
PONTIANAK (Hidayatullah.or.id) — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Barat, KH. Drs. Basri Har, menegaskan pentingnya penguatan pembinaan umat, khususnya di wilayah pelosok Kalimantan Barat. Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan jajaran Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kalimantan Barat di ruang kerjanya di Kota Pontianak pada Senin, 17 Syawal 1447 (6/4/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangkaian kegiatan silaturahim Syawal 1447 Hijriah yang dimanfaatkan oleh pengurus Hidayatullah untuk mempererat komunikasi dan membangun sinergi dakwah dengan berbagai tokoh dan lembaga Islam di daerah.
Rombongan DPW Hidayatullah Kalimantan Barat tiba di kantor MUI dalam suasana yang berlangsung akrab. Saat rombongan datang, KH. Basri Har terlihat baru saja memarkirkan sepeda motor di halaman kantor.
Ketua DPW Hidayatullah Kalimantan Barat, Ust. Muhyidin Nur Rabbani, S.Sos.I., segera menghampiri dan menyalami beliau, diikuti oleh anggota rombongan lainnya. Tanpa melalui prosedur formal yang panjang, KH. Basri Har langsung mempersilakan para tamu memasuki ruang kerjanya untuk melanjutkan pertemuan.
Dialog dimulai dengan pengenalan rombongan oleh Muhyidin Nur Rabbani. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan para pengurus yang hadir sekaligus menyampaikan gambaran singkat mengenai Hidayatullah sebagai organisasi kemasyarakatan Islam yang bergerak di bidang dakwah dan tarbiyah. Ia menjelaskan bahwa aktivitas organisasi tersebut berfokus pada pembinaan umat melalui berbagai program pendidikan dan sosial.
Dalam penjelasan tersebut, Muhyidin menyampaikan bahwa keberadaan Hidayatullah di Kalimantan Barat saat ini telah menjangkau 12 kabupaten dan kota. Ia menjelaskan bahwa perkembangan organisasi di setiap daerah memiliki kondisi yang berbeda. Beberapa wilayah masih berada pada tahap perintisan dengan berbagai keterbatasan, sementara di sejumlah daerah lain kegiatan organisasi telah berkembang melalui berbagai program pembinaan masyarakat.
Berbagai kegiatan yang dilakukan antara lain meliputi pendirian rumah Qur’an, pengembangan lembaga pendidikan formal, serta pengelolaan panti asuhan. Program-program tersebut dijalankan sebagai bagian dari aktivitas dakwah dan pelayanan sosial yang diarahkan pada penguatan pembinaan umat di tingkat masyarakat.
Perluas Jangkauan Pembinaan Umat
Menanggapi penjelasan tersebut, KH. Basri Har menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya memperluas jangkauan pembinaan umat, terutama di wilayah pedalaman Kalimantan Barat. Ia menyampaikan bahwa kegiatan dakwah tidak seharusnya terfokus pada wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah-daerah terpencil agar nilai-nilai Islam dapat disampaikan secara merata.
Ia juga mengajak berbagai organisasi kemasyarakatan Islam untuk memperkuat kerja sama dalam menjalankan kegiatan dakwah. Menurutnya, kolaborasi antar lembaga memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan pembinaan umat di tengah masyarakat.
Selain membahas penguatan dakwah, KH. Basri Har juga menyinggung pentingnya menjaga kemurnian aqidah sebagai prinsip bersama yang harus dijaga oleh seluruh organisasi Islam. Ia menegaskan bahwa setiap lembaga keagamaan memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa aktivitas dakwah berjalan sesuai dengan ajaran yang benar.
Dalam penjelasannya, ia mencontohkan bahwa sebelumnya pernah terjadi kasus di Pontianak yang melibatkan sebuah lembaga Islam yang dinilai keluar dari garis aqidah yang benar sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat. Kasus tersebut, menurutnya, kemudian berujung pada pembekuan lembaga yang bersangkutan.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana dialog tersebut ditutup dengan harapan agar kerja sama antar organisasi Islam terus diperkuat. Para peserta pertemuan juga memanjatkan doa bersama agar aktivitas dakwah dan pembinaan umat dapat berjalan dengan istiqamah serta mendapat bimbingan dari Allah SWT.






