AdvertisementAdvertisement

Hidayatullah Perkuat Sinergi Nasional Pendidikan Keluarga Menuju Visi Peradaban 2030

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) – Di tengah suasana khidmat bulan suci Ramadhan, Departemen Pendidikan Keluarga Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bertempat di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Senin, 15 Ramadhan 1447 (5/3/2026).

Forum koordinasi ini digelar secara hybrid, menghubungkan pengurus pusat dengan seluruh jajaran Departemen Pendidikan Keluarga Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah dari berbagai penjuru nusantara.

Ketua Departemen Pendidikan Keluarga DPP Hidayatullah, Nurhuda, S.Ag., M.Pd.I, menegaskan bahwa keluarga merupakan pilar fundamental dalam konstruksi peradaban Islam. Ia memaparkan peta jalan Program Departemen Pendidikan Keluarga untuk periode 2025–2030 yang berorientasi pada penguatan kualitas kader dan anggota melalui pendekatan sistematik.

“Program-program ini untuk memperkuat peran keluarga sebagai basis utama pembinaan umat melalui pendekatan edukatif dan pendampingan yang berkelanjutan,” tegas Nurhuda. Ia menekankan bahwa tantangan zaman menuntut organisasi untuk memiliki instrumen pendidikan keluarga yang adaptif namun tetap kokoh di atas nilai-nilai tauhid.

Nurhuda menguraikan empat parameter keberhasilan utama (objectives) yang menjadi target departemen hingga tahun 2030. Target-target ini mencakup dimensi partisipasi, kualitas harmonisasi, hingga digitalisasi layanan.

Dia menetapkan sasaran 90% partisipasi anggota dan kader yang akan menikah dalam kegiatan pembekalan pra-nikah. Hal ini dipandang krusial guna memastikan setiap rumah tangga baru memiliki kesiapan mental dan spiritual yang memadai.

Selain itu, departemen menargetkan peningkatan Indeks Keharmonisan Keluarga anggota dan kader Hidayatullah sebesar 20%. Secara infrastruktur pendidikan, Nurhuda memproyeksikan 80% dari jaringan lembaga pendidikan Hidayatullah mampu mengimplementasikan materi parenting secara mandiri bagi wali murid.

Menjawab tantangan era disrupsi, ia juga menargetkan ketersediaan satu Platform Konsultasi Keluarga Digital yang akan menyediakan layanan konseling pernikahan, keluarga, dan parenting secara komprehensif.

Guna merealisasikan visi besar tersebut, Nurhuda memperkenalkan enam poin utama program kerja strategis yang akan menjadi fokus implementasi di seluruh wilayah. Keenam program tersebut adalah, Pertama, Penyempurnaan Buku Pelatihan Parenting.

Buku ini diposisikan sebagai pedoman standar bagi orang tua dalam menerapkan pola asuh Islami yang integral. Kedua, Penyelenggaraan Sekolah Orang Tua dan Parenting, sebuah inisiatif untuk meningkatkan kapasitas intelektual dan praktis orang tua dalam mendidik anak di era modern.

Ketiga, Layanan Konsultasi Keluarga. Program ini hadir sebagai solusi konkret bagi keluarga yang menghadapi dinamika persoalan rumah tangga, menyediakan pendampingan yang berbasis pada nilai-nilai syariat. Keempat, Publikasi Konten Edukasi Keluarga melalui berbagai platform media guna memperluas literasi parenting Islami ke ranah publik yang lebih luas.

Kelima, program Training of Trainer (ToT) Instruktur Pendidikan Keluarga. Nurhuda menyatakan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada ketersediaan kader instruktur yang kompeten di daerah. Terakhir, Layanan Pendidikan Pra-Nikah, yang dirancang untuk membekali calon pasangan dengan paradigma “Keluarga Sakinah” sejak dini.

Filosofi pendidikan yang diusung oleh Departemen Pendidikan Keluarga Hidayatullah berpijak pada segitiga emas, yaitu, Parenting (persiapan mendidik anak), Pra-Nikah (persiapan berkeluarga), dan Keluarga itu sendiri, di mana “Ayah Ibu sebagai teladan” menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan anak.

Nurhuda mengajak seluruh peserta Rakornas untuk bergerak dalam satu komando yang sinergis. Ia berharap agar seluruh pengurus di tingkat wilayah dapat mengimplementasikan program-program ini dengan penuh integritas.

Sinergi ini diharapkan mampu menjadikan keluarga sebagai fondasi dakwah yang kokoh, sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang berbasis pada Pendidikan Integral Berbasis Tauhid.

Rakornas ini pun menjadi momentum refleksi sekaligus proyeksi bagi Hidayatullah dalam menjaga ketahanan keluarga sebagai unit terkecil namun paling menentukan dalam transformasi sosial dan pembinaan umat di masa depan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Hidayatullah Terima Hibah Rumah untuk Pusat Dakwah di Mamberamo Raya

PAPUA (Hidayatullah.or.id) -- Pada momen spesial Ramadhan ini, Hidayatullah Kabupaten Mamberamo Raya menerima hibah sebuah rumah yang direncanakan menjadi...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img