AdvertisementAdvertisement

Diterima Atdikbud KBRI Dili, Hidayatullah Jajaki Penguatan Kerjasama Pendidikan di Timor Leste

Content Partner

DILI (Hidayatullah.or.id) — Ketua Departemen Hubungan Antarbangsa Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, Rasfiuddin Sabaruddin, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dirangkaikan dengan silaturahim bersama Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dili, Timor Leste (Tiles), Prof. Dr. Tasrifin Tahara, M.Si., belum lama ini dan ditulis pada pada Jum’at, 23 Safar 1448 (7/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog mengenai peluang penguatan kerja sama di bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta pembinaan umat Islam di Timor Leste. Rasfiuddin didampingi Anggota Dewan Murabbi Wilayah Hidayatullah Nusa Tenggara Timur, Saiful Bahri, serta Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Nusa Tenggara Timur, Ali Lingge.

Dalam pertemuan itu, Prof. Tasrifin Tahara yang juga Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin menyampaikan harapannya agar Hidayatullah dapat kembali hadir di Timor Leste melalui pendirian lembaga pendidikan bertaraf internasional. Menurutnya, kebutuhan terhadap lembaga pendidikan berkualitas bagi masyarakat Indonesia dan komunitas Muslim di Timor Leste masih sangat terbuka.

“Pasarnya cukup bagus untuk anak-anak tim KBRI, anak-anak WNI, Brunei dan Malaysia serta warga muslim lokal Timor Leste,” ujar Tasrifin.

Ia juga menyatakan kesiapan untuk mendampingi proses pengembangan kerja sama tersebut apabila Hidayatullah melakukan langkah lanjutan di Timor Leste.

Selain menyampaikan peluang pengembangan lembaga pendidikan, Tasrifin memaparkan sejumlah isu strategis yang dinilai perlu menjadi perhatian bersama dalam penguatan kehidupan umat Islam di Timor Leste. Menurutnya, kaderisasi Islam masih perlu diperkuat, terutama dalam pembinaan para mualaf yang terus bertambah. Di samping itu, keberadaan sistem sertifikasi halal dinilai semakin mendesak seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap jaminan produk halal.

Tasrifin juga mengusulkan pemanfaatan fasilitas Taman Budaya sebagai pusat pelatihan dan berbagai kegiatan pengembangan masyarakat. Ia turut mendorong pembukaan program beasiswa bagi warga Dili agar memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di Indonesia.

Dalam aspek dakwah, ia menilai perlunya penguatan kaderisasi di Masjid An-Nur sebagai salah satu pusat pembinaan umat agar regenerasi mubalig dan dai dapat berjalan secara berkelanjutan. Menurutnya, keberadaan tenaga dakwah lokal menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan komunitas Muslim di Timor Leste.

Selain itu, Tasrifin mengemukakan pentingnya kehadiran Sekolah Indonesia di Timor Leste. Ia menyebutkan bahwa apabila fasilitas permanen belum tersedia, kegiatan pendidikan dapat memanfaatkan gedung Taman Budaya sebagai solusi awal. Ia juga mendorong perluasan silaturahim dengan berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan di Timor Leste guna memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan dan dakwah.

“Kalau datang lagi, akan saya bawa ketemu Dubes Brunei dan Dubes-dubes muslim,” katanya.

Menguatkan Ruang Kolaborasi

Menanggapi berbagai gagasan tersebut, Rasfiuddin Sabaruddin menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan dukungan yang diberikan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili.

Menurutnya, berbagai masukan yang disampaikan menjadi bahan penting dalam merumuskan langkah-langkah kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang.

Rasfiuddin mengungkapkan, Hidayatullah menyambut baik harapan dan berbagai gagasan yang disampaikan Prof. Tasrifin Tahara. Pertemuan ini membuka ruang sinergi yang sangat positif dalam penguatan pendidikan, kaderisasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

“Kami akan menindaklanjuti pertemuan ini melalui penjajakan kerja sama pada bidang bidang yang relevan dengan program Hidayatullah dalam memajukan kualitas sumber daya manusia,” ujar Rasfiuddin.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Indeks Berita Terbaru

Tafakkur: Menjaga Akal di Tengah Banjir Informasi

Dalam kitab Al-Mursyid Al-Amin, Imam Al-Ghazali rahimahullah menyampaikan pengertian tentang tafakkur (berpikir), "Menghadirkan dua pengetahuan yang jelas (makrifat) untuk...
- Advertisement -spot_img

Baca Terkait Lainnya

- Advertisement -spot_img