AdvertisementAdvertisement

Hidayatullah Luncurkan Program Pembinaan Keluarga Kader, Perkuat Dakwah dari Rumah

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Departemen Pembinaan Keluarga Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah meluncurkan Program Pembinaan Keluarga Kader secara daring pada Rabu, 14 Ramadhan 1447 (4/3/2026) sebagai upaya memperkuat keluarga kader sebagai fondasi dakwah sekaligus memperkokoh ketahanan sosial masyarakat.

Peluncuran program tersebut diikuti kader dan pengurus Hidayatullah dari berbagai wilayah melalui jaringan daring. Agenda ini menghadirkan Ketua Pimpinan Majelis Syura Hidayatullah KH Hamim Tohari sebagai narasumber utama yang menyampaikan pandangan mengenai pentingnya keluarga sebagai ruang awal pembentukan nilai perjuangan.

KH Hamim Tohari menegaskan bahwa dakwah memiliki tahapan yang dimulai dari lingkungan paling dekat dengan individu, yaitu keluarga. Ia menyampaikan bahwa pola tersebut mengikuti metode dakwah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam membangun komunitas umat pada masa awal Islam.

“Secara ideal, dakwah dimulai dari dalam keluarga, baru kemudian meluas ke masyarakat,” ujar KH Hamim.

Menurutnya, keluarga merupakan ruang pertama tempat nilai-nilai keimanan, keteladanan, serta komitmen perjuangan ditanamkan secara berkelanjutan. Dalam konteks perubahan sosial yang berlangsung cepat, ia menilai perhatian terhadap pembinaan keluarga menjadi semakin penting karena keluarga memiliki fungsi utama dalam membentuk karakter generasi.

KH Hamim juga menyoroti adanya kecenderungan menurunnya perhatian terhadap pembinaan dakwah dalam lingkup keluarga. Ia mengingatkan bahwa dinamika kehidupan modern sering kali membuat perhatian terhadap pendidikan keluarga menjadi kurang optimal.

“Apalagi sekarang mulai banyak fenomena orang kurang peduli terhadap dakwah keluarga,” imbuhnya.

KH Hamim menegaskan bahwa kader dakwah tidak berdiri sebagai individu semata, tetapi berada dalam ekosistem keluarga yang turut menentukan keberhasilan perjuangan. Oleh karena itu, keluarga kader memiliki posisi strategis dalam menjaga kesinambungan gerakan dakwah.

Ia menambahkan bahwa kader merupakan modal penting bagi organisasi dan umat, karena mereka telah melalui proses pembinaan yang panjang. Kekuatan kaderisasi, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh individu kader, tetapi juga oleh dukungan keluarga yang menjadi lingkungan terdekat dalam kehidupan sehari-hari.

“Pertama, kader adalah modal terbesar, termasuk keluarganya. Kedua, kader adalah orang-orang pilihan yang telah melalui proses sangat panjang,” paparnya.

Penguatan Fondasi Sosial Bangsa

Sementara itu, Ketua Departemen Pembinaan Anggota DPP Hidayatullah Iwan Abdullah menjelaskan bahwa Program Pembinaan Keluarga Kader yang dibesutnya ini untuk menghadirkan pengalaman pembinaan yang lebih menyeluruh. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas individu kader, tetapi juga memberikan perhatian pada kehidupan keluarga sebagai ruang pembentukan karakter.

Program ini terang dia hadir untuk meneguhkan peran keluarga sebagai unit dasar pembinaan nilai, yang dipandang memiliki kontribusi strategis dalam menjaga keberlanjutan perjuangan umat serta mendukung penguatan fondasi sosial bangsa.

“Program ini harus berjalan dengan baik sehingga keluarga kita merasakan nikmatnya hidup dalam perjuangan dan kebermanfaatan bagi umat,” ujar Iwan Abdullah.

Ia menjelaskan bahwa keluarga kader diharapkan dapat merasakan langsung makna kehidupan yang diorientasikan pada pengabdian kepada umat dan masyarakat. Dengan demikian, nilai perjuangan tidak hanya menjadi konsep organisasi, tetapi hadir dalam kehidupan sehari-hari keluarga kader.

Melalui pelaksanaan program ini, pembinaan organisasi diperluas dari individu menuju unit keluarga sebagai lingkungan sosial pertama yang membentuk ketahanan mental, kedisiplinan, serta komitmen pengabdian. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan gerakan dakwah dalam jangka panjang.

Peluncuran Program Pembinaan Keluarga Kader ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan gerakan umat tidak hanya bertumpu pada aktivitas dakwah di ruang publik, tetapi juga pada kekuatan keluarga sebagai pusat penanaman nilai dan karakter.

Dengan keluarga yang memiliki ketahanan nilai, kader diharapkan mampu menjalankan peran dakwah secara lebih konsisten di tengah masyarakat. Dari keluarga yang kuat lahir kader yang tangguh, dan dari kader yang tangguh diharapkan lahir kontribusi yang berkelanjutan bagi kehidupan sosial, keagamaan, dan pembangunan masyarakat secara luas.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Hidayatullah Jawa Barat Dorong Kehadiran Pusat Dakwah sebagai Sentral Konsolidasi Gerakan

BANDUNG (Hidayatullah.or.id) -- Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Barat, Ahmad Maghfur, menegaskan pentingnya menghadirkan Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img