seluruh jaringan sekolah Hidayatullah.
Tugas pendidikan, pada akhirnya, bukan semata mengejar return of investment (ROI) atau keuntungan finansial (revenue), tetapi menghadirkan pendidikan yang memberikan dampak dan menghasilkan social return of investment (SROI).








