AdvertisementAdvertisement

Kabid Pelayanan Umat DPP Hidayatullah Ketengahkan Dakwah sebagai Tanggung Jawab Bersama Umat

Content Partner

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — Ketua Bidang Pelayanan Umat Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah, Ust. Drs. Shohibul Anwar, M.H.I, mengatakan bahwa keterbatasan ilmu tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak berdakwah. Ia menyampaikan bahwa kondisi tersebut justru harus menjadi pendorong bagi setiap Muslim untuk terus belajar agar pemahaman terhadap ajaran Islam tetap berada pada jalur yang benar.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengingatkan bahwa Islam dapat hadir di berbagai wilayah dunia melalui perjalanan panjang para dai yang meninggalkan kampung halaman demi menyampaikan risalah agama.

Pesan tersebut disampaikan Shohibul Anwar dalam Kajian Ahad Pagi bertema Fiqh Dakwah yang berlangsung di Masjid Baitul Karim pada Ahad, 25 Ramadhan 1447 (15/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jamaah yang mengikuti kajian keislaman rutin yang diselenggarakan di lingkungan Pusat Dakwah Hidayatullah Jakarta.

Dalam pemaparannya, Shohibul Anwar menjelaskan bahwa dakwah sering kali dipahami sebagai tugas khusus para ulama atau penceramah. Namun ia menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, dakwah merupakan tanggung jawab bersama umat agar nilai-nilai kebaikan dapat terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Ia menyampaikan bahwa salah satu nikmat terbesar yang diterima seorang Muslim adalah hidayah, dan nikmat tersebut hadir melalui proses dakwah yang dilakukan oleh orang lain.

“Kita ini mendapatkan nikmat terbesar, yaitu hidayah, karena ada orang yang mendakwahkannya,” ujarnya di hadapan jamaah yang mengikuti kajian tersebut.

Menurutnya, perjalanan sejarah Islam menunjukkan bahwa penyebaran ajaran Islam berlangsung melalui upaya panjang para pendakwah yang menjangkau berbagai wilayah di dunia. Ia mengingatkan bahwa keberadaan Islam di Nusantara juga tidak terlepas dari proses perjalanan dakwah yang panjang.

“Di negeri ini, jaraknya ribuan mil dari tempat lahirnya ajaran Islam. Ada orang-orang yang meninggalkan kampung halaman, menyusuri dunia, menyeberang lautan, hingga Islam datang ke sini. Dakwah itu berlangsung dari generasi ke generasi,” jelasnya.

Shohibul Anwar juga menyinggung catatan sejarah tentang para sahabat Nabi Muhammad yang melakukan perjalanan dakwah ke berbagai wilayah. Salah satu tokoh yang disebut dalam sejarah adalah Sa’ad bin Abi Waqash yang dikenal memiliki kisah perjalanan dakwah hingga ke wilayah China.

Berdasarkan sejarah tersebut, ia menekankan bahwa setiap Muslim memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan kebaikan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

“Oleh karena itu setiap Muslim punya kewajiban berdakwah, meskipun pemahaman keislaman kita sedikit,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterbatasan pengetahuan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menjauh dari aktivitas dakwah. Sebaliknya, kondisi tersebut harus diiringi dengan upaya memperdalam ilmu agama agar pemahaman tetap berada pada koridor yang benar.

“Kalau pengetahuan tentang Islam sedikit, maka harus belajar atau mengikuti fatwa-fatwa ulama, sehingga umat tetap memiliki pemahaman Islam yang benar,” jelasnya.

Melalui kajian tersebut, Shohibul Anwar berharap semakin banyak umat Islam yang memiliki kepedulian terhadap dakwah. Ia menegaskan bahwa dakwah tidak terbatas pada aktivitas ceramah di mimbar, melainkan mencakup berbagai upaya untuk mengajak masyarakat kepada ketaatan kepada Allah serta menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang dalam ajaran Islam.

Reporter: Herim Achmad
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

KH Hamim Thohari Tekankan Pengendalian Emosi sebagai Pelajaran Penting Ramadhan

JAKARTA (Hidayatullah.or.id) -- Ketua Pembina Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, KH Hamim Thohari, menyampaikan bahwa Ramadhan menjadi momentum untuk...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img