AdvertisementAdvertisement

LSH Hidayatullah Gelar Pelatihan Juru Sembelih Halal 14–15 Februari 2026, Daftar di Sini!

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Lembaga Sembelih Halal (LSH) Hidayatullah akan menyelenggarakan Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) selama dua hari, yakni pada Sabtu dan Ahad, 26-27 Sya’ban 1447 (14–15/2/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, dengan sesi luring pada Sabtu, 14 Februari 2026, bertempat di Aula DPP Hidayatullah Jakarta, Jalan Cipinang Cempedak I Nomor 14, Polonia, Jakarta Timur, mulai pukul 08.00 WIB. Sementara itu, sesi Ahad, 15 Februari 2026, dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti peserta dari berbagai daerah.

Pelatihan ini diselenggarakan sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 147 Tahun 2022 tentang Penyembelihan Hewan Halal. Program ini dihadirkan sebagai upaya untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang penyembelihan halal, sekaligus menjawab tantangan jaminan halal yang semakin kompleks di tengah perkembangan industri pangan dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kehalalan produk.

Hari pertama pelatihan difokuskan pada sesi tatap muka yang mencakup pemaparan materi dasar dan praktik penyembelihan hewan halal. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai prinsip syariat Islam dalam penyembelihan, tata cara penggunaan alat secara benar, serta pemahaman tentang kebersihan, keamanan pangan, dan kesejahteraan hewan. Seluruh materi disampaikan dengan mengacu pada ketentuan SKKNI dan regulasi halal yang berlaku di Indonesia.

Pada hari kedua, Ahad, 15 Februari 2026, pelatihan dilanjutkan secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Sesi ini menitikberatkan pada penguatan pemahaman konseptual, diskusi interaktif, serta pendalaman regulasi dan standar penyembelihan halal.

Peserta juga memperoleh fasilitas e-modul pelatihan, dan e-sertifikat resmi sesuai SKKNI. Selain itu, disediakan opsi untuk mengikuti uji kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi peserta yang ingin memperoleh pengakuan kompetensi secara nasional.

Panitia pelaksana menyampaikan bahwa pelatihan ini terbuka bagi masyarakat luas, khususnya mereka yang memiliki kepedulian terhadap isu halal dan kesiapan untuk menjalani proses pembelajaran secara berkelanjutan. Melalui skema hybrid, kegiatan ini memungkinkan partisipasi yang lebih luas tanpa mengurangi kualitas materi dan interaksi pembelajaran.

Muhammad Syarif, selaku panitia kegiatan, menjelaskan bahwa pelatihan Juleha ini merupakan bagian dari gerakan percerdasan masyarakat tentang pentingnya jaminan halal sejak dari hulu.

“Jaminan halal tidak hanya ditentukan di tahap akhir produk. Proses penyembelihan adalah fondasi utama. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan para juru sembelih memahami tanggung jawabnya secara syariat dan sesuai standar nasional, sehingga kehalalan benar-benar terjaga sejak awal,” katanya.

Menurutnya, tantangan jaminan halal masa kini menuntut adanya sumber daya manusia yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran nilai dan tanggung jawab etik. Oleh karena itu, pendekatan edukatif melalui pelatihan terstandar menjadi kunci dalam membangun sistem halal yang kuat dan terpercaya.

Syarif menambahkan, pelatihan ini juga merupakan bagian dari komitmen LSH Hidayatullah dalam memperkuat ekosistem halal nasional melalui jalur pendidikan dan pelatihan. Dengan mengombinasikan metode luring dan daring, kegiatan ini diharapkan dia mampu menjangkau peserta lintas wilayah sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan zaman.

Dengan mengikuti pelatihan ini, terangnya, peserta diharapkan mampu berperan aktif dalam menjaga kehalalan pangan, meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses penyembelihan, serta turut membangun sistem jaminan halal yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia.

“Diharapkan, pelatihan ini melahirkan juru sembelih halal yang kompeten, berintegritas, dan siap berperan aktif dalam menjaga kehalalan pangan serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem jaminan halal di Indonesia,” pungkasnya.

Pelatihan Juleha ini terbuka untuk masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap isu halal, siap belajar, dan bersedia berkomitmen mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Untuk sesi luring di Jakarta, biaya pelatihan ditetapkan sebesar Rp 1.500.000 per peserta.

Bagi peserta yang ingin mengikuti uji kompetensi BNSP, disediakan opsi tambahan dengan biaya Rp 1.500.000. Sementara itu, untuk sesi daring melalui Zoom Meeting, biaya pelatihan sebesar Rp 1.000.000.

Panitia mengajak masyarakat yang berminat untuk segera mendaftarkan diri dan memperoleh informasi lebih lanjut dengan menghubungi nomor 0813-1001-1598. Pendaftaran juga dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi LSH Hidayatullah.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

KH Naspi Arsyad Dorong Penguatan Relevansi Dakwah Ditengah Kompleksitas Dinamika Zaman

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, Lc, menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan dan...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img