
POLMAN (Hidayatullah.or.id) — Hidayatullah hadir langsung memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban kebakaran hebat yang melanda permukiman warga di Dusun Kappung Tulu, Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Bantuan tersebut disalurkan melalui kerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Baitulmaal Hidayatullah (BMH) sebagai respons atas musibah kebakaran yang terjadi pada akhir Februari 2026.
Peristiwa kebakaran tersebut menghanguskan 35 unit rumah warga dan menyebabkan sebanyak 175 jiwa terdampak. Api yang dengan cepat menjalar di kawasan permukiman padat membuat sebagian besar warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka. Akibatnya, para korban harus menghadapi kondisi darurat dengan keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar sehari-hari.
Merespons situasi tersebut, tim relawan BMH bersama Muslimat Hidayatullah, serta melibatkan siswa dan wali murid Pondok Pesantren Hidayatullah Mamuju, turun langsung ke lokasi kejadian untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, sembako, air bersih, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Sulawesi Barat, Najamuddin, yang turut hadir di lokasi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya saat terjadi bencana.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dakwah dan pelayanan umat, khususnya dalam situasi darurat dan bencana,” ujar Najamuddin.
Distribusi bantuan dilakukan secara langsung kepada warga yang terdampak agar kebutuhan mendesak dapat segera terpenuhi. Selain menyalurkan logistik, para relawan juga melakukan pendataan korban, membantu penataan area pengungsian, serta memberikan dukungan moral kepada warga yang sedang menghadapi situasi sulit.
Relawan dari Hidayatullah Majene juga bergabung dalam kegiatan tersebut dengan membawa bantuan logistik berupa sembako, makanan siap saji, air minum, serta perlengkapan darurat lainnya. Seluruh bantuan disalurkan secara langsung kepada warga yang membutuhkan.
Keterlibatan berbagai unsur, termasuk Muslimat Hidayatullah, siswa, wali murid, serta relawan dari sejumlah daerah menunjukkan kolaborasi dalam kegiatan kemanusiaan tersebut. Partisipasi siswa dan wali murid dalam penggalangan dan penyaluran bantuan juga menjadi bagian dari kegiatan sosial yang melibatkan komunitas pendidikan pesantren.
Bantuan yang disalurkan dinilai membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat. Kehadiran relawan di lokasi bencana juga menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan kepada masyarakat yang sedang menghadapi dampak musibah kebakaran.






