
JAKARTA (Hidayatullah.or.id) — LAZNAS BMH (Baitul Maal Hidayatullah) menerima penghargaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam atas kontribusinya dalam mendukung gerakan dakwah di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta kawasan perbatasan, pada Rabu, 25 Dzulqa’dah 1447 H (13/5/2026).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI, Dr Muchlis M Hanafi, didampingi Direktur Pengembangan Zakat dan Wakaf, Prof Waryono Abdul Ghofur, di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Muchlis M Hanafi menyampaikan apresiasi atas kiprah dakwah yang dilakukan LAZNAS BMH bersama Hidayatullah, khususnya dalam mendukung pengiriman dai ke wilayah 3T dan perbatasan.
“Kami sangat mengapresiasi kiprah dakwah LAZNAS BMH dan juga Hidayatullah sebagai ormas Islam yang telah memberikan perhatian serius terhadap dakwah di daerah 3T dan perbatasan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterlibatan BMH dan Hidayatullah menjadi kontributor terbesar dalam program pengiriman dai 3T bersama Kementerian Agama dan LAZNAS pada Ramadhan tahun ini. Dari total 2.199 dai dan daiyah yang dikirim, sebanyak 1.000 dai berasal dari BMH dan Hidayatullah.
“Harapannya ke depan bisa lebih dimassifkan lagi,” katanya.

LAZNAS BMH sendiri merupakan salah satu lembaga amil zakat nasional yang sejak awal berdiri pada tahun 2001 telah memberikan perhatian terhadap penguatan dakwah di wilayah 3T dan daerah perbatasan.
Kepala Humas BMH, Syamsuddin, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut dimaknai sebagai bentuk dukungan sekaligus dorongan dari pemerintah agar BMH terus meningkatkan kontribusi bagi masyarakat, khususnya di daerah terpencil dan perbatasan.
“Apresiasi dari Kemenag RI yang diterima hari ini kami maknai sebagai dorongan dari pemerintah kepada kami untuk memberikan kontribusi yang lebih baik lagi untuk masyarakat, khususnya yang berada di wilayah 3T dan perbatasan,” ungkapnya.
Ia juga berharap gerakan dakwah di wilayah 3T semakin mendapatkan perhatian luas dari berbagai pihak melalui kolaborasi yang lebih besar dalam mendukung pengiriman dan pembinaan dai di daerah-daerah tersebut.
“Kami berharap gerakan dakwah di daerah 3T ke depan semakin mendapatkan perhatian dari banyak pihak, yang ditandai dengan semakin banyaknya pihak yang siap berkolaborasi mendukung gerakan tersebut,” pungkasnya.






